Bayi Yang Lahir di dalam Ka’bah Kamis, 12 Juli, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.trackback
Fathima binti Asad, istri Abu Thalib, dalam keadaan hamil tua datang ke Ka’bah untuk berdoa. Dia memohon agar dapat melahirkan bayinya dengan selamat.
Ketika dia sedang asyik berdoa dekat pintu Ka’bah, tiba-tiba dia terkejut melihat dinding Ka’bah retak dan terbuka lebar. Dinding itu terus terbuka dan semakin melebar sehingga Fathimah binti Asad pun tergerak memasuki Ka’bah melalui celah tersebut. Setelah dia berada di dalam Ka’bah, celah itu pun secara ajaib tertutup kembali sehingga kembali normal seperti semula dan Fathimah tertinggal di dalam Ka’bah.
Sebagian orang yang melihat kejadian tersebut segera menceritakan kepada orang lain apa yang dilihatnya. Orang-orang berdatangan setelah mendengar cerita mereka yang menyaksikan kejadian ajaib tersebut dan ingin melihat keajaiban tersebut. Mereka membawa kunci pintu Ka’bah dan berusaha membukanya. Anehnya lagi, pintu Ka’bah tidak jua dapat dibuka.
Nabi Muhammad Saw yang baru pulang dari sebuah perjalanan, melewati tempat kejadian, di mana banyak orang berkerumun di sekitar Ka’bah. Nabi Saw turun dari untanya dan menghampiri kerumunan orang. Beliau melihat beberapa orang berusaha membuka pintu Ka’bah tapi mengalami kegagalan. Nabi Saw meminta kunci tersebut dan mencoba membukanya. Dengan izin Allah, pintu pun dapat terbuka. Fathimah yang berada di dalam segera keluar dan membawa bayinya yang mungil yang baru saja dilahirkan.
Fathimah binti Asad menyodorkan bayinya ke Nabi, dan Nabi menggendong bayi kecil tersebut. Ketika berada di dalam gendongannya, sang bayi membuka matanya. Matanya yang jernih dan berkilat-kilat itu menatap wajah sang Nabi. Wajah Nabi Saw-lah yang pertama kali dilihatnya ketika pertama-tama dia membuka matanya. Dan bayi inilah yang kelak senantiasa membela Nabi Saw. Ibu sang bayi, Fathimah binti Asad, menamai bayinya Haydar (Singa), sementara Nabi Saw menamai bayi tersebut dengan nama ‘Ali (salah satu dari Asma al-Husna: Yang Maha Tinggi) 1]. Imam Ali bin Abi Thalib adalah satu-satunya orang yang pernah lahir di dalam Ka’bah. Di dalam syair-syairnya, Imam Ali sering menyebut dirinya dengan sebutan putra Ka’bah!
Laa hawla wa laa quwwata illa billah.
Catatan Kaki :
1. Nama ‘Ali yang diberikan Rasulullah Saw ini merupakan fakta sejarah yang meruntuhkan hadis yang sering digunakan kaum Wahabi untuk mewajibkan seseorang menggunakan kata “’Abd” untuk digandengkan dengan nama-nama Allah, seperti Rahman menjadi Abdur Rahman. Jika benar hadis Wahabi itu maka sudah pastilah Nabi akan menggandengkan kata ‘Ali dengan Abdul-‘Ali, tetapi sampai Rasulullah Saw wafat, tidak kita jumpai satu riwayat pun bahwa beliau mengubah nama ‘Ali menjadi Abdul ‘Ali. Dari fakta sejarah ini, kita mendapat pelajaran agar selalu meneliti berbagai hadis yang kita terima, terutama dari kaum Wahabi. Sudah sedemikian banyak bukti kebodohan dan kecerobohan kaum Wahabi di dalam hal ini.
wah keren bgd thU………
suBhanaLLah keaJaiban ALLAH…….
bagi yang telah mengetahui bagaimana riwayat hidup beliau (Imam ‘ali as), terlebih membaca kata2 beliau as dalam Nahjul Balaghah, maka akan menyadari bahwa ketinggian derajat beliau telah sampai pada tingkatan yang “tak terlacak” oleh indera, akal dan pikiran manusia biasa seperti kita. kita hanya bisa berdoa agar Allah ‘azza wa jalla memberikan syafaatNya pada kita melalui Rasulullah saaw dan Imam ‘ali as beserta keluarga sucinya kelak…
assalamualaikum,
sukses selalu pak..
web nya bagus sekali
mohon izin mengcopy artikel dari site ini (dengan menyertakan penulis dan sumber)
salam
@akbar
Wa ‘alaykumus salam, terima kasih. Silahkan kalo mau dicopy.
Ass wr wb, Subhanallah …
tulisan yg bagus…kalau boleh saya saran sedikit, di akhir setiap tulisan anda
akan lebih bijaksana jika tidak mencaci atau mendiskreditkan faham orang lain….mari kita menjalani hidup ini dengan mencari rahmat ALLAH SWT. wass
@syarifah q m yamani
Wa ‘alaykum salam wr wb.
Memang blog ini tidak hanya dan TIDAK AKAN menyajikan yang manis2 saja. Kadang2 perlu juga kita pada yang pahit2. Mudah2an yang pahit itu bisa menjadi obat, sebagaimana sakit (murka) yang juga bisa menjadi pengingat bagi kita. Insya Allah. Terima kasih atas sarannya. Salam
Kajian profetik Islam berkaitan dengan orang tua dari seorang yang telah diistimewakan Tuhan .. menyebutkan bahwa Orang tua orang pilihan tersebut tersebut mesti seseorang yang memiliki disiplin kepribadian dengan landasan Tauhid yang “mumpuni”.
Alaika Minni Salam Yaa Ibn Muthalib……..Isyfa Lana Yaa jaddah.
Assalam
Ali adalah Imam Lil Muttakhin
Ali adalah Imamnya Jin dan Manusia
Ali adalah Imamnya Barat dan Timur
Ali adalah Pembeda antara Haq dan yang bathil
Ali adalah Pemisah antara Syurga dan Neraka
Ali adalah manusia yang paling dicintai Allah setelah Rosul
Ali adalah manusia satu-satunya didunia ini yang lahir di dalam Ka’bah(Rumah Suci Allah)
Ali adalah pewaris keilmuan maula saqhallain
Ali adalah manusia suci yang telah disucikan Allah sesuci sucinya
Ali adalah wali dari seluruh umat manusia (al maidah 55,56)
Bahkan tinta sebanyak air lautan tidak akan pernah cukup untuk menuliskan keagungan dan kemuliaan Imam Ali
Aq (Ali) adalah Budaknya Rosul…
Bagaimana dengan keagungan Dan Kemuliaan Rosulullah sendiri sungguh manusia tidak akan pernah mampu untuk mensifatinya…Sementara kita sendiri tidak mampu untuk mengenali budaknya Rosul????
Sunngguh sombong manusia yang mengatakan telah mengenal Rosul sementara ia sendiri tidak mengetahui siapa Ali??
Ali adalah pintu Ilmunya Rosul dan Rosul adalah Kotanya Ilmu.Barang siapa ingin mengetahui keilmuan Rosul laluilah dulu pintunya..!!!
@Dadin
Ali adalah wali dari seluruh umat manusia (al maidah 55,56)
maaf saya yang salah atau gimana, gak ketemu arti al maidah yang seperti itu. tolong dikasi penjelasan atau anda salah info, saya pengen baca sendiri di Al-Qur’an.
wah………
kl gitu wahabi sama sekali tidak berilmu dong
wong yang punya kunci ilmu aja dimusuhi
tapi koq ngaku2 kenal rosullulloh yaaaaaaaaa
dasar orang yang munafik
hati2 lah ma sosok whb
keren banget……
kok bisa sih lahir di dalam ka’bah……
ya itulah bukti kebesaran ALLAH yang bisa melakukan segala sesuatu yang sangat indah……………………………………………
keren tapi tambahin donk gambarnya
bisa ya kayak gitu,spektakulerrr
Ya Allah,, Semoga Aq termasuk dalam golongan pecintanya.
Tidaklah salah menggandengkan nama Abd dengan nama Allah, abdullah, AbdRahman. Kata Abd berarti hamba ataupun Abdi. Apakah Pantas seseorang memakai nama2 misalnya ALLAH tanpa didahului abd. Ulasn2 dan cerita di atas sebenarnya cukup menggambarkan bahwa penulisnya memiliki pemahaman yang cukup dalam dan halus serta menenjukan kecintaan kepada ahlul ba’it. dan alangkah baiknya jika menggunakan kata2 yang lebih lembut, selembut rasa cinta kepadanya kepada ahlul Bai’it dan kapada Allah dan Rassulnya.
Salut……untuk anda semua.
Subhanallah….
bnar2 besar kuasa Allah….
jangan lupa urutannya ya mas, Alloh SWT, Nabi Muhammad Saw, baru yang lain, banyak syahadat, banyak sholawat, baru yang lain, tidak salah cinta kepada para sahabat rosul, tapi ada sebagian yang sampai jadi lupa ke rosulnya sendiri, bahkan lebih kejinya menganggap para sahabat menjadi rosul.