jump to navigation

BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA MARAH? Jumat, 15 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

fractaldesign2.jpg

”Jangan berlebih-lebihan didalam melampiaskan syahwat dan kemarahanmu,
karena yang demikian itu dapat membuatmu hina”
(Imam Ali as, Ghurar al-Hikam hlm. 303)

Suatu hari tiga putri Imam Khomeini (qs) bermain di rumah tetangga, padahal Imam melarangnya bermain di sana. Imam mengetahui perbuatan ketiga putrinya itu dan memarahi mereka sambil memukul-mukulkan tongkatnya ke dinding, ”Sudah ayah katakan kalian jangan pergi bermain ke rumah tetangga…” Tanpa dinyana setelah dipukul-pukulkan ke dinding dua tiga kali, tongkat itu patah dan mengenai kaki salah seorang putrinya yang berumur sebelas tahun hingga kakinya sedikit terluka. Imam menjadi gusar dan bingung dan mengamati luka kaki putrinya itu untuk membayar ganti rugi (diya’) sesuai dengan parah ringannya luka. Adiknya, Mostafavi Khomeini, yang saat itu berumur tujuh tahun mengatakan, ”Waktu itu saya ingin sayalah yang terluka agar memperoleh ganti rugi”. 1]
Hikmah yang ingin kita ambil dari kisah ini adalah betapa berhati-hatinya Imam Khomeini dari bentuk-bentuk kemarahan yang destruktif. Ketika Imam sudah sedemikian menjaga agar kemarahannya itu jauh dari emosi negatif, sebuah kecelakaan kecil terjadi tanpa kesengajaan Imam. Walau pun sebenarnya, jika menurut ukuran kita luka itu tidak memiliki arti apa-apa (just a little injured), tetapi Imam tetap merasa gusar dengan akibat kemarahannya yang sebenarnya sudah sangat terhitung akhlaki. Ini sebuah contoh yang baik dan menjadi kenangan indah bagi putri-putri Imam, bahwa betapa besar kasih sayang sang Imam terpancar walau dalam bentuk kemarahan sekali pun.

KENDALIKAN AMARAH ANDA SEBELUM IA MENGENDALIKAN ANDA
Sebenarnya marah itu normal, sehat, dan emosi yang manusiawi. Tokh kita semua pernah merasakan marah. Mungkin semacam kejengkelan yang muncul secara tidak kita duga, atau benih-benih kegusaran yang sudah menumpuk di benak kita. Akan tetapi jika semua itu keluar tanpa kendali, maka kemarahan dapat menjadi destruktif dan dapat menyeret kita ke banyak masalah, seperti : masalah kerja, hubungan personal, dan seluruh kwalitas hidup kita. Kemarahan ini dapat membuat Anda merasa berada dalam kuasa emosi yang kuat dan tak dapat diprediksi.
“If you do not wish to be prone to anger, do not feed the habit; give it nothing which may tend to its increase.” Epictetus 2], seorang filosof Yunani mengatakan,”Jika Anda ingin tidak mudah marah, jangan menyokong kebiasaan itu. Jangan berikan “dia” sesuatu pun yang membuatnya semakin kuat.” Jika Anda tidak memberi “makan” (feed) kepada nafsu amarah Anda, maka ia hanya akan menjadi seekor lembu (al-ghadhab), akan tetapi jika Anda memberi makan kepadanya, ia kan menjadi kuat dan berubah menjadi singa (al-ghadhab).
Di dalam bahasa Arab kata marah –ghadhiba- atau kemarahan –al-ghadhabu- memiliki akar kata yang sama dengan al-ghadhbu yang bisa berati lembu atau singa. Kenyataan ini akan membantu Anda untuk memahami dan bisa menjadi pedoman untuk mengatasi kemarahan Anda.

APA ITU AMARAH?
“Anger is only a natural reaction; one of the mind’s ways of reacting to things that it percieves to be wrong. While anger can sometimes lead people to do shocking things,it can also be an instinct to show people that something isn’t right.”
– “Kemarahan hanya merupakan suatu reaksi yang alami; salah satu jalan pikiran dari reaksi terhadap berbagai hal bahwa ia dirasakan salah. Ketika kemarahan dapat kadang-kadang mendorong seseorang melakukan hal-hal yang mengejutkan, ia juga bisa menjadi suatu naluri untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa ada sesuatu yang tidak beres.”

SIFAT ALAMI KEMARAHAN
Menurut Charles Spielberger, PhD, seorang psikolog yang menspesialisasikan studinya tentang kemarahan mengatakan, ”Amarah merupakan suatu keadaan emosi yang bervariasi dalam intensitasnya, dari kejengkelan yang biasa sampai ke bentuk intensitas kegeraman dan amukan amarah”

Seperti emosi-emosi lainnya, ia diiringi oleh perubahan-perubahan psikologis dan biologis. Ketika Anda marah, denyut nadi Anda bertambah cepat dan tekanan darah Anda menjadi naik, sebagaimana meningkatnya tingkat-tingkat energi hormon, adrenalin, dan norandrenalin Anda.
Kemarahan bisa disebabkan oleh kejadian eksternal maupun internal. Anda bisa saja marah pada orang tertentu (a specific person) (seperti kepada rekan kerja terdekat atau penyelia – supervisor Anda) atau pada suatu peristiwa (kemacetan lalu lintas, penundaan penerbangan), atau kemarahan Anda bisa juga disebabkan oleh kecemasan atau kegelisahan atau pikiran tentang masalah-masalah pribadi Anda. Ingatan dari kejadian-kejadian yang traumatis atau kejadian yang membuat Anda marah dapat juga memicu rasa amarah anda.Dr. Robert Anthony, penulis buku “Self-Help” mengatakan, “The angry people are those people who are most afraid”,”Orang-orang yang pemarah adalah orang-orang yang memiliki rasa takut yang paling besar”

SEJAUH MANA KITA BOLEH MENGEKSPRESIKAN KEMARAHAN?
“Kemarahan tidak pernah akan hilang sepanjang pikiran (thoughts) kemarahan dipertahankan dalam pemikiran (mind). Kemarahan akan hilang secepat pemikiran kemarahan dilupakan”

Secara naluri, cara alami untuk menyatakan kemarahan adalah merespon dengan agresif, karena sebenarnya marah itu alami, respon adaptif dari ancaman-ancaman. Ia muncul dari rasa kuasa atau kekuatan yang sering agresif, perasaan dan prilaku, yang kita biarkan menyerang atau mempertahankan diri ketika kita ‘merasa’ diserang. Kemarahan tertentu diperlukan untuk mempertahankan hidup kita.

Di tangan yang lain, kita dapat secara fisik menyerang setiap orang atau objek yang mengganggu, menjengkelkan atau menggemaskan kita; hukum-hukum atau norma-norma sosial dan pengertian umum menempatkan batas-batas pada sejauh mana kemarahan kita dapat mengendalikan kita.
Kebanyakan orang menggunakan suatu variasi proses kesadaran dan ketaksadaran untuk menghubungkan perasaan-perasaan marah mereka. Ketiga pendekatan utama: ekspresikan, penekanan dan tenang.

1.Ekspresikan rasa marah Anda di dalam bentuk ketegasan (assertive) bukan penyerangan (aggressive) – sikap atau tatakrama merupakan cara yang sehat untuk mengekspresikan kemarahan. Untuk melakukan hal ini, Anda harus belajar bagaimana membuat kejelasan dari apa yang Anda butuhkan, dan bagaimana agar keduanya dapat terpadu tanpa harus menyakiti orang lain. Menjadi tegas bukan berarti lancang atau ambisius atau menuntut. Menjadi tegas adalah menghargai diri Anda dan orang lain sekaligus.
2. Kemarahan dapat ditekan dan dapat diubah atau dibelokkan. Hal ini dapat terjadi ketika Anda menahan amarah Anda, menghentikan pikiran Anda tentang hal tersebut dan memfokuskan pada sesuatu yang positif. Tujuannya adalah untuk mencegah atau menekan kemarahan Anda dan mengubahnya menjadi suatu prilaku yang lebih konstruktif. Bahaya dari tipe respon seperti ini adalah jika amarah dibiarkan terlampiaskan keluar, maka amarah Anda akan bergerak kembali ke dalam diri Anda sendiri. Kemarahan yang seperti ini bisa jadi mengakibatkan hipertensi, tekanan darah tinggi atau bahkan menjadi depresi. Amarah yang tidak terekspresikan keluar dapat menimbulkan berbagai problem. Ia dapat membawa ke bentuk penyakit ekspresi-ekpresi kemarahan, seperti semacam prilaku pasif tetapi agresif (passive-aggressive behavior), melakukan tindakan yang tidak menyenangkan orang lain secar tidak langsung, lebih ia sukai ketimbang berkonfrontasi langsung, atau senantiasa menampakkan sikap bermusuhan dan sinis. Orang-orang yang secara terus menerus mencerca dan memaki orang lain, mengkritik segala sesuatu dan membuat komentar atau tanggapan yang sinis tidak pernah belajar bagaimana menyatakan kemarahannya secara konstruktif. Tidak mengherankan jika mereka seperti tidak banyak mempunyai hubungan yang baik dengan orang lain.

3. Akhirnya, Anda dapat menenangkan batin Anda. Ini berarti, Anda tidak hanya dapat mengontrol tingkah laku Anda keluar tetapi Anda juga dapat mengontrol respon-respon internal Anda, mengambil langkah-langkah untuk menurunkan detak jantyung Anda yang tadinya cepat, menenangkan diri Anda, dan mebiarkan perasaan Anda surut. Sebagaimana Dr. Spielberger ingatkan, ”Ketika tak satu pun dari ketiga teknik ini dilakukan, maka ketika itu seseorang –atau sesuatu – akan tersakiti atau bahkan terluka.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

Catatan Kaki :
1. Sekilas Tentang Imam Khomeini, yang diterbitkan oleh Kedutaan Besar Republik Islam Iran, hlm. 67
2. Epictetus adalah seorang filosof Yunani yang beraliran Stoicisme, yang menekankan kebebasan, moralitas, dan kemanusiaan. Epictetus, kemungkinan dilahirkan di
Hierapolis, Phrygia (sekarang Turki). Walaupun ia seorang budak, semasa mudanya ia mempelajari filsafat Stoicisme. Karena ia anak yang pandai, ia memperoleh beasiswa, dan kemudian gurunya membebaskannya. Sampai AD 90, Epictetus mengajar filsafat di Roma.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: