Zikir Khafi Senin, 31 Maret, 2008
Posted by Quito Riantori in All About Zikir, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.trackback
Rasulullah saww bersabda, “Wahai Abu Dzarr! Berzikirlah kepada Allah dengan zikir khamilan!”, Abu Dzarr bertanya : “Apa itu khamilan?”
Sabda Rasul : “Khafi (dalam hati)” (Mizan al-Hikmah 3 : 435)
TAHAP pertama zikir adalah zikir lisan. Kemudian zikir kalbu yang cenderung diupayakan dan dipaksakan. Selanjutnya, zikir kalbu yang berlangsung secara lugas, tanpa perlu dipaksakan. Serta yang terakhir adalah ketika Allah sudah berkuasa di dalam kalbu disertai sirnanya zikir itu sendiri. Inilah rahasia dari sabda Nabi saw : ” Siapa ingin bersenang – senang di taman surga, perbanyaklah mengingat Allah”
TANDA bahwa sebuah zikir sampai pada sir (nurani yang terdalam yang menjadi tempat cahaya penyaksian) adalah ketika pelaku zikir dan objek zikirnya lenyap tersembunyi. Zikir Sir terwujud ketika seseorang telah terliputi dan tenggelam di dalamnya. Tandanya, apabila engkau meninggalkan zikir tersebut, ia takkan meninggalkanmu.
Zikir tersebut terbang masuk ke dalam dirimu untuk menyadarkanmu dari kondisi tidak sadar kepada kondisi hudhur (hadirnya kalbu). Salah satu tandanya, zikir itu akan menarik kepalamu dan seluruh organ tubuhmu sehingga seolah–olah tertarik oleh rantai. Indikasinya, zikir tersebut tak pernah padam dan cahayanya tak pernah redup.
Namun, engkau menyaksikan cahayanya selalu naik turun, sementara api yang ada di sekitarmu senantiasa bersih menyala. Zikir yang masuk ke dalam sir terwujud dalam bentuk diamnya si pelaku zikir seolah–olah lisannya tertusuk jarum. Atau, semua wajahnya adalah lisan yang sedang berzikir dengan cahaya yang mengalir darinya.
KETAHUILAH, setiap zikir yang disadari oleh kalbumu didengar oleh para malaikat penjaga. Sebab, perasaan mereka beserta perasaanmu. Di dalamnya ada sir sampai saat zikirmu sudah gaib dari perasaanmu karena engkau sudah sirna bersama Tuhan, zikirmu juga gaib dari perasaan mereka.
Kesimpulannya, berzikir dengan ungkapan kata–kata tanpa rasa hudhur (kehadiran hati) disebut zikir lisan, berzikir dengan merasakan kehadiran kalbu bersama Allah disebut zikir kalbu, sementara berzikir tanpa menyadari kehadiran segala sesuatu selain Allah disebut Zikir Sir. Itulah yang disebut dengan Zikir Khafiy.
Allah SWT berfirman: “Dan berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika) dengan merendahkan dirimu dan rasa takut dan dengan tidak mengeraskan suara di waktu pagi dan petang dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai” (QS 7 : 205)
REZEKI lahiriah terwujud dengan gerakan badan, rezeki batiniah terwujud dengan gerakan kalbu, rezeki sir terwujud dengan diam, sementara rezeki akal terwujud dengan fana dari diam sehingga seorang hamba tinggal dengan tenang untuk Allah dan bersama Allah.
Nutrisi dan makanan bukanlah konsumsi rohani, melainkan komsumsi badan. Adapun yang menjadi konsumsi rohani dan kalbu adalah mengingat Allah Zat Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.
Allah SWT berfirman, “Orang–orang beriman dan kalbu mereka tenteram dengan mengingat (zikir kepada) Allah.”
Semua makhluk yang mendengarmu sebenarnya juga ikut berzikir bersamamu. Sebab, engkau berzikir dengan lisanmu, lalu dengan kalbumu, kemudian dengan nafs–mu , kemudian dengan rohmu, selanjutnya dengan akalmu, dan setelah itu dengan sirmu.
Bila engkau berzikir dengan lisan, pada saat yang sama semua benda mati akan berzikir bersamamu. Bila engkau berzikir dengan kalbu, pada saat yang sama alam beserta isinya ikut berzikir bersama kalbumu. Bila engkau berzikir dengan nafs–mu, pada saat yang sama seluruh langit beserta isinya juga turut berzikir bersamamu.
Bila engkau berzikir dengan rohmu, pada saat yang sama singgasana Allah (‘Arsy) beserta seluruh isinya ikut berzikir bersamamu. Bila engkau berzikir dengan akalmu, para malaikat pembawa Arsy dan roh orang–orang yang memiliki kedekatan dengan Allah juga ikut berzikir bersamamu. Bila engkau berzikir dengan sirmu, Arsy beserta seluruh isinya turut berzikir hingga zikir tersebut bersambung dengan zat–Nya.
Imam al-Baqir dan Imam ash-Shadiq as berkata : “Para malaikat tidak mencatat amal shalih seseorangkecuali apa-apa yang didengarnya, maka ketika Allah berfirman : “Berzikirlah kepada Tuhanmu dalam hatimu (nafsika)”, tidak ada seorangpun yang tahu seberapa besar pahala zikir di dalam hati dari seorang hamba-Nya kecuali Allah Ta’ala sendiri” 58]
DI DALAM riwayat lainnya disebutkan bahwa Rasulullah saw bersabda : “Zikir diam (khafiy) 70 kali lebih utama daripada zikir yang terdengar oleh para malaikat pencatat amal. “ (Al-Hadits)
Bila sang hamba mampu melanggengkan Zikir Khafi serta meyakini bahwa semua Alam Lahir dan Alam Batin merupakan pengejewantahan dari nama-nama-Nya maka ia akan merasakan kehadiran-Nya di semua tempat dan merasakan pengawasan-Nya dan jutaan nikmat-nikmat-Nya.
Perasaan akan kehadiran-Nya ini akan mencegah sang hamba dari berbuat dosa dan maksiat. Jika di hadapan anak yang sudah akil baligh saja manusia malu untuk berbuat dosa dan membuka auratnya, maka bagaimana ia tidak malu untuk membuka auratnya dihadapan Sang Khaliq?
Mengapa kita tidak merasa sungkan dan malu berbuat hal-hal yang tidak layak di hadapan Sang Khaliq? Itu karena keyakinan kita atas kehadiran-Nya di setiap eksistensi tidak sebagaimana keyakinan kita ketika kita melihat kehadiran sang anak yang akil baligh tersebut.
Apabila kita ingin mencapai keyakinan seperti ini kita mesti mempersiapkan latihan-latihan untuk melaksanakan Zikir Khafi sampai pada suatu tahapan di mana hati kita berzikir secara otomatis seperti gerak detak jantung dan tarikan-tarikan nafas kita (yang tidak kita kendalikan)
Imam Ali Zainal ‘Abidin as di dalam do’anya :
“Ilahi, Ilhamkanlah kepada kami Zikir kepada-Mu
di kesendirian maupun di keramaian,
di malam hari maupun di siang hari,
secara terang-terangan, maupun secara rahasia (sembunyi),
di saat gembira maupun di saat kesusahan,
jadikanlah hati kami menjadi senang dengan berzikir al-khafi “
(Bihar al-Anwar 94 : 151)
Laa haula wa laa quwwata illa billah – Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah jua.

mas kalau kita menanggapi orang yang tidak sepaham dengan kita gimana yaa. contonya yang sudah ada di sharing maulid nabi
@addi
Saya hanya akan menanggapi org2 yang bersikap sopan dan terdidik. Menurut saya, kaum Wahabi-Salafy itu ada 2 tipe: Yang pertama adalah org2 yang masih memiliki ada benih2 kejujuran thd diri mereka sendiri & masih mau mencari pencerahan dan yang kedua adalah org2 yang hanya ikut2an, mereka inilah yang selain pengetahuan atas Islam sangat minim, juga memiliki ciri khas org2 Khawarij: suka menyesatkan org lain dan kasar. Dan mereka inilah yang paling banyak muncul dipermukaan.
Sikap kita terhadap yang pertama, tentu saja mesti menanggapi mereka dengan cara yang sebaik2nya dan terhadap yang kedua: fa a’ridh ‘anil jahilin : “tinggalkanlah orang-orang dungu itu!”
Terima kasih atas kunjungannya dan salam!
jawaban yang sangat bijak sekali…..
lama banget aq pengen ketemu sosok seperti anda. setidaknya yang dapat membela dan menjawab semua lontaran yang menyakitkan hati ini.
mas aq pernah mencoba ngomong sedikit dengan kaum whb jawaban yg ia berikan itu selalu berbeda alur dan itupun sangat menusuk hati. kalau aq tinggalin orng2 dungu begitu aja dikiranya aq adalah orng yang cemen. padahal omonganqu itu da aq perhalus sehalus2nya. aq pengen ketemu gus dur tapi itu ndak mungkin. oleh karena itu aq pengen selalu sharing dengan anda dg memberikan masukan terbaik. buatku tahlil, baca sholawat (diba’an), dzikir stlh sholat, salaman setelah sholat dan ziarah kubur itu adalah sangat baik sekali. mas ada nggak ilmu yang sekiranya dapat menjadi pegangan dan sanggahan untuk menjawab pertanyaan yang terlontar dari kaum whb khususnya amal yg sering aq lakukan diatas. aq pengen lebih kenal jauh dengan anda dan semoga ilmu yang anda berikan selalu menjadi ilmu bermanfaat fid diini wad dunya wal aakhiroh. syukron katsiro yaa akhi ant zein
@Addi
Insya Allah dalam waktu dekat saya akan mem-postkan tentang Bid’ahkah Memperingati Maulid itu? Terus terang saya terpaksa membuat artikel ini, tapi insya Allah tak ada maksud lain kecuali ingin memberi penjelasan kpd mereka yg ingin memperoleh pencerahan. Laa hawla wa laa quwwata illa billah!
Sebenarnya bisa saja kita kutip satu ayat Quran tentang perintah Allah Swt kepada para Malaikat utk sujud kepada nabi Adam as. Menurut anda, mana yang lebih layak utk disujudi oleh para malaikat: nabi Adam as atau Nabi Muhammad? Tanyakan kepada kaum Wahabi-Salafy : Mengapa Allah Swt menyuruh para malaikat bersujud kepada Adam as?
amaliah yang dibawa oleh bpk nur cholis majid (katanya si islam modern )
rata – rata amaliahnya itu seperti amaliah kaum whb. itu gimana ya coz selama ini aq masih buta tentang keberadaan sosok whb indonesia. mohon diberi penjelasan.
syukron
Setahu saya Cak Nur bukan Wahabi, beliau cuma pengagum Ibn Taymiyyah, tapi akhlaknya beda dg Ibn Taymiyyah. Cak Nur termasuk intelektual yang punya niat baik atas khazanah keislaman di Indonesia. Masalah dia punya kekurangan dan kesalahan, dia khan manusia seperti kita juga, toh bisa saja kekurangan dan kesalahan kita lbh banyak dari dia. Dalam banyak hal saya setuju dengannya, dan dalam banyak hal lainnya saya juga kurang setuju dg pendapat2 dia. Anyway, saya kagum dengan kesantunannya.
Mas, boleh beri tahu cara-cara atau pemahaman yang lebih tentang zikir khafi itu
@Nazar.
Sebenarnya Zikir Khafi termasuk tingkatan zikir yang sudah sedemikian tinggi. Sebelum mempraktikkan zikir khafi ini sebaiknya kita amalkan terlebih dulu zikir lisan secara kontinyu. Sebaiknya zikir lisan kita lakukan setiap saat secara rahasia, artinya diusahakan agar org lain tidak tahu. Makanya dianjurkan dilakukan setelah shalat rawatib di rumah. Adapun zikir khafi bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun kita berada.
Insya Allah saya coba postingkan artikel tentang zikir lisan. Insya Allah. Baca juga artikel2 tentang zikir di blog ini. Terima kasih dan salam.
kondisi individu yg sedang tenggelam dlm zikir khafiy apakah hampir sama dg kondisi terlelapnya orang yg sedang tetidur? mohon pencerahanya… trima kasih,
@agung p
Zikir khafi tak bisa kita lakukan sebelum zikir zhahir (lisan) kita praktikkan secara kontinyu. Praktik zikir lisan ini dilakukan setiap saat tanpa peduli apakah orang akan menganggap kita riya’ atau ‘ujub. Semua itu akan kembali ke hati kita, ke niat kita. Dan memang mesti disadari bahwa niat semula pun bisa berubah di tengah perjalanan praktik kita. Praktik zikir lisan ini membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu sampai anda menjadi terbiasa berzikir dalam keadaan apa pun. Setelah rutinitas zikir lisan ini menjadi kebiasaan yang tak terpernah tertinggal, barulah kita melakukan zikir khafi. Begitulah yang saya ketahui. Wallahu a’lam. Salam.
artikel yang sangat bagus dan mencerahkan,
“untuk mendapatkan Qalbu yang berdzikir adalah seperti orangtua yang mengajari anak kecil dalam membiasakan sesuatu, hal ini memang memerlukan waktu dan kesabaran, lalu setelah si anak ini sudah terbiasa dan kemampuannya berkembang, maka ia akan terus berkembang lebih jauh dengan sendirinya dan bahkan ia akan mampu untuk mengingatkan dan mengajarkan orangtuanya tersebut ketika orangtuanya lalai, hal ini sama hal dengan mengajari qalbu untuk berdzikir, sehingga ia akan menjadi qalbu yang berdzikir, bahkan disaat lisan kita diam…” (ayatullah khomeini)
1. mas, apakah ini masih ada kaitannya dengan proses menuju dzikir khafi yang dimaksud artikel ini?
2. untuk artikel diatas, adakah bukunya? mohon infonya ya
terimakasih, salamun’alaykum
@arie
1. Ya, betul, zikir lisan punya kaitan erat dengan zikir khafi atau zikir qalbu. Kita takkan bisa mencapai zikir khafi sebelum mengamalkan zikir lisan secara dawam (kontinyu) sampai seperti yg sdh saya sebut di atas.
2. Ada sebuah buku karya Javad Nurbakhsy yang cukup bagus menurut saya yang berjudul Tentram…(maaf saya lupa) yang diterbitkan Serambi.
Coba anda baca tuntyas buku tersebut. Terima kasih n salam.
makasih mas, waduh itu bukunya pasti susah dicarinya ya, tapi insyaAllah saya akan tetap cari….
wah bagus tulisannya…
mudah mudahan Allah menjadikan kita semua benar-benar kaffah zikkir serta menjadi hamba-hamba yang di ridhoi dan di rahamatiNya. Amin
hmm.berzikir dgn senyum
berzikir disaat senang agar ada air kebersyukuran, berzikir disaat susah agar ada air mata kekuatan, berzikir disaat marah agar ada air mata kesadaran. berzikir makanan hati, melapangkan hati, menguatkan hati, menyadarkan hati.
bagaimana caranya supaya kita menerapkan bahwa hanya allah semata dalam diri kita, mohon infonya ya terima kasih
menanggapi pertanyaan KHORI coba kamu rasakan dengan bernapas – tarik napasmu dengan menyebut nama ALLAH didalam hati dan tahan 3 detik lalu hembuskan dengan menyebut dalam hati HU – apa yang kamu rasakan ……………….otak dan hati menyatu dalam melakukan itu semua – teriamakasih sobat
ma’af beribu ma’af, ada orang bijak memberi tahu hamba , bila nafas ditarik zikirnya Hu dan bila dihembuskan zikirnya Allah.
Sehingga pada saat ahir hayat , hembusan nafas terahir adalah Allaah.
Trims
benar Allah hu dan benar juga hu Allah. keduanya itu benar.
Maaf, mungkin yg dimaksud tarik Ah atau Ha keluar Hu.
bagi saudara saya mohon bantuannya jika mengetahui, kalau zikir lisan zikirnya apa dan caranya. kalau zikir qalbu apa dan caranya. kalau zikir apa dan caranya. mohon saudara saya bagi yang tahu untuk membagi ilmu zikirnya. wassalam
kalau zikir sir apa dan caranya
afdholu dzikri fa’lam anahu La ilaaha ilallooh… cobalah dengan trus melafadzkan dzikir lisan, dengan lafadz LAILAAHA ILALLOOH…saya juga sedang belajar.
Mohon koreksinya mas Quito… terimakasih.
dzikir itu sebenanrnya mengingat, mengingat ALLAH, jd setiap saat, dan tak perlu harus selalu diucapkan, kan lucu juga selalu diucapkan keras2. bahkan didalam kamar kecilpun kita senantiasa mengingatNYA.
Jika ingin dzikir yg benar, carilah GURU yg sampai padaNYA, yg bisa mengantarkan kamu padaNYA. tidak bisa hanya sekedar belajar dari buku, harus ada yg membimbing, karena ini persoalan ruhani. Hanya DIA yg bisa MengingatNYA, atau paling tidak jiwa yg telah disucikan dengan izinNYA.
Salam
Alhamdulillah,ternyata apa yg saya dapat dari guru saya hal zikir, tidak beda dgn yg dijelaskan sekarang ini…….
Trima kasih atas pencerahannya.
Alhamdulillah…Allah membimbing hambanya dgn berbagai cara salah satunya melalui saudaranya sesama muslim. Mas,saya dalam proses( persiapan menempuh perjalan mohon masukan tuk bekal saya…wassalam..
apakah yasinan itu bid’ah? kalau kita diundang tetangga untuk yasinan, terima atau tolak?
Saya pernah belajar berzikir tarik nafas sebelah kanan masukan Alloh dlm hati tahan sekuatnya rasakan detak jantung Alloh..Alloh
Lanjutkan belajarnya…
Ass wr.wb saya pernah belajar berzikir yang kudapatkan tangan saya bergerak sendirinya jika saya menahan atau menolak mengerakkan pergelangan saya sakit setelah itu, mohon izin nya untuk menjelaskan bagi yang tahu apa yang sebenarnya yang terjadi pada saya, mohon pada saodaraku untuk membantu menjelaskan, sebab saya berzikir ini tampa guru pembimbing, wassalam
As awalnya saya dibaiat dan dirajah ditubuh dada dan punggung setelah itu diajari cara berzikir.kemudian diamalkan,saya selalu zikir dlm keadaan apapun.kalau ada masalah zikir otomatis.yg jadi pertanyaan hukum raja dan dalil2 yg dipakai.tolong dijawab ngge.saya suka karena ingat gusti Alloh terus.matur suwon
Dzikir indah dan khusuk kita akan slalu ingat setiap saat klw dzikir telah meyatu dg diri kita.
Bagaimana untuk menempuh jalan salik, ?
dzikir yang bagaimana bisa mengantarkan ke sirr,,?
bahasan yang sangat bagus. dan kalau boleh share ada juga nih ebook yang cukup bagus tentang zikir juga.kebetulan nemu di 4shared.com
klik aja di http://www.4shared.com/office/KAHRhNRH/Ebook_Bukan_Zikir_Biasa.htm
Trims…
ass…mas tlg dijelaska apa yg dimaksud dgn zikir lisan,zikir kalbu,zikir nafs,zikir akal,zikir sir
thanks, moga Allah meredhoi