Mengapa Ali Tidak Menuntut Hak Kekhalifahannya? Jumat, 28 September, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bilik Renungan, Opini.1 comment so far
Seseorang telah bertanya kepada Imam Ali as, “Jika hak kekhilafahan Anda didasari nash-nash yang jelas, mengapa Anda tidak menuntut hak kekhilafahannya ketika Abu Bakar mengambil alih kekhilafahan setelah Rasulullah Saw wafat?” (more…)
Berubah Dan Tumbuh, Tapi Kemana? Kamis, 27 September, 2007
Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Kearifan Universal.add a comment
“Setiap waktu Dia dalam kesibukkan”
(Al Qur’an Surah Al-Rahman [55] ayat 29)
Di dalam dunia penciptaan, segala sesuatu senantiasa berubah, tumbuh dan berkembang, atau dengan kata lain, bahwa setiap makhluk Tuhan senantiasa berubah, baik fisik mau pun rohaninya. Tak satu maujud pun yang tetap berada dalam kondisi yang sama setelah melalui perjalanan waktu, detik demi detik bahkan sekian perdetik demi sekian perdetik! (more…)
Sa’di Tentang Isteri Rabu, 26 September, 2007
Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Puisi & Syair.add a comment
Lelaki miskin adalah raja,
Bila isterinya taat dan punya sopan santun
jangan sedih memikirkan
kesukaran di siang hari
bila di malam hari penghalau kesedihanmu
berada di sisimu
akan diperolehnya apa yang menjadi
keinginan hatinya
bila sang kekasih berpikiran seirama
dengannya (more…)
Makanan Pertama Rabu, 26 September, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.1 comment so far
Di dalam kitab Risalah Qusyairiyah disebutkan bahwa ketika Fatimah as, putri kesayangan Nabi Saw memberikan sepotong roti kepada ayahnya, Nabi Saw bertanya kepada Fatimah, “Apa ini ya Fatimah?”
Fatimah menjawab, “Sepotong roti yang saya masak sendiri. Hati saya tidak bisa tenang sebelum saya memberikan roti ini kepada ayah.”
Nabi saw yang mulia menjawab, “Ini adalah sepotong makanan pertama yang masuk ke dalam mulut ayahmu sejak tiga hari ini!”
(Risalah Quyairi, hlm. 78)
Puisi Terakhir Motinggo Busye Rabu, 26 September, 2007
Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.21 comments
Merasuk Malam
Saatnya tiba untuk berbisik perlahan
pada Tuhan
aku sudah siap tapi ingin
tahu
bilakah saat diriku
Kau ambil (more…)
Kasih Sayang Dalam Iman Selasa, 25 September, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Tasawwuf.1 comment so far
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Dialah yang memperkuatmu dengan pertolongan-Nya dan orang-orang beriman. Dan Dia-lah yang mempersatukan hati di antara mereka (orang-orang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di muka bumi ini, niscaya kamu tiada dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS al-Anfal [8] : 62-63) (more…)
Mencintai Wali-wali Allah Dan Memusuhi Musuh-musuh Mereka Senin, 24 September, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, All About Love, Artikel.add a comment
Imam Ali al-Ridha as pernah menulis surat kepada al-Makmun, seorang khalifah Abbasiyyah di masa itu, yang isinya : “Mencintai para kekasih Allah (wali Allah) ‘Azza wa Jalla itu wajib sebagaimana wajibnya memusuhi musuh-musuh mereka dan berlepas diri (tabara’) dari pemimpin-pemimpin mereka.” 62] (more…)
Puasa & Metamorfosa Spiritual Senin, 24 September, 2007
Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.add a comment
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata, “Rasa lapar laksana bumbu bagi orang-orang beriman, sarana penguat jiwa, makanan bagi kalbu dan penunjang bagi kesehatan.” 1]
Puasa bagi beberapa hewan atau serangga menjadi salah satu sarana untuk melakukan transformasi diri lewat metamorfosa biologis sehingga mereka dapat mengubah wujudnya menjadi lebih baik dari sebelumnya. (more…)
Puasa , Lapar dan Cinta Sabtu, 22 September, 2007
Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.add a comment
Quito R. Motinggo
Imam Ja’far ash-Shadiq as berkata, “Ada pun alasan Allah mewajibkan puasa adalah untuk menyamakan si kaya dengan si fakir. Karena sesungguhnya si kaya tidak (pernah) merasakan nestapa lapar (sebagaimana yang dirasakan oleh si fakir), yang karenanya si kaya dapat mengasihi si fakir. Karena setiap si kaya menginginkan sesuatu, maka dia dapat memenuhi keinginannya itu. Maka dengan puasa Allah ‘Azza wa Jalla hendak menempatkan makhluk-makhluk-Nya pada suatu pijakan yang sama dengan jalan membuat si kaya turut merasakan nestapanya lapar dan kepedihan, yang karenanya (diharapkan) ia menaruh belas kasih kepada orang yang lemah dan mengasihi orang yang lapar.” 1] (more…)
Cinta Karena Allah Jumat, 21 September, 2007
Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Tasawwuf.2 comments
“Jika dua orang mu’min berjumpa dan berpisah,
maka yang lebih utama dari keduanya
adalah yang lebih besar cintanya kepada saudaranya.”
~ Imam al-Shadiq
CINTA persaudaraan mengandung makna sebuah rasa tanggung jawab, perhatian, penghormatan serta pemahaman akan setiap manusia lain yang ingin kita majukan hidupnya. Sebagaimana dikatakan, ”Cintailah sesamamu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.” 51] (more…)