jump to navigation

Peristiwa Ghadir Khum: Argumen Keimamahan Yang Tak Terbantahkan Sabtu, 17 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
trackback

Allah tidak meninggalkan sedikit pun argumen (hujjah) dan bantahan bagi siapa pun setelah peristiwa Ghadir Khum.” (Sayyidah Fathimah AS, Dala’il al-Imamah, hlm. 38. Lihat juga, al-Khisal, Jil. 1, hlm. 173; Bihar al-Anwar, Jil. 30, hlm. 124.)

Sepanjang khotbah Rasulullah Saw di Ghadir Khum, beliau menekankan bahwa khotbahnya itu telah melengkapi hujjah (argumen) Allah atas seluruh manusia sampai Hari Kiamat. Itulah sebabnya Putri Tercinta Rasul, Sayyidah Fathimah As juga menekankan hal yang sama seperti yang saya kutip di atas.

Dengan cara yang sama, Imam Ali As mengingatkan kaum Muhajirin dan kaum Anshar di Masjid Nabawi (setelah mereka berbaiat kepada Abu Bakar), akan hak eksklusif kepemimpinannya atas umat dan perjanjian mereka kepada Rasulullah Saw di Ghadir Khum. Beberapa orang Anshar berdalih kepada Imam Ali, “Wahai Abul Hasan! Andai saja kami, kaum Anshar, mendengar hujjah-hujjah Anda sebelum kami berbaiat kepada Abu Bakar, pastilah tak seorang pun dari kami yang tidak menyetujui perintah Anda.”

Dengan tegas Imam Ali As menjawab, “Apakah kalian menginginkan saya meninggalkan jasad suci Rasulullah yang sudah dikafani dibiarkan tidak dikuburkan, kemudian saya mendatangi kalian untuk berselisih demi kekuasaan? Demi Allah! Saya tak dapat memercayai siapa pun yang mendambakan kekuasaaan lalu menyelisihi kami, Ahlul Bait, lalu membuat alasan untuk membenarkan apa yang telah mereka lakukan. Saya tidak melihat Rasulullah Saw meninggalkan sedikit pun ruang untuk pembicaraan kontroversial, atau satu bantahan pun untuk khotbah beliau di Ghadir Khum.”

Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan keotentikan riwayat-riwayat Hadits Ghadir Khum, namun keraguan yang tidak disertai penelitian hanya akan menjadi penyakit hati. Saya pikir, terlalu banyak bukti2 otentik tentang keberadaan dan otentisitas hadits-hadits Ghadir Khum.

Sebagian orang lainnya menerima dengan lapang dada keberadaan dan keotentikan hadits-hadits tersebut, namun tetap berkilah bahwa makna kata mawla di sana hanya bermakna sahabat. Argumen ini pun sangat lemah. Biasanya, jika satu kata mempunyai banyak makna, cara yang paling baik untuk memastikan konotasi yang benar adalah dengan melihat hubungan (qarinah) dan konteksnya.

Ada 6 poin dari beberapa “hubungan” dalam hadits ini yang secara jelas menunjukkan bahwa makna yang paling sesuai dengan peristiwa di Ghadir Khum adalah makna : pemimpin.

Pertama : Satu pertanyaan yang dilontarkan Rasulullah Saw sebelum beliau membuat pernyataan, “Apakah aku lebih berwenang (awla) atas diri kalian ketimbang diri kalian sendiri?” Semua sahabat yang hadir serentak menjawab, “Betul kami bersaksi bahwa engkau lebih berwenang (awla) atas kami ketimbang diri kami sendiri” Lalu Nabi melanjutkan kata-katanya sambil mengangkat lengan Ali, “Siapa yang menjadikanku mawla, maka Ali adalah mawla-nya” Tidak diragukan lagi, kata mawla (yang memiliki wewenang) di dalam pernyataan Rasulullah ini sama dengan makna awla pada kalimat Nabi sebelumnya.

Sedikitnya, 64 perawi hadits meriwayatkan hadits ini, yang antara lain : Ahmad ibn Hanbal, Ibn Majah, an-Nasa’i dan at-Tirmidhi.

Kedua: Doa lainnya yang Rasulullah Saw ucapkan setelah pernyataan beliau ini adalah : “Ya Allah! Cintailah orang yang mencintai Ali, dan musuhilah orang yang memusuhi Ali, tolonglah orang yang menolong Ali, dan tinggalkanlah (abaikanlah) orang yang meninggalkan (mengabaikan) Ali”

Doa ini menunjukkan bahwa Ali, pada hari itu, dipercayakan dengan suatu tanggung jawab, yang secara alami, akan membuat beberapa orang menjadi musuhnya, dan untuk menyelesaikan tanggung jawab ini Imam Ali membutuhkan penolong dan pendukung. Apakah penolong dibutuhkan untuk sebuah persahabatan?

Ketiga: Pernyataan Rasulullah Saw yang menyatakan bahwa : “Tampaknya aku akan segera dipanggil dan aku akan memenuhi (panggilan itu)” ini dengan jelas menunjukkan bahwa beliau sedang membuat persiapan untuk menetapkan suatu kepemimpinan sepeninggalnya.

Keempat : Di dalam salah satu riwayat , Umar bin Khaththab mengucapkan selamat setelah diangkatnya Imam Ali As sebagai mawla seluruh kaum mukmin. Dan seandainya kata ‘mawla’ bermakna ‘sahabat’, maka kalimat ucapan selamat Umar bin Khaththab tersebut menjadi janggal : “Alangkah bahagianya Anda wahai Ali bin Abu Thalib, Anda telah menjadi sahabat setiap mukmin laki-laki maupun mukmin perempuan”. Lalu apakah sebelum peristiwa Ghadir Khum ini, Imam Ali menjadi musuh seluruh kaum Mukmin?

Kelima : Menurut ayat (QS 5 : 67) : “Hai Rasul, sampaikanlah apa yang di turunkan kepadamu dari Tuhanmu. Dan jika tidak kamu kerjakan (apa yang diperintahkan itu, berarti) kamu tidak menyampaikan amanat-Nya. Allah memelihara kamu dari (gangguan) manusia.” yang diwahyukan sebelum pengumuman kepemimpinan (wilayah) Imam Ali as, Allah Swt telah memerintahkan sesuatu yang teramat penting dan berhubungan dengan Rasulullah Saw, yang jika tidak disampaikan akan membahayakan keseluruhan misi Islam. Persoalan ini sedemikian signifikan bahwa Rasulullah merasa takut akan adanya gangguan penentangan, pengingkaran, dan perlawanan sehingga beliau tengah menanti momen yang tepat (aman) untuk menyampaikan amanah dari Allah Swt ini, sampai pada akhirnya tiba satu perintah Allah yang mendesak dan penting untuk melaksanakannya tanpa penundaan dan tanpa perlu rasa takut kepada siapa pun.

Keenam: Ayat ke 3 dari Surah Al-Maidah : “Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS 5 :3), yang diwahyukan segera setelah pengangkatan Imam Ali ini, menunjukkan bahwa sebelumnya orang-orang kafir masih punya harapan bahwa suatu waktu Islam akan lenyap. Akan tetapi melalui aktualisasi peristiwa khusus ini (al-Ghadir), Allah membuat orang-orang kafir kehilangan harapan selama-lamanya untuk menghancurkan Islam. Ayat ini juga menunjukkan bahwa peristiwa ini (al-Ghadir) merupakan peristiwa penyempurnaan Islam dan Allah melengkapi Rahmat-Nya atas manusia dengan peristiwa ini.

Karena sedemikian pentingnya, tentulah Ghadir Khum bukan sebuah peristiwa kecil atau kesempatan yang tak begitu penting seperti sebuah pengumuman dari perintah agama yang sederhana, atau suatu pengumuman bahwa Ali hanyalah seorang “kawan” atau “sahabat” Nabi Muhammad Saw.

Sebuah Pendekatan Rasional:

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat serasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan, dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih, lagi penyayang terhadap orang-orang mu’min” [Al-Quran Surah al-Taubah [9] ayat 128]

Dengan gamblang, Allah Swt menyatakan bahwa Rasulullah Saw memiliki rasa cinta dan kasih sayang yang sedemikian dalam kepada umat manusia. Beliau senantiasa berusaha memastikan kesejahteraan, keamanan dan kenyamanan para pengikutnya, dan tak pernah memiliki keinginan untuk memaksakan kehendak-kehendak pribadinya, juga tak pernah membebani seseorang di luar kemampuannya. Bahkan beliau sangat dikenal beberapa kali memendekkan shalatnya segera setelah mendengar suara tangisan bayi.

Adalah mustahil menyimpulkan bahwa Nabi mulia yang diutus “sebagai Rahmat atas semesta alam ini” telah memerintahkan kepada para pengikut, sahabat-sahabatnya untuk duduk di atas gurun pasir yang panas tanpa ada tempat berlindung dari sengatan terik matahari, berjam-jam lamanya, hanya untuk mengatakan bahwa ‘Ali ibn Abi Talib adalah “sahabat”-nya.”

Seperti klaim yang lebih absurd dari ini adalah bahwa peristiwa Ghadir ini semata-mata ingin meninggikan kedudukkan Ali yang lebih utama dari sahabat-sahabat Nabi lainnya. Memang tak bisa dipungkiri lagi bahwa Peristiwa Ghadir Khum merupakan hujjah yang tak lagi dapat dibantah, seperti yang telah diutarakan oleh sebaik-baik wanita sepanjang zaman, Fathimah al-Shiddiqah As di atas. Semoga Allah Swt memberikan syafa’at-Nya kepada kita melalui beliau. Amin ya Ilahi…

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

Ito Motinggo,

Desember 2006, Cipedak, Jakarta Selatan.

Catatan Akhir

Vahid Majd, The Sermon of Prophet Muhammad PBUH & HF at Ghadir Khum hlm. 17-18,

al- Ihtijaj, Jil. 1, hlm. 74; Bihar al-Anwar, Jil. 28, hlm. 185.

Jika Anda masih meragukan otentisitas atau tingkat mutawatir hadits-hadits al-Ghadir, saya

anjurkan Anda membuka situs ini: http://www.al-islam.org/ghadir/. Sebuah Situs khusus yang

memuat data yang teramat lengkap tentang semua hal yang berkaitan dengan peristiwa Ghadir Khum.

Peristiwa ini diriwayatkan oleh al-Daruquthni yang tercantum dalam kitab Sawaiq al-Muhriqah

hal.26, dan Ahmad bin Hanbal di dalam Musnad-nya 2:325

Al-Mujtaba Islamic Articles, Ghadeer Khumm and Orientalists.

Thaqalayn Muslim Association, What Happen at Ghadeer Khumm at Glance.

About these ads

Komentar»

1. Akhmad Baihaqi - Sabtu, 17 Maret, 2007

Umat Islam di Indonesia khususnya, merujuk kepada hadits-hadits dari Shahih Bukhari dan Muslim. Apakah peristiwa tsb(Ghadir Khum) juga ada didalam kitab hadits shahih-nya Bukhari/Muslim?? Jika ada di bagian/bab apa? Dan mengapa tidak banyak yang mengetahuinya?? Bisa tolong di jelaskan..

TIA.

2. teuku moulana syah - Senin, 23 April, 2007

allahumma salli ala muhammad wa ali muhammad, senantiasa allah melimpahkan rahmatnya kepada nabi muhammad beserta ahlul baitnya. alhamdulillah sedikit banyak saya mendapat pengetahuan peristiwa ghadir khumm yg telah antum jelaskan.suatu ilham buat saya bisa mengetahui persitiwa itu. semoga allah tidak menyurutkan kita semua untuk terus mencintai ahlul bait dan semoga allah memberikan ketabahan terhadap orang2 yg mengikuti jejak ahlul bait.

3. T Mulya - Selasa, 28 Agustus, 2007

Mungkin saya bisa bantu pa Akhmad Baihaqi. Hadis AlGhadir setahu saya tidak dimuat oleh Bukhori dan Muslim, tapi dimuat antara lain dalam kitab yang dirujuk oleh mas Quito diatas yaitu Sawaiq alMuhriqoh karangan Imam Daruquthni, Musnad Imam Ibnu Hambal dan juga dalam kitab alWilayah fi Thurug Ahadits al-Ghadir karangan al-Hafidz Abi Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari serta kitab2 hadis lainnya. Derajat hadis mencapai tingkat Mutawatir. Dan ini diakui oleh para ulama Sunni sendiri (lihat blog Abuhaekalmultiple.com atau Abusalma.wordpress).

Bapa bertanya-tanya kenapa hadis ini jarang atau kurang terkenal atau dikenal umum ? Saya bisa jelaskan bahwa sebagaimana diketahui bahwa kitab hadis yang sudah banyak diterjemahkan adalah kitab hadis Sahih Bukhori dan sahih Muslim. Sementara kitab2 hadis di luar Bukhori Muslim memang belum banyak dikenal umum. Padahal kitab2 hadis di luar Bukhori Muslim tidak kalah sahihnya. Disamping itu karena kepentingan politis, maka ada usaha untuk menutup-nutupi hadis2 sahih yang bisa merugikan mazhabnya.

Pada akhirnya tolok ukur sahih tidak suatu hadis adalah bukan para ulama hadis, tetapi AlQuran. Meskipun sanad dan matannya sahih, tetapi apabila bertentangan dengan AlQuran, maka hadis itu harus ditolak.

4. Quito Riantori - Selasa, 28 Agustus, 2007

Setahu saya, hadis Ghadir Khum dimuat dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Arqam, hanya saja Muslim memotongnya. Sementara Ahmad bin Hanbal, al-Hakim, Muttaqi al-Hindi dan perawi hadis lainnya mencatatnya secara lengkap tanpa “mensensornya”. Pertanyaan saya, apakah benar kaum Muslim di Indonesia hanya menjadikan Bukhari n Muslim sebagai standar kesahihan pemahaman mereka?

5. muhammad alawi - Jumat, 14 Desember, 2007

allahummasolli ala muhammad wa aali muhammad warham muhammada wa aala muhammad.
keotentikan hadis ghodir khum mamenuhi hujjah cakrawala. memberi inspiras kebenaran untuk yang mencintanya saw dan ahlulbait nya…. alhamdulilllah saya menjadikan ghodi khum sebagai tonggak keimamahan yang tak terbantahkan….meski banyak yang mengatkan sanad hadis tersebut diselewengkan atau diubah dan di tambah oleh madhab syiah… hemmmm

6. Quito Riantori - Jumat, 14 Desember, 2007

Menurut saya, ada baiknya hal ini terus digali dan dicermati. Masalah ada yang mau terima atau ada yang menolak, saya pikir itu berhubungan dengan hati nurani masing2 dan tanggung jawab moralnya pada Tuhan. Dan tentu saja, kita tidak perlu memaksakan pemahaman atau pemikiran kita pada orang lain. Terima kasih atas kunjungan Muhammad Alawi. Salam.

7. arie - Jumat, 14 Desember, 2007

peristiwa ghadir khum merupakan salah satu satu kejadian sejarah yang “kolosal”, bagaimana tidak, sebab saksinya pada saat itu mencapai lebih dari 100.000 ribu orang, yang sehingga bila peristiwa ini ditanyakan pada ahli sejarah manapun dari kalangan muslim atau nonmuslim saat ini, maka akan mengatakan hal yang kurang lebih sama. kalaupun ada perbedaan, yaitu pada point pengangkatan imam Ali sebagai pengganti rasulullah saaw. Tapi kelebihan dari peristiwa ghadir khum sendiri, ialah bahwa ia (peristiwa ghadir khum) akan kehilangan makna ketika point tersebut dihilangkan, apalagi jika kita benar2 merenungkan surat al-maidah ayat 67 yang diturunkan disana pada saat itu.

8. arie - Sabtu, 15 Desember, 2007

maaf, maksud saya (diatas) 100ribu orang. gak biasa ngetik trus sok tau jadi gini nich… sekali lagi maaf

9. atmo - Senin, 21 April, 2008

banyak orang muslim tdk tahu tentang peristiwa ghadir khum, karena memang tidak diberitakan secara terbuka!, lalu lihat dan perhatikan ada maulid nabi tetapi tdk ada arbain nabi! di saat wafatnya nabi ada ada hal2 penting yang tdk ingin terungkap untuk umat muslim. dua hal itu adalah sama, kelahiran dan meninggalnya nabi! dari 2 hal itu kita dapat mengambil pelajaran2 penting! lalu kenapa tdk ada arbain nabi???.

10. edi - Senin, 28 April, 2008

Mas Ito, ada kawan saya yan sempat menanyakan tentang Ghadir Khum dan dari penjelasan saya msih kurang memuaskan buat, dan sementara saya lihat tulisan sampean cukup jelas, dan bagus, bolehkan saya mengopy-nya dan akan saya kasihkan ketemen aku itu mas. Terimakasih sebelumnya.

11. Quito Riantori - Selasa, 29 April, 2008

@edi
Silahkan Mas Edi! Salam!

12. dody - Minggu, 11 Mei, 2008

Alhmd…,
maaf sebelumnya..,
hanya saja sekarang bagi siapapun yang mempercayai kebenaran Khutbah Ghodir Khum…,
agar tidak sia-sia jadinya…,
hendaknya mencari hingga bertemu terhadap penerus tugas kerosulan…,
yang diakhir jaman ini seperti disabdakan Kanjeng Nabi bergelar Al-Qoim Al-Mahdi…,
” Walau jarak antara kau dan Dia terpisah oleh Lautan Es atau Lautan Api.,
” Seberangilah..!!!”
” Walau kau tahu pasti mati di dalamnya..,”
” Tetap Seberangilah…,”
sebab : ” Tiada Kebenaran melainkan selalu bersamanya..,”
sebab : ” Barang siapa mati sedangkan dia tidak tahu Imam dijamannya maka matinya adalah mati Jahiliyah…,
…maaf jika comment ini terlalu keras…

13. Badari - Rabu, 14 Mei, 2008

Salam ‘alaykum.
Adakah riwayat dari kitab2 Sunni perihal tindakan Imam Ali as mengingatkan kaum Muhajirin & Anshar, setelah pembaiatan Abu Bakar, akan hak kepemimpinannya dgn dasar hadis Ghadir Khum?
Kalangan Sunni yg memaknai kata “mawla” tidak dgn arti “pemimpin” berdalih bhw Imam Ali tidak mengklaim kepemimpinan pada masa Abu Bakar dgn menggunakan hadis Al-Ghadir.
Mohon infonya. Terima kasih; Salam ‘alaykum.

14. Quito Riantori - Jumat, 16 Mei, 2008

@Badari
Salamun ‘alaykum, Badari. Sebelum Imam Ali as dibaiat sebagai Khalifah Islam ke-4, beliau mengingatkan para sahabat ttg khutbah Rasulullah Saw di Ghadir Khum, semua pejuang Badar yang hadir (baik dari Muhajirin dan Anshar) mengakuinya dan langusung membaiatnya, kecuali Anas bin Malik. Sahabat Nabi ini berdusta bahwa ia lupa akan sabda Nabi tersebut. Kedustaannya itu mengakibatkan sahabat nabi ini kena “tulah”, hampir seluruh kepalanya terkena penyakit kulit (belang) yang tidak bisa ditutupinya. Semoga orang-orang yang telah melihat kebenaran kedudukan imam Ali as ini tidak menolaknya sehingga ia tidak menjadi orang berikutnya yang terkena “tulah” seperti sahabat Nabi ini. Riwayat ini dimuat dalam riwayat-riwayat Sunni. Baca buku Dialog Sunni-Syiah karya Syarafuddin al-Musawi. Terima kasih dan Salam.

15. budi daei - Rabu, 28 Mei, 2008

ass wr wb akhi, afwan anan mau tanya sedikit… mengapa masih ada orang yang meragukan “peristiwa Ghadir Khum”?. Padahal sudah begitu jelas, lengkap dan mutawatir riwayatnya? SHALAWAT!

16. muhammad alawi - Senin, 8 Desember, 2008

Allahu akbar….Allahu akbar Allahu Akbar walillahil hamd. dengan rahmatnya jari2 ini menekan beberapa huruf huruf tuk merangkai hikmah yang ada.

“” Nabi ibrohim di uji oleh Allah dengan perintah untuk menyembeleh anaknya semata-mata untuk keimanannya pada Allah”

BEGITU JUGA dengan ummat ini, ummat ini sedang diuji dengan keberadaan seorang Imam Ali dan Ahlul baitnya. bisakah ummat ini sukses seperti kesuksesan nabi ibrohim . ilahiiii………inikah ujianmu pada kami?

jika memang ini adalah ujian maka,,,, ijinkanlah kami tuk beriman dan yakin akan KEIMAMAHAN Al-IMAM ALI as. meskipun banyak dari kalangan orang orang yang tak berfikir menentang hal itu. berilah mereka petunjuk>>>>>

tp…. gimana mau mau dapet hidayah kalau telinga mereka dan mata mereka tertutu….!!??
…………………………………………….SOLAWAT>>>>>>

17. Akbar - Kamis, 16 Juli, 2009

Salam…… lihat di blognya abusalma , mereka membenarkan hadist ghadir sebagai mutawatir….. tapi mereka menuduh mazhab ahlul bait dengan fitnah2 keji ….. seperti pengadilan inabsentia, mereka pake dalil ngejelekin mazhab ahlbet tapi ga pake dalil cuma persangkaan…… semoga Allah maafkan mereka yang awam dan semoga Allah hukum penyebar fitnah keji…… sholawat!

18. Quito Riantori - Rabu, 26 Agustus, 2009

Barusan saja ada komentar bodoh yg mengatakan hadis Ghadir Khum tidak tecatat di Kutubus Sittah, padahal Muslim & Ahmad mencatat hadis ini dengan gamblang dan jelas. Makanya kalo bodoh dan tidak tahu menahu tentang hadis lebih baik jgn komentar!

19. zul - Kamis, 27 Agustus, 2009

Memang nggak ada dalam Kutub Sittah peristiwa Ghadir Khum. Bisa nggak mas copy paste kan hadisnya dalam bahasa Arab.

Jika ada riwayat mana? Hadis dari riwayat ini Ahmad ibn Hanbal, Ibn Majah, an-Nasa’i dan at-Tirmidhi selain Bukhari dan Muslim tidak semuanya sahih ada yang daif.

Contohnya Imam Abu Daud dalam bab bersiwak bawakan empat hadis tentang siwak Rasulullah. Hadis pertama hingga tiga sahih, hadis keempat daif. Tujuan Imam Abu Daud letakkan hadis daif supaya umat Islam beramal hanya hadis sahih.

Sebab itu dipanggil Sunan Abu Daud bukannya Sahih Abu Daud.

Quito Riantori - Kamis, 27 Agustus, 2009

@zul
Kalo gak tau hadis lebih baik jgn komentar, Mas, karena akan menampakkan kejahilan anda. Peristiwa Ghadir KHum terekam dalam banyak hadis. Di dalam Kutubus Sittah : SHAHIH MUSLIM dan Musnad Ahmad ada! Teks hadisnya ente tanya ama ustad ente deh, tapi ustad yg ngerti hadis, jangan yg goblok sama seperti ente. Kalo ustad ente gak tau juga, ente buka deh situs ini : http://www.al-islam.org/ghadir/
Ente pelototin tuh hadis2. Dan jangan lupa gunakan akal sehat & hati yg jujur!

20. zul - Senin, 31 Agustus, 2009

Saya masih nantikan hadisnya mas.

Quito Riantori - Senin, 31 Agustus, 2009

@zul
Coba anda buka sendiri situs ini : http://www.al-islam.org/ghadir/
Disana banyak hadisnya, keterangannya, teks Arabnya, dsb!

21. ichsan - Kamis, 29 Oktober, 2009

Ya Ali as Madad
Saudara Quito cukup pedas juga kata-katanya di tiap-tiap artikel kepada saudara-saudara yang memberi komentar…
tolonglah diperhalus agar kaum yang awam ini dapat menggunakan akal dalam mendalaminya tanpa harus didahului emosional terhadap narasumbernya…
Maaf jika kata-kata saya kurang berkenan…

Quito Riantori - Jumat, 30 Oktober, 2009

Terima kasih saran dan kritik Anda, semoga Allah Swt membalas kebaikan hati Anda. Salam.

Allah tidak menyukai ucapan buruk dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS al-Nisaa ayat 148)

22. lia - Jumat, 4 Desember, 2009

salam
iya nih mas Quito,lbh baik kita berdakwah dgn bahasa yg halus.baru-baru ini sy ikut group anti ahlu bait dan mereka menggunakan kata2 yg sangat tidak pantas,tp kl kita jg melakukan hal itu,apa bedanya kita dgn mereka… lagi pula kan forum ini jg untuk berbagi ilmu bukan untuk saling menyalahkan.
maaf jika kurang berkenan,saya hanya ga ingin forum ini memperkeruh hubungan sunni-syiah

23. zainul75 - Minggu, 24 Januari, 2010

ada buku bagus judulnya SAQIFAH karya O.Hasyim mungkin bisa dijadikan refrensi pemahaman diri.
semoga tambah ilmu tambah baik akhlaq kita. amin….

24. enoz - Selasa, 9 Februari, 2010

saqifah awal bencana Ahlul Bait dan umat

25. anwarmtq - Senin, 23 Agustus, 2010

peristiwa ghadir khum benar adanya, imamah benar adanya hingga sekarang masih ada penerus tugas fungsi rasulullah Muhammad sebagai penghantar menuju Allah. itu semua benar, haq dari Allah, tak terbantahkan, semua utusanNya dan wakil-wakilnya membawa ilmu tauhid, gerbang mati dengan hati yang selamat. cari!!!

26. KHALID - Kamis, 9 September, 2010

salam
I didn’t understand what has been writen above because I cant read malay, but I understood it is something about AL GHADEER DAY. yes my brothers what has happend in that day wsa the fact and the truth. Prophit Muhammad raised the hand of imam Ali and said this man must come after me. This was infront thousends of muslims at that time. unfortunatly, after the death of prophit muhammad most of them didn’t follow his order and you the rest.
Inshallah every thing will be corrected after the appearance of imam AL MAHDI.
Thanks

27. KHALID - Kamis, 9 September, 2010

salam
I didn’t understand what has been written above because I cant read malay, but I understood it is something about AL GHADEER DAY. yes my brothers what has happend in that day was the fact and the truth. Prophit Muhammad raised the hand of imam Ali and said this man must come after me. This was in front thousands of muslims at that time. unfortunatly, after the death of prophit muhammad most of them didn’t follow his order and you know the rest.
Inshallah every thing will be corrected after the appearance of imam AL MAHDI.
Thanks

28. Irza - Selasa, 1 Maret, 2011

Allahumma salli ala Muhammad wa ali Muhammad,
Saya salah 1 dari berjuta2 umat islam yang baru belajar tentang Syi’ah. mohon info2 nya, tentang buku, hadist dll. semoga saya belum terlambat untuk belajar & mencintai Al-Qur’an & ahlut bait. Amiin
saya senang adanya forum diskusi & berbagi ilmu seperti ini. tapi saya sedih, kenapa dalam syiar Islam, tidak kita redam emosi diri sehingga terucap kata2 kasar. buktikan pada umat Islam yang belum paham ttg ahlul bait bahwa pecinta & pengikut ahlul bait senantiasa mengikuti keteladanan Rosulullah SAW & ahlul bait dengan selalu berucap dengan kata2 pujian.

wassalam

29. farid ali baqir khamanei - Jumat, 26 Agustus, 2011

ALLAHUMMA SALLI ALAA MUHAMMAD WA ALI MUHAMMAD.,,
menurut saya kalau memang mau mencari pasti akan menemukan kebenaran… seperti dalam buku Ahirnya kutemukan kebenaran… dan ingat! dengan hati yg bersih bukan karena untuk mencari kesalahan orang lain okey, , ,

30. PEMBAHASAN MAKNA KATA ‘MAWLA’ DALAM HADIS GHADIR « web syi'ah imamiyah terlengkap di Indonesia – Malaysia dan Brunei.. Inilah Web dialog intelektual sunni – syiah demi persatuan islam, demi toleransi dan saling sayang su - Kamis, 13 Oktober, 2011

[...] untuk pembicaraan kontroversial, atau satu bantahan pun untuk khotbah beliau di Ghadir Khum.” 1 Sayangnya, masih banyak orang yang meragukan keotentikan riwayat-riwayat Hadits Ghadir Khum, namun [...]

31. PEMBAHASAN MAKNA KATA ‘MAWLA’ DALAM HADIS GHADIR « web syi'ah imamiyah terlengkap di Indonesia – Malaysia dan Brunei.. Inilah Web dialog intelektual sunni – syiah demi persatuan islam, demi toleransi dan saling sayang su - Kamis, 13 Oktober, 2011

[...] pikir, terlalu banyak bukti2 otentik tentang keberadaan dan otentisitas hadits-hadits Ghadir Khum. 2   Sebagian orang lainnya menerima dengan lapang dada keberadaan dan keotentikan hadits-hadits [...]

32. arman - Minggu, 13 November, 2011

Allahuma salli ala Muhammad Waali Muhammad….

selamat hari ghadir khuum……….

33. tpqpluscahayahati - Selasa, 15 November, 2011

Mari dengan hati jujur kita cari kebenaran> kepada siapa kita berwilayah?

34. Oghi - Sabtu, 8 September, 2012

Allohumma salli alaa muhammad wa ali muhammad
1. Kenapa Rasulullah harus mengumpulkan umat muslim kalau hanya untuk mengenalkan bahwa ali adalah sahabat. dari kecil sudah didik oleh Nabiullah hingga dewasa. apakah memang belum termasuk sahabat
2. Kenapa hanya ali yang hanya diperkenalkan sedemikian rupanya dibanding sahabt yang lain. Mudah-mudahan ini bisa sedikit jadi bahan pertimbangan

35. maryudi - Selasa, 24 Desember, 2013

Yg mo nerima pristiwa Ghadir Khum ya silahkaaann…yg kagak ya jgn dpaksa” buat nerima n kagak usah saling nyerang. Biar aje dah di negara laen Syiah nSuni pade gontok”an…nah jgn ampe di negara kite ngikut kyk gitu….mending jg Gotong Royong bersihin Got….!!! Ade tuh manfaatnye….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 187 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: