Fakta-Fakta Tersembunyi Pemerintahan SBY 2004 – 2009 Selasa, 16 Juni, 2009
Posted by Quito Riantori in Apa Kabar Indonesia?, Artikel, Bilik Renungan.trackback
Utang Negara Membengkak 1667 Triliun
SBY Tambah Utang Indonesia dari 1275 menjadi 1667 Trilun dalam 4 Tahun
Apakah kader-kader Demokrat tidak pernah mengakses data Dirjen Pengelolaan Utang – Departemen Keuangan RI yang secara jelas merilis jumlah utang Indonesia sejak 2001 hingga 2009 (www.dmo.or.id). ?
Dan bagi simpatisan “fanatik” partai Demokrat, maka saya anjurkan untuk mengakses data utang negara Indonesia. Setelah itu, survei kronologis harga minyak dunia dengan harga premium. Lalu, survei kronologi seberapa kapitalis Indonesia dengan program privatisasi perusahaan-perusahaan BUMN strategis, kebijakan Bencana Lumpur Lapindo yang merugikan negara hingga 2 triliun lebih (melalui Perpres).
Berikut jumlah total utang Indonesia (2001-2009)
2001 : Rp 1263 triliun
2002 : Rp 1249 triliun
2003 : Rp 1240 triliun
2004 : Rp 1275 triliun
2005 : Rp 1268 triliun
2006 : Rp 1310 triliun
2007 : Rp 1387 triliun
2008 : Rp 1623 triliun
2009 : Rp 1667 triliun (Januari)
Sumber : Perkembangan Utang Pemerintah 2001-2009 (DMO)
Perkembangan Utang Dalam Negeri Indonesia 2004-2009
2004 Rp 662 triliun
2005 Rp 656 triliun
2006 Rp 748 triliun
2007 Rp 801 triliun
2008 Rp 906 triliun
2009 Rp 920 triliun
Cat: Utang dalam negeri berbentuk Surat Utang Negara termasuk surat utang berbentuk syari’ah
Dari data utang Indonesia di atas, maka ada beberapa fakta yang perlu ditelaah:
• Pemerintah SBY “berhasil” membawa Indonesia kembali menjadi negara pengutang dengan kenaikan 392 triliun dalam kurun waktu kurang 5 tahun. Atau peningkatan utang negara selama pemerintah SBY naik rata-rata 80 triliun per tahun. Angka penambahan jumlah utang rata-rata ini mengalahkan utang di era Pak Harto yakni 1500 triliun dalam jangka 32 tahun.
• Selama 3,5 tahun memimpin Indonesia, Megawati menambah jumlah utang Indonesia sebesar Rp 12 triliun atau rata-rata naik sekitar Rp 4 triliun per tahun. Angka ini jauh lebih kecil dibanding SBY yakni 80 T per tahun.
• Mental (secara kuantitatif) berutang pemerintah SBY 20 kali lebih besar (80 T dibagi 4 T) dibanding pemerintah Megawati.
• Menjelang Pemilu, jumlah utang Indonesia memiliki trend naik. Anggaran negara akan naik secara signifikan disertai defisit yang besar. Anggaran besar umumnya untuk program-program menarik simpati masyarakat seperti peningkatan anggaran sosial dan kesehatan menjelang pemilu, BLT, dan sejenisnya.
• Meskipun utang luar negeri tidak mengalami kenaikan signifikan, namun utang dalam negeri bertambah signifikan. Selama Indonesia merdeka, baru di pemerintah SBY utang dalam negeri naik 50% dalam jangka waktu 4 tahun (600-an triliun menjadi 900-an triliun)
• Siapakah yang akan membayar utang tersebut?? : Generasi Mendatang dalam kurun waktu 5-10 tahun mendatang ketika Pak SBY telah tidak menjabat sebagai Presiden! Hal ini tidak jauh berbeda dengan era Soeharto yang meninggalkan segudang utang luar negeri, namun di era SBY, beliau meninggalkan utang dalam negeri yang fantastis. Dalam waktu 5-10 mendatang, setidak-tidaknya pemerintahan di tahun 2014-2024 akan menganggarkan puluhan triliun dana APBN tiap tahunnya untuk menutup utang + bunga yang dilakukan pemerintah SBY selama 2004-2009 ini. Kapankah ini berakhir? Lihatlah bagaimana Indonesia kembali terbilit hutang sejak pemerintahan Megawati [klik sini untuk info lanjut]
• Secara analisis finansial umum (bukan utang ala Word Bank), maka penilaian utang ditentukan oleh definisi Debt to Foreign Exchange Rate ratio atau Ratio Utang/Devisa. Pada tahun 2004, ratio utang terhadap devisa Indonesia adalah sebesar Rp 1275 T / 331 T = 3,85. Sedangkan pada tahun 2008, ratio utang terhadap devisa Indonesia adalah Rp 1667 T / 552 T = 3.01. Angka 3 masihlah tinggi jika dibanding rasio utang/devisa China yakni hanya USD 363 M / 1946 M = 0.186. Dan salah satu mengapa ekonomi Thailand cukup stabil meskipun terjadi perang politik adalah rasio utang/devisa cukup kecil yakni USD 59M/114M = 0.52 disamping struktur ekonomi “klaster UKM“nya yang kuat.
Sumber :
http://nusantaranews.wordpress.com/2…-1667-triliun/
wah2…luar biasa nih indonesia….
luar biasa bikin kita malu yaahh….kasihan anak keturunan kita nanti melihat negaranya kalo masih seperti ini nantinya
ini namanya lempar boomerang kena kepala sendiri. niatnya kelewat bagus, biar mandiri bubarin aja tuh CGI dll, tapi jatohnya gak mampu.
Vote for JK
saya dengar di berita RRI mataram,saya ingat bberapa bulan yang lalu, katanya utang luar negeri Indonesia berkurang,kok disini saudara bilang bertambah, mana yang bener?
Kapan utang2 itu bs lunas ya?!
padahals elama ini berkoar-koar kalau hutang IMF lunas padahal masih ada hutang yang sebenarnya…
Mereka itu sama seperti dengan rentenir kampung, cuma beda skala obyek.
Kalo rentenir kampung, keliling nawarin kredit ke petani dengan jaminan sawah…
Mereka tidak berharap agar petani membayar cicilan utang dengan lancar, karena kalau cuma cicilan utang marginnya sedikit …. tapi dengan sedikit sabotase … bisa mendapatkan jaminan sawah/tanah yang lebih besar nilainya.
Dan untuk skala yang lebih besar lihat saja contoh indonesia …….
IMF , BANK DUNIA dll sama perannya dengan rentenir kampung, cuma yang jadi pertanyaan , kemana ahli ahli ekonomi kita yang lulusan S3 , katanya mereka banyak malah menjadi agen agen rentenis tersebut … Alamak…..
jika membaca buku john perkins…. solusinya mudah sebenarnya .
Bukankah cerita itu terjadi beberapa tahun silam dimana rentenir rentenir tsb punya tukang pukul yang ototnya masih kokoh…., kalau tidak mau nurut tinggal jotos saja ( contoh irak , afganistan dll )
Tapi sekarang ? bodoh kalau masing mau ngekor !!!! , saatnya sekarang tinggalkan mereka , bukankan mereka sudah menuju kebangkrutan …ototnya sdh layu broo….
Balas
secara ekonomi kenaikan hutang mungkin wajar saja bila merupakan tambahan dana bagi ekspansi usaha terkait faktor produksi… nah sekarang tinggal ditelusuri tuh, apakah pertambahan hutangnya memang dialokasikan untuk faktor-faktor produktif?
But………, bgmnpun jg tanpa hutang, jauh lebih baik.
ngasih rayat uang,pake uang dari ngutang yg bayar rayat sendiri sama aje bohong ‘DODOL EUY’
yg jadi masalah hutang itu datang dari negara-negara yg mensyaratkan segala kebijakan ekonomi kita (UU/Kepres) harus melalui persetujuan pendonor……mau kita didikte oleh negara asing yg telah menyengsarakan rakyat banyak ?
kalo tulisan ini bener pemerintah banyak bohongnya dong kampreet bgt!!!… tapi pengennya gak percaya ama tulisan ini, waduh yang jelas sekarang semua mahal tapi pendapatan naiknya dikit, berat deh edannn.
thx infonya sob…
download full software,request software,crack,serial,keygen
disini:
http://www.copie-pastie.blogspot.com/
ternyata kebohongan itu terungkap juga. selama ini SBY berusaha membersihkan dirinya dengan program BLT hanya utk menarik simpati rakyat saja. kita rakyat indonesia jangan mau diperbodoh dengan cara seperti ini.
TERUSKAN ngutang!!!!!! MAU MAU MAU..
utang ko di pelihara…. gimana bisa nyenyak tidur rakyar indonesi klo di hantui terus oleh hutang yang jatuh tempo. mana slogan pemerintah yang ktnya eonomi kita meninkat sampai 6 %. bohog tu pemerintah…..
saya, anda dan semua rakyat NKRI memiliki tanggungan 7,7jt itu berarti penghasilan kami selama berbulan-bulan ( jika penghasilan kami perhari Rp. 10.000,- )
hutang makin banyak gembar gembor aja lunas ke bank dunia dan imf gak taunya???????????????? kita butuh pemimpin cerdas dan berani.bukan pemimpin yg kaku dan segala diatur……….yg natural dan gak dibuat buat
Wow……..Amazing!!
Gitu aja kok mencalonkan lagi, apa generasi penerus akan warisi utang yang semakin menumpuk. Udahlah sampai disini saja pak SBY janganlan memberikan janji yang tak pasti. Rakyat udah jenuh dengan situasi sekarang ini. Kata pak Harto yang lenggono. Janganlah gembar-gembor dengan tebar pesonamu udahlah masyarakat udah tahu semua kok!
pendukung sby sudah terhipnotis oleh ketampanan SBY. Apa pun faktanya, mereka pasti tolak. Tapi entahlah, 8 Juli yang menentukan. Benarkah ketampanan SBY membutakan mata mereka?
klo politik
saya no komen aja
he3x..
ni dia yang sering saya curigai ttg SBY. banyak menipu rakyat via kampanya di TV!!! sayangnya rakyat indonesia gak smua bisa akses internet. dan sayangnya lagi hak semua yang bisa akses liat berita2 ttg SBY kayak gini..
gara2 SBY juga saya jadi sering debat sama ibu, tapi sama mertua gak berani deh… hehehe..takut dipecat!
Mengenaskan yaa masih rakyat indonesia yang memilih presiden karena dari tampangnya. Jadi semakin kasihan ama nasib bangsa indonesia, yg mana itu juga nasib saya jg berarti.. Ayo deh sama2 kita pilih presiden yang benar-benar memiliki kualitas untuk ekonomi yg baik, bukan ekonomi berhutang!
ayo ngutang lagi.. (duh)
LAWAN DAN KRITISI pemerintahan pengutang yang hanya mampu meninggalkan warisan UTANG kpd anak2 kita…sungguh hal yg ironis di tengah kondisi rakyat yang terbengkalai haknya utk bisa hidup ADIL,MAKMUR sesuai amanah UUD…Ini pemerintahan penerus bangsa apa perusak bangsa?????? LAWAN..LAWAN DAN LAWAN…
hahah welcome new orba -Orde Bambang-
SUsiPresidenku….. tukang manipulasi.