Lebaran itu Haknya Allah, Kok Diributkan Selasa, 9 Oktober, 2007
Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel.4 comments
Wawancara Dengan K.H. Mustofa Bisri (Gus Mus)
Lengannya cepat-cepat ditarik setiap kali ada lawan bicara berusaha menjemba tangannya untuk dicium. Tampaknya dia jengah dengan tradisi mencium tangan para kiai. Di daftar riwayat hidupnya, tertera pekerjaan sebagai penulis. Padahal, kalau mau, dia bisa menyebut ”Pengasuh Pondok Pesantren”, ”Rais Syuriah PB NU”, atau atribut bergengsi lain.
Jadwalnya selalu padat, dia kerap bepergian. Tapi, di bulan Ramadan, Ahmad Mustofa Bisri menjadi mudah ditemui. Datang saja ke Kompleks Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin atau Taman Pelajar di Rembang, Jawa Tengah. Pasti Gus Mus—begitu dia biasa disapa—ada di sana. Sejak kakaknya, Cholil Bisri, wafat, dialah yang menjadi pengasuh pondok peninggalan orang tua mereka. ”Selama 11 bulan saya kerap meninggalkan rumah. Kini giliran satu bulan bersama keluarga di rumah,” begitu dalihnya menampik berbagai undangan berceramah dan sebagainya. (lagi…)
Islam Gincu, Tukul, dan John Lennon Selasa, 9 Oktober, 2007
Posted by Quito Riantori in Artikel, Opini.add a comment
Ilham D. Sannang*
Sabtu, 6 Oktober 2007, pk 16.30-17.00 wib. Metro TV. Acara Khazanah Religi Nusantara. Dipandu oleh Prof Komaruddin Hidayat, rektor UIN-Jakarta.
Tamu hari itu adalah Buya Prof. Ahmad Syafii Maarif, mantan ketua umum PP Muhammadiyyah. Topiknya, hubungan Islam dan Barat. Beliau sungguh figur yang tepat untuk topik ini, sebab beliau adalah tokoh muslim yang pernah kuliah di Universitas Chicago, Amerika Serikat di bawah bimbingan F. Rahman yang terkenal itu. (lagi…)