jump to navigation

Marah Itu Baik Atau Buruk? Selasa, 5 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Anger Management, Artikel.
add a comment

marah-itu-baik-atau-buruk.jpg

Barangsiapa yang sanggup mengendalikan dirinya (nafsahu),

ketika ia berharap, takut, malu, marah, dan ridha,

niscaya Allah haramkan jasadnya dari siksa neraka.

~ Imam Ja’far al-Shadiq as 1]

Sebenarnya, marah itu sendiri, tidak buruk dan juga tidak baik, atau dengan kata lain : netral. Marah merupakan salah satu emosi seperti emosi-emosi lainnya. Ada 4 dasar emosi manusia : sedih, marah, gembira dan takut…semua emosi yang ada pada setiap manusia merupakan derivasi dan kombinasi dari keempat dasar emosi ini. Keempatnya adalah emosi utama… Anda lihat saja…keempat emosi itu ada pada anak-anak dan bahkan binatang. (lagi…)

Makhluk Apakah Syiah Itu? Selasa, 5 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
6 comments

KH. DR. Jalaluddin Rahmat

Di dunia ini segala hal berubah kecuali tulisan yang menentang Syi’ah. Segala permulaan ada ujungnya, kecua­li tuduhan terhadap Syi’ah. Mengapa ?

Apakah syi”ah itu pembuat onar atau pembikin kekacauan, yang hanya ingin mengganggu orang?” Begitu tulis al-Syaikh Jawad al-Mughniyah, alim besar dari Libanon, ketika ia mengantar­kan buku Abdullah bin Saba wa Asathir Ukhra. Kalimat-kali­matnya lebih merupakan semacam keluhan, daripada pernyatan ilmiah. Sebagai seorang Syi­’ah, ia tentu sering membaca kecaman-kecaman terhadap Syi’ah yang tidak didasarkan bukti-bukti yang dapat diper­tanggung jawabkan. Seakan-akan untuk mengecam Syi’ah tujuan menghalalkan segala macam cara: berdusta, memfitnah atau memalsukan keterangan tidak diperbolehkan, kecuali untuk menghantam Syi’ah.

Banyak buku telah ditulis tentang Syi’ah oleh lawan-­lawan Syi’ah. Selama ratusan tahun, Syi’ah telah menampung semua tuduhan yang paling nista: fasik, kafir, musyrik, zindik, munafik. Tidak jarang bersamaan dengan meruntuhkan kehormatan Syi’ah, orang pun menumpahkan darah mereka. Tidak ada mazhab di dalam Islam yang begitu banyak menanggung penindasan seperti orang Syi’ah. Tidak heran kalau mereka sering meneriak­kan kalimat (yang oleh musuh Syi’ah boleh jadi (sebut teriakan teroris), Setiap hari bagi kami hari Karbala, dan mihrab kami adalah mihran darah.” Bukan lantaran Syi’ah adalah drakula penghisap darah. Mereka adalah orang-orang yang sepanjang abad darahnya boleh ditumpahkan tanpa belas kasihan.

Dalam kitab al-Fatawa al­-Hamidiah dikisahkan jawaban seorang alim besar ketika ditanya mengapa orang Syi’ah wajib dibunuh. Sang alim besar ini menjawab, “Ketahuilah bahwa orang-orang Syi’ah itu adalah orang kafir, durhaka, ahli maksiat. Mereka menghim­pun sifat-sifat kekufuran, kedurhakaan, keingkaran dan berbagai macam kefasikan, atheisme, dan sifat-sifat zindik. Barangsiapa tidak mau mengkafirkan mereka, merekapun kafir seperti mereka.” Maka kalau darahnya boleh ditumpah­kan apalagi kehormatan mereka. Dan kecaman pun mengalir deras, menggabungkan imajina­si, kreativitas, dan ketidak­tahuan.

Kalau Syi’ah itu bukan drakula, lalu makhluk macam apakah dia? (lagi…)