Zikir Yang Justru Mendatangkan Kutukan Tuhan Rabu, 2 Januari, 2008
Posted by Quito Riantori in All About Zikir, Artikel, Bilik Renungan.trackback
Rasulullah saww bersabda : “Allah ‘Azza wa Jalla mewahyukan kepada Nabi Dawud as : “Katakan kepada orang-orang zalim, janganlah mereka berdzikir kepada-Ku, karena sesungguhnya, telah menjadi hak-Ku bahwa Aku pasti akan berdzikir kepada orang yang berdzikir kepada-Ku dan sesungguhnya dzikir-Ku kepada orang-orang zalim hanyalah berupa laknat-Ku atas mereka!” (Kanzul ‘Ummal hadits ke 7615, Bihar al-Anwar 75 : 319, Mizan al-Hikmah 5 : 607) 1]
Banyak di antara kaum Muslim yang tidak sepenuhnya memahami konsep Hablun Minallah dan Hablun Minan Naas. Ketika Allah Swt berfirman:
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada
kecuali mereka berpegang kepada tali Allah (Hablun minallah)
dan tali dengan manusia (Hablun minan Naas)
(QS 3 : 112)
Islam menegaskan bahwa kewajiban setiap muslim tidak hanya terbatas pada hubungan mereka dengan Tuhan saja, tetapi juga kepada makhluk Tuhan lainnya, terutama manusia. Sebagaimana sudah banyak dipahami bahwa ibadah Islam tidak hanya sebatas ibadah-ibadah ritual belaka., tetapi juga ibadah muamalah dan sosial.
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia
melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku”
(QS 51 : 56)
Ibadah di dalam ayat ini mencakup ibadah ritual (mahdhah) dan ibadah sosial (mu’amalah). Sementara ini kebanyakan kaum Muslim lebih mementingkan ibadah ritual ketimbang ibadah mahdhah, padahal amal ibadah kita kepada Allah SwT tidak akan diterima oleh Allah SwT jika ternyata ibadah sosial (mu’amalah) kita buruk.
Rasulullah saww bersabda : “Maa aamana rajulun baata syab’aana wa jaaruhu jaa’i ilaa jaanibih wa huwa ya’lamu” : “Tidaklah beriman seseorang, dimana ia kenyang sementara ia mengetahui tetangganya menderita kelaparan” (HR. Bukhari).
Bahkan ayat Qur’an dengan tegas mengatakan orang-orang yang tidak peduli kepada penderitaan orang lain sebagai orang yang MENDUSTAKAN AGAMA, walaupun mereka itu shalat.
“Tahukah kamu (orang) yang menudustakan agama?
Itulah orang yang menghardik anak yatim, Dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin,
Maka kecelakaanlah orang-orang yang shalat!
Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya,
Yang (mana) mereka (melakukan segala amal ibadahnya) dengan riya’
Dan enggan menolong dengan barang yang berguna”
(QS 107 : 1-7)
Saat ini banyak kita saksikan sebagian orang pergi berhajji dan mengeluarkan zakatnya justru dari hasil jarahan atau korupsi. Sebagian lagi kita lihat betapa tekunnya seseorang beribadah di masjid tetapi tanpa disadari tampak kecongkakan di wujud lahirnya karena bangga dengan amal-amalnya (’ujub dan riya’). Sebagian lagi rajin berdzikir dan nampak senantiasa menggenggam tasbih tetapi dalam waktu yang sama mereka malah merampas hak-hak orang lain. Ada lagi orang yang tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud setiap malam, akan tetapi ia sangat kikir alias bakhil.
Inilah contoh orang-orang yang keliru dalam memahami agama. Orang-orang seperti inilah yang seperti dikatakan Allah SwT : ‘Jika mereka (orang-orang zalim) ini berdzikir maka Allah pun berdzikir kepada mereka dengan dzikir yang berupa laknat dan kutukan!’.
LAKNAT KEPADA ORANG YANG CONGKAK
Imam ash-Shadiq as berkata :
“ALLAH Tabaraka Ta’ala berfirman kepada Dawud as :
“Katakanlah kepada orang-orang yang congkak :
“Jangan berdzikir kepada-Ku, karena sesungguhnya tidaklah seseorang hamba berdzikir melainkan Aku-pun berdzikir kepadanya.
Adapun jika orang-orang sombong itu berdzikir kepada-Ku
maka dzikir-Ku kepada mereka berupa laknat-Ku atas mereka!”
(Mizan al-Hikmah 3 : 416, Bihar al-Anwar 93 : 320)
Begitupun kepada orang-orang yang congkak. Allah SwT sangat benci kepada orang-orang yang congkak. Dzikir saya, dzikir Anda dan dzikir siapa pun tidak akan diterima bahkan dicampakkan disertai laknat jika di dalam hati kita ada sebutir saja kecongkakan.
Imam Ja’far al-Shadiq as berkata : “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam kalbunya terdapat kecongkakan walau sebesar biji merica sekalipun.” 40]
Kecongkakan, kesombongan atau takabbur adalah pakaian Allah, yang tidak seorang pun yang pantas mengenakannya kecuali Dia sendiri.
Imam Muhammad al-Baqir as berkata : “Kecongkakan itu pakaian Allah dan orang yang congkak itu adalah orang yang merebut pakaian Allah.”
Mengapa Iblis diusir dari surga?
Mengapa Fir’aun ditenggelamkan di laut merah?
Mengapa sebagian besar orang menolak kebenaran?
Itu semua dikarenakan kecongkakan yang telah berakar di lubuk hati.
“Sesungguhnya Dia (Allah) tidak menyukai orang-orang yang congkak”
(QS 16 : 23)
“Dikatakan kepada (mereka) : “Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu sedang kalian kekal di dalamnya”. Maka Neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat bagi orang-orang yang sombong”
(QS 39 : 72)
KUTUKAN KEPADA ORANG YANG SUKA BERBUAT MAKSIAT
Allah SwT berfirman : “Berdzikirlah kepada-Ku dengan menaati-Ku
niscaya Aku ingat kepadamu dengan Ampunan-Ku. Barangsiapa yang berdzikir kepada-Ku dengan ketaatannya maka berhaklah Aku ingat kepadanya dengan Ampunan-Ku dan barangsiapa yang ingat kepada-Ku dengan kedurhakaannya (kemaksiatannya) maka berhaklah Aku mengingatnya dengan kutukan-Ku!” (Hadits riwayat Dailami, Ibnu ‘Asakir dari Abi Hind ar-Razi)
Betapa banyak orang yang gemar bermaksiat, sering melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah SwT, tetapi dalam waktu yang sama memperlihatkan dirinya kepada orang banyak seolah dia adalah orang yang paling taat kepada Allah.
Na’udzu billah min dzalik – Kami berlindung dari sifat dan perbuatan buruk seperti zalim, congkak dan kemaksiatan.
Manusia zalim itu mengetahui
beratus-ratus persoalan ilmu pengetahuan,
Tapi dia tidak mengetahui ruhnya sendiri
(Rumi, Matsnawi III : 2648-54)
Catatan Kaki :
1] Allah Swt telah berjanji bahwa Dia akan berzikir kepada orang yang berzikir kepada-Nya : Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu. (QS 2: 152)
Semoga Allah senantiasa membeerikan kita perlindungan di dunia dan akhirat. amiin,,,
Amiin Ya Ilahi Rabbi
Artikel yang bagus Kang……..
Mohon ijin dan ikhlasnya ….aku copy ya……
untuk tambah wawasan…..biar hati ini tambah melek….
maturnuwun
Salam kenal dan persahabatan……
@Mbah Jogo
Silahkan, Mbah Jogo…saya ikhlas…
Sami-sami…
Salam kenal dan salam persahaban juga…
[...] yang berkaitan Hablun minallah, Hablun minan Naas, Hubungan dengan Allah dan Sesama manusia Sumber : http://qitori.wordpress.com [...]