jump to navigation

Bid’ah Terbesar Sepanjang Sejarah Islam Rabu, 20 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

bidah.jpg

APA ITU BID’AH?
Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Maka sebaik-baik perkara adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara itu yang diada-adakan (muhdatsatuha), dan setiap (kullu) yang diada-adakan (muhdatsah) itu adalah bid’ah, dan setiap (kullu) bid’ah itu sesat.” 1]
Hadits lainnya yang diriwayatkan oleh Bukhari dari Aisyah, bahwa Rasulullah Saw, “Jika seseorang melakukan perubahan (bid’ah) atas sesuatu dan tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama, maka tertolak.” 2]
Jadi semua amalan yang tidak pernah dilakukan Nabi Saw adalah bid’ah.

BID’AH TERBESAR SEPANJANG SEJARAH ISLAM
Dari Sa’ad bin Abi Waqqas, katanya : “Muawiyyah bin Abu Sufyan menyuruh Sa’ad (bin Abi Waqqas) dan menanyakan : “Apakah yang menjadi halangan bagimu untuk mencerca Abu Turab (Ali bin Abi Thalib)?” Sa’ad menjawab : “Adapun yang saya ingat ada 3 hal yang diungkap Rasulullah Saw. Karena (ketiga hal) itulah saya tidak akan MENCERCA Ali. Andai saja untuk saya satu dari ketiga hal yang dimilikinya itu, maka itu lebih aku sukai ketimbang memperoleh sejumlah binatang ternak yang sehat-sehat. Saya telah mendengar Rasulullah Saw bersabda ketika beliau menyuruh Ali tinggal (di Madinah) dalam beberapa peperangan, lalu Ali berkata kepada Rasul : “Ya Rasulullah, engkau menyuruhku tinggal bersama kaum perempuan dan anak-anak?” Rasulullah Saw bersabda, “Apakah engkau tidak merasa senang (ridha) kalau engkau bagiku serupa dengan kedudukan Harun dengan Musa, tapi tidak ada kenabian sepeninggalku.” Dan saya (Sa’ad) juga mendengar Nabi Saw bersabda di hari perang Khaibar : “Sesungguhnya aku akan menyerahkan panji-panji ini kepada seorang laki yang mencintai Allah dan Rasul-Nya sedang Allah dan Rasul-Nya mencintainya pula.” Lalu kami (para sahabat) menanti-nantikannya. (berharap memperoleh kedudukkan itu). Kemudian Nabi bersabda, “Panggillah Ali supaya dia datang kepadaku!” Dia dibawa (ke hadapan Nabi) dalam keadaan sakit mata, lalu Nabi meludahi matanya, lalu menyerahkan panji-panji kepadanya. Allah memberikan kemenangan di tangannya. (Yang ketiga) Setelah turun ayat : “Maka katakanlah : “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu…” dan Rasulullah Saw memanggil Ali, Fathimah, Hasan, dan Husain, lalu beliau mengatakan, “Ya Allah! Mereka inilah keluargaku! (Allahumma Haulai Ahly)” 3]

Apa yang disuruh Muawiyah kepada Saad bin Abi Waqqas jelas-jelas tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah Saw, Abu Bakar, Umar dan Utsman. Tetapi orang ini, setelah duduk di tampuk kekuasaannya melakukan banyak BID’AH, dan salah satu Bid’ah Terbesarnya adalah titah perintahnya kepada kaum Muslim pada masa kekuasaan Bani Umayyah : Mengutuk, mencerca dan menghina Sahabat besar Nabi Saw, Ali bin Abi Thalib.
Apakah ada contoh yang dilakukan Nabi Saw seperti yang dilakukan Muawiyah?
Tidak ada! Jadi ini bid’ah! Tak seorang pun bisa berkelit dengan fakta hadis ini!
Dan apa sabda Nabi Saww terhadap orang yang membenci sahabat Ali bin Abi Thalib? Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan Rasulullah Saw bersabda : “Mencintai Ali adalah tanda keimanan dan membencinya adalah tanda kemunafikan.” 4]
Hadis ini sedemikian masyhur sampai-sampai beberapa sahabat nabi sering berkata, “Kami mengetahui kemunafikan seseorang dari kebenciannya terhadap Ali.” 5]
Lalu bagaimana dengan Muawiyah?
Apakah keterangan ini masih kurang jelas bagi Anda?
Mari kita lihat lagi beberapa riwayat yang semoga akan meyakinkan Anda yang membaca tulisan ini. 6]

Di dalam Shahih Muslim, Ali bin Abi Thalib berkata, “Demi Dia yang membelah biji-bijian dan menghidupkan segala sesuatu, Rasulullah berjanji kepadaku bahwa tiada orang yang mencintaiku kecuali orang mukmin dan tiada orag yang menyimpan kebencian kepadaku kecuali orang munafik. 7]
Pengutukan terhadap Imam Ali bin Abi Thalib merupakan bid’ah terbesar yang pernah dilakukan seseorang di dalam sejarah Islam. Muawiyah dan keturunananya melakukan bid’ah keji ini selama 65 tahun. Tapi mengapa Kaum Salafy dan Wahaby tidak membicarakan bid’ah keji yang pernah dilakukan oleh Muawiyah? Mengapa? Mengapa ulama-ulama Wahaby yang hidup di bawah ketiak Kerajaan Saudi Arabia tidak membuka hadis-hadis ini? Mengapa mereka menyembunyikan hadis-hadis ini? Mengapa Kerajaan Saudi mendukung ulama-ulama Wahaby? Tak bisa disangkal lagi bahwa mereka ingin KERAJAAN mereka yang didirikan dan dijalankan tidak berdasarkan musyawarah (sekali lagi Bid’ah yang nyata lagi terang!), yang mereka jalankan dengan cara-cara di luar konteks Al-Quran dan Sunnah Nabinya, bisa tetap tegak sebagaimana yang dilakukan Muawiyah. Mereka semua (Ulama Salafy Wahaby dan Kerajaan Saudi Arabia) tidak mengikuti Sunnah Rasulullah Saw, tetapi yang mereka ikuti Bid’ah Muawiyah. Sahabat-sahabat Nabi yang tulus pun enggan mengikuti bid’ah yang diperintahkan Muawiyah. Sebagaian sahabat Nabi Saw, yang melawan BID’AH yang diterapkan Muawiyah ini dibunuh dengan sadis. 8]
Inikah sunnah Nabi? Bukan! Ini bid’ah Muawiyah bukan sunnah Nabi!! Kita membela Sunnah Nabi bukan membela Bid’ah Muawiyah!
Penghinaan dan sumpah serapah yang diperintahkan Muawiyah dan keturunannya terus berlangsung di mimbar-mimbar Jumat di seluruh kekuasaan Bani Umayyah yang terbenatang luas, sampai akhirnya khalifah Umar bin Abdul Azis menghapus bid;ah keji ini, tapi orang baik ini pun dibunuh oleh keluarganya sendiri karena berani menghapus BID’AH Muawiyah. 9]
INILAH BID’AH TERBESAR SEPANJANG SEJARAH UMAT ISLAM!
Anda lihat bagaimana ulama Salafy Wahaby, Kerajaan Saudi Arabia, Amerika Serikat dan Zionis Israel bersahabat erat! Inilah persekutuan yang mengerikan! Tidakkah Anda membuka mata Anda lebar-lebar? Lihat bagaimana mesranya Raja-raja Arab dengan pemeriuntahan Washington! Inilah bid’ah terbesar! Bersahabat dengan orang-orang yang membantai orang-orang Palestina. Lihatlah bagaimana Kerajaan Saudi Arabia bekerja sama dengan AS dan Zionis ingin menghancurkan HAMAS. Mereka mendukung Fatah, karena Fatah mendapat dukungan dari George Bush dan Ehud Olmert! Bukalah mata Anda, jujurlah terhadap diri kita sendiri! Sadarlah!

Di dalam Shahih Bukhari diriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda : “Sungguh kamu sekalian akan mengikuti sunah orang-orang sebelum kalian (Yahudi dan Nasrani) sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta, sehingga walaupun mereka masuk ke dalam lubang biawak kamu sekalian pun akan mengikuti mereka. Kami (para sahabat) bertanya: “Wahai Rasululah, apakah mereka itu orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Beliau menjawab : “Lalu siapa lagi kalau bukan mereka!10]

INILAH BID’AH TERBESAR SEPANJANG SEJARAH UMAT ISLAM SAMPAI DETIK INI!

Laa hawla wa laa quwwata illa billah!

Catatan Kaki:
1. Hadits ini diriwayatkan dari sahabat Jabir bin Abdullah di dalam Shahih Muslim Kitab Shalat, Bab 4, hadits no. 1885. Ahmad, An-Nasai dan Ibnu Majah juga meriwayatkannya dengan sanad yang shahih.
2. Shahih Bukhari, Jil. 3, Bab 49, no. hadits: 861.
3. Shahih Muslim, Kitab Fadhail Al-Shahabah, Bab 31, hadits no. 5915
4. Shahih Muslim, Jil. 1, hlm. 48; Sahhih al-Turmudzi Jil.3, hlm. 643; Sunan Ibn Majah, Jil.1, hlm.142; Musnad Ahmad ibn Hanbal Jil.1, hlm. 84, hadist no. 95128.
5. Fadhail al-Shahabah, Ahmad bin Hanbal, Jil. 2, hlm. 639, hadis no. 1086.
6. Namun jika Anda ragu, saya persilahkan Anda membuka kitab-kitab yang saya cantumkan di dalam tulisan ini. Kalau Anda tidak bisa membaca Bahasa Arab, Anda bisa merujuk ke situs Kerajaan Saudi Arabia : http://hadith.al-islam.com/bayan/display.asp?Lang=ind&ID=941. Setelah itu Anda bisa mencari kata-kata yang ingin Anda rujuk pada kolom “cari”. Insya Allah Anda akan menemukan hadis-hadis yang saya ungkapkan di sini. Kalau ada beberapa hadis yang tidak Anda temukan, hal itu karena situs Kerajaan Saudi itu tidak menerjemahkan keseluruhan Kitab Shahih Muslim. Biasalah!
7. Shahih Muslim dalam versi bahasa Inggris, Jilid 1, Bab 34, hal. 46, hadis no. 141.
8. Baca Abul A’la Maududi di dalam bukunya : Khilafah dan Kerajaan, terbitan Mizan, atau baca juga karya Thaha Husain, Malapetaka Terbesar Dalam Sejarah Islam, terbitan Pustaka Jaya. Di dalam kitab-kitab sejarah Islam lainnya hal ini sudah tidak asing lagi.
9. Tarikh al-Thabari Jil. 4, hlm. 188; Tarikh Ibn Katsir Jil. 3, hlm.234, Jil. 4, hlm. 154; Bidayah wa al-Nihayah Jil. 8 hlm. 259, Jil. 9, hlm. 80.
10. Shahih Bukhari, hadis no. 3197
– Shahih Muslim, hadis no. 4822
– Musnad Ahmad bin Hanbal Jil. 3, hlm. 84, 89, dan 94.

Iklan

Komentar»

1. anas fauzi rakhman - Senin, 10 September, 2007

Seandainya Wahabi/Salafy mempunyai keadaan seperti perkataan anda:
“Mereka semua (Ulama Salafy Wahaby dan Kerajaan Saudi Arabia) tidak mengikuti Sunnah Rasulullah Saw, tetapi yang mereka ikuti Bid’ah Muawiyah”
Maka saksikanlah saya bukan seorang Wahaby/Salafy

Dan saksikanlah saya akan mengecam siapapun dia yg menjelek-jelekan ‘Ali radliallohu ‘anhu.

Tapi ternyata saya seorang Salafy/Wahaby krn apa yg ada tuduhkan saya tdk mendapatinya.

Dan saksikanlah saya membenci orang yg membenci Sahabat-sahabat Rasulullah seperti Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman (yg mereka tuduh tdk berhak menjadi khalifah paska meninggalnya Rasulullah) juga Muawiyah radliallohu ‘anhum. Mereka hanya manusia yg kadang salah dan lupa tapi Rasulullah mengatakan “Barang siapa yg menjelekkan Sahabatku maka dia bukan termasuk golonganku”.

Salam mas

2. Quito Riantori - Selasa, 11 September, 2007

Saya setuju dengan hadis Nabi Saw yang mengatakan : “Barang siapa yg menjelekkan Sahabatku maka dia bukan termasuk golonganku”, Namun tentu saja maksud Nabi Saw dalam hadis ini bahwa hanya sahabat Nabi yang setia dan komitmen dengan ajaran Islam yang tidak boleh dijelek-jelekkan sementara mereka yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya kita mesti menjelaskan kenyataan mereka yang sebenarnya!
Apakah Anda akan tetap mencintai mereka, walaupun di antara sahabat Nabi itu ternyata ada munafik? Apakah Anda tidak pernah membaca hadis Nabi Saw : “Di antara para sahabatku terdapat 12 orang munafik, yang 8 di antara mereka tidak akan masuk surga sampai unta masuk ke dalam lubang jarum.”
1.Shahih Muslim, Kitab al-Jannah, hal. 157, hadis no. 5104, 5103.
2. Sahih Bukhari, Kitab Ahadits al-Anbiya, hadis no. 3100, 3191, 4371 dan 6045.
Tirmidzi, Al-Nasai dan Ahmad juga meriwayatkan hadis ini.

Apakah Anda juga tidak pernah membaca ayat Quran : “Di antara orang-orang Arab Badwi yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu tidak mengetahui mereka, Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (QS 9 :101)
Hanya orang-orang yang kurang jujur terhadap diri mereka sendiri saja yang berpendapat bahwa semua sahabat Nabi tidak tercela, karena kita telah tahu melalui sejarah dan hadis-hadis shahih yang telah membuktikan kedurhakaan sebagian sahabat Nabi terhadap Allah dan Rasul-Nya.
Salam juga Mas Anas. Terima kasih telah mengunjungi blog ini.

3. Bagir Assegaf - Selasa, 25 September, 2007

Asalamu’alaikum
Untuk Anas, saya heran dengan anda, sebenarnya anda tau Muawiyah (Laknatullah alaik) atau tidak?? tolong anda belajar sejarah lagi yach..saya tidak akan mencantumkan salah satu hadis dari banyak hadis yang secara langsung (dari ucapan rasul saww) melaknat Muawiyah dan bapaknya (abu sofyan) agar anda mandiri untuk belajar sejarah…Ok.
wassalam

4. Badari - Senin, 1 Oktober, 2007

Salam ‘alaikum.
Ada yg membela Muawiyah sekaitan dgn hadis “pertanyaan Muawiyah & jawaban Sa’ad bin Abi Waqqas” (footnote no. 3) di atas bhw hadis itu tidak menunjukkan Muawiyah mencerca Ali atau memerintahkan pencercaannya, tetapi Muawiyah “hanya” menanyakan mengapa Sa’ad tidak mencerca Ali, seperti pencercaan yg dilakukan sebagian orang2 thd Ali pada masa itu (yg mereka itu masih menyisakan dendam perang saudara). Muawiyah pun tidak menghukum Sa’ad yg tidak mencerca Ali. Adapun istilah “Abu Turob”, itu -menurut pembela Muawiyah- bukanlah pencercaan karena istilah itu [konon, katanya] diucapkan Nabi saw. kpd Ali [saya pernah lihat hadis gelar Abu Turob dari Nabi ini di suatu buletin Jumat].

Bagaimana tanggapannya?

Bisakah Pak Quito & Pak Bagir Assegaf menambahkan data2 dari riwayat Sunni yg lebih eksplisit mengabarkan pencelaan/pencercaan/pelaknatan oleh atau atas perintah Muawiyah? Ditunggu info pencerahannya. Syukron.
Salam ‘alaikum.

5. Quito Riantori - Selasa, 2 Oktober, 2007

Orang-orang yang membela Muawiyyah adalah orang-orang super dungu.
Ketahuilah, teman…tidak semua bentuk pertanyaan selalu bermakna pertanyaan. Pertanyaan seperti : “Anakku, mengapa kamu belum mandi juga?” Ini bukan pertanyaan, tetapi sebuah perintah dengan nada yang halus. Begitu juga pertanyaan yang diajukan oleh Muawiyyah silaknat kepada sahabat Saad bin Abi Waqqash. Sebaiknya anda mesti memilih-milih teman, karena teman yang bebal suatu saat akan mencelakakan anda.
Kemarin saja di Dialog Jumat Republika, jelas2 penulis artikel “Hasan Cucu Kesayangan Nabi” membuka salah satu fakta kebusukan dan kemaksiatan Muawiyyah, si setan berwujud manusia. Di dalam tulisan tersebut bagaimana Muawiyyah mengatur strategi untuk membunuh Hasan bin Ali as dengan cara membujuk isteri Hasan untuk meracuni suaminya. Terlalu dan sangat terlalu banyak kebejatan Muawiyyah. Sekali lagi hanya orang-orang dungu saja yang ngotot membela Muawiiyyah. Mengenai pelaknatan atas Imam Ali yang diwajibkan Muawiyyah, sudah sangat2 banyak data dari hadis maupun sejarah tentang ini. Cobalah Anda buka kembali kitab hadis2, dan kitab2 sejarah. Tetapi anda takl perlu khawatir, saya akan dengan senang hati membuat artikel yang lebih lengkap tentang ini. Namun pertanyaan2 bodoh dan dungu saya harap jangan lagi terlontar, karena hanya akan menjadi tertawaan orang saja. Terima kasih. Salam.

6. Quito Riantori - Jumat, 5 Oktober, 2007

Saya dah bikin artikel baru tentang Muawiyyah : Muawiyah Melaknat Imam Ali di Mimbar-mimbar Masjid

7. wong fei hung - Kamis, 11 Oktober, 2007

Naaah …… inilah tulisan yang anti Syiah. Hidup paham Wahabi !!!.
saya heran sesama muslim masih saling gontok-gontokan

8. Quito Riantori - Rabu, 17 Oktober, 2007

Teman, blog ini bukan utk gontok2an, justru blog ini kami buat utk menyambung silaturrahim. Permasalahannya memang ada yang menolak uluran silaturrahim tsb dan ada yg menerima. Kaum Wahhabi sangat getol menyesatkan orang-orang yang bukan selain mereka (bukan hanya syiah) inilah yang ingin saya jelaskan kepada orang2 yang belum mengathui hakikat Wahhabi. Cobalah anda baca wawancara dengan Kiyai Mustofa Bisri di blog ini, beliau sendiri mengatakan secara halus bahwa pemerintah saudi itu bukan negara Islam, tetapi negara wahhabi. Jika anda jeli anda bisa memahami apa yang diutarakan oleh Gus Mus yang alim itu.
Anyway thanks n Salam…

9. yusuf - Senin, 24 Desember, 2007

saudara quito yang dirahmati Allah, teruskan kendali pena anda, sikat habis musuh musuh nabi dan ahlulbaitnya baik dari kalangan sahabat, salaf, wahabi dan kafir harbi teruskanlah!!!insyaallah

10. ade - Sabtu, 16 Januari, 2010

assalamualaikum..wr wb
Afwan akhi… saya orang awam nih, maksudnya wahabi, syiah itu apa sih dan apa pula ajaran yang mereka bawa, terus siapakah golongan ahlul sunah wal jamaah…terimakasih atas penjelasannya.

11. resaalparizi - Kamis, 6 Oktober, 2011

smga allah merahmati kita semua…………….

12. berlianta - Rabu, 29 Februari, 2012

Semoga Allah swt menuntun dan memberi keselamatan kepada kita semua, apa yang terjadi pada masa lampau dan saat ini itu adalah takdir allah SWT, manusia letaknya salah, manusia bukanlah malaikat, Nabi Muhammad SAW saja beberapa kali kena tegur dari Allah SWT, lantas Shabat rasul, kita adakah yang bersih dari aib, sekiranya aib saudara dibuka di depan umum maka semua orang akan jijik melihat anda, syukurilah aib saudara ditutupi oleh Allah SWt, saat ini yang ummat perlukan adalah kesadaran semua unsur ummat islam untuk tidak menjadi produk sejarah yang hitam tapi mari buka lembaran putih, jadikan sejarah yang hitam menjadi pelajaran yang berharga buat kita semua, Apakah saudara mendapatkan pahala dengan saling menhujat, bukankah allah SWT mencintai ummatnya yang menutup aib saudaranya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: