jump to navigation

Ciri Kota Sakit Selasa, 15 Mei, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

Pembangunan mal di kota-kota besar tidak selamanya menunjukkan citra positif. Bisa jadi justru negatif. Mantan Walikota Bogota, Kolombia, Enrique Penalosa, menilai ciri kota sakit bisa dilihat dari banyaknya jumlah mal. Makin banyak jumlah mal, makin sakitlah kota tersebut. Karena pembangunan mal dipastikan telah memangkas ruang publik. Kota yang baik, menurut Penalosa dalam seminar di Hotel Mandarin Oriental, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (24/4/2007), adalah kota yang bisa menyediakan kebahagiaan bagi penduduknya yang bukan diukur dari pendapatan perkapita atau kemajuan teknologinya.

“Kota yang baik membutuhkan tempat untuk penduduk dapat berjalan kaki, penduduknya harus bisa berkumpul bersama,” ujar Penalosa.

Ketika mal menggantikan ruang publik sebagai tempat bertemu warga, maka kota itu bisa dicirikan sebagai kota yang sakit. Sebab pembangunan mal hanya menciptakan jurang perbedaan antara si kaya dan si miskin. Mal hanya mencegah orang miskin tidak masuk ke dalamnya. “Memisahkan antara si kaya dan si miskin. Jelas orang miskin tidak akan merasa nyaman di mal,” tegas dia.

Kota yang baik, imbuhnya, harus menghormati harga diri manusia. “Di kota maju seperti New York, London dan Paris saja, masyarakat masih bisa berkumpul di ruang-ruang publik seperti jalan dan taman kota. Di mana semua orang memiliki hak yang sama,” katanya. Pembangunan trotoar untuk warga adalah simbol demokrasi yang menunjukkan pemerintah menghargai orang yang berjalan kaki. “Mereka sama pentingnya dengan orang yang mengendarai mobil seharga 20 ribu dolar,” ujarnya.

Berita Lain :

Tak cukup dengan 60-an mal yang sudah ada, di Jakarta rencananya akan beroperasi belasan mal lain. Dengan demikian, pada tahun 2008, jumlah mal di Ibukota dapat mencapai 80 hingga 90 mal. Demikian disebutkan Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Pengelolaan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) A Stefanus Ridwan S dalam seminar bertajuk ‘Perkembangan Mal dan Pusat Perbelanjaan di DKI’ di Hotel Borobudur, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (29/11/2006) .

Sumber : detiknews.com

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: