jump to navigation

Shahihkah Hadis-hadis Wahabi-Salafy Meratakan Kuburan? Senin, 17 Maret, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Opini.
trackback

wahabi2.jpg

Menghancurkan Kuburan Para Nabi Dan Orang-orang Shalih?

Jika kita mencoba terus meneliti lebih jauh, maka akan semakin nyata kedunguan & kebodohan kaum Wahabi-Salafy. Beberapa kebodohan mereka telah saya paparkan dengan jelas pada kategori di blog ini : All about Wahabism

Sekarang kita coba lagi membongkar kedunguan mereka yang lain, yaitu dalam meneliti hadis-hadis Rasulullah Saw.

Ibn al-Qayyim di dalam kitabnya : Zad al-ma’ad fi huda khayr al-‘ibad berkata :
“Wajib hukumnya untuk MENGHANCURKAN bangunan yang dibuat di atas kuburan dan setelah diperoleh kekuasaan untuk menghancurkannya, tidak diizinkan membiarkannya walau hanya satu hari.” 1]

Camkan fatwa para pemuka Wahabi-Salafi ini dan perhatikan hadis-hadis yang mendasari fatwa-fatwa mereka.

HADIS ABUL HAYYAJ
Salah satu andalan dan senjata yang digunakan para pemuka kaum Wahabi di dalam fatwa2nya untuk membongkar dan meratakan kuburan para Nabi dan orang-orang shalih adalah hadis Shahih Muslim, yang diriwayatkannya dari 3 orang : Yahya bin Yahya, Abu Bakr bin Abi Syayba dan Zuhayr bin Harb. yaitu yang diriwayatkan dari 3 orang bernama Yahya, Abu Bakar dan Zuhair, bahwa Waki’ meriwayatkan dari Sufyan dari Habib dari Abi Wail dari Abu Hayyaj dari Ali yang berkata kepadanya: “Aku menyeru engkau kepada sesuatu perbuatan yang Rasulullah telah menyeru aku dengannya. Jangan melihat patung kecuali hendaknya engkau memusnahkannya dan kuburan yang menonjol kecuali hendaknya engkau meratakan.

Sekte Wahabi-Salafy telah menggunakan hadis ini sebagai dalil tanpa memerhatikan sanad dan makna yang ditunjukkan hadis.

Setiap kali kita ingin mengetahui dasar pemikirannya atau membuktikan kebenaran hadisnya, maka hadis itu harus memenuhi 2 syarat:

1. Referensi (sanad) harus benar. Para perawi di setiap tingkatan harus orang-orang yang dapat dipercaya perkataannya.

2. Instruksi harus jelas maksudnya. Kata-kata dan kalimat hadis harus dengan jelas menunjukkan makna dari yang kita maksud sehingga jika kita berikan hadis yang sama kepada orang yang lain yang paham dengan tata bahasa yang baik, maka orang itu akan dapat memahaminya sama baiknya seperti yang kita pahami. Hadis ini sayang sekali tidak memenuhi kedua syarat di atas khususnya pada syarat yang kedua karena sama sekali tidak ada kaitan dengan maksudnya.

Dari sudut pandang syarat yang pertama yaitu sanad, para ulama hadis tidak memercayai para perawi seperti :
(1) Waki’
(2) Sufyan
al-Tsauri
(3) Habib bin Abi Tsabit
(4) Abi Wail Asadi.

Seorang ulama ahli hadis al-Hafizh Ibnu Hajar Asqalani mengecam keempat orang di atas di dalam bukunya Tandzib at-Tandzib dengan panjang lebar sehingga orang menjadi bimbang kepada mereka dan hadis yang disebutkan di atas sama sekali tidak mempunyai kepastian tentang keasliannya begitu juga dengan hadis-hadis lain yang mereka (keempat orang ini) riwayatkan.

Ibnu Hajar Asqalani meriwayatkan dari Ahmad bin Hanbal mengenai Waki : “Dia telah melakukan kesalahan dalam 500 hadis.2]

Ibnu Hajar Asqalani juga meriwayatkan dari Muhammad bin Nasr Marwazi tentang Waki’ : “Dia sudah terbiasa meriwayatkan hadis sesuai dengan maknanya (lalu dia menyusun sendiri hubungan kata-kata hadis) padahal dia tidak fasih berbahasa Arab.3]

Mengenai Sufyan al-Tsauri, Ibn Hajar al-Asqalani meriwayatkan, “Sufyan sedang meriwayatkan suatu hadis ketika saya tiba-tiba datang dan memerhatikan dia sedang berbohong membacakan hadis. Ketika dia melihat saya dia merasa malu.” 4]

Berbohong di dalam meriwayatkan hadis apa pun jelas memperlihatkan bahwa periwayat tersebut tidak adil, tidak jujur, dan tidak mengungkapkan makna yang sebenarnya dan dia telah menyampaikan hal yang sebenarnya tidak benar.

Di dalam Tarjamah Yahya al-Qattan, Ibnu Hajar Asqalani meriwayatkan darinya bahwa Sufyan mencoba memperkenalkan kepada saya seorang yang tidak layak (tidak tsiqah) untuk dijadikan layak (tsiqah) tetapi akhirnya dia tidak berhasil. 5]

Mengenai Habib bin Abi Tsabit, Ibnu Hajar Asqalani meriwayatkan dari Ibn Hibban : “Dia sedang berbohong membacakan hadis (kâna mudallisan).”

Tentang Habib bin Abi Tsabit, Ibnu Hajar juga meriwayatkan dari Qattan : “Hadisnya tidak dapat diikuti karena hadisnya tidak terpecaya.” 6]

Mengenai Abi Wail, dia berkata, “Dia termasuk nawasib (pembenci Ahlul Bayt) dan termasuk orang-orang yang berpaling dari (jalur) Ali as.” 7]

Perlu diketahui bahwa dalam seluruh buku sahih yang enam, hanya ada satu hadis yang diriwayatkan dari Abul Hayyaj yang kualitas hadisnya sama seperti yang telah dibahas di atas.

Jadi, walaupun hadis diatas diriwayatkan oleh Muslim, sangat tidak tertutup kemungkinan hadis tersebut memiliki kualitas yang lemah (dha’if) sebagaimana yang kita tahu seperti sebuah hadis yang juga diriwayatkan Muslim tentang Nabi Sulaiman as yang bersenggama dengan 100 perempuan dalam semalam. Tentu saja orang yang memiliki akal sehat tidak akan menerima hadis-hadis semacam itu.

Salamun ‘alaykum!

Catatan Kaki :
1] Ibn al-Qayyim, Zad al-ma’ad fi huda khayr al-‘ibad, hlm. 661.
2] Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-tahdhib, Jil. 11, hlm. 125.
3] Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-tahdhib, Jil. 11, hlm. 130.
4] Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-tahdhib, Jil. 4, hlm. 115.
5] Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-tahdhib, Jil. 11, hlm. 218.
6] Ibn Hajar al-‘Asqalani, Tahdhib al-tahdhib, Jil. 2, hlm. 179.
7] Ibn Abi al-Hadid al-Mu’tazili, Syarah Nahjul Balaghah, Jil. 9, hlm. 99

Sumber : Syekh Ja’far Subhani, Wahhabism

About these ads

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 210 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: