jump to navigation

Sahabat Nabi Saling Mencerca Satu Sama Lain? Senin, 18 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Opini.
4 comments

kafir.jpg

STANDAR GANDA KAUM SALAFY WAHABI
Bagian ke 2

Di antara provokasi Kaum Salafy Wahabi terhadap kaum Muslim lainnya adalah pengkafiran mereka atas kaum Muslim lainnya dengan tuduhan bid’ah, pengkafiran dan lain-lain. Mereka juga menuduh orang-orang Syiah gemar mencerca sahabat. Tujuan provokasi yang mereka lakukan ini tentu saja agar para pengikut mereka yang bodoh dan bertaklid buta ini membenci dan bahkan mengkafirkan kaum Muslim lainnya. Dan inilah yang terjadi di Bondowoso, Madura, dan Bangil. Bagaimana pun, kita mesti memberi pengertian sejelas-jelasnya kepada pengikut mereka yang masih memiliki hati yang terbuka. Inilah salah satu topik yang membuat orang-orang dungu menjadi geram terhadap Muslim Syiah akibat provokasi yang dilakukan kaum Salafy, Wahabi atau Nasibi. Mereka memprovokasi :
1. Orang-orang Syiah telah melakukan pencercaan terhadap sahabat.
2. Mencerca sahabat Nabi itu berakibat kafir.
3. Karena itulah orang-orang Syiah menjadi kafir.
(more…)

Apa Itu Cinta Diri? Senin, 18 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
3 comments

pamela.jpg

“Tidaklah beiman seseorang di antara kamu
sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana
ia mencintai dirinya sendiri”

~ Rasulullah saww, Hadits Riwayat al-Tirmidzi.

Ada keyakinan luas bahwa mencintai orang lain adalah baik, sementara mencintai diri sendiri adalah buruk. Juga ada anggapan bahwa cinta pada diri sendiri sama dengan mementingkan diri sendiri. Apakah ini benar? Jika benar, maka hal ini bertentangan dengan pernyataan hadis di atas yang menganggap mencintai diri sendiri adalah suatu hal yang lumrah. Lalu bagaimana sebenarnya permasalahan ini bisa dipahami? Mari kita mencoba memahami hal ini.

DUA JENIS CINTA DIRI
Sebenarnya tidak ada pertentangan sama sekali antara pandangan yang pertama dengan pandangan yang kedua. Karena sesungguhnya ada dua jenis Cinta Diri. Yang Pertama, adalah Cinta Diri Positif sedangkan Yang Kedua adalah Cinta Diri Negatif. Pada teks hadis di atas cinta kepada diri seperti itu merupakan cinta diri yang positif, bahkan bersifat fitrah, dan yang dimaksud dengan cinta diri yang negatif adalah cinta diri yang sudah mengarah kepada bentuk mementingkan diri sendiri.
(more…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 152 pengikut lainnya.