jump to navigation

Penghancuran Situs Situs Sejarah Oleh Kaum Wahabi Saudi * Senin, 12 November, 2007

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel.
trackback

shii-sunni-againts-wahabis.jpg

Syaikh Hisyam Kabbani

Nabi saw. menyebutkan bahwa salah satu tanda akhir zaman adalah pembangunan Bayt al-Maqdis di Yerusalem dan penghancuran Yatsrib (Madinah). Sebuah hadis dari Mu’âdz ibn Jabal, Nabi saw. berkata (bahwa di antara tanda-tanda akhir zaman adalah), “Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, penghancuran Yatsrib dan penghancuran Yatsrib, munculnya pembantaian dan pertempuran dahsyat atau pertikaian berdarah, penaklukan Konstantinopel dan kemunculan Dajjal.

Lalu Nabi saw. menepuk paha Mu’âdz sambil berkata, “Sungguh, itu merupakan kebenaran, seperti halnya kenyataan bahwa kamu sedang duduk saat ini.”

Kita mungkin akan berpikir bahwa untuk membangun Yerusalem (Al-Quds) berarti membangun gedung-gedung tinggi beserta tampilan peradabannya yang bisa kita saksikan saat ini, dan bahwa di Madinah tidak akan ada “peradaban” semacam itu.

Namun, di Madinah telah dibangun gedung-gedung tinggi, pusat-pusat perbelanjaan, hotel-hotel, terowongan-terowongan menuju masjid, dan perluasan masjid. Semua ini tampaknya bertolak belakang dengan hadis yang menyebutkan bahwa Madinah akan hancur.

Ketika kita cermati hadis itu lebih dalam, kita melihat bahwa Nabi saw. tidak menyebutkan bahwa seluruh kota Yerusalem akan dibangun, tetapi Bayt al-Maqdis akan diperbaiki. Al-Quds mencakup seluruh Yerusalem, dan Bayt al-Maqdis adalah kawasan suci tempat Nabi Muhammad saw. naik ke langit dalam rangka Isra dan Miraj.

Ucapan Nabi saw. tidak mencakup seluruh bangunan di Yerusalem, seperti yang disebutkan dalam hadis, “pemugaran kembali Bayt al-Maqdis,” yang secara khusus menyebutkan bayt (rumah) untuk menekankan bangunan yang akan dipelihara dan dipugar, termasuk bangunan di sekelilingnya, seperti monumen dan benda-benda sejarah.

Kawasan tersebut telah dijaga selama berabad-abad, dan dipelihara dalam bentuknya yang asli. Melalui pengetahuannya yang diberikan oleh Allah, Nabi Muhammad saw. telah melukiskan peristiwa itu 1400 tahun yang lalu. Seperti yang disebutkan terdahulu, situasi Madinah saat ini, dengan bangunan-bangunannya modern, tampak bertolak belakang dengan hadis yang menyebutkan bahwa Madinah akan mengalami penghancuran.

Namun, dengan pencermatan yang lebih saksama, kita mengetahui bahwa Nabi saw. secara khusus menyebutkan bahwa Yatsrib, bukan Madinah, akan dirusak.

Pernyataan Nabi yang sangat akurat itu mengungkapkan makna yang bisa dipahami dalam konteks modern. Yatsrib adalah kota Nabi tempat munculnya cahaya pengetahuan yang menyinari dunia. Ia merupakan tempat berdirinya pemerintahan Islam yang pertama, dan sumber banyak prestasi para sahabat.

Kharâb Yatsrib berarti bahwa peradaban kota tua Madinah (yang dulu dikenal dengan nama Yatsrib) akan rusak. Dampaknya adalah bahwa segala peninggalan klasik dan tradisional dalam Islam akan dihancurkan pada masa-masa sebelum datangnya Kiamat.

PENGRUSAKKAN BANGUNAN MONUMENTAL ISLAM OLEH KAUM WAHABI

Pengrusakkan itu dilakukan oleh sekelompok orang yang menyebarkan versi Islam dengan pemahaman yang dangkal, yang mendiskreditkan dan meremehkan tradisi-tradisi klasik. Kini, kita menyaksikan kemunculan sekelompok orang yang menentang setiap aspek Islam tradisional, Islam arus utama, yang telah dipelihara oleh umat Islam selama lebih dari 1400 tahun. Kelompok tersebut ingin mengubah seluruh pemahaman keagamaan dengan menawarkan Islam “modernis” mereka.

Orang-orang tersebut merupakan kelompok minoritas di tubuh umat Islam.Gagasan-gagasan mereka yang penuh penyimpangan telah disanggah dan ditolak dari berbagai sisi oleh para ulama Islam, seperti yang telah banyak ditulis orang. Tidak ada yang namanya Islam itu dimodernkan, diperbaiki, ataupun dibenahi. Islam adalah agama yang sempurna, sejak pertama kali dibawa oleh Nabi Muhammad saw. hingga Hari Kiamat.

Allah Swt telah berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan atasmu nikmatku, dan telah Kuridai Islam menjadi agama bagimu.” (QS Al-Maidah [5] ayat:3)

Islam adalah pesan terakhir dan pastilah mampu mengakomodasi semua kehidupan manusia hingga akhir masa. Islam dapat merangkul semua jenis kebudayaan tanpa sedikit pun menambah atau mengurangi makna Islam itu sendiri. Oleh karena itu, tidak ada reformasi, renovasi, penambahan, atau pengurangan dalam Islam.

Sementara Islam sendiri tidak mengenal reformasi, orang-orang Islam sendiri-lah yang perlu mereformasi diri sehingga mereka dapat memahami dan melaksanakan Islam dengan benar. Dalam kesempurnaannya, Islam mirip dengan bulan purnama: bulatnya tidak kurang dan tidak lebih.

Kharâb (Penghancuran) Yatsrib disebutkan 2 kali dalam hadis di atas. Kali pertama adalah penghancuran peradaban pengetahuan Nabi saw, yaitu pengrusakan agama dalam bentuk penyimpangan terhadap pesan-pesan Nabi saw.

Mereka (kaum Wahabi) yang mengklaim diri sebagai “pembaharu Islam” berusaha menyuguhkan hal-hal baru untuk menggantikan dan menghapus hal-hal klasik dan tradisional dalam Islam.

Aliran Wahabi inilah yang pertama kali mengajukan pemahaman yang sepenuhnya baru tentang Islam, dengan kedok “pemurnian” Islam.

Ideologi Wahabisme ini telah merusak Islam tradisional atas nama “pemurnian” Islam, seakan-akan semua orang Islam sebelum munculnya Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb telah tersesat.

Alih-alih membawa pemurnian, ia justru telah menghancurkan ilmu-ilmu dan praktik keislaman yang telah berakar selama berabad-abad. Semua hal yang telah diwariskan Nabi saw. dan generasi Islam sepeninggal beliau tiba-tiba dicap sebagai bentuk penyembahan berhala (syirik) yang harus dimusnahkan.

Orang-orang Islam yang melaksanakan ibadah haji dijejali dengan bahan-bahan bacaan dan propaganda mereka, sehingga para jemaah itu menganggap bahwa keyakinan dan praktik tradisional mereka bertentangan dengan Islam. Sekte Wahabi meragukan tradisi keilmuan yang telah berusia 1400 tahun, dan melontarkan tuduhan kufur, syirik, bidah, dan haram terhadap berbagai praktik dan pemahaman tradisional.

Kerusakan pertama yang menimpa Yatsrib adalah ketika Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb menghancurkan ilmu-ilmu “keislaman” dengan cara meracuni pemahaman orang-orang Islam terhadap agama mereka.

Ungkapan Kharâb Yatsrib yang kedua merujuk pada penghancuran fisik terhadap bangunan dan monumen yang berasal dari masa Nabi di Yatsrib, kota Madinah klasik. Di Madinah memang telah terjadi perluasan Masjidil Haram, tetapi kenyataan tersebut tidak bertolak belakang dengan ungkapan “kharâb Yatsrib” karena hadis tersebut merujuk pada kota tua Madinah yang dikenal dengan Yatsrib, dan semua yang mewakilinya.

Segala sesuatu yang terkait dengan kehidupan Nabi telah dipelihara oleh orang-orang Islam selama bertahun-tahun, apakah masjid tua, benda-benda sejarah, atau makam rasul, para sahabat, istri, dan anak-anaknya.

Meskipun orang-orang Islam selama berabad-abad sepakat bahwa situs-situs tersebut merupakan bagian penting dalam sejarah dan tradisi Islam, semuanya dihancurkan oleh aliran Wahabi dengan menggunakan dalih bahwa “semua itu bukan lagi Islam”.

Pemahaman mereka yang dangkal terhadap Islam mengakibatkan penghancuran sejumlah benda peninggalan sejarah dan monumen. Kharâb berarti “penghancuran,” tetapi kata ini juga bermakna peruntuhan.”

Memang, kantong-kantong tradisi klasik masih ada, dan hendak dibangun kembali oleh umat Islam, tetapi mereka tidak diperkenankan membangunnya kembali, sehingga yang tersisa hanyalah reruntuhan dan puing-puing bangunan.

Tidak ada lagi orang yang mengetahui lokasi kuburan para sahabat. Di Gunung Uhud dekat Madinah, kita bisa menyaksikan puing-puing bangunan yang awalnya merupakan makam yang dilengkapi dengan kubah dan hiasan-hiasan indah. Dengan makam yang terlihat jelas, bangunan suci itu mengenang para sahabat yang gugur bersama Hamzah di Gunung Uhud.

Kini, hanya ada reruntuhan dinding yang diabaikan oleh para pengunjung. Demikian pula halnya, sudah tidak ada lagi bekas-bekas yang menunjukkan makam para syuhada Badar. Juga, tidak ada lagi tanda kuburan istri Nabi, Khadîjah al-Kubrâ di Jannat al-Mu’ala, Mekah.

Di Jannat al-Baqî’ (permakaman yang bersebelahan dengan makam dan Masjid Nabi di Madinah), makam ‘Utsmân, ‘Â’isyah dan sejumlah sahabat telah dipelihara oleh penguasa ‘Utsmani hingga awal abad ke-20, namun jejak-jejaknya kini telah dihilangkan. Hal itu merupakan pengrusakan fisik terhadap peradaban Islam yang ada sejak Nabi saw. tinggal di Yatsrib.

Dengan perlahan-lahan dan diam-diam, para pengikut sekte Wahabi telah melenyapkan semua hal yang terkait dengan Nabi saw. dan Islam tradisional, sehingga saat ini nyaris tak tersisa. Di samping Ka’bah di Mekah al-Mukarramah terdapat Maqâm Ibrâhîm, yang memuat jejak kaki Nabi Ibrâhîm ketika beliau membangun Ka’bah. Allah berfirman: Dan ingatlah ketika Kami menjadikan Baitullah sebagai tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian Maqâm Ibrâhîm sebagai tempat salat. (Q 2:125)

Meskipun demikian, otoritas keagamaan Wahabi atau salafi di Mekah pernah mencoba melenyapkan Maqâm Ibrâhim. Itu terjadi pada masa almarhum Syekh Mutawallî al-Sya’râwî dari Mesir yang memberi tahu Raja Faisal tentang rencana mereka, sehingga raja memerintahkan mereka agar membiarkan Maqâm Ibrâhîm di tempatnya semula.

Raja berdiri menentang mereka dalam persoalan serius itu, tetapi banyak kejadian serupa di mana beliau hampir mustahil menahan gelombang pengrusakan terhadap benda-benda peninggalan dan tradisi Islam. Hingga 1960-an, makam ayah Nabi di Madinah ditandai dengan tulisan di dinding sebuah rumah dekat Masjid Nabawi, tetapi tanda itu kini sudah lenyap.

Di Masjid Nabawi, semua dinding dan tiang masjid awalnya dihiasi dengan puisi-puisi pujian terhadap Nabi saw. Para pengikut aliran Wahabi kemudian menghilangkan hiasan-hiasan itu, baik dengan mengganti dinding marmer itu, atau menghapusnya hingga tidak terlihat lagi hiasan puisi yang tersisa.

Satu-satunya hal yang tidak dapat mereka lenyapkan adalah tulisan di depan mimbar pada mihrab (tempat salat imam) yang berisi pujian kepada Nabi saw. dan 200 nama beliau. Pada tahun 1936, orang-orang Wahabi bahkan berusaha memisahkan Masjid Nabawi dari makam Nabi, tetapi negara-negara Muslim bersatu menentang rencana tersebut dan berhasil menggagalkannya, sebuah keberhasilan yang sangat jarang terjadi.

Di depan gerbang menuju makam Nabi (al-muwâjihâh al-syarîfah), pada awalnya terdapat tulisan: Yâ Allâh! Yâ Muhammad!

Pengikut aliran Wahabi kemudian menghapus huruf yâ’ dalam ungkapan Yâ Muhammad, sehingga hanya tersisa huruf alif, Â Muhammad, atau Muhammad saja.

Belakangan, mereka melangkah lebih jauh lagi dengan menempatkan kembali huruf yâ’ pada kata Yâ Muhammad, dan juga menambahkan titik di bawah huruf hâ’ sehingga menjadi huruf jim (), dan menambahkan dua titik (di bawah huruf mîm) sehingga menjadi huruf yâ’. Dengan begitu, mereka telah mengubah nama Muhammad menjadi Majîd, salah satu asma Allah. Kini, tulisan tersebut menjadi: Yâ Allâh! Yâ Majîd! Persis seperti ketika melenyapkan makam para sahabat dan keluarga Nabi, mereka kini juga telah menghapus nama Nabi dari makamnya sendiri. Ini bertentangan dengan kenyataan bahwa Allah telah memuliakan Nabi saw. dengan menempatkan nama beliau bersanding dengan nama-Nya dalam kalimat syahadat, Lâ ilâha illâ Allâh, Muhammad Rasûl Allâh.

Khârab Yatsrib yang disebutkan 2 kali dalam hadis di atas telah terpenuhi.

Pertama, dari segi ideologi oleh Muhammad ibn ‘Abd al-Wahhâb dan para pengikutnya. Dan kedua, dengan kerusakan fisik yang terus berlangsung terhadap sisa-sisa Islam tradisional. Pembangunan kembali Bayt al-Maqdis, yang hanya sekali disebut, juga sedang berlangsung.

Ungkapan ‘Umrân Bayt al-Maqdis berarti pembangunan kembali peninggalan-peninggalan klasik di Yerusalem, sementara ungkapan Kharâb Yatsrib berarti penghancuran terhadap cara-cara dan peninggalan klasik di kota Yatsrib

_______________________

Kesaksian Penerjemah :


Saya hanya ingin menambahkan sedikit saja tentang kehancuran Kota Madinah, yang baru-baru saya saksikan secara langsung ketika mengunjungi
kota Madinah Al-Munawwaroh 17-20 Juli 2005.

Itung-itung cerita ini sebagai oleh-oleh dari Madinah ya…Dari segi kemajuan tekhnologi tata ruang bangunan dan interior sebuah kota, saya menilai Madinah sangat cantik dan modern serta memiliki kemajuan yang sangat pesat sekali, terutama bangunan-bangunan diseputar Masjid Nabawi dan tempat-tempat sekitar radius 5-10 kilometer dari Masjid Nabawi.

Namun dari sudut pandang sejarah, kota ini seakan-akan tidak memiliki lagi latar belakang sejarah kegemilangan Islam di masa lalu. Secara pribadi saya amat sangat menyayangkan situs-situs sejarah banyak yang dihilangkan oleh pemerintah KSA yang berfaham wahabi, seakan-akan kota ini ingin dirubah seperti newyork atau ala singapura. Perubahan ini terjadi dimulai sejak era tahun 1990-an, dimana kebetulan tahun 1993 saya juga pernah mengunjungi kota ini selama 9 hari.

Perubahan yang terjadi dari hasil pengamatan saya adalah :1. Pemakaman syuhada baqi, kalau dulu tahun 1993 kita masih bisa ziarah dan memandang ke makam baqi dengan hanya berdiri seperti halnya bila kita berdiri diluar tempat pemakaman umum di Indonesia.

Tapi perubahan yang sekarang adalah, pemakaman baqi tidak bisa dilihat atau diziarahi hanya dengan berdiri karena pemakaman itu sekarang sudah dikurung dengan tembok berlapis marmer setinggi kira-kira 6-10 meter tingginya, sehingga kalau kita mau berziarah dan melihat makam syuhada baqi harus menaiki anak tangga dulu sekitar 5 meter.

Disamping itu kalau dulu kita bebas berziarah kapan saja waktunya sesuai dengan keinginan kita, tapi sekarang tidak sembarang waktu bisa kita lakukan, kecuali antara pkl 07.00 sampai pkl.8.30 pagi waktu setempat. walaupun kita terlambat 5 menit saja, jangan berharap anda bisa menaiki anak tangga karena diujung anak tangga sudah di tutup pintu besi setinggi 3 meter-an, dan bilamana sudah pkl.08.30 anda masih saja berada di atas sana, askar2 kerajaan akan segera menarik-narik badan anda untuk segera keluar dari sana. Jadi memang sekarang sangat dibatasi ruang maupun waktu dalam menziarahi maqam baqi ini.

Dan yang mengenaskan saya adalah, dibawah tembok setinggi 6-10 meter itu sekarang sudah dibuat kios-kios kecil sebagai tempat usaha para pedagang menjajakan barang dagangannya.

Entahlah… mungkin 15-20 tahun kedepan Maqam baqi mungkin sudah tidak ada lagi dan areal pemakamannya sudah dijadikan gedung pasar yang modern. Menurut penilaian saya, penutupan areal pemakaman dengan tembok setinggi 6-10 meter saat ini hanya sebagai awal saja, dengan maksud supaya orang tidak lagi secara bebas berziarah kesana, sehingga lama-kelamaan orang akan lupa untuk berziarah ke maqam Baqi ini. Akhirnya setelah orang melupakan areal ini, generasi berikut tak ada lagi yang mengetahui dimana areal pemakaman baqi, selanjutnya mungkin akan dijadikan gedung pertokoan, siapa tahu…?

2. Masjid Qiblatain, (masjid 2 kiblat), dulu tahun 1993 masjid ini memiliki 2 mimbar, satu menghadap Makkah, satu lagi menghadap Baytul Maqdis.Pada mimbar baytul maqdis tertulis dengan berbagai bahasa termasuk dalam bahasa indonesia, yang menceritakan bahwa mimbar ini sebelumnya digunakan sebagai mimbar Rasulullah SAW ketika shalat menghadap baqtul maqdis, namun setelah turun ayat (al-Isra..?) yang memerintahkan untuk merubah qiblat dari menghadap masjidil aqsha ke masjidil harom, Rasulullah SAW berpindah ke mimbar yang sekarang menghadap Masjidil harom (mimbar ke 2).Tapi sekarang ; mimbar yang menghadap Masjidil Aqso sudah dihilangkan sehingga tidak ada tanda lagi bahwa masjid ini memiliki 2 kiblat, sehingga sudah hilang nilai sejarahnya. “Masjid qiblatain” hanyalah tinggal sebuah nama saja, mimbarnya tinggal 1, sepantasnya namapun berubah menjadi Masjid Qiblat, karena mimbarnya hanya satu.

3. Parit (Khandaq) – yang pernah digunakan Rasulullah SAW untuk menghalau musuh dalam peperangan Khandaq atau Ahzab- pada tahun 1993 masih ada berupa gundukan tanah yang digali seperti lobang saluran air yang panjang, tapi kini Khandaq hanya tinggal nama, lokasinya sudah diuruk rata.

4. “Tanah basah” tempat dimana Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib terbunuh pada perang Uhud, sekarang sudah ditutup dengan aspal yang tebal dan dijadikan lokasi parkir kendaraan. Tapi anehnya, walupun sudah dilapisi dengan aspal, aspalnya tetap basah hingga sekarang walaupun sudah 14 abad terpanggang sinar matahari. Konon tanah ini tetap menangis selama-lamanya karena ditumpahi darah. Sayyidina Hamzah bin Abdul Muthalib ra, adalah seorang yang sangat gagah berani di medan Uhud, dan mati syahid dibunuh oleh budak Hindun, isteri Abu Sufyan, dan ibu dari Muawiyyah.

5. Kota Madinah sebetulnya memiliki sebuah sumur abadi seperti halnya sumur zam-zam di Makkah, perbedaannya kalau sumur zam-zam itu asalnya adalah peninggalan Nabi Ibrahim AS, ketika Siti Hajar istrinya mencarikan air untuk memberi minum putranya Nabi Ismail AS.

Tapi kalau di Madinah adalah peninggalan Rasulullah SAW, yang masih tetap mengeluarkan air hingga sekarang. Namanya adalah sumur “Tuflah”, lokasinya dipinggiran kota Madinah. Tuflah asal katanya berarti air ludah, konon kata kuncen penjaga sumur ini, sumur ini dibuat semasa Rasulullah SAW dalam perjalanan menuju kota Madinah, namun ketika itu kehabisan persediaan air.

Akhirnya Rasulullah SAW dengan mu’jizatnya meludahi dengan air ludahnya sendiri suatu tempat di padang pasir yang gersang itu, dan saat itu juga tanah itu mengeluarkan air dan hingga sekarang dijadikan sebuah sumur yang airnya sangat jernih sejernih zam-zam, dan tetap mengalirkan air hingga sekarang. Saya mencoba minum dan berwudhu dari air sumur ini, memang terasa sangat nikmat bagaikan meminum air zam-zam.

Tapi sangat disayangkan, sumur ini sudah jelas sebagai peninggalan sejarah dimasa Rasulullah SAW, tidak dilestarikan sama-sekali bahkan dibiarkan saja oleh Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia yang beraliran Wahhabi sehingga nampak kusam dan tidak terurus sama-sekali. Mungkinkah kaum Wahabi tidak terlalu suka pada peninggalan Rasulullah SAW?

Kata kuncen penjaga, kebanyakan orang-orang yang mengunjungi sumur ini adalah orang-orang Ahlus-Sunnah yang mencintai Ahlul-Bayt, termasuk Anda, Anda dari Indonesia?, katanya…Tapi maaf, disini anda tidak boleh berlama-lama melancong, karena setiap 2 jam sekali ada patroli dari Askar kerajaan dan mata-matanya (spionase) yang mengawasi orang-orang yang berkunjung kesini. Saya khwatir anda ditangkap oleh tentara wahabi. Maka bila anda sudah minum dan berwudhu silakan anda segera pergi dari sini.

Wa min Allah at Tawfiq

Catatan Kaki :

* Sumber : http://barrynuqoba.wordpress.com/2007/07/01/penghancuran-madinah-yatsrib-oleh-wahabi/

* Ditranslasi dari The Approaching to Armageddon : http://ebooks.ebookmall.com/title/approach-of-armageddon-kabbani-ebooks.htm



Komentar»

1. miemsz - Senin, 12 November, 2007

Saya cuma mau sedikit cerita saja.

Setelah membaca artikel ini saya baru menyadari mengapa ketika saya umroh bersama dengan orang tua dan nenek saya pd bulan Sept’07 kemaren kata ibu saya (kebetulan org tua sdh naik haji) banyak sekali yang berubah.

Mulai dari ziarah ke makam Rasulullah yang diberikan jam t’tentu bagi wanita padahal dulu tahun 2003 ketika org tua saya naik haji tidak ada aturan seperti itu.Begitu pula dengan makam Baqi,masih kata orang tua saya bhw dulu belum diberi pagar setinggi itu.Malah rombongan kami hanya bisa melihat sambil lewat dan tawasul di dalam bus.

Ketika rombongan kami melewati Khandak pun guide kami yang kebetulan orang madura juga menjelaskan bahwa dulu adalah parit yang dibuat oleh Rasulullah dalam menghalau musuh dan tempat itu juga sebagai saksi gagahnya p’juangan dari Sayyidina Ali yang dapat mengalahkan satu2nya musuh yang berhasil melewati Khandak.

Selain itu ketika rombongan kami melewati Masjid Qiblatain guide kami hanya memberikan penejelasan bahwa itu masjid qiblatain dan kami tidak mampir kesana, mungkin guide rombongan kami takut para jamaah menyesal/geram jika tau bahwa disana hanya tinggal 1 kiblat saja.

Jabal Uhud,Subhanallah…Saya menangis ketika mendengar cerita dari guide kami ttg apa yang dialami oleh Sayyidina Hamzah dalam mengemban amanat dari Rasul dan mempertahankan bendera Islam yang dipegangnya. Saya menyesal hanya dapat melihat sebuah bukit uhud tanpa melihat makam2 yang memiliki nisan2 indah seperti yang t’tera pada artikel ini, selain itu saya melihat ‘tanah basah’ yang disebutkan diatas tadi. Walaupun saya lihat dari jauh namun saya sempat berfikir ketika jalan menuju jabal uhud, mengapa dari hamparan padang pasir di bawah bukit uhud hanya ada sebidang tanah yang diplester dengan semen???Saat itupun hanya ada 1 mobil yang parkir disitu tapi saya tidak melihat dari dekat apakah tanah tersebut memang masih basah?! Jika benar begitu,saya hanya bisa bilang Subhanallah… Sungguh besar kuasa Allah dan hendaknya Allah memberikan azab dan hukuman bagi orang yang memberikan ide supaya itu diplester semen!!!

Sumur Air Zam-zam. Saya dengan ayah saya sempat bicara omong kosong tentang air zam-zam yang disediakan didalam Masjid nabawi. Kami berdua b’pikir tentang kuasa Allah yang tetap menjadikan air zam-zam tersebut tetap dingin dan segar walaupun tidak ditaruh didalam lemari es atau diberi es batu didalam tempat airnya. Saya pun jadi bertanya-tanya setelah membaca artikel ini apakah air yang diminum oleh seluruh jamaah yang ada di Masjid itu adalah air dari “Tuflah”??? Hanya Allah yang tahu akan hal itu….

Ketika rombongan kami melewati tempat2 yang dianggap sebagai tempat bersejarah pada zaman Rasulullah, kami melewati sebuat masjid berukuran kecil yang berada dipinggir jalan diatas sebuah bukit yang sedikit terhalang jika ingin melihatnya. Guide kami menjelaskan bahwa setelah Rasul hijrah ke Madinah ternyata bukan hanya Masjid Quba dan Nabawi yang pernah dibangun oleh belian tapi termasuk Masjid yang kami lihat tersebut. Tapi sayang masjid tersebut dari letak dan ceritanya pun kurang begitu termasyur seperti 2 masjid lainnya sehingga tidak semua orang tau akan hal itu.

Rombongan kami pun juga melewati rumah dimana Rasul dilahirkan, tempatnya dekat sekali dengan Masjidil Haram. Tapi sayang sekali tempat itu hanya jadi sebuah perpustakaan yang hanya berdiri diatas sepetak tanah ditengan jalan yang ada didekat Masjidil Haram. Saya berpikir apakah nanti tempat ini akan tergusur oleh pembangunan Masjidil Haram yang semakin pesat dengan menambah lagi jalur untuk melakukan Sa’i bagi para jamaah Haji tahun ini???

Kalau boleh saya menyrankan hendaknya pada Kaum Wahabi itu tau mereka tiada ada daya dan kuasa apapun di dunia ini jika Allah sudah murka atas perilaku mereka. Dan bagi pemerintah KSA hendaknya jika ingin menghancurkan situs-situs islam zaman Rasulullah jangan tanggung2, kenapa mesti yang kecil2????Kenapa tidak sebuah bukit batu yang letak betu-batunya miring tapi tidak jatuh tidak dihancurkan juga?????Padahal bukit batu itu saksi dari ampuh pedang Sayyidina Ali ketika ditancapkan ke tanah sewaktu batu2 itu mau jatuh menimpa Rasulullah karena gempa yang terjadi kala itu. Subhanallah…. Apakah ada 1 orang saja dari kaum Wahabi yang bisa melakukan apa yang pernah dilakukan oleh penghulu para pria di akhirat ini?????

Bukalah hati kalian para Kaum Wahabi dan hendaknya menyesalah dengan apa yang telah kalian lakukan, karena sesungguhnya siapa yang menyakiti Rasulullah itu sama dengan menyakiti Allah dan siapa yang menganggap Islam yang dibawa oleh Rasulullah adalah tidak moderat/tradisional maka mereka sama saja menganggap mereka lebih tau dan lebih pintar dari Allah SWT.

2. Quito Riantori - Selasa, 13 November, 2007

Wah ini kesaksian lainnya dari Miemsz menjadi tambahan keyakinan bagi kita bahwa memang sudah terbukti kaum Wahabi adalah org2 yang sebenarnya tidak memahami Islam sama sekali. Terima kasih banyak atas tambahan kesaksiannya. Kalo teman2 lain ada kesaksian lagi anda bisa masukkan ke dalam kolom komentar ini. Salam buat Miemsz dan keluarganya.

3. MAKHLUK ALLAH - Sabtu, 17 November, 2007

HMMM…..KALO BOLEH ANA TANYA APA BETUL TULISAN DIATAS DIJAMIN KEBENARANNYA? YG DIMAKSUD KELOMPOK WAHABI ITU YG MANA?APA BENAR KELOMPOK WAHABI YG MEMBUAT KERUSAKAN DI MUKA BUMI INI?
APA ANTUM TAHU SECARA PASTI YG MANA DAN BAGAIMANA SEHINGGA ORANG MENGATAKAN KELOMPOK TERSEBUT SEBAGAI KELOMPOK WAHABI?
JANGAN SAMPAI KITA HANYA BERUSAHA MENYEBARKAN SUATU FITNAH TERHADAP PIHAK LAIN,JANGAN SAMPAI KITA BERKATA YG DIMANA KITA TIDAK MEMILIKI ILMU DI DALAMNYA,INGATLAH APA2 YG KITA SEMBUNYIKAN DALAM HATI,DAN KITA KERJAKAN PASTI BAIK YG NAMPAK MAUPUN YG NGGA NAMPAK NGGA TERLEPAS DARI PENGAWASAN ALLAH.DAN KELAK AKAN DI MINTAI PERTANGGUNG JAWABANNYA.
APA ANDA TAHU ALASAN KENAPA YG ANDA BILANG WAHABI SAMPAI BERTINDAK SEPERTI ITU? YA MUNGKIN KARENA DAH WATAKNYA BANGSA KITA YG MASIH MENGANUT ISLAM YG MASIH BERCAMPUR DENGAN AJARAN ANIMISME PENINGGALAN NENEK MOYANG KITA PASTI MENGANGGAP HAL ITU SALAH,ANA BUKANNYA MEMBELA KELOMPOK YG ANDA SEBUT WAHABI,TAPI ANA HANYA BERUSAHA UNTUK MELURUSKAN SESUATU YG ANDA ANGGAP SALAH,LUCU MEMANG KARENA KEBIASAAN KITA DI INDONESIA YG SUKA MENGKERAMATKAN SESUTU PASTILAH MENGANGGAP WAHABI TU SALAH.SEPENGATAHUAN ANA YG ANDA SEBUT SEBAGAI KELOMPOK WAHABI ITU ADALAH ORG2 YG BERUSAHA UNTUK KOMITMEN TERHADAP AJARAN YG DIBAWA OLEH RASULULLAH MUHAMMAD YG MEMPERJUANGKAN DA’WAH TAUHID YAITU DA’WAH YG MENYURUH KITA UNTUK TIDAK MEMPERSEKUTUKAN ALLAH DENGAN SELAINNYA,YG BERUSAHA UNTUK MEMBERANTAS SEGALA KESYIRIKAN DI MUKA BUMI.MEREKA BETUL2 MENDAKWAHKAN HANYA ALLAHLAH YG PATUT DISEMBAH,MUHAMMADPUN TIDAK RIDHO KITA BERUSAHA MENGKERAMATKAN DIA KARENA HAL ITU BERTENTANGAN DENGAN AJARAN YG BELIAU BAWA SENDIRI.LUCU KITA MENGAKU ISLAM TAPI MENGKHIANATI AJARAN ISLAM YG SEBENARNYA SEPERTI APA.KALO MENURUT ANA YG HARUS BANYAK2 BELAJAR TENTANG ILMU AGAMA ADALAH KITA BUKAN MEREKA PENGETAHUAN KITA TENTANG ISLAM MASIH DANGAKAL KITA HANYA TAHU ISLAM KARENA ORG TUA KITA ISLAM JADI WAJAR MASIH TERKONTAMINASI OLEH AJARAN ANIMISME YG MASIH SUKA MENGKERAMATKAN SESUaTU.PADAHAL BERTENTANGAN DENGAN DA’WAH TAUHID,da’wah tentang pengesaan terhadap ALLAH,hanya dialah yg patut di sembah bukan selainnya.seharusnya kita yg memohon ampun terhadap ALLAH,dan bertaubat dengan taubatan nasuhah,bukan kelompok wahabi,hendaknya kita takut akan azab dr Allah
bukankah dah banyak bukti,teguran dan azab Allah berturut2 menimpa bangsa kita.kalo ALLAH menghendaki untuk menhancurkan suatu kaum maka tidak mustahil BAGINYA.

4. Quito Riantori - Senin, 19 November, 2007

Wah ternyata Anda seorang Wahabi. Tolong anda baca tulisan saya tentang Wahabisme ; Mengusung Monoteisme atau Egotisme. Inilah salah satu kekeliruan anda memandang tauhid. Apakah orang2 yang berziarah dan berdoa di makam Rasulullah Saw dan di makam2 di Baqi juga anda anggap sebagai syirik? Apakah mencium hajar aswad juga syirik? Apakah berdoa di maqam Ibrahim juga syirik? Saya ragu anda benar2 memahami makna tauhid yang sejati sebagaimana yang diajarkan Rasulullah Saw, ahlul bait dan para sahabatnya yang setia. Dalam waktu dekat saya akan bongkar kedangakalan Wahabi dalam memahami Tauhid Islam yang sejati.

5. Quito Riantori - Senin, 19 November, 2007

Apakah kaum muslimin yang hidup sebelum lahirnya si Ibn Wahhab ini semuanya musyrik dan pantas dibunuh seperti yang difatwakan Ibn Wahhab?
Wahai makhluk Allah (manusia khan?) coba renungkan dengan tenang. Jika anda tidak percaya yang disampaikan sahabat2 kami, sebaiknya anda buktikan sendiri pergi ke negeri kaum Badui itu. Salam n merdeka!

6. voxy - Kamis, 22 November, 2007

@ mahluk Allah

Bukankah akidah Wahhabiyah antara lain :

1-Allah duduk di atas kursi.
2-Allah duduk dan berada di atas arasy.
3-Tempat bagi Allah adalah di atas arasy.
4-Berpegang dengan zohir(duduk) pada ayat “Ar-Rahman ^alal Arasy Istawa”.
5-Allah berada di langit.
6-Allah berada di tempat atas.
7-Allah bercakap dengan suara.
8-Allah turun naik dari tempat ke tempat

Tolong dapat dijelaskan, akidah sesat yang meyerupakan Allah dengan mahluk ini.
Bukankah AWALUDDIN MA’RIFATULLAH….awal mula beragama adalah kenal akan Allah…?

7. Quito Riantori - Kamis, 22 November, 2007

Ya itulah akidah Wahabi yang menafsirkan ayat2 Quran dan hadis2 Rasulullah secara literal sehingga semua ayat2 maupun hadis dimaknai secara literal, sehingga ayat2 seperti ayat “Dan barangsiapa yang buta di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan.” QS 17:72
karena ayat tersebut mesti juga ditafsirkan secara literal maka semua orang yang buta secara lahir di dunia ini akan buta juga di akhirat, itu juga akan berlaku bagi Bin Baz yang buta. Coba anda baca artikel terbaru saya Wahabisme: Semua organ tubuh Allah akan hancur kecuali wajah-Nya.

8. T Mulya - Jumat, 23 November, 2007

Saya juga ingin berbagi cerita. Saya pergi ke Tanah Suci th 2004. Pengalaman saya kurang lebih sama dengan pa Miemsz. Hanya saja dari awal saya sudah mengetahui bahwa ajaran yang dianut oleh penguasa di KSA adalah Wahabi. Sejak mendarat di King Abdul Aziz Airport kami sudah diberi buku2 yang isinyapada pokoknya mengingatkan para calon jamaah Haji mengenai perbuatan2 yang syirik.

Ketika kami ziarah ke pemakaman Baqi, kami sangat kecewa ketika mendapatkan pemakaman yang sudah tidak berbentuk lagi alias rata dengan pasir. Yang ada hanya batu2 ukuran sedang. Begitu pula ketika kami pergi ke Gunung Uhud dan melihat pemakaman para syuhada Perang Uhud yang salah satunya paman Nabi saaw, Sayidina Hamzah, kamipun hanya mendapatkan pemandangan yang sama dengan di Baqi.

Yang membuat kami kecewa adalah ketika mendengarkan rekaman narasi mengenai pemakaman para Syuhada Perang Uhud tsb. bukannya cerita atau kronologi jalannya peperangan antara kaum Mslimin dengan kaum musyrikin Quraisy, tapi yang dinarasikan adalah peringatan2 kepada para jamaah haji mengenai perbuatan2 syirik ! Saya pikir apa penguasa Saudi ini menganggap kita ini buta ajaran Islam yang benar ? Apa hanya mereka yang ngerti tauhid dan merasa menjadi muwahhid ? Saya betul2 sangat menyesalkan bahwa yang berkuasa di Saudi itu menganut faham Wahabi.

Sayapun sudah sering membaca di situs2 Ahlul Bait mengenai penghancuran situs sejarah Islam termasuk situs sejarah keluarga Nabi. Tapi setelah membaca tulisan ini saya merasa bertambah sedih akan nasib situs keluarga Nabi dan Bani Hasyim khususnya. Sebaliknya bertambah geram kepada tangan2 kotor Wahabi yang menghancurkan situs tsb.

Untuk mas Makhluk Allah tak usah menggurui kami mengenai masalah tauhid dan syirik. Anda mengatakan : “mengkeramatkan sesuatu…” yang dihubungkan dengan perbuatan syirik. Saya yakin anda tidak memahami apa istilah “keramat” itu. “Keramat” berasal dari bahasa Arab karoma – yakromu yang artinya mulia. Jadi kalau ada suatu tempat ziarah disebut makam keramat, artinya orang yang dikuburkan di tempat itu bukan orang yang sembarangan. Dia mempunyai sifat2 yang mulia dan keagungan dalam akhlaknya selama hidupnya serta sangat berjasa dalam mendidik dan membina umat.

Nabi menganjurkan umatnya untuk berziarah ke kuburan dengan tujuan utama untuk mengingat kematian. Namun Nabi juga menganjurkan kita untuk berziarah ke makam orang2 yang memang dimuliakan Allah seperti Nabi Muhammad, para washinya, para syuhada dan solihin untuk mengingatkan kita agar melanjutkan perjuangan mereka menegakkan kalimat Allah.

Kalau ada orang yang berziarah untuk meminta sesuatu kepada kuburan, itu sesuatu hal yang lain. Tergantung niatnya. Niat tergantung ilmunya. Ilmu yang dangkal tentu berbeda dengan ilmu yang dalam.

Jadi berziarah ke makam Nabi umpamanya tidak otomatis berbuat syirik. Tergantung niatnya. Kalau niatnya untuk mengingat kematian dan memperbaharui semangat untuk memperjuangkan nilai2 Islam di muka bumi ini, ya tidak syirik.

9. Quito Riantori - Jumat, 23 November, 2007

Inilah bedanya para peziarah pencinta org2 suci dengan org2 dungu. Kita menganggap diri kita dengan orang2 yang suci sangatlah jauh berbeda, baik fisik maupun ruh. Di dalam sebuah hadis disebutkan bahwa jasad Para nabi dan org2 suci tidak dimakan tanah, tentu berbeda dengan kita yang hanya org biasa, apalagi dengan org2 Wahabi (makhluk Allah) itu. Mereka (kaum Wahabi menganggap tubuh mereka sama dengan para nabi dan org2 suci, mungkin juga dengan tubuh Allah sebagaimana akidah yang mereka anut. Wah repot…memang meladeni org2 dungu, tetapi memang blog ini sekadar ingin memberi penjelasan kepada org yang belum mengetahui apa itu Wahabi dan betapa besar kejahatan budaya yang telah mereka lakukan itu. Trims n Salam.

10. Sudirman Durrani - Kamis, 29 November, 2007

WAHABI Menurut sudut pandang saya,ada baiknya bagi orang orang yang ilmu agamanya sangat minim
bisa dijadikan sebagai agar Ibadah
tidak menyalar kedalam lapangan Syirik.

Wahabi disudut pandang yang lain ,mereka secara umum telalu mudah mengeluarkan BID’Ah dalam ber ibadah sehingga sampai bertentangan dengan Al Qur’an
dan hadis Rasullullah Saw.seperti berdo’a menyeka air mata , dakwah pintu ke pintu dan ziarah kubur malah menjadi ejekan oleh mareka padahal langkah itu sangat ampuh untuk direnungkan se seorang kemudian ke Imanan nya bisa bertambah.

Gua Hiraq Kalau kita lihat sejarah kelahiran Nabi muhammad dan Islam,gua ini merupakan bagian tempat suci bagi orang islam rasanya perlu diziarah
tempat inilah pertama sekali yg membuka tabir alam nyata dengan alam bathin pada Nabi muhammad Saw.

kami melihat pada hajji tahun 1994 memang mendekati dengan hadish yang tuan sebutkan diatas tadi nampaknya ada usaha ke arah itu kalau kita lihat
dengan kaca mata moriel dan juga kita ummat islam
perlu melihat dengan kaca mata materiel yaitu ummat
islam dengan dasar Negara Arab yang kaya raya dilimpahkan oleh Allah harus membangun sendi sendi islam secara besar besaran lebih lebih di dua kota suci
Mekkah dan Madinah dengan tidak mengubah arsitekturnya dizaman Rasulullah Saw seperti Ka’bah
di Mesjidil Haram diperkaya sejarah dg Makam Ibrahim
as ,Hijjir Ismail as , Kulah Zam Zam dibawahnya ,Bukit
Safa dan Marwa ,Gua Hiraq, Jabal Rahman di Padang
Arafah ,Muddalifah dan Mina.
di Mesjid Nabawi didalamnya Rouzah didepan podium Nabi ber khuzbah tiang tiang mesjid yang kecil masih kelihatan asli ppada waktu itu rasanya perlu dipertahankan arsitektur aslinya dizaman Rasullullah saw
Baqi,uhud ,Mesjid Bukhari dan tujuh Mesjid yang lainnya
semoga Zaman kejayaan Islam berada dizaman kita ini
Insya ALLAH.

11. abu sulaiman - Selasa, 25 Desember, 2007

kalau saya sih lebih memperhatikan watak, karakter bangsa arab yg wahabism…yg semangkin bertambahnya hari, cara berfikirnya semangkin rigid, jumud, kopegh..coba kita lihat apa sih yg sudah diperbuat KSA buat umat islam, selain meng klaim dirinya sebagai pelayan2 di dua tanah suci..tapi tidak perduli nasib sesama saudara2nya yg di bantai olkeh kaum yahudi dan nasrani..padahal 1000 ka’bah pun di hancurkan tidak lebih berharga dr satu nyawa umat islam..wahabism setahu saya hanya mau membantu memberikan uangnya kepada penganutnya saja..tidak lebih tidak kurang..wahabism setelah itu pelitnya nauzzubillah min zalikh..dosanya pun tidak boleh di minta..setiap tahun saya umroh (haji br sekali) semangkin lama kota mekah dan madinah akan di jadikan oleh wahabism menjadi seperti las vegas di amerika…

12. arie - Rabu, 26 Desember, 2007

dari cara menyampaikan sesuatu (pembicaraan) pun ternyata orang2 wahabi dan para pembelanya dapat dikenali koq. nada mereka selalu “keras” dan tidak menimbulkan simpatik. padahal Rasulullah Saaw adalah orang yang paling simpatik dalam menyampaikan sesuatu, baik itu memberitahu sesuatu yang benar ataupun mengingatkan kesalahan

13. azaddy - Jumat, 25 Januari, 2008

buat wahabi kalau berani runtuhkan ka’bahnya aja biar umat islam tidak memulyakan ka’bah dan terhindar dari syirik kepada Allah.

14. Quito Riantori - Senin, 25 Februari, 2008

@azaddy
he..3x..berani gak mereka ya? Dulu saya pernah membaca sebuah hadis bahwa sebelum Hari Kiamat nanti ada 2 orang Badui (pasti Wahabi deh) yang membuang Hajar al-Aswad ke laut…saya mau cari lagi itu hadis..mungkin ada teman2 yang bisa membantu saya…

15. pribumiasli - Selasa, 8 April, 2008

untuk peringatan aja buat wahabi coba deh kita satukan tkad buat melawan (musuh) kita yang jelas zionisme dan nsrn(ngrtikan maksudnya) soalny wahabi kan punya raja arab pake aja duitnya buat perjuangan sioal terorisme sih itu mah cuma propaganda barat aja kao diitung-itung banyakan orang islam yang dibantai oleh mereka. jadi kalo di cuma 80 orang ausie sih masih kecil dibandingkan muslim yang tewas di poso, ambon,filipino, dan thai.

16. Quito Riantori - Rabu, 9 April, 2008

@pribumi
mana mungkin mereka mau…

17. @andar - Jumat, 26 Juni, 2009

WAHABI – Sesat dan Menyesatkan………..