Siti Fadilah Supari Menguak Konspirasi Rencana Penciptaan Senjata Biologis Senin, 3 Maret, 2008
Posted by Quito Riantori in Artikel, Bebas, Bilik Renungan, Opini.trackback
Doddy Salman
Buku Menkes Fadilah Yang Bikin Gerah AS-WHO
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari (59) bikin gerah World Health Organization (WHO) dan Pemerintah Amerika Serikat (AS). Fadilah berhasil menguak konspirasi AS dan badan kesehatan dunia itu dalam mengembangkan senjata biologi dari virus flu burung, Avian influenza (H5N1).
Setelah virus itu menyebar dan menghantui dunia, perusahaan-perusaha an dari negara maju memproduksi vaksin lalu dijual ke pasaran dengan harga mahal di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Fadilah menuangkannya ke dalam bukunya yang berjudul Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung. Selain dalam edisi Bahasa Indonesia, Siti juga meluncurkan buku yang sama dalam versi Bahasa Inggris dengan judul It’s Time for the World to Change.
Konspirasi tersebut, kata Fadilah, dilakuakn negara adikuasa dengan cara mencari kesempatan dalam kesempitan pada penyebaran virus flu burung.
“Saya mengira mereka mencari keuntungan dari penyebaran flu burung dengan menjual vaksin ke negara kita,” ujar Fadilah kepada Persda Network di Jakarta, Kamis (21/2).
Situs berita Australia, The Age, mengutip buku Fadilah dengan mengatakan, Pemerintah AS dan WHO berkonpirasi mengembangkan senjata biologi dari penyebaran virus avian H5N1 atau flu burung dengan memproduksi senjata biologi.
Karena itu pula, bukunya dalam versi bahasa Inggris menuai protes dari petinggi WHO.
“Kegerahan itu tidak saya tanggapi. Kalau mereka gerah, monggo mawon. Betul apa nggak, mari kita buktikan. Kita bukan saja dibikin gerah, tetapi juga kelaparan dan kemiskinan. Negara-negara maju menidas kita, lewat WTO, lewat Freeport, dan lain-lain. Coba kalau tidak ada mereka, kita sudah kaya,” ujarnya.
Fadilah mengatakan, edisi perdana bukunya dicetak masing-masing 1.000 eksemplar untuk cetakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Total jadi 2.000 eksemplar buku.
“Saat ini banyak yang memintanya, jadi dalam waktu dekat saya akan menerbitkan cetakan kedua dalam jumlah besar. Kalau cetakan pertama dicetak penerbitan kecil, tapi untuk rencana ini, saya sedang membicarakannya dengan penerbit besar,” katanya.
Selain mencetak ulang bukunya, perempuan kelahiran Solo, 6 November 1950, mengatakan telah menyiapkan buku jilid ke-dua.
“Saya sedang menulis jilid kedua. Di dalam buku itu akan saya beberkan semua bagaimana pengalaman saya. Bagaimana saya mengirimkan 58 virus, tetapi saya dikirimkan virus yang sudah berubah dalam bentuk kelontongan. Virus yang saya kirimkan dari Indonesia diubah-ubah Pemerintahan George Bush,” ujar menteri kesehatan pertama Indonesia dari kalangan perempuan ini.
Siti enggan berkomentar tentang permintaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang memintanya menarik buku dari peredaran.
“Bukunya sudah habis. Yang versi bahasa Indonesia, sebagian, sekitar 500 buku saya bagi-bagikan gratis, sebagian lagi dijual ditoko buku. Yang bahasa Inggris dijual,”
katanya sembari mengatakan, tidak mungkin lagi menarik buku dari peredaran.
Pemerintah AS dikabarkan menjanjikan imbalan peralatan militer berupa senjata berat atau tank jika Pemerintah RI bersedia menarik buku setebal 182 halaman itu.
Mengubah Kebijakan
Apapun komentar pemerintah AS dan WHO, Fadilah sudah membikin sejarah dunia.
Gara-gara protesnya terhadap perlakuan diskriminatif soal flu burung, AS dan WHO sampai-sampai mengubah kebijakan fundamentalnya yang sudah dipakai selama 50 tahun.
Perlawanan Fadilah dimulai sejak korban tewas flu burung mulai terjadi di Indonesia pada 2005. Majalah The Economist London menempatkan Fadilah sebagai tokoh pendobrak yang memulai revolusi dalam menyelamatkan dunia dari dampak flu burung.
“Menteri Kesehatan Indonesia itu telah memilih senjata yang terbukti lebih berguna daripada vaksin terbaik dunia saat ini dalam menanggulangi ancaman virus flu burung, yaitu transparansi, “ tulis The Economist.
The Economist, seperti ditulis Asro Kamal Rokan di Republika, edisi pekan lalu, mengurai, Fadilah mulai curiga saat Indonesia juga terkena endemik flu burung 2005 silam.
Ia kelabakan. Obat tamiflu harus ada. Namun aneh, obat tersebut justru diborong negara-negara kaya yang tak terkena kasus flu burung.
Di tengah upayanya mencari obat flu burung, dengan alasan penentuan diagnosis, WHO melalui WHO Collaborating Center (WHO CC) di Hongkong memerintahkannya untuk menyerahkan sampel spesimen. Mulanya, perintah itu diikuti Fadilah. Namun, ia juga meminta laboratorium litbangkes melakukan penelitian. Hasilnya ternyata sama. Tapi, mengapa WHO CC meminta sampel dikirim ke Hongkong?
Fadilah merasa ada suatu yang aneh. Ia terbayang korban flu burung di Vietnam. Sampel virus orang Vietnam yang telah meninggal itu diambil dan dikirim ke WHO CC untuk dilakukan risk assessment, diagnosis, dan kemudian dibuat bibit virus.
Dari bibit virus inilah dibuat vaksin. Dari sinilah, ia menemukan fakta, pembuat vaksin itu adalah perusahaan-perusaha an besar dari negara maju, negara kaya, yang tak terkena flu burung.
Mereka mengambilnya dari Vietnam, negara korban, kemudian menjualnya ke seluruh dunia tanpa izin. Tanpa kompensasi.
Fadilah marah. Ia merasa kedaulatan, harga diri, hak, dan martabat negara-negara tak mampu telah dipermainkan atas dalih Global Influenza Surveilance Network (GISN) WHO. Badan ini sangat berkuasa dan telah menjalani praktik selama 50 tahun. Mereka telah memerintahkan lebih dari 110 negara untuk mengirim spesimen virus flu ke GISN tanpa bisa menolak.
Virus itu menjadi milik mereka, dan mereka berhak memprosesnya menjadi vaksin.
Di saat keraguan atas WHO, Fadilah kembali menemukan fakta bahwa para ilmuwan tidak dapat mengakses data sequencing DNA H5N1 yang disimpan WHO CC.
Data itu, uniknya, disimpan di Los Alamos National Laboratoty di New Mexico, AS.
Di sini, dari 15 grup peneliti hanya ada empat orang dari WHO, selebihnya tak diketahui.
Los Alamos ternyata berada di bawah Kementerian Energi AS.
Di lab inilah duhulu dirancang bom atom Hiroshima. Lalu untuk apa data itu, untuk vaksin atau senjata kimia?
Fadilah tak membiarkan situasi ini. Ia minta WHO membuka data itu. Data DNA virus H5N1 harus dibuka, tidak boleh hanya dikuasai kelompok tertentu.
Ia berusaha keras. Dan, berhasil. Pada 8 Agustus 2006, WHO mengirim data itu. Ilmuwan dunia yang selama ini gagal mendobrak ketertutupan Los Alamos, memujinya.
Majalah The Economist menyebut peristiwa ini sebagai revolusi bagi transparansi. Tidak berhenti di situ. Siti Fadilah terus mengejar WHO CC agar mengembalikan 58 virus asal Indonesia, yang konon telah ditempatkan di Bio Health Security, lembaga penelitian senjata biologi Pentagon.
Ini jelas tak mudah. Tapi, ia terus berjuang hingga tercipta pertukaran virus yang adil, transparan, dan setara.
Ia juga terus melawan dengan cara tidak lagi mau mengirim spesimen virus yang diminta WHO, selama mekanisme itu mengikuti GISN, yang imperialistik dan membahayakan dunia.
Dan, perlawanan itu tidak sia-sia. Meski Fadilah dikecam WHO dan dianggap menghambat penelitian, namun pada akhirnya dalam sidang Pertemuan Kesehatan Sedunia di Jenewa Mei 2007, International Government Meeting (IGM) WHO pada akhirnya menyetujui segala tuntutan Fadilah, yaitu sharing virus disetujui dan GISN dihapuskan.
Semoga Allah Swt memperbanyak org2 seperti Bu Mentri Siti Fadilah ini dan semoga Allah Swt segera menghancurkan AS & Zionis beserta antek2nya di manapun mereka berada termasuk di Indonesia! Amin!
[...] Menkes vs Susu Formula Ribut-ribut mengenai susu formula yang mengandung bakteri E. sakazakii saya teringat sebuah buku karangan Menkes Siti Fadilah Supari yang menyoal ada hidden agenda dibalik pengiriman sample virus flu burung (H5N1) yang melanda negara-negara berkembang kepada WHO beberapa waktu lalu. Di internet pun sudah banyak beredar berita tentang bagaimana perlawanan beliau untuk meminta kembali sample virus H5N1 yang berasal dari Indoensia. Salah satunya saya baca dari sini. [...]
Mudah2an Allah Yang Maha Penyayang memenangkan perjuangan melindungi umat manusia dari penindasan industri senjata berkedok pengobatan.
Mudah2an Allah swt. melindungi Ibu Siti Fadilah Supari & semua pihak yg berjuang melawan penindasan senjata biologis dari segenap kejahatan & konspirasi busuk industri senjata Zionis & AS.
Mudah2an Allah Yang Maha Perkasa mengazab & menghancurkan sehancur-hancurnya industri senjata yg berusaha menjajah umat manusia lewat virus atau vaksin.
trims buat bu fadilah, maju terus ….. pantang mundur!!!! semoga sikap ibu dapat membangkitkan semangat bangsa indonesia untuk bangkit melawan penjajahan barat yang selama ini masih kita rasakan…. God bless you mom…..!!!!
Tiap orang memiliki 2 sisi. Terlepas dari berbagai pernyataan blunder dari Bu Menkes, langkah ini setidaknya bisa membuka mata dunia dan memberi inspirasi bagi banyak umat manusia akan sebuah penjajahan dan tindakan amoral bangsa2 maju.
Mudah2an Presiden SBY lebih menjaga harkat dan martabat bangsa ini dengan lebih bijak menyikapi penerbitan buku Bu Menkes dan tak hanya menjadi seorang boneka bangsa barat yang memposisikan kebutuhan militer bangsa kita sebagai posisi tawar untk mengenyahkan nilai kemanusiaan. Tidak perlu senjata canggih, kita hanya butuh generasi yang sehat dan pintar!!!
Selamat berjuang Bu Menkes, kami mendukung langkah Anda (asal jangan suka bikin pernyataan blunder lagi yah Bu)
SAATNYA AKSES KESEHATAN TERJANGKAU DAN PENDIDIKAN MURAH!!!
This post is very hoting, and this blog is high ranked in
the top blogs report . You can
earn some money with a good blog like this.
harapannya , semoga ada lagi yang mau berjuang seperti itu , tanpa harus mikir apa yang akan di dapatkan nanti
itu saja
kini saatnya dunia kedokteran khususnya masalah kesehatan dibawah naungan menteri kesehatan banyak bekerja sama dengan ala china atau sinshe..
Jangan sombong bu menkes.kl kita tdk bekerjasama dengan bangsa barat tidak mungkin indonesia.maju
Saatnya bangsa Indonesia berani dan percaya diri untuk menentang hegemoni yang menginjak-injak martabat manusia. bukan hanya di bidang kesehatan, pada semua bidang jika kezaliman muncul harus diberangus. keadilan harus ditegakkan. Tuhan pasti berpihak pada penentang kezaliman.
Salut buat Bu Menteri, atas kejujuran dan keberanianmu menyampaikan sesuatu yg haq walaupun harus ditentang banyak pihak. Maju terus pantang mundur Bu…. kami butuh Pejabat Negara seperti Ibu….. Sukses selalu….
semakin banyak orang yang berani dan cerdas melihat situasi seperti bu menkes, insyaAllah Indonesia akan maju. Membuktikan bahwa Bu Menkes memang berjuang tuk kebenaran dan kemajuan bangsa dan negara, walau harus mempertaruhkan kedudukan, jabatan, dan nama besarnya. Selamat berjuang Bu! Kami bangga padamu!!!
Kita harus tau kalo virus itu,bisa di lemahkan untuk menjadi vaksin.Tapi bisa juga di kuatkan untuk menjadi senjata biologis…Indonesia sendiri pernah kecolongan Pada kasus small pox-cacar.taun 1974 indonesia dinyatakan bebas cacar oleh who.taun 1984 who datang ke indonesia untuk memusnahkan virus cacar sekaligus laboraturiumnya di biofarma bandung.sejak saat itu indonesia tidak lagi memiliki virus cacar.tiba-tiba pd 2003 who mengumumkan adanya SENJATA BIOLOGIS dari virus cacar.taun 2005 indonesia harus membeli vaksin dari who karena ada senjata biologi dari small pox.yang bikin siapa saya tidak tahu.tapi yang punya vaksin adalah perusahaan amerika… menurut ibu siti fadilah supari.selanjutnya seluruh dunia harus membeli vaksin untuk persediaan harganyapun super mahal mencapai Rp 600 milyar pemerintah tidak punya uang.pengalaman ini tidak boleh terjadi pada flu burung.kalau menjadi senjata biologi bisa mencelakakan manusia…kata bu mentri. Jadi maju terus bu mentri kami mendukungmu…
wah .. hebattt ..
saya dulu juga udah curiga pas terjadi virus flu burung kok negara maju gak kenak .. aneh … hebat hebatt bu Fadilah .. semoga Alloh SWT meridhoi melindungi usaha ibu .. amien999x …
Dulu saya adalah orang yang sentimen terhadap Bu Fadilah Supari. Terutama ketika banyak obat-obat palsu beredari di masyarakat. Tapi, sekarang saya malah begitu kagum dengan keberaniannya. Saya mulai berusaha mencari informasi tentang beliau justru setelah beliau tidak direkrut lagi oleh SBY dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. Kalau tahu demikian pasti kemarin berprediksi kalau Bu Fadilah tidak direkrut lagi. Habis langkahnya bisa bikin pemerintah jantungan sich.
siapa lagi orang idealis di indonesia skg ini………………….
Terbukti lagi, kalo Negri ini sudah dibawah ketiak bangsa AS
Lihat saja di Taman Menteng Jakarta Pusat.. masa ada patung Barack Obama (Gelooo..) mang siapa dia ? Pahlawan Republik Indonesia ?
Ditaman yg strategis seperti itu pantasnya dipajang patung Jend. Sudirman atau tokoh pahlawan nasional..
Bukan presiden AS, yg kita tdk tau nantinya dia jd penjahat ato pahlawan dunia…
memang politik negara di seluruh dunia telah dikuasai oleh amerika
Mayer Amschel Rothschild (1743-1812) …. “Berikan kepada saya kontrol mata uang sebuah bangsa & saya tidak peduli siapa yang membuat hukum!”
Nathan Mayer Rothschild (1777-1836) ….”Saya tidak peduli ‘siapa boneka’ yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris!”
Paus Leo XIII pada 1898….”Disatu sisi ada sekelompok orang yang memegang kekuasaan karena mereka memiliki kekayaan besar, yang mengendalikan semua pekerja dan perdagangan, yang memanipulasi untuk kepentingan pribadi semua suplai uang, yang bahkan lebih berpengaruh daripada pemerintah sendiri, di sisi lain ada sekelompok besar lainnya yang tidak berdaya dan hidup menderita. Bunga pinjaman (riba) yang sudah berkali-kali dilarang oleh gereja, masih di praktekkan hari ini walaupun dalam bentuk yang berbeda supaya sekelompok kecil orang kaya bisa mendapatkan keuntungan dari orang miskin yang hidup hanya sedikit lebih baik dibanding seorang budak”…….
Carrol Quigley, professor dan sejarawan dari Georgetown University AS dalam buku Tragedy & Hope (1975),……..”Kekuatan dari kapitalisme finansial memiliki sebuah rencana yang lebih jauh, yaitu menciptakan sebuah sistem finansial dunia yang dikendalikan oleh tangan swasta yang mana orang2 ini juga dapat mendominasi sistem politik dan ekonomi dari setiap negara secara keseluruhan. Sistem ini dikendalikan dengan model feodal oleh bank sentral di seluruh duni yang menjalankan rencana ini secara bersama-sama”…
Napoleon (1800)….”Bila pemerintah tergantung pada para bankir untuk mendapatkan uang, maka bankirlah dan bukan pemerintah yang sedang memegang kendali. Tangan yang memberi di atas tangan yang menerima. Uang tidak mengenal Nasionalisme, para bankir tidak memiliki patriotisme, satu-satu tujuan mereka adalah ‘keuntungan’ “.
Sir Josiah Stamp (1928-1941), Direktur Bank of England,……… “Sistem perbankan modern menciptakan uang tanpa modal. Proses ini kemungkinan adalah ciptaan paling luar biasa yang pernah di temukan. Perbankan dilahirkan dalam ketidaksetaraan dan dosa. Bankir memiliki Dunia. Anda bisa mengambil apapun dari mereka, tapi biarkan hak untuk menciptakan uang ditangan mereka, maka dengan sebatang pena mereka akan menciptakan cukup uang untuk ‘membeli semuanya kembali’. Ambillah kekuasaan besar ini dari tangan mereka, maka kekayaan besar seperti yang saya miliki akan lenyap, dan akan ada sebuah dunia yang lebih baik untuk hidup. Akan tetapi, bila Anda ingin terus menjadi Budak dari Bank dan membayar Harga dari Perbudakan, biarkanlah para Bankir terus menciptakan uang dan mengontrol Kredit!”
William Gladstone (1852), Perdana Mentri Inggris,….”Sejak saya bertugas disini, saya mulai menyadari ternyata pemerintah tidak berkuasa atas masalah finansial! Mereka memang tidak di rencanakan untuk berkuasa, pekerjaan sebenarnya mereka adalah melindungi dan menutupi Kekuatan Kaya”.
1891, Pemimpin Partai Buruh Inggris, ………….”Penyedot Darah ini adalah penyebab berbagai penderitaan di Eropa selama abad ini dan mengumpulkan kekayaan yang amat besar lewat rekayasa perang antar negara yang sebenarnya tak perlu terjadi. Setiap kali ada keributan di Eropa, rumor bahwa akan terjadi perang akan membawa kecemasan dan ketakutan warga, Anda bisa yakin bahwa Rothschild selalu ada di baliknya!!”…
Akhir Abad 19 akibat berita2 miring tentang keluarga Rothschild, mereka lalu membeli agensi Media terbesar Reuters untuk mengcounter berita2 buruk tentang Kejahatan mereka.
David Lloyd (20 Januari 1934),….”Inggris adalah budak dari kekuatan Finansial Internasional”…
Lenin pada masa setelah pristiwa Bolshevik yang mengakhiri dengan terbunuh Tsar Nicholas II di Rusia…..”Pendirian sebuah Bank Sentral adalah 90 % dari usaha mengomuniskan sebuah negara”
1920, Winston Churchill, sosok penting berdara Yahudi menulis pada artikel di Illustrated Sunday Herald…..” dari pimpinan illuminati, Weishaupt, hingga Karl MArx, juga Trotsky, konspirasi dunia ini sudah berkembang dengan mantap. Sekarang akhirnya orang2 luar biasa ini berhasil menggenggam rambut dari setiap kepala orang Rusia dan menjadi tuan di kekaisaran yang luar biasa tersebut”.
Hans Jurgen Koehler, Inside The Gestapo (1940), Maria Anna Schicklgruber, nenek dari Hitler, pernah bekerja di Rumah Rothschild. Kata Koehler, “Seorang perempuan pelayan pergi ke Wina dan menjadi pelayan rumah tangga di kediaman Rothschild, dan kakek Hitler yg tidak diketahui secara pasti, ada dirumah tersebut!”
Leluhur George W Bush, Prescott Bush adalah Managing Director bank investasi Brown Brothers, Harriman 1920-1940, dengan bantuan perusahaan2 Averell HArriman, Rockefeller, DuPont, JP Morgan & Ford sebagai sumber keuangan utama membantu membiayai Hitler dari tanah Amerika di saat tentara Amerika sedang berperang dg Jerman dengan mendanai naiknya Adolf Hitler ke kursi kekuasaan tahun 1923. Perusahaan2 tersebut membiayai secara langsung pasukan khusus Nazi (SS & SA) yg dananya disalurkan melalui berbagai perusahaan Jerman. Prescott melalui perusahaan pelayaran Hamburg-Amerika Steamship, bankir Nazi Fritz Thyssen, Standart Oil Jerman, perusahaan Baja Jerman STeel Trust & IG. Farben memanfaatkan Union Bank Corporation untuk menyalurkan sejumlah besar dana ke Nazi dan mengelola kepentingan mereka. Keuntungan dari investasi di perusahaan Nazi tersebut diterima kembali oleh Prescott dan sekutunya di Wall Street.
Senat AS (1945) menemukan bukti hubungan Union Bank Corporation (Prescott Bush sebagai Anggota Dewan Direktur) bekerja sama sangat erat dengan perusahaan Nazi, German Steel Trust yg memproduksi sebagian besar produk baja Jerman!
Kembali pada masa Perang Sipil, Revolusi Amerika, masa Benjamin Franklin ketika disahkannya Undang2 keuangan Currency Act 1764 ketika pemerintahan Franklin menerbitkan mata uang sendiri yg disebut Colonial Script, ketika itu dengan Currency Act 1764 Inggris melarang jajahannya Amerika mengeluarkan mata uang sendiri dan semua pajak diharuskan untuk dibayarkan dalam koin emas maupun perak….”Perkembangan situasi berbalik 100% dalam jangka satu tahun setelah di tetapkannya undang2 itu! Masa2 makmur telah berakhir dan berubah menjadi krisis ekonomi terparah sehingga jalan2 dikoloni itu penuh dengan gangguan. Bank of ENgland (dimana Rothschild mengatur peredaran mata uangnya) telah menolak menerima pembayaran lebih dari 50% dari nilai mata uang Amerika, seperti yang berlaku sesuai undang2 baru. Dengan kata lain, nilainya anjlok 50%!”
Lahirnya beban pajak oleh kerajaan Inggris yang mempengaruhi timbulnya Revolusi Amerika pada masa perang sipil 1775 banyak tidak di ketahui orang dalangnya adalah Rothschild melalui tekanan para bankirnya pada perekonomian Inggris dengan hilangnya hak mengeluarkan mata uang dari tangan Kerajaan Inggris Sendiri pada saat itu! Bahkan kontrol atas sistem keuangan Amerika berganti selama 8 kali sejak 1764!
Konspirasi penguasaan Amerika oleh para Bankir Yahudi pun telah di ketahui sejak saat Perang Sipil 1775 oleh para elite politik saat itu yang banyak menyebabkan kematian para elite politik yang mati tertembak secara misterius!! Abraham Lincoln salah satunya!
Bukankah John F Kennedy sebelum kematiannya pernah mengatakan adanya sesuatu kekuasaan bayangan yang lebih berbahaya?
KAta2 bijak Abraham Lincoln “Pemerintahlah yg seharusnya mencetak dan mengedarkan uang sesuai dengan kemampuan belanja dari pemerintah dan daya beli masyarakat. Dengan mengadopsi prinsip ini, rakyat bisa di bebaskan dari bunga pajak yg sangat memberatkan. Uang akan menjadi pelayan manusia, bukan majikannya!”
1865…Abraham Lincoln di depan Kongres….”Saya menghadapi dua musuh Besar, pasukan Selatan di depan, dan ‘institusi Finansial’ di ‘belakang’ saya! DAri Keduanya, yang ‘dibelakang’ saya itulah yang paling berbahaya!!!”
14 April 1863…. Lincoln mati terbunuh mengenaskan!
Sebelum kematian Presiden Garfield yg juga tertembak secara misterius,….”siapapun yg mengendalikan pasokan uang akan mengendalika bisnis dan aktivitas semua orang!”…
Kerusuhan Pittsburgh hingga Chicago 1877, Revolusi Bolshevik hingga Revolusi Prancis, Perang Dunia I hingga Perang Dunia II, Kericuhan Timur Tengah hingga pristiwa2 besar Asia dari negara-negara besar hingga kecil,…. tak ada yang tersentuh oleh perbuatan sang penguasa Lembaga Keuangan tersebut!
John Perkins dalam salah satu penjelasannya tentang Guetemala, El Savador & Nikaragua…”ketika gelombang Reformasi menyapu benua tersebut 1980-an…. para pemerintah baru terpilih menghadap para pakar “Bank Dunia” & “IMF” untuk meminta solusi! Terbujuklah mereka untuk menjalankan SAP (Sharing Profit Ala World Bank), mereka menerapkan standart kaku & tegas, mulai dari “privatisasi perusahaan publik” hingga “pemotongan jasa sosial” (bila di Indonesia seperti pemotongan atau penghilangan subsidi minyak/listrik). Mereka menerima sejumlah “pinjaman” yg “luar biasa besar” untuk mengembangkan proyek “infrastruktur” ‘yg tidak jarang’ “hanya melayani” kelas atas “sambil tetap membebani negara dengan hutang”…… Hasilnya adalah Bencana! Indikator2 Ekonomi melorot lebih dalam. Jutaan orang yg dahulunya anggota kelas menengah kini kehilangan pekerjaan & bergabung dengan orang melarat…….”
tentang Indonesia John Perkins menulis…”tolok ukur perekonomian nasional terbukti tak bisa di percaya. Seperti yg sering terjadi, nilai tukar uang yg cantik, neraca perdagangan yg bagus, inflansi yg rendah, dan angka pertumbuhan GDP Indonesia yg mengesankan, hanya mencerminkan kondisi sebagian kecil penduduk kaya. Sementara sebagian besarnya terpinggirkan dari arus perekonomian yg terukur. Merekalah yg menanggung beban luar biasa”………”Berbagai korporasi besar berkaliber internasional, didukung kebijakan “Bank Dunia” (Dajjal) yg mendorong “privatisasi” dan “keringanan pajak” untuk “perusahaan2 asing”, mempekerjakan sendiri atau melimpahkan proyek ke pabrik2 yg mengupah buruhnya terlalu rendah. Dan seandainya mereka protes, mereka akan dihajar atau dibunuh. Para buruh ini hidup penuh penderitaan agar barang bisa dijual dengan harga rendah di toko “Negara2 Maju”……”
1913…. awal Penguasaan Sentral Bank Amerika melalui The Federal Reserve Bank of New York…. para bankir AS menyatakan telah terjadi kekurangan mata uang di AS sehingga pemerintah tidak bisa menerbitkan lagi karena semua cadangan emas telah terpakai. Maka sekelompok orang mendirikan The Federal Reserve Bank dimana Bank ini menjual stok yg dimiliki & dibeli oleh mereka senilai 450 juta dollar melalui lembaga2 :
1. Rothschild Bank of London
2. Rothschild Bank of Berlin
3. Warburg Bank of Hamburg
4. Warburg Bank of Amsterdam (bersama klan Rothschild)
5. Israel Moses Seif Bank of Italy
6. Lazard Brothers of Paris
7. CityBank
8. Goldman & Seach of New York
9. Lehman & Brothers, new York
10. Chase Manhattan Bank
11. Kuhn & Loeb Bank
Untuk membayar Bunganya, pemerintah AS menciptakan income tax. Jadi, sebenarnya warga negara AS membayar Bunga kepada “Federal Reserve”!
Apa Bedanya dengan Pajak yang di publikasikan dan mass2 Media Indonesia tentang cerita2 Dongeng Pembangunan Jalan??? Siapa Pengawas, siapa yang di awasi? Masyarakat mengawasi Pajak? Jawabannya masyarakat sendiri yang tahu kebohongan2 itu! Lihat, jalan mana yang tidak bolong2 berlubang, dan macet!
IMF & World Bank didirikan di Bretton Woods, New Hampshire, AS, pada 1944. NAma awalnya Bank for Reconstruction and Development (IBRD), namun berganti nama tahun 1975. Arsiteknya adalah Harry Dexter White serta John Maynard Keynes, dan pada dasarnya sama dengan NAtional Banking Act (1864) & Federal Reserve Act (1913). Bedanya mereka melakukan pada sekala global melalui sistem kartel perbankan yg berisi bank2 sentral dunia (yg sebenarnya dikuasai swasta bukan pemerintah!), yang secara perlahan mendikte kebijakan kredit dari negara2 anggotanya!
Kekuatan suara IMF pada dasarnya ditangan Federal Reserve (AS) dan Bank of England. !987, Edmond de Rothschild, mendirikan World Conservation Bank yg dirancang untuk mentransfer hutang dari negara2 dunia ke 3 ke bank tersebut. Sebagai gantinya, negara2 miskin akan memberikan tanah mereka kepada bank tersebut & mereka mengontrol dunia ke 3 yg memiliki 30% luas tanah di planet bumi!
Pada 2001, Joseph E Stiglitz, mantan ketua ekonom World BAnk mengakui di depan publik, strategi World Bank adalah untuk :
Dimana akhirnya menurunkan nilai properti, menghancurkan produksi industri & mengeringkan tabungan NAsional! Pemiskinan Bangsa sehingga hanya menjadin Pengontrak di negri sendiri dengan Pajak dan pemotongan sana sini sebagai uang Kontraknya.
Memperbudak Negara demi keuntungan Para Bankir!
Langkah2nya adalah: Pertama : “Privatisasi”, Pemimpin Nasional akan di tawarkan 10% “komisi” untuk menjual aset2 Nasional! Uang itu disimpan aman di rekening mereka di Swiss!
Kedua, Liberalisasi Pasar Modal. Ia menyebutnya sebagai “Siklus Uang Panas”. Dana dari luar negri harus dibiarkan bebas masuk untuk berspekulasi di “real estate” dan “mata uang”. Saat keadaan tampak menjanjikan, uang ditarik kembali keluar untuk menciptakan “kekacauan ekonomi”. Sehingga negara tersebut akan meminta bantuan ke IMF, & IMF menyaratkan untuk menaikkan suku bunga bank antara 30-80%. Cara seperti ini telah berhasil untuk pembangkrutan (bukan pembangunan) negara2 dunia ke 3 seperti Indonesia…
Ketiga Penentuan Harga Pasar, harga makanan, air & gas di buat situasi yg menyebabkan kenaikkan harga melalui permainan suplai & demand yg menyebabkan kerusuhan sosial (seperti tahun 1997 kejatuhan Soeharto sendiri senjata makan tuannya! dan pada masa G30 S PKI 1965 yang dalang penyebab antrian beras tersebut adalah Mafia Barkley klan Soeharto itu sendiri untuk menciptakan kehancuran sosial & ketidak percayaan pada pemerintah pada masa Soekarno yang menolak keuntungan bagi hasil Caltex dengan Pemerintah dengan membalik 60:40 Indonesia dan Caltex serta alih teknologi dalam masa beberapa tahun yang tidak di sukai para Mafia Pengusaha Minyak Dunia Rockefeller sang pemiliknya!). Dengan murah & jatuhnya harga aset2 negara sehingga dengan mudah di beli oleh keluarga Penguasa Bisnis Yahudi2 tersebut melalui kaki tangan bisnisnya!
Keempat, Perdagangan Bebas. Ini adalah tahap ketika memasuki wilayah dunia ke 3, dengan tetap mengenakan tarif masuk bea tinggi bagi produk agrikultur negara dunia ke 3, justru untuk obat2 bermerk mereka mengenakan harga sangat tinggi yg akan menyebabkan tingkat kematian yg tinggi pada negara2 dunia ke 3, dalam sistem ini negara dunia ke 3 akan kalah telak dan semua asetnya akan terjual melalui jaringan Pengusaha para Bankir. Penjualan utilitas seperti perusahaan Listrik, Komunikasi & Air, & Energi adalah syarat mendapat pinjaman, dengan demikian negara2 tersebut tak lagi berdaya dan potensi masyarakatnya dilemahkan sampai titik terendah dan hanya mampu menjadi budak2 korporasi penanam modal asing!
Cara2 World Bank & IMF inilah yg telah diterapkan pada dunia saat ini, maka tak heran mengapa negara2 penentangnya di sebut Poros Setan oleh George W Bush untuk membuat opini2 publik yg terbalik!
Bila mengurut siap nama2 dibalik Pengusaha & PEnguasa Ekonomi Dunia saat ini, maka dari sanalah Kekuasaan itu sebenarnya di atur, Exxon Mobil, Arco & Amoco, Penzoil (Shell), Chevron & Conoco…. namanya sebenarnya satu pemilik & penguasa Keuangan Dunia, klan Rockefeller… Rockefeller adalah anak keturunan Rothschild melalui darah keturunan anak perempuannya. Perusahaan Caltex yg pernah menjadi awal penggulingan Soekarno sendiri hanya bermigrasi menjadi satu grup dengan Arco, kini, kita mengenal Freeport yg memiliki & pernah menunjukkan satu kepentingan saat menggulingkan pemerintahan Soekarno yg berganti dengan pemerintahan yg Korup Soeharto…. Lalu, tidak ada lagi kebijakan pemerintah yg sanggup menantang penguasa Perusahaan yang berkuasa di negri Indonesia itu kini melalui bermacam manufaktur kilang minyak, Gas, dan berbagai macam perusahaan Nasional kini hampir semua diprivatisasi di telan habis Penguasa2 Asing yang tergrup dalam divisi2 Pengusaha2 yg tercatat pada World Bank!
Jadi, siapa yang Anda kira Penguasa Indonesia kini? SBY? Atau Rockefeller & klan2nya? Lihatlah pada wajah para penguasa Bankir swasta anda sendiri!
1760…. Mayer Amschel Rothschild… “memberikan pinjaman kepada suatu pemerintahan akan jauh lebih menguntungkan dari pada kepada individu. Nilai pinjaman lebih besar & hutangnya dijamin oleh “Pajak” dari “Rakyatnya”………
maka ucapan Nathan Mayer Rothschild (1777-1836) ….”Saya tidak peduli ‘siapa boneka’ yang akan dipilih menjadi Raja Inggris untuk memimpin kekaisaran yang mataharinya tidak pernah terbenam. Orang yang mengontrol suplai uang Inggris mengendalikan kekaisaran Inggris, dan sayalah yang mengontrol suplai uang Inggris!”
kini hanya berubah menjadi ….”Saya tidak peduli ‘siapa boneka’ yang akan dipilih menjadi Raja Penguasa Dunia saat ini (presiden Amerika) untuk memimpin kekaisaran yang mataharinya akan terbit dari sini. Orang yang mengontrol suplai uang Dunialah (melalui World Bank & IMF) mengendalikan kekaisaran Dunia, dan keluarga sayalah yang mengontrol suplai uang Dunia!”
[...] 10:47am Note ini bukan tulisan saya. Tulisan ini saya ambil dari komentar no. 19 di blog saya : http://qitori.wordpress.com/2008/03/03/siti-fadilah-supari-menguak-konspirasi-rencana-penciptaan-sen… [...]
Seperti namanya WHO = SIAPA, (kita belum kenal dengan who, siapa dia siapa bapaknya / pendirinya).
foto yg di atas sendiri tuh, foto apa dan dalam peristiwa apa terjadinya?
saya miris ngeliatnya. kyk vietnam2 gitu bukan sih?
memang sialan amerika, banyak amet konspirasinya
Ayo dukung ilmuwan Indonesia, banyak yang mampu bersaing tapi belum didukung. Ilmuwan dan pemerintah merupakan kunci ketahanan nasional dalam penanganan virus atau materi genetik yang berharga
izin share yah
izin share yah
I create a comment whenever I appreciate a article on a website
I do have a couple of questions for you if it’s okay.
And, if you are writing at additional online social sites,
or I have something to add to the conversation. Usually it’s triggered by the fire communicated in the article I looked at. And after this article Siti Fadilah Supari Menguak Konspirasi Rencana Penciptaan Senjata Biologis Somewhere Over The Rainbow. I was excited enough to post a thought
Could it be only me or does it appear like a few of these comments appear as if they are left by brain dead
people?
I would like to keep up with you. Would you list all of your social
pages like your twitter feed, Facebook page or linkedin profile?
Salut untuk ibu Siti, semoga Tuhan selalu melindungi anda….