jump to navigation

Mengapa Mereka Dukung Musuh-Musuh Nabi SAW Dan Ahlul Baitnya? (Bag. II) Selasa, 27 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bilik Renungan.
4 comments

dukung.JPG

Utsman bin Affan menjadi khalifah pada usia 74, sekali lagi muncul pertanyaan mengapa dia lebih disukai ketimbang sahabat-sahabat lainnya yang lebih muda dan lebih mampu? Apakah ini merupakan siasat Umar bin Khathab untuk memberikan kekuasaan mutlak kepada klan Bani Umayyah? (lebih…)

Mengapa Mereka Mendukung Musuh-Musuh Nabi SAW Dan Ahlul Baitnya? (Bag. I) Senin, 26 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
2 comments

Di Saqifah, Umar bin Khaththab memainkan perannya membantu Abu Bakar sampai ke tampuk kekhalifahan dan sebagai balasan atas ‘jasa’ Umar, Abu Bakar menghadiahi Umar dengan menunjuknya sebagai pelanjut (successor) kekhalifahan setelah Abu Bakar. Jika kita menerima argumen bahwa Nabi Muhammad Saw meninggalkan umatnya tanpa menunjuk seorang pun pelanjut kepemimpinan, lalu apa hak Abu Bakar menunjuk seorang pelanjut kepemnimpinan? (lebih…)

Peristiwa Ghadir Khum: Argumen Keimamahan Yang Tak Terbantahkan Sabtu, 17 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
38 comments

Allah tidak meninggalkan sedikit pun argumen (hujjah) dan bantahan bagi siapa pun setelah peristiwa Ghadir Khum.” (Sayyidah Fathimah AS, Dala’il al-Imamah, hlm. 38. Lihat juga, al-Khisal, Jil. 1, hlm. 173; Bihar al-Anwar, Jil. 30, hlm. 124.)

Sepanjang khotbah Rasulullah Saw di Ghadir Khum, beliau menekankan bahwa khotbahnya itu telah melengkapi hujjah (argumen) Allah atas seluruh manusia sampai Hari Kiamat. Itulah sebabnya Putri Tercinta Rasul, Sayyidah Fathimah As juga menekankan hal yang sama seperti yang saya kutip di atas. (lebih…)

Pemimpin Yang Adil Senin, 12 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bebas.
1 comment so far

khamenei-khomeini.jpg

Dalam pandangan Islam para penguasa atau pemimpin dapat dikatakan adil apabila mereka dapat menjaga standar hidupnya sesuai dengan standar hidup orang-orang yang berpenghasilan rendah.

Taraf kehidupan seorang penguasa muslim harus sama dengan taraf hidup orang-orang yang paling rendah (miskin) yang hidup dalam wilayah kekuasaannya, agar terdapat suatu ikatan yang nyata antara si penguasa dengan orang-orag yang miskin itu! (lebih…)

Mestikah Kita Mencintai Ahlul Bait Nabi Senin, 12 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
25 comments

tree_ahlulbayt.jpg

Aisyah, isteri Rasulullah berkisah, “Suatu hari Husain masuk ke dalam rumah ketika Rasulullah Saw sedang tidur. Ketika Husain duduk di atas ranjang Rasul, maka Nabi pun terbangun dari tidurnya, lalu Nabi berkata kepadaku, ““Wahai Aisyah! sesungguhnya Husain ini akan dibunuh di Padang Karbala! Karena itu barangsiapa yang menziarahinya (berdoa untuknya) atau melangkahkan kakinya berziarah kepadanya maka baginya pahala Hajji dan Umrah!” (lebih…)

Boneka Barbie & Boneka Muslim Kamis, 8 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bebas, Bilik Renungan.
65 comments

moslem-doll.jpg

Berkata Boneka Barbie kepada boneka Muslim :
Selamat datang di Amerika Serikat Negeri Kebebasan (the land of free) dan keberanian (the brave). Selamat bersenang-senang!”

Boneka Muslim:
Apa yang kamu maksudkan dengan kebebasan(the free), keberanian (the brave) dan kesenangan (fun) itu?” (lebih…)

Empat Tahapan mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ (Bag. II / Tamat) Kamis, 8 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
1 comment so far

khomeini1.jpg

TAHAPAN KETIGA: MENAKLUKKAN DIRI ATAU JIHAD AL-NAFS

Berbeda dengan maujud-maujud lainnya manusia adalah maujud yang dapat terpisah dari ke-insan-annya. Jika kita tak dapat memisahkan sifat ke-batu-an dari sebongkah batu dan tidak bisa memisahkan sifat ke-kucing-an dari seekor kucing atau sifat ke-harimau-an dari seekor harimau, sebaliknya manusia justru harus bersusah payah mewujudkan ke-insan-an pada dirinya. (lebih…)

Empat Tahapan Mencapai Kesempurnaan ‘Nafs’ (Bag. I) Rabu, 7 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
add a comment

khomeini12.jpg

 

Aku heran kepada orang yang manakala kehilangan benda miliknya,

dia bersegera mencarinya,

tetapi manakala diri insaninya hilang,

dia enggan mencarinya”

(Imam Ali as, Mizan al-Hikmah 6:141)

 

TAHAPAN PERTAMA: MENEMUKAN DIRI

Manusia yang kehilangan nafs (diri)-nya adalah manusia yang kehilangan diri insani-nya, manusia yang kehilangan kesadar­annya. Mereka ini adalah orang-orang yang nafs-nya ditarik oleh kecenderungan duniawinya. Mereka lebih menghargai nilai-nilai duniawi daripada nilai-nilai spiritual (ruhani). Imam Ali as mengatakan,”Ahlud dunia karakbin yusaru bihim wa humniyaam” – “Para ahli duniawi itu seperti pengendara yang berja­lan dengan kendaraannya sementara mereka tertidur” (Nahjul Balaghah, Hikam : 64). (lebih…)

Apa itu Ibadah Verbal dan Aktif? Selasa, 6 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
1 comment so far

ibadat2.jpg

 

Apabila Allah mencintai seorang hamba,

maka Dia ilhamkan kepadanya kebaikan beribadah”

(Imam ‘Ali as, Ghurar al-Hikam)

 

Ibadah merupakan bentuk ketundukan, pemujian dan kebersyukuran manusia kepada Tuhannya, dan hal ini hanya ditujukan kepada Tuhannya saja, dan dibenarkan dan dibolehkan hanya bila ditujukan kepada Allah semata-mata. (lebih…)

Apa itu Ibadah dan ‘Ubudiyyah? Selasa, 6 Maret, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
3 comments
andromeda_galaxy_blog.jpg

Wahai Manusia! Beribadahlah kamu kepada Tuhanmu,

yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu

agar kamu bertaqwa”
(al-Qur’an Surah al-Baqarah [2] ayat 21)

 

Menurut penulis kitab Lisan al-‘Arab, ibadah bermakna ketaatan atau kepatuhan. 1]. Sedangkan menurut penulis kitab Majmu’ al-Bahrain, ibadah bermakna suatu ketekunan atas perbuatan yang diperintahkan dengannya. 2] (lebih…)