Hutang Indonesia 5 Tahun Terakhir Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia Senin, 15 Juni, 2009
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?.trackback

Tim Indonesia Bangkit (TIB) mencatat utang Indonesia dalam 5 tahun terakhir justru mengalami peningkatan sebesar 31 persen menjadi Rp 1.667 triliun. Utang sebesar ini merupakan utang terbesar Indonesia sepanjang sejarah.

Demikian disampaikan Ketua Tim Indonesia Bangkit, Rizal Ramli dalam Jumpa Pers di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Selasa (1/4/2009).
Ia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir jumlah utang Indonesia meningkat sebesar 31 persen dari Rp 1.275 triliun pada Desember 2003 menjadi Rp 1.667 triliun pada bulan Januari 2009 atau naik kurang lebih sebesar Rp 392 triliun.
“Kan aneh, data TIB menunjukkan utang naik, kok berani-beraninya pemerintah bikin iklan utang turun,” katanya.
Indonesia Percuma Datang Ke G-20
Tim Indonesia Bangkit (TIB) juga menilai kedatangan Indonesia di G-20 bisa sia-sia jika tidak membawa kepentingan ekonomi khusus bagi Indonesia sendiri.
“Percuma saja jika Indonesia di G-20 tidak membawa sebuah agenda khusus yang mengutamakan perekonomian di Indonesia, semua akan sia-sia,” ujar ekonom TIB Hendry Saparini dalam kesempatan yang sama.
Menurut Hendry, jika kehadiran Indonesia hanya memperkuat peran IMF dan Bank Dunia serta membuka lebar pintu perdagangan bebas maka sama saja hal itu akan merugikan Indonesia karena dampak dari perdagangan bebas tersebut akan menjatuhkan industri lokal karena pasar akan dibanjiri oleh produk impor.
“Kita jangan mau dibodoh-bodohi. Selama ini negara-negara maju tidak pernah membuka luas pintu perdagangan bebas. Kalau Indonesia tidak berani memperjuangkan kepentingan ekonominya ya percuma aja berada di sana,” tuturnya.
__________________
http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=47866
uaaaaneh tenan to….. utang kredit mtor ku aja ga lunas2 ko ditambah ama utang pemerintah yang perkapita sebesar 7,7 jt. engko rakyat kecil seperti aku byare piye……?
tapi katanya udah lunas
http://kabariberita.wordpress.com/2009/06/25/wow-burung-angsa-dari-sampah-bungkus-kopi/
sby-Jk…..SBY-Bundiono,JK-WIN..paket Neolib. bettopeng dibalik program populis
kepret mang tuh SBY-Boediono. bikin utang makin ga karuan aja
Apa yang dilanjutkan jika:
utang bermasalah
Dpt bermasalah
kebebasan agama bemasalah
undang2 tenaga kerja bermasalah
ambalat bermasalah
BBM Bermasalah ( negara2 arab 1000 s/d 2000, venesuela 300 rupiah,)
Bos,Kur,Pnpm,Blt utang ya bermasalah.
Tgl 8 juli 09 contreng siapa terserah!
baca ini dulu bung, silahkan ditelaah lebih jauh..
http://beritabaikdariindonesia.blogspot.com/2009/05/kondisi-utang-indonesia.html
hahah welcome new orba -Orde Bambang-
SUsiPresidenku….. tukang manipulasi.
saya sudah baca http://beritabaikdariindonesia.blogspot.com/2009/05/kondisi-utang-indonesia.html, hati-hati, itupun blum tentu benar, misalkan terjadi resesi ekonomi, otomatis GDP akan anjlok tahun itu juga, tapi hutang kita tidak akan ikut turun (kecuali dibayar). dengan demikian rasionya bisa membesar dalam sekejap. jadi pertumbuhan ekonomi yg baik atau GDP yg tinggi tidak bisa dibandingkan dengan jumlahhutang.. karena sifatnya beda (GDP fleksibel, hutang kaku). pemerintah seahrusnya berhutang saat akan terjadi resesi untuk mencegah atau menahan dampak resesi karena sektor swasta tidak mampu lagi.
kondisi yg lalu pemerintah berhutang hanya utk menutupi janji apbn dan popularitas 5 tahun semata. padahal seahrusnya pemerintah baru berhutang besar saat ini, agar negara tidak terbawa krisis dunia, bukan 5-3 tahun yg lalu.
tahun depan klo resesi dunia tidak juga reda, bisa2 kita tidaksanggup bayar utang dan mau nambah hutang dari manalagi. padahal pemerintah sudah janji sana sini dengan defisit yg tidak kecil.. siapsiap saja..
Bukannya mnrt info promo tv wkt mau pilpres ,hutang udah lunas katanya????.kalo gitu yang dah lunas utang siapa yah???
walu aku tak tau mana yang benar ………aku tetap dukung buat sby.
dari jamanmya bpk harto….siapa c yang yang pantas jdi presiden…?ya cma sby
ada yang bisa sharing data historis utang LN Indonesia 2000-2009 ya? Apa implikasinya jika hutang per kapita terus membengkak?
kalo cadangan devisa dalam neraca pembayaran selalu hanya bisa menutup sekian bulan impor, bukankah akumulasi hutang LN yang harus dibayar dalam mata uang asing akan terus meningkat?
Salam