jump to navigation

Fakta-Fakta Kebrutalan Terorisme Zionis Israel atas Palestina Jumat, 16 Mei, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Al-Quds, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

Doddy Salman

Zionis meyakini bahwa TEROR adalah satu-satunya cara paling sempurna menuntaskan upaya kolonialis dan perluasan menghadapi orang-orang tak berdosa dan penentangnya di dunia.

Konsep terorisme terlihat jelas di darah, mental dan bahkan tulisan para pendukung Zionis. Memang dengan tindakan kotor seperti itulah gerakan mereka diperjuangkan.

Seluruh studi tentang sejarah gerakan Zionis menggarisbawahi hubungan Zionis dengan terorisme baik sebagian maupun keseluruhannya, baik dari mentalitas, eksistensi dan sikap pemimpin dalam tindakan dan perkataanya.

1. Perdishfiski, pimpinan spiritual Zionis menegaskan bahwa revolusi kekerasan adalah cara sebenar-benarnya demi lahirnya Negara Israel. Bangsa Israel hidup dengan pedang, bukan dengan buku, tambahnya.

2. Jabotinski, pemimpin Zionis yang lain,setelah Perdishfiski, menerjemahkan keyakinan Zionis dalam kekerasan dengan cara yang praktis. Sebuah gang teroris, seperti Irgon, adalah idenya. Jabotinski mengajarkan kaum muda Yahudi bahwa jika mereka mati saat bertempur dengan orang Arab maka sesungguhnya mereka abadi dalam kenangan bangsa Yahudi.

3. Menachem Begin, salah satu perdana menteri Israel tahun 1951 menerbitkan sebuah buku dengan judul “The Rebellion” (pemberontakan). Begin menceritakan kenangan atas tindakan terorismenya di Palestina saat ia menjadi ketua organisasi Irgon. Berperang adalah untuk eksis, kata Begin di bukunya tersebut.

Begin memulai tindakan penindasan mengerikannya bahkan sebelum Israel menetapkannya sebagai cara efektif melindungi kaum Yahudi di Palestina.

4. Sebagai hasil kedaulatan terror di dalam mental tingkatan Yahudi dalam skala luas, gerakan Zionis berubah wujud menjadi organisasi teroris. Semuanya bermula ketika Inggris mengamanatkan Palestina pada organisasi Hganah tahun 1920. Organisasi Argon tahun 1931 dan Stern tahun 1940. Stern menandai perpecahan Irgon. Stern diketuai oleh Yitzhak Shamir.

5. Organisasi teror menggunakan pembunuhan dan intimidasi untuk mendesak kaum Arab Palestina meninggalkan tanah airnya. Organisasi teror juga memprovokasi kaum Yahudi di Palestina untuk memerangi bangsa Palestina.

6. Tahun 1921 sepanjang bulan Mei konfrontasi berdarah pun tak terelakkan terjadi di kota Java. Korban pun berjatuhan. 95 orang Palestina tak berdosa tewas dan 219 orang lainnya luka-luka.

7. Zionis melanjutkan aksinya dengan menyerang warga Arab. Mengusir mereka dari tanah airnya. Membunuh siapapun yang mengancam keamanan dan meledakkan mobil dan pabrik demi tujuan pertama, sebagai batu loncatan, dan membuat Inggris pergi dari Palestina.

8. Di tahap ini tragedi bangsa Palestina pun berawal dari pengusiran dan penceraiberaian penduduknya dari tanah airnya hingga pembantaian massal.

Berikut ini adalah catatan tindakan teror yang dilakukan Zionis Israel:

9. 28 Oktober 1948, batalyon 89 Israel , dipimpin oleh Moshe Dayan menyerang desa Dawaymeh, sebuah desa sebelah barat Hebron. Mereka membantai anak-anak, orang-oranglanjut usia dan para wanita. Koran Israel Davaar menyebutnya di edisi 9 Juni 1979.

Menurut koran Davaar sebanyak 96 orang Palestina tewas. Rumah-rumah penduduk pun banyak yang hancur karena dibom.

10. Sehari kemudian di bulan Oktober juga, patroli bersenjata Zionis menyerang masjid Al-Darawish. 75 orang berusia lanjut yang sedang sholat dihujani peluru hingga tewas.

Seorang tentara Zionis yang ikut ambil bagian penyerangan di Dawaymeh mengatakan: “Kami membunuh 80 hingga 100 wanita Arab bersama anak-anak mereka. Kami juga menggunakan tongkat untuk memukul kepala mereka hingga pecah”.

11. Buku memoar Moshe Shatrit (perdana menteri Israel tahun 1954-1955), diterbitkan Marriv In tahun 1979, mengakui ada tindakan palsu dibalik kalimat Keamanan Israel.

Keamanan Israel, kata Shatrit, adalah Benang Merah dari pelanggaran Hukum Internasional dan hak asasi manusia saat kini dan masa lalu.

12. Zionis Israel telah membuat seluruh negara bagiannya melalui penindasan, perampasan tanah dan ribuan pembantaian kriminal lainnya. Mereka menculik orang dan memaksanya pergi agar mudah menguasai tanah Palestina. Zionis Israel menggunakan surat jebakan dan paket jebakan.

Begitulah Zionis Israel. Rasialis! Organisasi teroris yang didirikan untuk menghancurkan orang lain dengan berbagai cara pembunuhan dan penyiksaan. Metode Deportasi dengan melakukan tiada henti pembantaian manusia.

13. Israel makin merajalela dibawah pemerintahan keras Benjamin Netayahu. Sejarah berdarah kejahatan melawan kemanusiaan dengan kebijakan anti perdamaian pun berlanjut. Menolak resolusi sah dunia dengan mendiamkan dan tidak mengindahkan usaha dunia internasional (PBB?) yang mendorong proses perdamaian Timur Tengah.

14. Israel juga membunuh ilmuwan Mesir dan Jerman .

15. Israel melakukan serangan udara terhadap kamp pengungsian. Zionis Israel juga membiarkan penyelundupan narkoba ke Mesir dan membanjiri pasar dengan mata uang palsu dan makanan busuk. Israel juga secara rahasia membuat perangko yang dilumuri heroin disisinya.

16. Sebagian besar tindakan keji israel yang telah disebut di atas didokumentasikan dan telah disampaikan di dalam resolusi PBB.Teror Zionis memang sudah sedemikian jauh di luar batas kemanusiaa dan berikut ini adalah sebagian tindakan teror lainnya:

17. Organisasi teroris Zionis Shtrin pernah mencoba membunuh pimpinan militer Inggris Jenderal Montgomery, seperti yang disampaikannya di buku harian miliknya. “seseorang menelepon kantor saya dan mengaku angota Shtrin telah menyiapkan bom untuk Jenderal Montgomery”. (Diari Montgomery, hlm 467, London 1958).

18. Shtirn juga pernah mencoba membunuh Presiden Amerika Harry Truman. (orang yang menyetujui pemboman Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945). Pasalnya Truman dinilai oleh para Zionis fanatic, kurang mendukung upaya merampas Palestina. Paspampres Inggris telah mengingatkan paspampres Gedung Putih adanya rencana membunuh Truman. Rencana pembunuhan pun gagal.

Ini adalah bukti yang nyata bahwa teror Zionis tidak pernah pandang bulu. Bahkan Negara yang telah membantu berdirinya Israel seperti Inggris dan Amerika bersama Jordania yang telah menandatangani pakta perdamaian. Semuanya tidak luput dari teror Israel.

19. Khaled Messal, pemimpin Hamas juga pernah mendapat percobaan pembunuhan di Amman Jordania 25 September 1997. Adalah agen rahasia Mossad yang melakukanya.

20. Organisasi teroris Irgun pimpinan Menachem Begin juga pernah menyerang pasukan Inggris saat Palestina masih dibawah mandat Inggris. 2 orang tentara dilaporkan tewas. Irgun juga mengaku bertanggungjawab atas pemboman hotel King David tanggal 22 Juli tahun 1946. 100 orang tewas diantaranya 41 adalah Arab, 71 Yahudi dan 28 warga Negara Inggris.

21. Pemerintah Inggris pun mencari Begin untuk menyeretnya ke penjara. Disediakan hadiah sekitar 500 juta rupiah untuk siapapun yang bisa menangkap Begin. (Koran Mesir Al-Ahram, 10 Maret 1992).

22. Surat kabar Inggris The London Time dan The Guardian edisi 10 Maret 1992 menyebutkan catatan kejahatan Begin. The Guardian malah menyebutkan warga Inggris tidak akan lupa kejahatan berdarah Menachem Begin saat Palestina dibawah mandat Inggris.

23. The Guardian juga menyebutkan sejumlah sabotase yang dilakukan Begin yang menimbulkan perang berdarah di Lebanon tahun 1982.

24. Zionis Israel juga membunuh Lord Mowen di Kairo tahun 1944. Selain itu meledakkan Goldsmith House Club di Jerusalem tahun 1944 yang menewaskan 27 orang.

25. Geng teroris Irgun dan Hgana bertanggungjawab atas tragedi pembantaian Yassin di dekat Jerusalem. Setidaknya 250 warga palestina dibunuh.

26. 200 orang tentara Zionis bersenjata lengkap membantai warga desa Al-Sheikh dan Hwasa Palestina 1 Januari 1948.

27. Zionis juga bertanggungjawab atas pembantaian Nasser al-Din

28. 13 April 1948. Sebuah desa terletak di dekat laut Galilia.Mereka menyamar sebagai orang Arab untuk membantai semua warga desa.

29. Zionis bersenjata juga melenyapkan warga desa Biet Daris, sebelah timur Gaza 21 Mei 1948.

30. Pembantaian Elion 30 Oktober 1948. 12 remaja Palestina dibantai.

31. Pembantaian Safsaf di Galilia. 20 orang Palestina diikat dengat tali lalu dilempar ke dalam sumur hingga tewas.

32. Pembantian Allud 11 Juli 1948. 250 warga Palestina dibunuh di gereja dan masjid. Tak berapa lama kemudian 350 warga Palestina juga dibantai setelah diusir dari rumah mereka.

33. Tahun 1948 geng Hgana membunuh 70 pemuda Arab di kota Safid tepi barat.

34. Geng Irgun meledakkan dua mobil di pasar Haifa 21 Juli 1948. 21 warga Arab tewas dan 52 lainya luka-luka.

35. 11 Juli 1938, Zionis membom masjid Jerusalem. 10 orang tewas dan 30 jamaah sholat luka berat.

36. Zionis meledakkan bom mobil di pasar Jerusalem 26 Agustus 1938. 34 orang Arab tewas dan 35 lainnya terluka.

37. Geng Irgun meledakkan 2 bom di Haifa. 25 orang Arab tewas dan 39 luka-luka.

38. Pembantaian Qibyah pada November 1953 dilakukan tentara Zionis Israel: Membunuh 67 Palestina dan menghancurkan 56 rumah, termasuk masjid dan 2 bangunan sekolah.

39. Pembantaian Kufr Qaseem 29 November 1956. 49 anak-anak Palestina dan orang tua dibunuh.

40. Zionis juga membunuh juru runding perdamaian Bernadette dan asistennya warga Perancis di Syrut 17 September 1948.

41. Beberapa desa diluluhlantakkan tentara Israel demi merebut dataran Golan. Setidaknya 122 desa dilenyapkan. Tindakan ini adalah tambahan setelah penghancuran brutal Kota Syrian di Quneitra sebelum akhirnya tentara Israel ditarik keluar Juni 1974.

42. Israel, dalam pandangan Zionis tak punya arti lain, selain terorisme, yang menimbulkan malapetaka kemanusiaan.

Aldous Huxley, seorang pemikir Inggris di bukunya berjudul The New World mengatakan Zionis adalah bakteri pembusuk yang disuntikkan pada peradaban manusia di seluruh dunia.

43. Israel adalah simbol terorisme dan penindasan menerapkan strategi berbeda dalam pembantaian warga Arab selama puluhan tahun. Termasuk tindakan pembunuhan, penghancuran dan pelenyapan rumah beserta infrastrukturnya (jalan, listrik, dll), agresi dan penahanan tanpa pengadilan.

44. Sepanjang sejarah terorisme berdarah Israel menerapkan upaya pembunuhan dan operasi pelenyapan terhadap sejumlah inteletual, pejuang kemerdekaan, dan ilmuwan Arab dan Palestina.

Di antara para syuhada yang menjadi korban tangan kotor Israel adalah:

45. 16 Oktober 1972. Agen Mossad membunuh wakil PLO di Roma Wail Ziater

46. 18 Desember 1972 Israel membunuh wakil PLO di Paris Mahmoud Al-Hamshri.

47. Juli 1972, Israel membunuh penulis Palestina terkenal Ghassan Kanafani dengan meledakkan bom mobil. Keponakan Kanafani berusia 9 tahun ikut tewas akibat ledakan itu.

48. 10 April 1973 Israel membunuh 3 wartawan Palestina Kammal Nasser, Mohammad Youssef al-Najar dan Kamal Adwan di Beirut Libanon.

49. 1 Agustus 1978, pengarang Palestina Izz All-Din al-Qalaq dibunuh bersama asistennya.

50. 1 Juni 1981 wakil PLO di Belgia Naim Khadr dibunuh.

Juli 1982, wakil PLO di Paris tewas.

51. Agen kotor Zionis Israel juga membunuh mantan penulis Palestina Majid Abu Shrar di Roma. Pemimpin PLO Salah Khalaf, Abu al-Houl, Khalid al-Wazir dibunuh Israel di Tunisia.

Penghancuran dan Penggusuran

Sejak awal berdirinya “negara” Zionis Israel, perampasan dan penggusuran warga palestina dilakukan dengan kebijakan penghancuran dan penggusuran desa-desa dan kotakota warga Arab.

52. Buldoser Israel menggusur desa Ramalah barat, Amwas, Yallou dan Beit Nouba tahun 1967. Puluhan orang tewas dan lainnya diusir dibawah ancaman akan dibunuh.

53. Israel merampas dataran tinggi Golan Siria melalui penghancuran desa-desa secara barbar. Desa-desa itu adalah Khasfin, Al-Aal, Al-Bittiha, Al-Hamidiah, Al-Joukhadar, Al-Hima, Oum Jouzza, Khirbat Fouad, Tali Sultan, Ein Al-Hamra, Samoua, Talit Rihana dan Kota Al-Quneitra yang dihancurkan secara sempurna oleh tentara Israel.Sebelum dihancurkan kota-kota itu menjadi tempat kekejian dan terorisme Israel.

54. Israel juga membumihanguskan sejumlah desa Arab di Tepi Barat tahun 1954 seperti Nahalin, Aqrat dan jangan dilupakan Kafr Qassem tempat Israel membantai ratusan warga Palestina, Kafr Bara’m dan masih banyak lagi!!!

Agresi terhadap Negara Arab

55. Sejak perampasan Palestina oleh Israel dan pemantapan apa yang disebut entitas Israel tahu 1948, Israel telah meluncurkan agresi terus-menerus terhadap negara-negara Arab termasuk negara-negara tetanggamya yang cinta damai.

56. Beberapa target agresi adalah Mesir (1956), tahun 1967 merampas Gaza dan Sinai, Tepi Barat dan dataran tinggi Golan. Agresi berulang terjadi tatkala Israel menginvasi Lebanon Selatan tahun 1978. Tentara Israel menghujani peluru Lebanon hingga Beirut dan mendapat perlawanan sengit saat meluaskan wilayah di selatan Lebanon.

57. Agresi Israel terhadap Arab selalu disertai serangan udara terhadap sejumlah desa Arab.

58. 13 November 1966 tentara Israel membantai warga desa Al-Saoua, dilayah Yordania.

59. 21 Maret 1968, Israel membombardir lewat udara dan tank artileri desa Al-Karamah di wilayah Yordania. Ribuan Arab pun tewas.

60. 4 Juni 1968 pesawat tempur Israel membombardir kota Irbid di Yordania menewaskan 30 orang dan melukai 59 lainnya.

61. Tahun 1970, pesawat tempur Israel menghancurkan pabrik Abu Zou’bil di wilayah Mesir. 70 orang buruh tewas dan 98 lainya terluka. Selanjutnya pembantaian dilanjutkan terhadap siswa sekolah Mesir Bahr Al-Baqar. Ratusan anak sekolah tak berdosa dibantai tentara Israel dengan keji.

62. Tahun 1973, pesawat tempur Israel menembak jatuh pesawat sipil Libya. Semua penumpang dan awak pesawat tewas.

63. 1980, pesawat tempur Israel menyerang reaktor nuklir Irak yang digunakan untuk pembangkit listrik. Penyerangan bersamaan dengan penempatan 200 hulu ledak nuklir di reaktor Daimouna di Al-Naqab.

64. Seperti Negara Arab lainnya Tunisia juga sering mendapat serangan udara Israel.

Tegasnya, agresi dan tindakan teror lainnya menjadi ciri khas yang bertujuan tak lain penghapusan, tak hanya Palestina tapi juga seluruh Negara Arab.

65. Tak boleh dilupakan juga perbuatan kotor Israel di Lebanon pada lebih dari seratus anak-anak dan manula (manusia lanjut usia) di kamp penampungan PBB di Qana April 1996. Di tempat itu mereka di bunuh dan dibakar hidup-hidup hingga jadi abu!!!

66. Teror ala Israel adalah cerita tak berujung. Peluru tentara Israel selalu mencari mangsa para demonstran kemerdekaan palestina di wilayah Arab. Saat peringatan 50 tahun penindasan Israel puluhan warga palestina tewas dan terluka.

Penahanan tanpa Pengadilan

Penahanan adalah bahasa lain dari penindasan dan agresi Israel terhadap bangsa Arab. Puluhan ribu warga Arab dari berbagai Negara hidup dibalik jeruji tanpa sidang pengadilan.

Penjara Israel penuh sesak dengan lebih dari 5.000 pejuang kemerdekaan Palestina. Semuanya dipenjara dibawah kesepakatan Oslo dan Otoritas Palestina. Ribuan warga Arab lainnya dipenjara di dalam sel Israel dengan model sama dengan kamp konsentrasi milik Nazi. Misalnya kamp penjara Anssar.

Para tahanan hidup dibawah nilai-nilai kemanusiaan. Mereka dipisahkan satu sama lain dan hanya dipenuhi kebutuhan pokok hidup seperlunya. Mereka disiksa dengan berbagai cara keji. Makanan yang sedikit pun diisi dengan serangga kotor oleh para sipir Israel.

Para tahanan umumnya menderita asma, TBC dan penyakit perut lainnya. Keluarga tahanan pun mustahil untuk berkunjung.Jikalau perlu para tahanan dipindahkan ke penjara yang tak jelas keberadaannya.

Semua di atas hanyalah secuil kejahatan Zionis Israel terhadap kemanusiaan. Semua di atas hanyalah sebuah kalimat dari kamus berdarah terorisme ala Zionis Israel. Ditulis oleh Zionis Israel yang rasialis dengan tinta darah orang-orang Arab yang tak berdosa.

Komentar»

1. murtadin - Sabtu, 23 Agustus, 2008

sesekali buka mata dan lihat kebrutalan teroris-teroris Jihad..
Terimakasih.. :)

2. abie - Selasa, 30 Desember, 2008

ISRAEL ZIONIS, DAZAL,…!!!

3. ahmad - Selasa, 6 Januari, 2009

saya sangat mengutuk agresi Zionis Israel laknatullah..!!mereka adalah bangsa biadab..

4. Risma - Selasa, 6 Januari, 2009

Ya.. Alah berilah kedamaian u/ warga Palestina sy sdh tdk bisa berucap lg u/ kebiadaban Israel, Ya.. Allah tunjukanlah yg benar itu benar dan yg salah itu salah..

5. iphenk - Rabu, 7 Januari, 2009

bangsa israel yahudi bukan MANUSIA mereka keturunan DAJAL….maka kita wajib mengutuknya….

6. lucas - Jumat, 9 Januari, 2009

bung murtadin. . . . teroris sesungguhnya adalah misionaris agama anda yg terselubung khan. . . . .entah itu seorang tentara ataupun seorang presiden.

7. eyang_samar - Jumat, 9 Januari, 2009

pengertian TEROR lebih mengacu pada serangan yg tidak bisa diduga sasaran dan sumbernya sehingga menimbulkan kengerian. Jika si penyerang menampakkan dirinya dengan tegas dalam hal ini berupa atribut2 militer, tidak tepat disebut teror, istilah yang tepat adalah perang. Kalo brutal, perang memang brutal. gerilya lebih dapat disebut teror karena mereka ’samar’ bahkan sering berpakaian sipil.

Quito Riantori - Sabtu, 10 Januari, 2009

@eyang kadut semar
Definisi itu kayaknya versi anda sendiri deh…Coba liat di Wikipedia :
Terror is a state of fear, an overwhelming sense of imminent danger.
Menurut Merriam-Webster : reign of terror4: violent or destructive acts (as bombing) committed by groups in order to intimidate a population or government into granting their demands <insurrection and revolutionary terror
Gak ada uh tuh definisi yang anda sebut. Gimana kalo ente bikin Wikipedut Eyang Kadut untuk menyaingi Wikipedia? Ente pasti Wahabi ya? Mau bela-bela Zionis? HE…3x..gabung aja ama Husni Mubarak tuh, si budak Zionis & AS!

8. laila - Rabu, 14 Januari, 2009

israel tega bngt sih……….. nyakitin orang2 yg g berdosa.

9. panji - Selasa, 10 Februari, 2009

spa yang mo biayain we jihad ke palestin…..???
spa yang mo ikut we klo ada orang yang mo ngebiayain’n…???
spa yang mo bela orang isreL .?????
we putusin kepala lo…..!!!!

10. zainal - Kamis, 12 Februari, 2009

Terorisme pada mulanya berarti tindakan kekerasan –disertai dengan sadisme– yang dimaksudkan untuk menakuti-nakuti lawan. Akan tetapi, dalam Kamus Adikuasa, terorisme adalah tindakan protes yang dilakukan oleh negara-negara atau kelompok-kelompok kecil. Pembunuhan tiga orang Israel di Lanarca adalah terorisme, tetapi pembantaian Sabra dan Satila adalah “pembalasan” atau “tindakan mendahului” (preemptive). Mengapa bisa begitu?
Dalam buku ini, Chomsky mencoba menjelaskannya dengan sangat atraktif. Melalui serangkaian contoh –yang dapat membuat Anda jengkel dan marah– dia menghimpun sejumlah kata atau ungkapan yang terkait dengan terorisme, yang maknanya telah disimpangkan di panggung politik internasional.
Dengan bahasa yang lugas dan tajam, Chomsky tak segan-segan menyebut AS dan Israel-dua negara yang disebutnya dipimpin oleh “dua komandan teroris terkemuka dunia” –sebagai pelaku penyimpangan makna tersebut.
Lebih dari itu, dengan standar ganda yang digunakannya dalam berbagai kasus, semisal tudingan terorisme atas Sudan, Libya, dan Iran, Amerika dicap oleh Chomsky sebagai “kekuatan teroris utama di dunia”.

11. zainal - Kamis, 12 Februari, 2009

Jejak Kelalawar Hitam, Pembantai Muslim Poso

Ratusan Muslim Poso dibantai, pelakunya adalah kelompok orang terlatih bernama Kelalawar Hitam. Investigasi Sahid di lapangan menunjukkan selain dipicu persoalan politik lokal ada keterlibatan tokoh-tokoh di Jakarta.

Puluhan warga Pesantren Walisongo itu dibariskan menghadap Sungai Poso. Mereka dihimpun dalam beberapa kelompok yang saling terikat. Ada yang tiga orang, lima, enam atau delapan orang. Para pemuda digabungkan dengan pemuda dalam satu kelompok. Tangan mereka semua terikat ke belakang dengan kabel, ijuk, atau tali rafiah yang satu dengan lainnya saling ditautkan.

Sebuah aba-aba memerintahkan agar mereka membungkuk. Secepat kilat pedang yang dipegang para algojo haus darah itu memenggal tengkuk mereka. Bersamaan dengan itu, terdengar teriakan takbir. Ada yang kepalanya langsung terlepas, ada pula yang setengah terlepas. Ada yang anggota badannya terpotong, ada pula badannya terbelah. Darah segarpun muncrat. Seketika itu pula tubuh-tubuh yang tidak berdosa itu berjatuhan ke sungai.

Bersamaan dengan terceburnya orang-orang yang dibantai itu, air sungai Poso yang sebelumnya bening berubah warna menjadi merah darah. Sesaat tubuh orang-orang yang dibantai itu menggelepar meregang nyawa sambil mengikuti aliran sungai. Tidak semuanya meninggal seketika, masih ada yang bertahan hidup dan berusaha menyelamatkan diri. Namun regu tembak siap menghabisi nyawa korban sebelum mendapatkan ranting, dahan, batang pisang, atau apapun untuk menyelamatkan diri.

Itulah salah satu babak dalam tragedi pembantaian ummat Islam di Poso, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Warga Pesantren Walisongo merupakan salah satu sasaran yang dibantai. Di komplek pesantren yang terletak di Desa Sintuwulemba, Kecamatan Lage, Poso ini tidak kurang 300-an orang yang tinggal. Mulai dari ustadz , santri, pembina, dan istri pengajar serta anak-anaknya.

Tidak satupun orang yang tersisa di komplek pesantren itu. Sebagian besar dibantai, sebagian lainnya lari ke hutan menyelamatkan diri. Bangunan yang ada dibakar dan diratakan dengan tanah. Pesantren Poso hanya tinggal puing-puing belaka.

Ilham (27) satu-satunya ustadz Pesantren Walisongo yang turut dibantai namun selamat setelah mengapung beberapa kilometer mengikuti aliran sungai Poso, menuturkan kepada Sahid, sebelum dibantai mereka mengalami penyiksaan terlebih dahulu. Mereka dikumpulkan di dalam masjid Al Hirah. Di sanalah warga pesantren Walisongo yang sudah menyerah itu dibantai. Ada yang ditebas lehernya, dipotong anggota badannya, sebelum akhirnya diangkut truk ke pinggir Sungai Poso.

Sungai Poso menjadi saksi bisu pembantaian ummat Islam, khususnya warga Pesantren Walisongo. Mayat-mayat mereka hanyut di Sungai Poso dan terbawa entah sampai ke mana. Belum ada angka yang pasti jumlah korban dalam pembantaian itu.

Seorang warga Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota, Syahrul Maliki, yang daerahnya dilewati aliran sungai Poso dan terletak sembilan kilometer dari ladang pembantaian, menuturkan kepada Sahid, Dari pagi hingga siang saja, saya menghitung ada 70-an mayat yang hanyut terbawa arus, berikutnya saya tidak menghitung lagi, katanya. Sementara Pos Keadilan Peduli Ummat (PKPU) melaporkan jumlah mayat yang ditemukan di Sungai Poso tidak kurang dari 165 orang.

Tidak hanya lak-laki dewasa, banyak pula yang perempuan, orang tua, dan anak-anak. Biasanya mayat wanita disatukan dengan anak-anak. Ada yang cukup diikat, ada pula yang dimasukkan karung, kata Syahrul. Sebagian besar mayat sudah rusak akibat siksaan.

Menurut Ilham, sebelum diserang, warga pesantren diteror oleh Pasukan Merah ini. Komplek Pesantren Walisongo sering dipanah. Hingga saat ini bekas panah tersebut masih terlihat jelas.

Pembantainya sudah sangat jelas. Mereka adalah orang-orang Kristen yang dikenal sebagai Pasukan Kelalawar Hitam. Dalam aksinya mereka mengenakan pakaian serba hitam. Salib di dada dan ikat kepala merah. Karena itu pula mereka sering disebut pula sebagai Pasukan Merah. Pembataian itu puncak dari hubungan ummat Islam dan Kristen yang kurang harmonis di kawasan itu.

Tercatat sekitar 200 – 400-an orang yang tewas terbantai.
Dalam laporannya, pihak gereja melalui ‘Crisis Center GKST untuk Kerusuhan Poso’ mengakui dikalangan mereka ada kelompok terlatih yang berpakaian ala ninja ini. Mereka menyebutnya sebagai ‘Pejuang Pemulihan Keamanan Poso’.

Ada ciri-ciri yang sama ketika kelompok merah menyerang. Mereka selalu mengenakan pakaian ala ninja yang serba hitam, semua tertutup kecuali mata. Mereka juga mengenakan atribut salib di dada dan ikat kepala merah. Mayat-mayat juga ditemukan selalu dalam kondisi rusak akibat siksaan atau sengaja dicincang hingga tidak dikenal identitasnya. Dalam berbagai penyerangan pasukan merah selalu di atas angin. Karena itu sebagian besar korbannya adalah orang-orang muslim.

Selain di Pesantren Walisongo penyerangan dan pembantaian juga dilakukan di sejumlah tempat. Tercatat 16 desa yang penduduknya mayoritas Muslim kampungnya hancur dan terbakar. Dari arah selatan Poso, kerusakan hingga mencapai Tentena. Dari arah Timur hingga Malei. Dari arah barat hingga Tamborana.

Temuan Komite Penanggulangan Krisis (Kompak) Ujungpandang yang melakukan investigasi di Poso menunjukkan adanya keterlibatan gereja dalam beberapa kerusuhan. Buktinya Sebelum mereka melakukan penyerangan, mereka menerima pemberkatan dari gereja, kata Agus Dwikarna, ketua Kompak Ujungpandang.

Misalnya pemberkatan yang dilakukan Pendeta Leniy di gereja Silanca (8/6/00) dan Pendeta Rinaldy Damanik di halaman Puskesmas depan Gereja Sinode Tentena. Selain kepada pasukan Kelelawar Hitam, pemberkatan juga diberikan kepada para perusuh. Pemberkatan ini memberikan semangat dan kebencian yang tinggi masyarakat Kristen kepada ummat Islam.

Yang menarik menurut Agus, meskipun mereka mengakui telah membumi hanguskan seluruh perkampungan ummat Islam dan membantai masyarakatnya, Pendeta R Damanik dan Advent Lateka mengadukan ummat Islam sebagai provokator.

Kini kabupaten yang dikenal sebagai penghasil kakau terbesar ini nyaris seperti kota mati karena ditinggal penduduknya mengungsi, bangunan yang ditinggalkan hanya tersisa puing-puing yang beserakan.

Penyerangan terhadap ummat Islam yang berlangsung sejak tanggal 23 Mei lalu, merupakan pertikaian ketiga antara Islam Kristen di Poso. Pertikaian pertama berlangsung pada Desember 1998. Enam belas bulan kemudian, 15 April 2000 pertikaian meledak lagi, yang dipicu perkelaian pemuda Kelurahan Kamayanya (muslim) dengan Lambogia (Kristen).

Dalam penyerangan kali ini kelompok merah yang bergabung dalam pasukan Kelelawar Hitam dipimpin oleh Cornelis Tibo asal Flores menyerang kampung Muslim Kayamanya. Mereka memukul-mukul tiang listrik hingga memancing kemarahan ummat Islam. Selanjutnya mereka mengaiaya ummat Islam di situ dan membunuh Serma Komarudin.

Ummat Islam yang marah mengejar Pasukan Kelelawar Hitam yang lari ke Gereja Katolik Maengkolama. Karena bersembunyi di gereja itu ummat Islam yang marah membakar gereja yang dijadikan tempat persembunyian itu.

Salah satu yang dianggap menjadi penyebab pertikaian adalah konflik politik lokal. Perebutan jabatan Bupati Poso pada Desember 1998 merupakan salah satunya. Herman Parino, tokoh Kristen, gagal merebut jabatan. Namun Herman Parino dan para pendukungnya menuduh Arif Patangga, bupati yang hendak digantikannya, muslim, merekayasa gagalnya Parino.

Karena jengkel, Parino menggalang massa untuk menyerang rumah Patangga. Namun rencana itu sudah tercium sebelumnya, para pendukung Patangga tidak diam dan bersiap menyambut. Bentrokan tidak terelakkan lagi. Dua hari kemudian giliran pendukung Patangga menyerang rumah Parino di desa Tentena. Dalam kerusahan itu polisi langsung menangkap tokoh dari kedua belah pilah, Herman Parino dan Agfar Patangga, adik kandung Arif Patangga yang dianggap memprovokasi massa.

Nampaknya penangkapan Herman Parino yang merupakan tokoh Kristen yang dihormati membuat pendukungnya kecewa. Apalagi Herman lantas dijatuhi hukuman, meskipun Agfar juga dijatuhi hukuman oleh pengadilan negeri Poso. Kasus inilah yang menjadi api dalam sekam. Maka ketika terjadi perkelaian pemuda Islam dan Kristen yang mabuk pada pertengahan April 2000 lalu, kerusuhan pun tidak dapat terhindarkan.

Dipicu kerusuhan pada bulan April, tanggal 23 Mei 2000 pasukan merah melakukan penyerangan ke beberapa perkampungan muslim. Pertikaian tidak hanya sebatas para pendukung Herman Parino dan Arif Patangga. Perkampungan Muslim yang tidak ada kaitannya dengan kerusuhan sebelumnya ikut dihancurkan, warganya dibantai, perempuannya diperkosa.

Selain konflik lokal, sumber intelejen menyatakan bahwa kerusuhan di Poso juga terkait dengan tokoh-tokoh di Jakarta. Salah satu kekuatan yang bermain itu adalah kelompok Soeharto. Indikasinya jika proses hukum Soeharto meningkat, tingkat kerusuhan meningkat. Temuan di lapangan menunjukkan keterlibatan sekitar 70-an purnawirawan TNI dalam melatih pasukan merah. Karena itulah pasukan merah sangat mahir dalam menggunakan berbagai senjata api maupun tangan kosong.

Pihak intelejen menyebutkan, kelompok yang berkepentingan terhadap kerusuhan di Poso ini juga didukung sumber dana yang kuat. Kasus beredarnya milyaran uang palsu dan hilangnya dua kontainer kertas uang yang hingga kini belum ditemukan juga sangat terkait dengan berlangsungnya kerusuhan di Poso ini.

Informasi sumber intelejen tersebut juga dibenarkan oleh Wakapolda Sulawesi Tengah, Kolonel Zaenal Abidin Ishak, yang menyatakan keterlibatan 15 anggota Polres Poso dan enam anggota TNI AD dalam kerusuhan itu. Mereka kini sedang ditahan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Agus Dwikarna tidak percaya bahwa kerusuhan di Poso hanya persoalan gagalnya Herman Parino menjadi bupati. Kalau hanya karena perebutan kursi bupati kenapa ummat Islam yang dibantai, tanya Agus. Ia yakin ada upaya melenyapkan ummat Islam dari bumi Poso.

Apapun penyebabnya, kerusuhan Poso menyebabkan trauma yang mendalam di kalangan orang-orang Muslim di Poso. Sejak kerusuhan itu ribuan ummat Islam menjadi pengungsi di negerinya sendiri.

Haryono, laporan Munanshar dan Pambudi (Poso)

12. bENY ,aNAK Soebang - Rabu, 22 April, 2009

Israel PERLU DISERBU RAME-RAME, JANGAN BELI CAREFOUR…..!!!!