jump to navigation

Siapakah Fathimah Al-Zahra? Jumat, 8 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel.
trackback

Sayyidah Fathimah Al-Zahra dilahirkan 5 tahun sebelum Rasulullah Saw diangkat menjadi Nabi. Dia hidup di dalam naungan keluarga terbaik dan menemani ayahnya dalam kehidupan yang bahagia. Fathimah juga terus mendampingi ayahnya pada masa pengucilan oleh kaum Quraisy, dimana Fathimah merasakan langsung, bersama kaum muslimin yang dikucilkan, getirnya tekanan psikologis dan sosiologis yang dilancarkan oleh orang-orang dari kalangan kafir Quraisy.

Sayyidah Fathimah as melakukan hijrah ke Madinah bersama ayahnya, setelah wafatnya ibundanya Sayyidah Khadijah as yang agung, yang telah meninggkalkan Sayyidah Fathimah dalam kesucian di Mekah. Rupanya Allah Swt menghendaki perempuan suci ini (Fathimah) untuk menjaga keluarga Rasulullah Saw. Sampai kelak, Fathimah Az-Zahra as menikah dengan pemuda paling utama yang sekaligus adalah sahabat Rasulullah Saw yang terbaik, yaitu Sayyidina Ali bin Abi Thalib as yang kemudian dari pasangan inilah lahir keturunan Rasulullah Saw yang suci (Ahlul Bait Nabi)

Sayyidina Ali bin Thalib as dengan tulus ikhlas menempuh hidup bersama Sayyidah Fathimah as saja sampai Sayyidah Fathimah meninggal dunia hanya enam bulan setelah wafatnya Rasulullah Saw. Dan kemudian Sayyidina Ali menikah dengan Umamah yang adalah putri dari saudara almarhumah isterinya sendiri yaitu Zainab as untuk mengasuh anak-anak bibinya yang telah wafat.

Sayyidah Fathimah as adalah seorang perempuan yang berakhlak luhur, berjiwa besar, berperasaan halus, cepat paham, memiliki pemikiran yang mendalam dan cerdas, berkepribadian mulia, jauh dari sifat sombong dan takabur. Fathimah adalah sebaik-baik perempuan ditinjau dari sikapnya toleran, lembut, lapang dada, berwawasan luas, tenang, pemurah, prawira, dan pandai memelihara kehormatannya.

Sayyidah Fathimah hidup dalam kemuliaan, kebahagiaan, baik, dan selalu tersenyum. Senyum Sayyidah Fathimah baru hilang, ketika ayahnya, Rasulullah Saw, meninggal dunia. Sayyidah Fathimah as dinyatakan sebagai bagian tak terpisahkan dari ayahnya, Rasulullah Saw. Kepribadi Sayyidah Fathimah sangat bersih, suci, dan jernih. Lidahnya tidak pernah sekalipun mengeluarkan ucapan yang tidak benar. Ketika berbicara, dia selalu mengucapkan kebenaran, dan tidak pernah menyebut keburukan seseorang. Tidak pernah berkata-kata ghibah atau mengadu domba. Fathimah juga selalu menjaga rahasia, menepati janji, patuh pada nasehat, menerima alasan, dan tidak pernah menyakiti orang lain. Kata-kata, niat, dan kesetiaan Fathimah semuanya lurus dan tulus. Sayyidah Fathimah as tahu betul bahwa suaminya, Ali bin Abi Thalib as tidak akan pernah mencapai kedudukan istimewa di hadapan Rasulullah Saw tanpa kejujuran perkataan dan komitmen untuk selalu menunaikan amanat.

Dari Amr bin Dinar dikatakan bahwa Aisyah pernah berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang lebih jujur dari Fathimah, kecuali Rasulullah.” Lalu ada orang bertanya, “Apakah ada sesuatu (cerita) tentang dia?” Aisyah lalu berkata, “Ya Rasulullah senangkan dia (Fathimah), karena dia tidak pernah berdusta.” Dan dalam sebuah riwayat dari Ibnu Abdul Barr dikatakan bahwa Aisyah berkata, “Aku tidak pernah melihat seorangpun yang ucapannya lebih benar dari Fathimah, kecuali seseorang yang menjadi orang tuanya.” 1]

Sayyidah Fathimah as adalah seseorang yang terpercaya, pandai menjaga rahasia, tidak pernah mengungkap rahasia atau aib orang lain. Fathimah pernah mendengar suaminya Ali bin Abi Thalib as berkata, “Berbahagialah seorang hamba yang nuwamah 2] , yang Allah tahu tentang dia meski manusia tidak tahu tentang dia. Mereka itulah para lentera petunjuk, mata air pengetahuan. Mereka terhindar dari segala fitnah orang-orang yang zhalim, dan mereka tidak dikenal oleh banyak orang dan mereka bukanlah kepala batu yang suka melakukan riya’.” 3]

Sayyidah Fathimah mengalami langsung masa-masa permulaan dakwah Islam, lengkap dengan segala tekanan dan gangguan yang berat. Sejak masa kecilnya, Fathimah ditakdirkan untuk menyaksikan berbagai kesulitan dan bencana. Fathimah juga ditakdirkan –tanpa disertai saudara-saudaranya yang lain– untuk menemani ayahnya sejak masa permulaan kenabian, sampai Sang Nabi yang agung itu pergi meninggalkan dia selama-lamanya. Sampai Rasulullah Saw wafat, Fathimah memang selalu berada di dekat Rasulullah Saw, bahkan setelah dia telah menikah dengan Sayyidina Ali as. Hal itu tentu telah menjadikan Sayyidah Fathimah as berkali-kali harus mengalami langsung berbagai konflik dan peperangan.

Ketika Fathimah masih kecil, dia sudah ikut kemana pun orang tuanya pergi dan melakukan berbagai kegiatan. Fathimah menyaksikan langsung ketika Rasulullah Saw masuk kedalam berbagai tempat pertemuan orang-orang Quraisy untuk berdakwah. Dan oleh sebab itu, Fathimah juga mengalami langsung segala gangguan dan serangan yang dilancarkan oleh orang-orang kafir yang dungu.

Allah Swt telah memuliakan Sayyidah Fathimah dengan menganugerahinya pemahaman dan ilmu yang luas. Fathimah adalah seorang Sayyidah yang mulia dan sekaligus ahli agama. Sayyidah Fathimah diakui memiliki peran penting dalam penyampaian dakwah Islam dan pemahaman Al-Qur’an dan Sunnah.

Oleh sebab itu, jika sekarang kita membicarakan pemahaman yang dia miliki sebagai sebuah teks, maka kiat akan menemukan beberapa posisi yang menunjukkan perang Fathimah dalam beberapa masalah fiqih, karena Fathimah memang melihat langsung cahaya Allah Swt yang telah dianugerahkan oleh Allah ke dalam hatinya. Allah Swt juga memuliakan Fathimah dengan menjadikan dia sebagai salah satu dari 4 perempuan yang paling mulia di muka bumi (Sayyidah Khadijah, Maryam binti Imran, Asiyah, istri Fir’aun).

Meskipun Sayyidah Fathimah as selalu direpotkan dengan posisinya yang begitu penting, sekaligus dengan segala bahaya dan gangguan yang ditujukan padanya, namun Sayyidah Fathimah tetap mendampingi Rasulullah Saw dalam setiap cobaan yang menimpa beliau. Dan Fathimah juga memiliki peran penting dalam mengurus kehidupan Rasulullah Saw, khususnya setelah ibundanya yang tercinta, Sayyidah Khadijah Al-Kubra as wafat.

Di antara bukti yang menunjukkan kedudukan Fathimah yang istimewa, adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud, bahwa pada suatu ketika Rasulullah Saw melaksanakan shalat di Baitullah, dan pada saat itu, tampak Abu Jahal dan beberapa orang temannya sedang duduk-duduk. Para musuh Allah itupun saling berbisik, “Siapa dari kalian yang mau mengambil daging busuk dari Bani Fulan untuk kemudian diletakkan di atas punggung Muhammad ketika dia sujud.” Maka bangkitlah seorang durjana bernama Uqbah bin Abi Mu’ith, untuk mengambil kotoran itu. Setelah menunggu beberapa saat, diapun meletakkan daging busuk itu di atas pungung Rasululah Saw ketika beliau sujud.” Pada saat itu aku melihat kejadian itu namun tak dapat berbuat apa-apa, sementara orang-orang kafir itu terus tertawa-tawa, namun Rasulullah Saw tetap meneruskan sujud beliau dan tidak mengangkat kepala beliau sampai datanglah Sayyidah Fathimah untuk menyingkirkan daging busuk itu dari punggung beliau.” 4]

Sayyidah Fathimah memang seorang perempuan yang pemberani dan lurus. Kehidupan Sayyidah Fathimah sepenuhnya menunjukkan pemahaman akan kenabian yang didapat olehnya langsung dari baginda Rasulullah Saw. Fathimah adalah contoh seorang perempuan muslimah yang shalihah dan sempurna yang mendapatkan ajaran langsung dari Sang Mata Air keagungan, lengkap dengan akhlak beliau dan Khadijah Al-Kubra. Sayyidah Fathimah as tumbuh dewasa dalam didikan nubuwwah yang telah membentuknya sebagai peribadi yang sanggup memikul segala perkara mendasar yang penting bagi Islam.

Seluruh kehidupan Sayyidah Fathimah Az-Zahra as adalah pelajaran dan contoh bagi kita semua. Dia ikut mendukung dakwah Islam dan membela ayahnya.

Dalam pernikahan, perjuangan, dan kesabaran Sayyidah Fathimah dalam menjalani kehidupan terdapat bukti yang dengan tegas menunjukkan kezuhudan dan ketabahannya. Dengan semua itu, Sayyidah Fathimah menjadi contoh terbaik bagi para pemudi muslimah di manapun dalam mendidik putra-putri mereka dengan pendidikan terbaik.

Memang tepat jika Sayyidah Fathimah as menjadi belahan hati Rasulullah Saw, karena dia mendapatkan didikan langsung di dalam rumah Nabi dan mendapatkan limpahan langsung dari makhluk paling mulia yang pernah ada.

Memang tepat jika Sayyidah Fathimah r.a dijuluki oleh Rasulullah Saw sebagai “ibu bagi ayahnya” (umm abiha) sebagaimana yang diriwayatkan oleh Al-Thabrani.

Memang tepat jika Sayyidah Fathimah menerima ungkapan dari Rasulullah Saw yang berbunyi, “Sesunggunya Allah akan ridha seiring dengan ridhanya Fathimah, dan Allah akan murka seiring dengan murkanya Fathimah.” Seperti yang telah diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabrani dengan sanad yang mencapai derajat hasan. Dan dengan sebuah hadits lain yang diucapkan oleh Rasulullah Saw ketika menyerahkan Sayyidah Fathimah as kepada Sayyidina Ali bin Abi Thalib as, “Sesungguhnya aku meminta perlindungan Allah untuk dia (Fathimah), engkau (Ali), dan semua Ahli Baitnya, dari setan yang terkutuk.” 5]

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

Dikutip dari buku : DR. Muhammad Abduh Yamani, Sayyidah Khadijah, Drama Cinta Sang Nabi, yang akan diterbitkan Pustaka IIMaN

Catatan Kaki :

1. Hadits ini diriwayatkan oleh Hakim 3:160-161 dan ditetapkan sebagai hadits shahih menurut kriteria yang dipakai oleh Imam Muslim yang disepakati pula oleh Adz-Dzahabi.

2. Seseorang yang tidak mengenal kejahatan dan tidak dikenal di kalangan orang-orang, lih. Mu’jam Al-Wasith.

3. Lihat Sunan Ad-Darami, 1/93 pada bagian Pendahuluan Bab 17.

4. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari (no. 240) dan oleh Imam Muslim 3: 1418 (107).

5. Lihat Shahih Ibnu Hibban 15:394, 395, dan Al-Mu’jam Al-Kabir yang ditulis oleh Imam Thabrani 22:409

Foto Tempat Sayyidah Fathimah as Dilahirkan

Komentar»

1. abdullah syaugi alaydrus - Jumat, 6 Juli, 2007

ass..
luar biasa sekali..saya abdullah syaugi alaydrus
semoga Allah SWT selalu menunjukkan kita ke jalan yang lurus.dan dapat mengikuti panglima kita rasulullah saw.
amin

2. Quito Riantori - Jumat, 6 Juli, 2007

Salamun alaikum n salam kenal Syed…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: