Kearifan Universal Juni 2008 Senin, 23 Juni, 2008
Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Kearifan Universal.trackback
“Jika manusia berpikir bahwa ia dihadapkan pada kehancuran, maka kematian sedang menunggunya setelah kehidupan ini, hidup menjadi tidak memiliki arti apa-apa baginya. Sebenarnya, yang membuat hidup manusia menjadi menyenangkan dan membahagiakan; segala tindakannya menjadi menyenangkan, memberikan kehangatan pada hatinya, dan memperluas cakrawala tidak lain adalah wahyu dan agama yang dianugerahkan kepada manusia — keyakinan kepada kehidupan yang abadi; keyakinan akan kehidupan kekal (immortality) manusia, keyakinan bahwa kalian, wahai manusia bukanlah makhluk yang mati, kalian lebih agung daripada dunia materi ini, dunia materi ini tak lebih dari wadah yag sempit dan tidak permanen untukmu, tempat kelahiran bayimu — sebaliknya era kecerahan dan keagunganmu masih jauh di depan.”
~ Victor Hugo
Wahai kamu yang berusaha untuk lari
dari kematian dalam ketakutanmu
Kamu sendirilah yang membuat dirimu takut,
gunakan akalmu!
Raut mukamulah yang menakutkan,
bukan raut muka kematian
Jiwamu adalah laksana sebuah pohon,
sedangkan daunnya adalah kematian
~ Jalaluddin Rumi
“Saya tahu bahwa saya ditakdirkan untuk mati, apakah saya harus menciptakan perlengkapan untuk diri saya sendiri di dunia ini? Di dunia di mana segalanya berubah dan berlalu dan saya sendiri akan segera mati, apa gunanya kesenangan-kesenangan itu? Emile, anak saya, jika saya kehilangan dirimu, apakah saya masih memiliki yang lain? Meskipun demikian, saya mesti mempersiapkan diri saya sendiri untuk menyambut akhir yang tidak bisa ditawar-tawar, karena tak seorang pun yang bisa menjamin saya akan mati lebih dahulu daripada kamu Sebab itu, jika kamu ingin hidup di dunia ini dengan bahagia dan logis, lengkapilah hatimu hanya dengan keindahan-keindahan abadi, berusahalah untuk membatasi nafsumu dan tunaikan kewajibanmu dengan lebih bermartabat daripada orang lain. Carilah hal-hal yang tidak melanggar hukum moralitas, dan biasakan dirimu tidak merasa terbebani ketika kehilangan sesuatu. Jangan terima sesuatu kecuali hati nuranimu mengizinkannya. Jika melaksanakan ini semua, pasti kamu akan bahagia, jangan terlalu mengejar kesenangan-kesenangan dunia ini.”
~ Jean Jacques Rousseau
“Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan , maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.”
~ Al-Quran Surat Al-An’am [6] ayat 48

Komentar»
No comments yet — be the first.