jump to navigation

Makna Hidup Kamis, 7 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Kearifan Universal, Tasawwuf.
trackback

Satrio Pinandito Motinggo

The unexamined life is not worth living for man”

(Socrates, Dialogues – Apology)

Kehidupan yang tak teruji bukan kehidupan yang berharga bagi seseorang”, demikian Plato mengutip kata-kata dari Socrates di dalam bukunya Dialogues dan Apology. Sebenarnya jika seseorang menyelidiki kehidupan secara mendalam, ia akan menemukan bahwa yang dicari oleh jiwa adalah mengetahui makna hidup ini. Para saintis mencarinya di dalam dunia ilmu pengetahuan, para artis di dalam seninya, para filosof mencarinya di dalam filsafat. Apapun minat masing-masing orang tentu berbeda-beda, namun kecenderungan yang sebenarnya adalah sama, yaitu menemukan arti hidup itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa jiwa datang ke dunia ini adalah untuk tujuan ini, untuk menyadari dan memahami makna kehidupan ini.

Baik secara material maupun spiritual setiap jiwa sedang berjuang untuk tujuan ini dengan jalannya masing-masing.

Kita dapat melihat ini pada tingkah laku bayi. Keinginan bayi melihat sesuatu, menyobek-nyobeknya dan melihat ada apa di dalamnya, menunjukkan hasrat jiwa untuk melihat kehidupan, untuk memahami kehidupan. Tentu saja efek dan pengaruh kehidupan di muka bumi ini membuat manusia mabuk. Dan karena mabuk atau lupa diri inilah ia menjadi sedemikian hanyut dengan dirinya sendiri serta kepentingannya sendiri hingga ia tersesat dan lalai dengan watak pembawaannya sendiri. Sebenarnya hasrat manusia yang paling dalam bukan mencari makanan atau kenyamanan. Kecenderungannya yang paling dalam adalah mencari pemahaman atas kehidupan. Seorang anak akan terus-menerus bertanya kepada orang tuanya, ‘Apa ini? Apa itu? Apa maksudnya ini semua?’ Ini menunjukkan adanya keinginan yang terus-menerus untuk mengetahui makna kehidupan, sebuah keinginan yang terus berlaku sepanjang hidup.

Apakah hal ini memiliki pelajaran atau pengajaran kepada kita?

Tentu saja! Hal ini mengajarkan kita tentang suatu prinsip bahwa sumber dan tujuan alam semesta adalah satu dan sama, bahwa Pencipta menciptakan segalanya untuk mengenal ciptaan-Nya. Tetapi bagaimana sang Pencipta melihat dan memahami ciptaan-Nya? Tidak saja di dalam aspek yang paling tinggi dan paling dalam, tetapi juga melalui segala sesuatu, Tuhan sedang terus-menerus memperhatikan dan memahami ciptaan-Nya.

Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.” (QS 55 : 29)

Maka bila ada yang bertanya, ‘Apakah seni itu? Apakah seni itu buatan manusia?’ Jawabannya adalah, ‘Ya, seni memang buatan manusia, tetapi juga buatan Tuhan melalui tangan manusia.’ Jika demikian bagaimana mekanisme yang telah dan sedang berlaku di alam semesta?

Sejatinya, alam ini bekerja, akan tetapi bekerja untuk tujuan apa?

Jawabnya : bekerja untuk memahami dirinya sendiri!

Lalu bagaimana mekanisme dunia itu sendiri? hidupkah ia ataukah mati? Sebenarnya, apa pun yang kita sebut hidup maka ia hidup, dan apa pun yang kita pikir ia mati juga sebenarnya tidak mati. Ia juga hidup!

Kita biasa mengatakan ini benda mati dan itu benda hidup! Padahal sebenarnya tidak ada satu pun benda yang mati, semuanya adalah makhluk hidup, hatta sebutir debu.

YANG TERTIDUR DAN YANG TERJAGA

Demikian juga, tidak ada bedanya antara mengambil jalan pintas dengan mengambil jalan yang lebih panjang. Yang satu berkeliling dulu dan yang lain mengambil jalan lurus. Tujuannya sama.

Yang berbeda ketika berada dalam perjalanannya, yang satu berjalan kaki, sementara yang lain naik kendaraan, atau yang satu tersadarkan di dalam perjalanannya, yang lainnya tertidur dan terlena dalam perjalanannya, sehingga ia tidak melihat pemandangan-pemandangan indah selama di perjalanan. Rasulullah saww justru bersabda, “Manusia dalam keadaan tidur dan bila ia mati maka ia baru bangun (tersadarkan)” 1]

Imam Ali as berkata, “Ahlud dunia karakbin yusaru bihim wa hum niyaam”, artinya : Para ahli duniawi itu seperti pengendara yang berja­lan dengan kendaraannya sementara mereka tertidur” 2]

Takdir dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian yang satu adalah mekanisme yang mengaktifkan takdir ini. Bagian yang lain adalah jiwa yang menyadarkan ini. Oleh karena itu mekanisme adalah mesin, sedangkan jiwa yang berada di dalamnya terdapat ahli mesin yang senantiasa sibuk agar mekanisme ini terus bekerja dan menghasilkan apa yang mesti dihasilkan.

Ada banyak metode dan cara yang manusia gunakan untuk mengetahui dan memahami. Dan pikiran merupakan sarana dan alat untuk mencapai tujuan. Sesuai dengan kesiapan alatnya, jiwa mengalami dan mengenal hidup. Kondisi pikiranlah yang memampukan jiwa untuk melihat kehidupan dengan jelas. Pikiran juga bisa diumpamakan sebagai air. Bila air keruh, maka sulit bagi kita untuk bercermin di atas permukaannya. Tetapi bila air itu jernih, maka kita dapat bercermin di atasnya. Sayangnya, manusia senantiasa hanya mengejar nilai-nilai yang bersifat materi, sehingga ia hanyut di dalam kehidupan ini dan kehilangan berbagai manfaat yang sesungguhnya dari hidup ini. Pada zaman sekarang ini manusia mendefinisikan peradaban sebagai kemajuan komersial atau industrial, ia menjadi ideal setiap jiwa. Dan menjadi sulit bagi jiwa untuk mencapai ketenangan untuk menyelesaikan tujuan yang terlahir dari jiwa itu sendiri. Hal ini bukan berarti perkembangan komersial dan industrial itu tidak perlu bagi kehidupan manusia. Tidak sama sekali! Sepanjang ia tidak meruntuhkan atau merintangi tujuan hidup manusia itu sendiri! Namun jika yang dilakukan sebaliknya, meski secara lahiriah ia meraih kemajuan, sebenarnya ia telah menyia-nyiakan hidupnya dan itu berarti hidupnya telah hancur.

Jika di Timur ada takhyul, maka di Barat pun ada. Ada takhayul yang menyebutkan bahwa hewan seperti kuda, kucing, anjing, burung, bisa memberi peringatan kepada seseorang bahwa ia akan jatuh sakit atau meninggal dunia, dan hal-hal lainnya yang serupa, dan terjadi sebagaimana yang diduga atau diramalkan, namun mengapa manusia tetap tidak bisa memahami dan merasakan hidup ini sebagaimana yang dirasakan oleh binatang? Mungkin jawaban sementara yang bisa disampaikan adalah bahwa binatang hidup lebih alamiah ketimbang manusia masa kini. Mereka lebih dekat dengan alam ketimbang manusia yang hanyut dalam kehidupan artifisial. Thomas Browne mengatakan, “Segala sesuatu adalah tiruan, sedangkan alam adalah karya seni Tuhan.” 3]

Jika binatang dapat mengetahui tanda-tanda alam maka selayaknya manusia dapat lebih mengetahuinya. Pengetahuan seperti inilah yang merupakan kepuasan atas hidupnya, bukan semua yang bersifat fisik dan lahiriah. Lalu dimanakah kekayaan manusia? Kekayaannya ada dalam pengetahuannya. Jika kekayaan hanya berada di bank dan tidak di dalam ilmu pengetahuannya, maka berarti ia tidak memilikinya. Ia ada di bank.

Semua yang diminati, apakah itu nilai, titel, kedudukan dan semua bentuk kepemilikan, dimana semua itu? Di luarkah? Tentu saja tidak!

Ini karena semua yang berada di luar hanya dapat diketahui melalui pengetahuan yang berada di dalam. Oleh karenanya semua kepemilikan yang sesungguhnya tidak lain yang berada di dalam. Dan yang berada di dalam itu adalah HATI, karenanya hati mesti dikembangkan, dan harus disesuaikan dengan ritme alam dan titian nadanya yang tepat. Jika ia sesuai dengan ritme alam dan pola-pola nadanya, maka ia akan dapat mencapai tujuannya.

LIMA METODA UNTUK MERASAKAN ILMU KEHIDUPAN

Ada 5 metoda yang berbeda, yang dengan kelima cara tersebut ilmu kehidupan dapat dirasakan. Cara pertama yang banyak kita ketahui dan kaum wanita dalam hal ini melebihi kaum pria, yaitu KESAN. Seringkali jika kita datang ke sebuah rumah atau menemui seseorang, maka yang pertama kali kita dapatkan sebelum berbicara dengan orang tersebut adalah kesan, apakah itu kesan yang menyenangkan atau pun yang tidak menyenangkan. Sebenarnya ini merupakan ilmu atau pengetahuan atas orang tersebut. Kadang-kadang ketika kita melihat seseorang, seolah kita ingin mengatakan, ‘Menjauhlah dariku!’.

Atau terkadang pada saat pertamakali kita bertemu dengan seseorang, tiba-tiba saja kita merasa tertarik padanya tanpa tahu alasannya.

Pikiran kita tidak memahami, namun jiwa kita secara ‘ajaib’ telah lebih dulu tahu. Bukan saja setiap orang mendapatkan kesan dari orang yang ia temui, bahkan jika ia memiliki kepekaan, ia pun dapat merasakan kesan dari surat yang datang dari seorang yang tak dikenal sekalipun. Banyak yang mengatakan bahwa mereka dapat mengatakan watak seseorang dengan ilmu physiognomy 4] atau phrenology 5]. Akan tetapi jika mereka tidak memiliki indera kesan ini di dalam hati mereka, meskipun mereka telah membaca ribuan buku tentang physiognomy atau phrenology, maka mereka tidak akan pernah memperoleh kesan yang sebenarnya.

Jadi indikasi apakah ini? Ini menunjukkan bahwa ilmu yang benar dari awal hingga akhir bukanlah milik dunia material.

Ada cara lain, yaitu cara intuitif. Kemudian, inspirasi, visi dan revelasi atau wahyu. Albert Einstein mengatakan,”Seseorang memulai hidupnya sesaat ia dapat hidup di luar kediriannya” (Wisdom of the Ages)

Catatan Kaki

1] Imam Khomeini, Rahasia Basmalah dan Alhamdulillah & Empat Puluh Hadits Bab Hadits Penuntut Ilmu hal. 44.

2] Nahjul Balaghah, Hikam: 64.

3] Sir Thomas Browne, 1605-1682, seorang ahli fisika Inggeris dan penulis essay, ia lahir di London, dan menyelesaikan studinya di Winchester College, University of Oxford, dan juga di Universities of Montpellier, Padua, serta Leiden.

4] Physiognomy : sebuah praktek yang sangat tidak ilmiah yang melibatkan sifat-sifat manusia menurut ekspresi wajah.

5] Phrenology : Franz Joseph Gall, 1758-1828, seorang dokter ahli anatomi Jerman yang lahir di Tienfenbronn. Gall mengembangkan sebuah sistem untuk mempelajari tengkorak, yang disebut phrenology. Dengan phrenology ini, ia menyatakan dapat mengungkap intelejensia dan kepribadian seseorang. Gall percaya bahwa garis bentuk tengkorak seseorang menunjukkan wilayah otak yang mengontrol berbagai kemampuan dan emosi tertentu. Walaupun phrenology sekarang dianggap sebagai ilmu pseudosains, Gall diakui oleh komunitas saintifik karena kontribusinya yang penting kepada pemahaman terdahulu mengenai lokasi-lokasi fungsi otak. Dialah saintis pertama yang mengidentifikasi perbedaan antara materi abu-abu dan putih di dalam otak dan sum-sum tulang belakang. Teorinya bahwa fungsi-fungsi mental yang berada di wilayah tertentu di dalam otak terbukti benar oleh penemuan-penemuan ahli anatomi pada abad pertengahan kesembilanbelas. Tetapi penemuan yang serupa ini dengan jelas membuktikan bahwa tulang tengkorak terlalu tipis untuk merefleksikan lokasi-lokasi dari fungsi mental yang berbeda-beda di dalam otak.

Iklan

Komentar»

1. nusyirwan - Selasa, 29 April, 2008

Sobat Satrio. malam ini saya baca lagi tulisan anda.saya menikmatinya semoga anda menulis lagi tentang makna kerja.Tolong disebut litaratur yang anda kutip agar saya bisa mepelajari sehingga bisa jadi acuan. Tarimo Kasi.

2. Quito Riantori - Senin, 5 Mei, 2008

@nusyriwan
Nanti saya beritahu adik saya. Terima kasih atas saran dan kunjungan2nya.
Salam…

3. suparno - Kamis, 18 September, 2008

ok ok deh

4. Andi odang - Sabtu, 20 Desember, 2008

Bung Satrio..saya membaca artikel Anda ini, bagus..sangat membantu orang-orang yang dangkal seperti saya ini, untuk bisa sedikit mencecap manisnya makna hidup! apakah ada alamat email yang bisa saya gunakan untuk sarana berkenalan lebi jauh dengan Anda? terimakasih

5. eca - Rabu, 21 Januari, 2009

bung satrio….terima kasih telah memberi wawasan tentang kehidupan, kehidupan yang seperti apa yang benar?
saya pernah mendengar arti kehidupan kepada seseorang kalau tujuan hidup itu untuk mati? apakah itu benar, sebelum kita mati bukanlah kita harus mencari amal ibadah untuk bekal nanti.
apakah stiap kehidupan yang dijalani ada pengaruhnya dari karma masa lalu?
saya merasa tidak pernah menyakiti, tapi kenapa saya selalu disakiti. apakah tujuan hidup hanya untuk diuji, dan kapankah kita bisa merdeka dalam hal dari ujian itu. dunia itu tempat sandiwara dan kita sebagai aktornya bukan. ada antagonis dan protagonis. lalu apakah dalam menjalankan peran kehidupan kita harus selalu sabar dan tawakal padahal rasa hati sudah tidak bisa menahan rasa sakit….

terima kasih, echa 22thn.

Quito Riantori - Jumat, 23 Januari, 2009

Insya Allah saya akan tulis artikel tentang sabar dengan pengertian yang sebenarnya. Terima kasih atas kunjungan anda. Salam.

6. CAK BONANG ADJI HANDOKO - Sabtu, 27 Juni, 2009

Artkel bermutu dan tambah wawasan. Good

7. herry165 - Minggu, 5 Juli, 2009

Maha bersar Allah dan Maha Suci Allah….

8. gondrong - Minggu, 12 Juli, 2009

mutiara…itulah kata orang kalo Qt berkata baik,semoga Tuhan merahmati Qt semua amin,tks mas Satrio.slm kenal.Ko’i

9. ferry - Senin, 2 November, 2009

gilaaa….. keren tulisannya…bacanya sampai tidak bisa berkata – kata… langsung mereseeep ke dalam kalbu….

10. woles1106 - Senin, 7 Desember, 2009

membuat hidup lebih berarti, jalani hidup dengan semangat

11. risky - Rabu, 16 Desember, 2009

ada g bukunya gak?

12. ardywynata - Jumat, 25 Desember, 2009

apa makna hidup yg sebenarnya aq ingin tau apakah arti hidup di dunia sebagian orang mengatakan bahwa kta hidup untuk mejalakan apa yg harusrkta lakukan tpi aq ingin tau yg sebenarnya,,,,,,,,,,,,?????????????

13. dee - Kamis, 31 Desember, 2009

wah… banyak yang minat dengan artikel ni y…. apa makna hidup yang sebenarnya anda punya, coba anda buat contoh yang kecil tapi mencakup keseluruhan! apa hidup itu seperti reaksi zat – zar kimia yang selalu berubah, dan hanya akan berhenti ketika setimbang?

14. supriyanto - Senin, 4 Januari, 2010

bagus bngt..

15. Dadan saepuloh - Minggu, 17 Januari, 2010

Mohon ijin untuk di share ke temen2.

Terima Kasih

16. k_ban - Minggu, 31 Januari, 2010

mas satrio tolong beri gambaran kopleks tentang hidup dan cara untuk memberi rasa nyaman untuk menjalani hidup.

17. Reno - Selasa, 20 April, 2010

mohon ijin buat disebar, Sukran

18. BUYUNK - Senin, 10 Mei, 2010

Mohon izin untuk kutipan membuat mkalah,, karna say sangat tertarik dengan tema ini, terimakasih sebelumnya..

19. iin - Selasa, 11 Mei, 2010

saya sanagat suka sekali dengan tulisan yag anda buat
sampai meresap ke jiwa saya

20. Gus Nanang - Jumat, 14 Mei, 2010

Tulisan yang bagus dan mangandung makna bagi yang membacanya, jika si pembaca tidak memiliki mata hati, maka tulisan ini tidak mengandung arti …

21. rinto - Sabtu, 15 Mei, 2010

pgn bljr sama anda… terimakasih

22. Ryan Ramadhan - Rabu, 19 Mei, 2010

terimakasih,anda telah menerbitkan sesuatu yg sangat berharga.

23. luv - Sabtu, 26 Juni, 2010

iya betul haus akan kehidupan terlebih makna kehidupan

24. boeg - Selasa, 6 Juli, 2010

seimbang..sinkron..selamet

25. akmal - Kamis, 22 Juli, 2010

saya pengen sholat tapi saya tidak bisa lakukan nya ???
saya harus bagai mana ??????????????????
mohon bantuanya/????????
terimakasih

Quito Riantori - Jumat, 23 Juli, 2010

khan banyak buku2 murah cara bagaimana shalat…

azril - Minggu, 15 Agustus, 2010

tdk ada yg bs mrubah kt kecuali kt yg mrubah dr kt sndiri………

26. novita - Selasa, 10 Agustus, 2010

gmna z cra kta khushuk dalam mnjlnkn shalat

27. juliati - Jumat, 3 September, 2010

jd sdh,,,
krn mrasa blm melakukan apa-apa buat hidup ini….

28. rachman - Kamis, 9 September, 2010

akhirnya kita menemukan satu kesimpulan bahwa makna hidup yang sebenarnya adalah mencari keselamatan dunia dan akhirat. Salut untuk artikelnya.

wawan setiawan - Selasa, 21 September, 2010

hidup itu harus mempunyai tujuan , insyaalllah kita akan bahagia, tapi bukan hidup jika kita tdak pernah melewati sebuah rintangan,
itulah hidup ,,,, jadikan lah hidup kita terasa lebih bermakna?

29. dadan hadiansyah - Kamis, 30 September, 2010

terimakasih ya Allah..

30. Hasbi - Senin, 25 Oktober, 2010

Artikel yang sangat menggugah.. Sama seperti anda, saya juga sedang mencari makna hidup.. Saya sadari makna hidup yang telah saya dapat masih sangat sedikit sekali dibandingkan anda.. Salut..

31. teguh - Sabtu, 30 Oktober, 2010

tulisa yng sang penuh akan makna,,
aq suka denga isi tulisa tersebut…
banyak memberikan aq masuk kan untuk lebih bersemangt menjalani hidup nhe….>>>>

32. re2 - Sabtu, 20 November, 2010

semoga ini membuka mata kita ttg arti hidup yg sebenar nya,,,,terus lah menulis..di tunggu…….

33. fadhila - Selasa, 14 Desember, 2010

kadang bicara itu sangat mudah bagi kita, tapi menemukan yang sebenarnya dari makna hidup butuh ujian…..kesabaran dan perenungan.

34. wiwid - Jumat, 31 Desember, 2010

Sebenarnya hati sudah memahami semua arti hidup ini, tetapi untuk menuntun nafsu untuk mengerti hidup ini perlu perjuangan yang sangat besar.Karena Sanubari selalu berkata jujur dia tidak pernah dusta. Walau kita tau itu lah makna hidup yang sesungguhnya, tapi terkadang nafsu mengekang kita untuk mengingkari makna hidup yang sudah kita fahami ini.

35. fitri tanjubg - Rabu, 23 November, 2011

dibagianmana letak hati (qalbu) dalam tubuh kita

36. fitri tanjubg - Rabu, 23 November, 2011

dibagianmana letak hati (qalbu) dalam tubuh kita agar kita senantiasa bisa mengendalikannya

37. Mursyita Asmarani - Selasa, 20 Desember, 2011

Alhmdulillah …
Tetap semangat utk mnjlani hidup …

38. outbound malang - Sabtu, 3 Maret, 2012

thanks untuk postingny 🙂
mnambah wawasan saya 😀
sukses selalu sob …

Quito Riantori - Senin, 12 Maret, 2012

terima kasih ya

39. yogi2527 - Selasa, 7 Agustus, 2012

alhamdulillah…
Makasih pa…
Mantap.

40. temy m fauzan - Rabu, 23 Januari, 2013

hidup dan mati bukan lah kehendak kita, kita hidup dan kita nikmati kehidupan di dunia dan akhirnya harus mati…….kenapa kita hidup kalo harus mati pula??????


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: