jump to navigation

Apa itu Kikir? Senin, 13 April, 2009

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan.
trackback

kikir2

Firman Allah SWT: “Dan dia amat keterlaluan dalam mencintai harta.” (QS al-‘Adiyat:8)

Keterlaluan mencintai harta dapat menggiring pelakunya kepada sifat pelit, bakhil atau kikir. Padahal sesungguhnya, kekayaan atau harta itu sendiri bukan merupakan suatu kejelekan, namun rakus terhadap harta itulah yang buruk. Manusia harus merdeka, tidak boleh bergantung kepada selain Allah, karena ketergantungan kepada materi itu bisa mengekangnya ibarat tali kekang di leher kuda.

Jiwa manusia harus merdeka dan tidak boleh terikat pada sesuatupun selain kepada Allah Swt. Keterikatan manusia hanya kepada Allah justru akan membuatnya menjadi manusia merdeka, karena mengikatkan diri kepada Yang Maha Tak terbatas akan menjadikan manusia bebas dan merdeka. Mengapa? Karena manusia yang mengikatkan dirinya hanya kepada Allah akan memperoleh jalan yang terbuka, memandang dengan luas dan jauh ke depan. Berjalan bersama Allah dan menuju kepada-Nya adalah jalan menuju kesempurnaan yang tiada batas, jalan menuju keabadian.

Sebaliknya keterikatan seseorang kepada materi, apalagi harta hanya mengakibatkan manusia menjadi tidak dinamis, manusia menjadi beku dan tertutup arah jalannya dari kesempurnaan.

Kecintaan yang berlebihan kepada materi dan harta akan membuat manusia menjadi selalu disibukkan oleh materi dan hartanya dan mengakibatkan dia menjadi kikir dan tamak. Orang-orang yang kikir secara tidak sadar menganggap hartanya dapat membuatnya menjadi kekal abadi.

Manusia seperti ini hanya akan disibukkan dengan obat-obatan agar ia tetap muda dan panjang umur. Kesibukannya ini membuat dirinya terus digerogoti rasa tidak puas dan tidak puas. Setelah minum satu macam suplemen, ia merasa tidak puas.

Dia merasa suplemen yang selama ini dikonsumsinya tidak membuat dirinya berubah dari ketuaan, Setiap kali ia memandang wajahnya di cermin ia merasa obat-obatan atau suplemen yang dikonsumsinya tidak sedikit pun menguranginya dari kerutan demi kerutan yang seakan terus merambat menggerogoti sekujur tubuhnya.

Biaya besar yang dikeluarkannya demi awet muda membuat jiwanya terjangkiti rasa takut akan habisnya uang dan hartanya. Karena rasa takut inilah sang hartawan menjadi kikir dan bakhil.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah tidak mencintai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, yaitu orang-orang yang kikir dan menyuruh orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka.” (al-Qur’an Surat Al-Nisaa’ [4]:36-37)

Sekali-kali janganlah orang-orang yang kikir dengan harta yang telah Allah berikan kepada mereka dari karunia-Nya, menyangka bahwa kekikiran itu balk bagi mereka. Sesungguhnya kekikiran itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka kikirkan itu akan dikalungkan kelak dilehernya di Hari Qiyamat!”

(al-Qur’an Surat Al-Taubah [9]:160)

Rasulullah saw bersabda: “Orang-orang yang pemurah dekat dengan Allah SWT, dekat dengan manusia, dekat dengan Surga dan jauh dari Neraka. Orang yang pemurah sekalipun bodoh lebih disukai Allah daripada orang yang gemar beribadat tetapi kikir!” (Risalah al-Qusyairi hal.245)

Rasul saws bersabda: “Dua sifat yang tidak ada pada diri seorang mu’min: kikir dan akhlaq yang buruk!” (HR. Ahmad dan Minhaj al-Shalihin:312)

Imam Husein as berkata: “Siapa yang dermawan akan memimpin sedang si kikir akan terhina.” (Al-Bihar 78:121)

Imam al-Saijad as berkata: “Hati-hatilah berteman dengan orang yang kikir, karena ia tidak membantumu dengan hartanya di saat engkau sangat membutuhkannya

(Tuhaf al-‘Uqul hal. 279)

Rasulullah saws bersabda: “Orang yang kikir itu jauh dari Allah, jauh juga dari manusia tetapi dekat dengan Neraka!” (Al-Bihar 73:308)

Imam Musa al-Kazhim as berkata: “Jangan takut fakir dan jangan berangan panjang umur. Karma takut fakir mengakibatkan kikir dan berangan umur panjang akan mengakibatkan rakus kepada dunia!”’ (Tuhaf al-‘Uqul hal.410)

Rasulullah saws bersabda: “Orang yang paling sedikit istirahatnya adalah orang yang kikir!” (Al-Bihar 73:300)

Imam Ali as berkata: “Sifat pengecut, tamak dan kikir itu sifat-sifat buruk Yang bersumber dari prasangka buruk kepada Allah.” (Mizan al-Hikmah 2:16)

Rasulullah saws bersabda: “Islam tidak membenci sesuatu melebihi dari kekikiran.”’ (Nahj al-Fashahah hal.549)

About these ads

Komentar»

1. Arjo Gendut - Minggu, 22 Juli, 2012

makasih atas infonyaaa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: