jump to navigation

DARI KHAWARIJISME SAMPAI KE TERORISME Jumat, 15 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

kahawarij.jpg

“Fanaticism obliterates the feelings of humanity.”
“Fanatisme menghapus rasa kemanusiaan.”

~ Edward Gibbon

Mendengar atau melihat perkembangan keamanan di Irak takkan pernah menentramkan hati siapa pun yang mempunyai kalbu yang masih berfungsi. Pembantaian Al-Qaeda atas orang-orang sipil yang sudah berjumlah ribuan itu tampaknya belum juga memuaskan hati orang-orang Al-Qaeda yang memang tidak mempunyai hati sama sekali. Pada hari Rabu tanggal 13 Juni 2007 yang lalu kelompok teroris ini, kembali beraksi memasuki Haram setelah membunuh penjaga Haram, mereka mulai menempatkan bom di kedua menara Haram. Menit pertama mereka meratakan dengan tanah menara di samping kiri dan lima menit kemudian meledakkan menara sebelah kanan sehingga tinggal separuhnya. Begitu juga atap Sardab akhirnya rata dengan tanah. Tempat ziarah kaum Syiah di Irak menjadi sasaran kaum biadab Neo Khawarijisme ini. Sebenarnya apa sih Khawarijisme itu?

APA ITU KHAWARIJISME?
Khawarij
adalah istilah yang diambil dari kata di dalam bahasa Arab yang berarti ”orang-orang yang keluar (kharaja) dari jama’ah kaum Muslim.” Kaum khawarij keluar dari mayoritas kaum Muslim karena menganggap mayoritas kaum Muslim telah keluar dari jalan kebenaran. Dengan dasar anggapan ini pula mereka tidak segan-segan membunuh kaum Muslim yang bukan golongan mereka. Siapa pun yang bukan golongan mereka, mereka anggap telah kafir. Siapa pun yang melakukan dosa besar, bid;ah misalnya, maka dia telah kafir. Ciri takfiriyah (pengkafiran) ini membuat kelompok Khawarij sama dengan kelompok Wahabi (Salafy) yang senang menyesatkan seluruh umat Islam selain diri mereka sendiri. Dengan mengusung ideologi anti bid’ah, kurafat dsb, kelompok Wahaby atau Salafy telah menganggap kaum Muslim lainnya sebagai orang-orang sesat. Mereka telah menyesatkan kelompok Ikhwan al-Muslimun, Hizbut Tahrir, Jamaah Tabligh, Kaum Sufi, Syiah, dan mayoritas Muslim di Indonesia yang berpaham Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Mereka menyesatkan hampir seluruh kaum Muslim dan mendeklarasikan bahwa hanya merekalah yang sebenarnya Ahlus Sunnah sejati! 1]
Yang menarik adalah mereka menolak disebut berpaham seperti Khawarij. Mereka menulis khusus tentang Khawarij, padahal sikap, tindakan dan karakteristik mereka sama dengan karakteristik kaum Khawarij yang mereka tulis sendiri. Anda bisa membaca buku-buku mereka dengan mendownloadnya!

KAPAN MULAI MUNCUL KAUM KHAWARIJ?
Banyak orang berpendapat bahwa kaum Khawarij muncul pada masa kekhalifahan Ali bin Abi Thalib. Saya kurang sependapat, karena beberapa hadis menyatakan bahwa pada masa Rasulullah Saw masih hidup, orang-orang Khawarij sudah muncul walaupun jumlah mereka masih sedikit.

Di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, bahwa ia berkata : Seseorang datang kepada Rasulullah Saw di Ji’ranah, sepulang dari perang Hunain. Pada pakaian Bilal terdapat perak lalu Rasulullah mengambilnya untuk diberikan kepada manusia. Orang yang datang itu berkata: “Hai Muhammad! Berlaku adil-lah!” Rasulullah Saw bersabda, “Siapa lagi yang dapat bertindak adil, jika aku tidak berlaku adil? Engkau pasti akan rugi jika aku tidak berlaku adil!” Lalu Umar bin Khaththab berkata, “Biarkan aku membunuh orang munafik ini, wahai Rasulullah!” Nabi bersabda, “Aku berlindung kepada Allah dari pembicaraan orang bahwa aku membunuh sahabatku sendiri. Sesungguhnya orang ini dan teman-temannya memang membaca al-Quran, namun tidak melampaui tenggorokkan mereka. Mereka keluar dari Islam secepat anak panah melesat dari busurnya.” 2]
Ulama Ahlus Sunnah banyak yang sepakat bahwa orang yang menegur Rasulullah Saw saat itu bernama : Dzul Khuwaishirah. Dialah salah seorang pentolan kaum Khawarij.

DARI KHAWARIJ KE WAHABI SALAFY
Masih di dalam Shahih Bukhari dan Muslim, sebuah hadis menyebutkan bahwa Yusair bin Amru berkata, “Saya berkata kepada Sahl bin Hunaif, “Apakah engkau pernah mendengar Nabi Saw menyebut-nyebut Khawarij?” Sahl menjawab, “Aku mendengar hal itu dari beliau, Rasulullah Saw menunjuk ke arah Timur, mereka adalah kaum yang membaca al-Quran dengan lisan mereka, akan tetapi tidak melampaui tenggorokkan mereka. Mereka keluar dari agama secepat anak panah melesat dari busurnya.” 2] Beberapa ulama Ahlus Sunnah seperti Al-Qasthalani dalam mengomentari hadis diatas mengatakan: “Dari belahan bumi sebelah timur” yaitu dari arah timur
kota Madinah yang di antaranya adalah daerah Najd. 3] Syekh Hisyam Kabbani mengatakan bahwa Muhammad Ibn Abdul Wahab, pendiri kaum Wahabi lahir di wilayah Arab bagian timur, yaitu Najd. Di sanalah banyak tinggal orang-orang Badui yang nomaden, kurang berpendidikan, sehingga cenderung berpikir sederhana. Sementara itu di dalam hadis lainnya disebutkan, dalam menjawab perihal kota al-Najd: “Di sana terdapat berbagai goncangan, dan dari sana pula muncul banyak fitnah”. 4]
Atau dalam ungkapan lain yang menyebutkan: “Disana (al-Najd) akan muncul qarn setan”. Dalam kamus bahasa Arab, kata “qarn” juga bisa berartikan tanduk. Beberapa ulama mengartikan qarn setan sebagai tanduk setan, atau tempat awal munculnya fitnah. Sedangkan kita mengetahui bahwa
kota Najd adalah tempat kelahiran Muhammad bin Abdul Wahab al-Najdi, pendiri Wahabisme. Dari kota Al-Najd (Saudi Arabia) inilah pemikiran Wahabisme disebarluaskan dan diekspor ke segala penjuru dunia, termasuk Indonesia.

APA CIRI-CIRI KAUM KHAWARIJ?
Di dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalib telah berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. Bersabda, “Di akhir zaman akan muncul kaum yang muda usia dan lemah akal. Mereka berbicara dengan pembicaraan yang seolah-olah berasal dari manusia yang terbaik. Mereka membaca Al-Quran, tetapi tidak melampaui tenggorokan mereka. Mereka keluar dari agama, secepat anak panah meluncur dari busur. Apabila kalian bertemu dengan mereka, maka bunuhlah mereka, karena membunuh mereka berpahala di sisi Allah pada hari kari kiamat. 5]

Di dalam Shahih-nya, Muslim meriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhani bahwa di dalam pasukan Ali bin Abi Thalib terdapat orang-orang yang membelot, maka Ali pun berkata, “Aku mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Wahai Manusia! Sekelompok orang dari pengikutku telah membelot. Mereka membaca al-Quran. Bacaan kalian tidak ada apa-apanya dibanding bacaan mereka. Shalat kalian kalian pun tidak ada apa-apanya dibanding shalat mereka; bahkan puasa kalian pun tidak ada apa-apanya dibanding puasa mereka. Mereka membaca Al-Quran dan menganggap bahwa pahala (hanya) milik mereka dan siksa menjadi miliki kalian. Shalat mereka pun tidak sampai tenggorokkan meeka (tidak bermanfaat). Mereka lepas dari Islam seperti lepasnya anak panah. Kalau diketahui adanya pasukan yang di dalamnya ada orang-orang yang beramal tidak sesuai dengan ucapan Nabi, janganlah kalian merasa berat untuk bertindak. Tanda-tandanya adalah bahwa di antara mereka itu terdapat seorang laki-laki yang berpundak besar dan berlengan pendek. Di antara pundaknya ada semacam punuk dan dia berambut putih. Kalian akan lari meninggalkan mereka untuk bergabung dengan Muawiyyah dan orang-orang Syam. Mereka akan membunuh anak-anakmu dan menjarah harta kekayaanmu. Demi Allah, aku berharap, bila meeka muncul, maka bergeraklah kalian dengan nama Allah, karena mereka itu MEMBUNUH dan MERAMPOK orang banyak.” 6]

Sahabat Ibnu Abbas ketika menjelaskan tentang kaum Khawarij mengatakan, “Pakaian mereka kasar dan sangat sederhana (mereka salah memahami konsep Zuhud sehingga mereka enggan berpakaian bagus), muka mereka pucat (karena kurang tidur, setiap malam meeka melakukan tahajjud), kening mereka menghitam
seperti lutut kambing (karena sujud mereka yg amat lama. Ini pun karena pemahaman mereka yang serba literal terhadap al-Quran 7] ), tapak tangan & kaki mereka keras (karena beribadah siang dan malam), dan bacaan Qur’annya sangat lama. Tapi bacaan Qur’an mereka itu hanya sampai ditenggorokannya (tidak sampai ke hati) dan mereka lepas dari Islam seperti anak panah lepas dari busurnya.”
Dari hadis-hadis di atas, kita bisa meringkas karakteristik kaum Khawarij yang antara lain :

1. Pengikut mereka kebanyakan adalah kaum muda yang berpikiran sempit, jumud, dan kurang cerdas. Pemahaman mereka sangat dangkal terhadap Al-Quran dan Sunnah. Di dalam sebuah riwayat, ketika Imam Ali as meminta Ibnu Abbas berunding dengan kaum Khawarij, beliau menyuruh Ibnu Abbas untuk tidak berargumen dengan al-Quran, karena pemahaman mereka yang sangat dangkal dan mentah. Imam Ali as menyarankan agar Ibnu Abbas menggunakan argumen dengan hadis-hadis Nabi Saw, karena mereka memang buta dengan Sunnah Rasul Saw.

2. Mengutamakan ibadah-ibadah ritual (mahdhah) tapi melupakan ibadah-ibadah sosial (muamalah). Itu sebabnya mereka cenderung berprasangka buruk terhadap kaum Muslim. Bahkan di dalam sejarah mereka menghalalkan darah Imam Ali dan salah seorang dari mereka (Ibn Muljam laknatullah) membunuh beliau saat sedang shalat Subuh.

3. Mereka sangat mudah mengkafirkan orang yang bukan golongan mereka, bersikap keras terhadap kaum Muslim, bahkan Anda lihat terhadap Rasulullah Saw pun mereka bersikap kasar. Dengan senang hati mereka membunuhi kaum Muslim tanpa merasa bersalah, bahkan merasa mendapat pahala atas tindakan-tindakan keji mereka.

Denis Diderot mengatakan, “From fanaticism to barbarism is only one step.” Dari fanatisme ke barbarisme hanya tinggal satu langkah lagi.

4. Bacaan Quran mereka bagus, tetapi pemahaman mereka terhadap Quran sangatlah dangkal. Jika mereka berbicara, mereka menampakkan diri seolah-olah mereka adalah orang yang tawadlu’, shalih dan bertaqwa, padahal mereka adalah sejahat-jahatnya manusia.

(Bersambung)

Catatan Kaki:
1. Lihat di salah satu situs resmi mereka : http://www.almanhaj.or.id/index.php. Anda bisa memperoleh e-book secara gratis yang isinya kebanyakan adalah penyesatan atas kaum Muslim lainnya seperti yang telah saya sebut di atas.
2. Shahih Bukhari, Bab Khumus, Hadis no. 2905.
– Sahih Muslim, Bab Zakat, Hadis no. 1761.
– Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, hadis no. 168.
– Ahmad bin Hanbal, Musnan Bagian 3, hlm. 332, 353, 354.
3. Irsyad as-Saari Jil:15 Hal:626
4. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid: 2 halaman:81 atau jilid: 4 halaman: 5; Syaikh Hisyam Kabbani, The Approaching to Armageddon, diambil dari http://mevlanasufi.blogspot.com

4. Musnad Ahmad bin Hanbal jilid: 2 halaman:81 atau jilid: 4 halaman: 5

5. Shahih Muslim, hadis no: 1771
6. Dr. Amir Al-Najar, Aliran Khawarij, hlm. 40, Cet. I, Penerbit Lentera, 1993.
7. “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud (min atsari sujud)….” (QS Al-Fath [48] ayat 29). Kaum Khawarij memahami maksud “bekas sujud” ini adalah hitamnya kening karena kening yang terlalu lama ditekan sehingga kulit kening menjadi hitam dan mengeras. Jika kita perhatikan apa yang dikatakan oleh sahabat Ibnu Abbas, kita bisa memahami bahwa para sahabat Rasulullah Saw termasuk Ibnu Abbas tidak mempunyai ciri dengan kening hitam seperti yang dimiliki oleh kaum Khawarij. Sebab jika Ibnu abbas mempunyai ciri yang seperti ini, pastilah beliau tidak menyebutkan karakteristik kening hitam ini. Memang, seperti kaum Wahabi dan Salafy, mereka adalah orang-orang yang memahami al-Quran dengan pemahaman literal atau tekstual.


Iklan

Komentar»

1. abah_zacky - Senin, 18 Juni, 2007

Dasar Syi’ah.

2. Quito Riantori - Selasa, 19 Juni, 2007

Tidak adakah bantahan atau argumen yang lebih “bermutu” dari ini?

3. Badari - Senin, 15 Oktober, 2007

Salam ‘alaikum.
Pak Quito, akan lebih lengkap bila Bapak menuliskan juga pemaknaan/tafsir yg tepat dari ayat “siimaahum fii wujuuhihim min atsari al-sujuud”. Mudah2-an, banyak orang Khawarij yg jadi sadar akan kekeliruannya dalam memahami ayat tsb. setelah membaca tafsir yg benar. Terima kasih & Salam ‘alaikum.

4. jusuf - Selasa, 16 Oktober, 2007

kalau dari wahaby jangan harap

5. Quito Riantori - Rabu, 17 Oktober, 2007

Insya Allah akan saya usahakan…Salam buat semua…maaf lahir n batin minal aidin wal faizhin…

6. Quito Riantori - Senin, 22 Oktober, 2007

Mas Badari, saya dah kutip beberapa tafsir tentang ayat siimaahum fii wujuuhihim min atsari al-sujuud”. Lihat di artikel terbaru. Trim, n salam…

7. Badari - Selasa, 23 Oktober, 2007

Terima kasih atas tulisan tafsir “atsar al-sujud”-nya, Pak Quito.
Maaf, ganggu lagi ni. 🙂 Pada bagian daftar catatan kaki tulisan di atas, saya belum lihat nomor 4 catatan kaki. (Setelah no.3 langsung ke no. 5). Adakah yg terlewat?
Lalu, angka 2 sebagai nomor catatan kaki pada kalimat dalam batang tubuh tulisan ditulis 2 kali. Apakah memang benar keduanya sama-sama merujuk ke catatan kaki nomor 2?

8. Quito Riantori - Selasa, 23 Oktober, 2007

Wah iya..coba nanti saya lihat tulisan asli saya. Trims atas koreksian Mas Badari.
Btw, ada tambahan/revisi pada tulisan saya tafsir min atsari sujud. Trims n Salam.

9. toocool - Senin, 26 November, 2007

Abah Zacky, antum jangan asal tuduh ye….
Emangnye Salafy dan Wahhabi itu Ahlus Sunnah? Mimpi kali yee…

10. Quito Riantori - Selasa, 27 November, 2007

Wahabi Salafy itu BUKAN AHLUS SUNNAH!! Anda benar 100% !

11. danny - Senin, 14 April, 2008

Saudaraku ahlusunnah, ahlusunnah bukan wahabi dan wahabi bukanlah ahlusunnah, tetapi berhati2 lah wahai saudara2ku, karena mereka mendompleng nama ahlusunnah dalam menyebarkan ajaran mereka..mari kita perkuat ukhuwah antara shi’i dan sunni.

Antum punya tulisan sangat bagus..Semoga membuat Rasulullah dan keluarganya yang suci tersenyum.. 🙂

12. Quito Riantori - Selasa, 15 April, 2008

@danny
Anda betul saudaraku, Wahabi memang mendompleng nama Ahlus Sunnah. Ajaran2 mereka justru jauh dari Sunnah Nabi Saw. Terima kasih atas kunjungan antum, semoga doa2 antum senantiasa dikabulkan Allah Swt. Amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: