12 Langkah Mengatasi Kemarahan

12_langkah.jpg

Quito R. Motinggo

Rasulullah saww berkata, ”Maukah kalian kuberitahu orang yang paling menyerupaiku (pribadinya)?” Mereka (para sahabat) berkata,”Tentu, wahai Rasulullah!” Beliau mengatakan,”Yaitu orang yang paling baik akhlaknya, yang paling ‘sejuk’ naungannya, yang paling berbakti kepada kerabat-kerabatnya, yang paling besar cintanya kepada saudara-saudaranya, yang paling sabar dalam menetapi kebenaran, yang paling pemaaf, dan yang paling kuat kesadaran dirinya di saat ridha maupun di saat marah” (Bihar al-Anwar 66 : 306)

Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu kita semua pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman. Hal ini membantu kita untuk menyadari bahwa kemarahan bisa menjadi teman atau bisa menjadi musuh, bergantung pada bagaimana kita mengekspresikannya. Mengetahui bagaimana cara untuk mengenal dan mengekspresikan kemarahan dengan tepat, dapat menolong kita untuk mencapai tujuan-tujuan, dan mengatasi kemunculan-kemunculannya, memecahkan problem-problem dan bahkan melindungi kesehatan kita.

Bagaimanapun, kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan kita, menggiring kita ke berbagai problem.

Beberapa ahli (psikolog) percaya bahwa kemarahan yang ditekan merupakan penyebab yang mendasari kecemasan dan depresi. Kemarahan yang tidak terekspresikan dapat mengganggu hubungan, mempengaruhi pikiran, dan pola prilaku, juga berbagai problem-problem fisik, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, kepala pusing, gangguan kulit dan masalah-masalah lain yang saling terkait. Apa yang bahkan lebih buruk adalah hubungan antara berbahayanya kemarahan yang tak terkontrol dengan kejahatan, emosi dan penganiayaan fisik serta prilaku-prilaku kekerasan lainnya. Redford Williams, seorang ahli penyakit dalam (internist) dan spesialis tentang prilaku (behavioral specialist) di Duke University Medical Center, Amerika Serikat telah mengembangkan sebuah program 12-langkah yang dapat menolong orang untuk belajar mengatasi emosi-emosi amarahnya.

Williams menyarankan memantau pemikiran Anda yang cenderung sinis karena mempertahankan atau memelihara “sebongkah permusuhan”. Hal ini akan mengajarkan Anda tentang keseringan dan jenis-jenis situasi yang memprovokasi Anda. Carilah dukungan dari orang-orang penting dalam hidup Anda untuk mengatasi perasaan Anda dan mengubah pola prilaku Anda.

Dengan memelihara “sebongkah rasa permusuhan” Anda, Anda dapat menyadari kapan dan di mana Anda memiliki pemikiran-pemikiran yang agresif, sehingga ketika Anda menemukan diri Anda dalam situasi seperti ini, Anda dapat menggunakan teknik-teknik seperti :

1. Mengambil napas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan-lahan
2. Berdzikir dengan menyebut nama-nama Allah Yang Indah
3. Menghentikan memikirkan hal yang membuat hati Anda menjadi panas. Hal ini dapat menolong Anda menghentikan siklus kemarahan Anda.
4. Letakkan diri Anda di dalam “sepatu” orang lain. Empati mungkin akan menambah perspektif yang berbeda. 5. Jagalah di dalam pikiran, bahwa kita semua adalah manusia, yang bisa melakukan kesalahan.
6. Pelajari bagaimana menertawai diri Anda sendiri dan menemukn humor dalam berbagai situasi.
7. Pelajari juga bagaimana cara menjadi relaks atau santai.
8. Walaupun mungkin Anda pernah mendengar bahwa mengekspresikan kemarahan itu lebih baik daripada memendamnya, namun ingatlah bahwa amarah yang sering dilampiaskan sering bertentangan dengan hasil yang diharapkan dan bisa membuat kita diasingkan oleh banyak orang.
9. Hal penting lainnya adalah bahwa Anda perlu mempraktikkan “percaya pada orang lain”. Adalah biasa jika kita lebih mudah marah ketimbang percaya, namun dengan mempelajari bagaimana mempercayai orang lain, Anda akan dapat mengurangi amarah Anda yang langsung kepada mereka.
10. Ketrampilan ‘mendengarkan dengan baik’ akan meningkatkan komunikasi dan dapat memfasilitasi rasa percaya di antara orang-orang. Kepercayaan ini dapat membantu Anda dalam mengatasi emosi-emosi permusuhan yang potensial; menguranginya bahkan mungkin mengenyahkannya.
11. Pelajari juga bagaimana Anda menegaskan diri Anda sendiri. Hal ini merupakan sebuah pilihan yang konstruktif. Ketika Anda menemukan diri Anda marah pada seseorang, coba jelaskan kepada mereka apa yang mengganggu Anda tentang prilaku mereka dan mengapa Anda mesti marah kepada mereka.
Anda membutuhkan kata-kata dan kerja yang lebih untuk menjadi tegas ketimbang harus memperlihatkan kemarahan Anda, namun ganjaran yang akan Anda peroleh menjadi seimbang. Andai kita menyadari semua ini, maka kita akan merasakan bahwa hidup ini terlalu singkat, jika kita hanya selalu marah pada segala hal.
12. Langkah terakhir memerlukan permintaan maaf kepada orang yang Anda telah marah kepadanya. Dengan membiarkan pergi kebencian dan melepaskan tujuan balas jasa atau ganti rugi, Anda akan merasakan bahwa beban berat berupa kemarahan telah terangkat dari pundak Anda.

Joan Lunden, pengasuh rubrik kesehatan majalah Healthy Living Magazine mengatakan “Holding on to anger, resentment and hurt only gives you tense muscles, a headache and a sore jaw from clenching your teeth. Forgiveness gives you back the laughter and the lightness in your life.”

Tahanlah kemarahan (Anda), kekesalan dan rasa sakit hati Anda, yang membuat otot Anda tegang, sakit kepala dan rahang yang tegang karena gemeretak gigi Anda. Pemberian maaf mendatangkan kembali tawa dan pencerahan dalam hidup Anda.

Entri ini ditulis dalam Anger Management, Artikel. Buat penanda ke permalink.

50 Respon untuk 12 Langkah Mengatasi Kemarahan

  1. conandole berkata:

    Bagus sekali infonya…

  2. Dino berkata:

    Sangat Baik. Saya suka metode ini.

  3. SUSI SIMILIKITI WELEH WELEH WELEH WELEH WELEH WELEH berkata:

    I LIKE IT

  4. Mel berkata:

    THANKS YA INFONYA,
    COZ GW JD TAHU CARA NGATASIN EMOSI GW INI.

  5. khusnul berkata:

    aku setuju,,thank’s akn aku peraktukan..!!!

  6. mustafi berkata:

    trim atas infonya

  7. masdimas berkata:

    thanks buwanget yooo!!!!

  8. Rahmat Ade berkata:

    Marah memang sebuah emosi yang sulit dikendalikan.
    Walaupun demikian, kita harus bisa mengurangi kemarahan tersebut.
    Sepertinya cara yang telah diterangkan dipostingan ini adalah cara yang tepat untuk mencegah kemarahan.

    Thanks for sharing… :-)

  9. wildan a i berkata:

    banyak skali hal yang bisa dijadikan pembelajaran dari stiap pristiwa yang kita alami ya bagus skali dari uraian tadi smoga banyak membantu dech basdi yang lainnyaso kita harus sllalu ingat diri kitahanyalah kecil kita fikirkan 10 tahun mendatang/ kemudian dari kejadian ini tak adagunanya bukan jadi bersikaplah optimis slalu

  10. eve berkata:

    aku kalau marah pada orang aku akan diam dan buat aku stress diri dan aku behanti kerja. help

  11. aulia berkata:

    semua wacana td bnr2 bikin aku terasa telah ditegur,, knp sangat aku menonjolkan marah akhir2 ini.. seakan dunia milik aku dan harus berjalan sesuai yg aku mau… krn menurutku, marah aku sdh di titik atas dimana aku tdk bisa mengendalikannya lagi sekarang ini..
    terima kasih tips nya.. aku akan berusaha menerapkan itu semua dalam kehidupan…
    memang sulit,, tp semua akan berubah jd lebih baik, jika kita berusaha lebih baik dan menanamkan niat..

  12. tirza berkata:

    Terima kasih pak buat artikelnya. Sangat membantu :)
    Salam kenal

  13. desti berkata:

    syukran….
    Alhamdulillah pikiran saya terbuka setelah baca artikel ini.
    mohon doanya agar saya tidak dikendalikan lagi oleh nafsu amarah saya.

  14. arwi berkata:

    thanks for your tips……

  15. noey berkata:

    ak sedikit trbantu dgn tipsny…
    tp ak kn cm manusia biasa jd sdkt susah buat ngejalinny..

  16. devaaway berkata:

    trmksh info ny akan sy cb..kalo sy lg marah.

  17. uliv berkata:

    kmarahan adalah hal yg tak bsa dipisahkan dr manusia
    kta hanya perlu berteman dngannya
    agar kmarahn bsa jd manfaat

  18. joned berkata:

    kemarahan salah satu racun jiwa yang bahaya-oleh itu cuba kita jauhinye dari lubuk hati ini-

  19. asep rahayu.SH berkata:

    ya lumayan bagi pemula

  20. suhendar berkata:

    alhamdulilah sy terinspirasi dengan metode ini

  21. asniar berkata:

    betapa sulitx menahan … amarah….

  22. epos berkata:

    ok…ok….ok….

  23. aden berkata:

    Thanks infonya.. :)

  24. Ufairah berkata:

    makasih infonya…
    semoga penulis semakin bertambah ilmunya.. :)

  25. Ufairah berkata:

    Makasih telah menulis artikel ini.
    Semoga qita dapat mengendalikan kemarahan kita.. :)

  26. Ming berkata:

    bagaimana sy tdk marah apabila sy sdh dihancurkan dkhianati dan dtinggalkan olh yg sangad sy cintai…. dy memberi dan mgores aib dhidup sy lantas pergi bgitu saja tanpa tanggung jawab dan penjelasan apalagi pmintaan maaf….pd awalny sy mencaci makinya agar dy mdapat karma buruk balasan ats pbuatan terkutuknya pd sy……
    dan sumpah serapah keluar gitu saja….smp akhirny dg cepat sy mlupakan pbuatannya hny krn sy sadar SAYA JAUH LEBIH BAIK DARI DIA, HIDUP SY JAUH LEBIH SEMPURNA & BAHAGIA sebelum mgenalny dan walau sy hancur krn nya sy YAKIN dia ga akan prnh bisa melebihi kbahagiaan dan cinta kasih yg sy punya…..

  27. mirayanti berkata:

    semoga saia bisa lbh sabar lagi setelah membaca yg d atas :) tq

  28. iema berkata:

    nice!!info yg tlong kami siapkn assingement…:)

  29. niekta berkata:

    tapi tetep za susah, cara yg manjur apa dong….????

  30. ella berkata:

    sy klo sama yg sdh dewasa bisa menghandle marah, tp sulit sekali klo sama anak2 sendiri…py dua balita yg usianya selisih 1.5thn

  31. ella berkata:

    gmn ya agar bs lbh sabar membersamai tumbuh kembang anak? minta solusiya pak? thx

  32. ecka berkata:

    bagus banget infonya, q akan mencoba untk tdk selalau marah..thanks

  33. teguhsupraptou berkata:

    Hr ini Aq lg Emosi,, Setelah Aq praktek yang “Mengambil napas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan-lahan” ternyata berhasil sip ok trims makasih jg tuk mbah google yang selalu setia menemani aku dalam mencari pengetahuan

  34. cantika berkata:

    Aku susah banget nahan emosi..klo sdh emosi pasti g trkontrol lgi…ky apa ya spaya jdi orng yg g pemarahan

  35. memang emosi itu perlu di rendam sedalam-dalamnya ,,karna itu kita harus menjaga emosi kita,, disertai dengan berdoa dan shallat…ok

  36. semoga dengan tips ini aku bisa jaga hatiku

  37. Nci,, berkata:

    ^_^
    I hope we will be better than before

  38. yanu berkata:

    gmn caranya mengendalikan keegoisan pasangan.
    Soalnya pasangan sya egois n g mw diajak memahami pasangnya.

    • Quito Riantori berkata:

      Mungkin pertama2, kita introspeksi diri kita dulu, apakah kita bebas dari sifat egois itu, jika iya, justru kita dulu yg membebaskan diri kita dari egoisme…

  39. ara zhombi berkata:

    thank’s eya atz artikelnya , mdh2 han ni cmwa brmnfaat wt dri q

  40. Indah ayu berkata:

    tanks ya untuk tipsnya aq jdi bsa ngndaliin emosi aq

  41. Indah ayu berkata:

    tanks ya untuk tipsnya aq jdi bsa ngndaliin emosi aq

    *%* @$€§
    ¥£$!! *%*

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s