jump to navigation

12 Langkah Mengatasi Kemarahan Kamis, 28 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Anger Management, Artikel.
trackback

12_langkah.jpg

Quito R. Motinggo

Rasulullah saww berkata, ”Maukah kalian kuberitahu orang yang paling menyerupaiku (pribadinya)?” Mereka (para sahabat) berkata,”Tentu, wahai Rasulullah!” Beliau mengatakan,”Yaitu orang yang paling baik akhlaknya, yang paling ‘sejuk’ naungannya, yang paling berbakti kepada kerabat-kerabatnya, yang paling besar cintanya kepada saudara-saudaranya, yang paling sabar dalam menetapi kebenaran, yang paling pemaaf, dan yang paling kuat kesadaran dirinya di saat ridha maupun di saat marah” (Bihar al-Anwar 66 : 306)

Kemarahan barangkali merupakan emosi yang paling buruk yang perlu ditangani. Dari waktu ke waktu kita semua pernah mengalami perasaan yang kuat ini. Beberapa penyebab umum kemarahan termasuk frustrasi, sakit hati, kejengkelan, kekecewaan, pelecehan, dan ancaman. Hal ini membantu kita untuk menyadari bahwa kemarahan bisa menjadi teman atau bisa menjadi musuh, bergantung pada bagaimana kita mengekspresikannya. Mengetahui bagaimana cara untuk mengenal dan mengekspresikan kemarahan dengan tepat, dapat menolong kita untuk mencapai tujuan-tujuan, dan mengatasi kemunculan-kemunculannya, memecahkan problem-problem dan bahkan melindungi kesehatan kita.

Bagaimanapun, kegagalan untuk mengenal dan memahami kemarahan kita, menggiring kita ke berbagai problem.

Beberapa ahli (psikolog) percaya bahwa kemarahan yang ditekan merupakan penyebab yang mendasari kecemasan dan depresi. Kemarahan yang tidak terekspresikan dapat mengganggu hubungan, mempengaruhi pikiran, dan pola prilaku, juga berbagai problem-problem fisik, seperti tekanan darah tinggi, gangguan jantung, kepala pusing, gangguan kulit dan masalah-masalah lain yang saling terkait. Apa yang bahkan lebih buruk adalah hubungan antara berbahayanya kemarahan yang tak terkontrol dengan kejahatan, emosi dan penganiayaan fisik serta prilaku-prilaku kekerasan lainnya. Redford Williams, seorang ahli penyakit dalam (internist) dan spesialis tentang prilaku (behavioral specialist) di Duke University Medical Center, Amerika Serikat telah mengembangkan sebuah program 12-langkah yang dapat menolong orang untuk belajar mengatasi emosi-emosi amarahnya.

Williams menyarankan memantau pemikiran Anda yang cenderung sinis karena mempertahankan atau memelihara “sebongkah permusuhan”. Hal ini akan mengajarkan Anda tentang keseringan dan jenis-jenis situasi yang memprovokasi Anda. Carilah dukungan dari orang-orang penting dalam hidup Anda untuk mengatasi perasaan Anda dan mengubah pola prilaku Anda.

Dengan memelihara “sebongkah rasa permusuhan” Anda, Anda dapat menyadari kapan dan di mana Anda memiliki pemikiran-pemikiran yang agresif, sehingga ketika Anda menemukan diri Anda dalam situasi seperti ini, Anda dapat menggunakan teknik-teknik seperti :

1. Mengambil napas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan-lahan
2. Berdzikir dengan menyebut nama-nama Allah Yang Indah
3. Menghentikan memikirkan hal yang membuat hati Anda menjadi panas. Hal ini dapat menolong Anda menghentikan siklus kemarahan Anda.
4. Letakkan diri Anda di dalam “sepatu” orang lain. Empati mungkin akan menambah perspektif yang berbeda. 5. Jagalah di dalam pikiran, bahwa kita semua adalah manusia, yang bisa melakukan kesalahan.
6. Pelajari bagaimana menertawai diri Anda sendiri dan menemukn humor dalam berbagai situasi.
7. Pelajari juga bagaimana cara menjadi relaks atau santai.
8. Walaupun mungkin Anda pernah mendengar bahwa mengekspresikan kemarahan itu lebih baik daripada memendamnya, namun ingatlah bahwa amarah yang sering dilampiaskan sering bertentangan dengan hasil yang diharapkan dan bisa membuat kita diasingkan oleh banyak orang.
9. Hal penting lainnya adalah bahwa Anda perlu mempraktikkan “percaya pada orang lain”. Adalah biasa jika kita lebih mudah marah ketimbang percaya, namun dengan mempelajari bagaimana mempercayai orang lain, Anda akan dapat mengurangi amarah Anda yang langsung kepada mereka.
10. Ketrampilan ‘mendengarkan dengan baik’ akan meningkatkan komunikasi dan dapat memfasilitasi rasa percaya di antara orang-orang. Kepercayaan ini dapat membantu Anda dalam mengatasi emosi-emosi permusuhan yang potensial; menguranginya bahkan mungkin mengenyahkannya.
11. Pelajari juga bagaimana Anda menegaskan diri Anda sendiri. Hal ini merupakan sebuah pilihan yang konstruktif. Ketika Anda menemukan diri Anda marah pada seseorang, coba jelaskan kepada mereka apa yang mengganggu Anda tentang prilaku mereka dan mengapa Anda mesti marah kepada mereka.
Anda membutuhkan kata-kata dan kerja yang lebih untuk menjadi tegas ketimbang harus memperlihatkan kemarahan Anda, namun ganjaran yang akan Anda peroleh menjadi seimbang. Andai kita menyadari semua ini, maka kita akan merasakan bahwa hidup ini terlalu singkat, jika kita hanya selalu marah pada segala hal.
12. Langkah terakhir memerlukan permintaan maaf kepada orang yang Anda telah marah kepadanya. Dengan membiarkan pergi kebencian dan melepaskan tujuan balas jasa atau ganti rugi, Anda akan merasakan bahwa beban berat berupa kemarahan telah terangkat dari pundak Anda.

Joan Lunden, pengasuh rubrik kesehatan majalah Healthy Living Magazine mengatakan “Holding on to anger, resentment and hurt only gives you tense muscles, a headache and a sore jaw from clenching your teeth. Forgiveness gives you back the laughter and the lightness in your life.”

Tahanlah kemarahan (Anda), kekesalan dan rasa sakit hati Anda, yang membuat otot Anda tegang, sakit kepala dan rahang yang tegang karena gemeretak gigi Anda. Pemberian maaf mendatangkan kembali tawa dan pencerahan dalam hidup Anda.

Iklan

Komentar»

1. conandole - Jumat, 6 Juni, 2008

Bagus sekali infonya…

2. Dino - Kamis, 7 Agustus, 2008

Sangat Baik. Saya suka metode ini.

3. Tommy - Senin, 2 Februari, 2009

Saya suka emosi

4. dira_^ - Minggu, 22 Februari, 2009

sedih nh

5. SUSI SIMILIKITI WELEH WELEH WELEH WELEH WELEH WELEH - Kamis, 26 Maret, 2009

I LIKE IT

6. Mel - Jumat, 27 Maret, 2009

THANKS YA INFONYA,
COZ GW JD TAHU CARA NGATASIN EMOSI GW INI.

7. khusnul - Jumat, 24 April, 2009

aku setuju,,thank’s akn aku peraktukan..!!!

8. mustafi - Senin, 1 Juni, 2009

trim atas infonya

9. masdimas - Kamis, 25 Juni, 2009

thanks buwanget yooo!!!!

10. Rahmat Ade - Senin, 6 Juli, 2009

Marah memang sebuah emosi yang sulit dikendalikan.
Walaupun demikian, kita harus bisa mengurangi kemarahan tersebut.
Sepertinya cara yang telah diterangkan dipostingan ini adalah cara yang tepat untuk mencegah kemarahan.

Thanks for sharing… 🙂

11. wildan a i - Jumat, 17 Juli, 2009

banyak skali hal yang bisa dijadikan pembelajaran dari stiap pristiwa yang kita alami ya bagus skali dari uraian tadi smoga banyak membantu dech basdi yang lainnyaso kita harus sllalu ingat diri kitahanyalah kecil kita fikirkan 10 tahun mendatang/ kemudian dari kejadian ini tak adagunanya bukan jadi bersikaplah optimis slalu

12. eve - Selasa, 8 September, 2009

aku kalau marah pada orang aku akan diam dan buat aku stress diri dan aku behanti kerja. help

13. aulia - Minggu, 20 September, 2009

semua wacana td bnr2 bikin aku terasa telah ditegur,, knp sangat aku menonjolkan marah akhir2 ini.. seakan dunia milik aku dan harus berjalan sesuai yg aku mau… krn menurutku, marah aku sdh di titik atas dimana aku tdk bisa mengendalikannya lagi sekarang ini..
terima kasih tips nya.. aku akan berusaha menerapkan itu semua dalam kehidupan…
memang sulit,, tp semua akan berubah jd lebih baik, jika kita berusaha lebih baik dan menanamkan niat..

14. tirza - Selasa, 3 November, 2009

Terima kasih pak buat artikelnya. Sangat membantu 🙂
Salam kenal

Quito Riantori - Rabu, 4 November, 2009

@tirza
Sama2, Tirza…salam kenal juga…

15. desti - Kamis, 12 November, 2009

syukran….
Alhamdulillah pikiran saya terbuka setelah baca artikel ini.
mohon doanya agar saya tidak dikendalikan lagi oleh nafsu amarah saya.

16. arwi - Sabtu, 28 November, 2009

thanks for your tips……

17. noey - Sabtu, 19 Desember, 2009

ak sedikit trbantu dgn tipsny…
tp ak kn cm manusia biasa jd sdkt susah buat ngejalinny..

18. devaaway - Kamis, 18 Maret, 2010

trmksh info ny akan sy cb..kalo sy lg marah.

19. uliv - Minggu, 11 April, 2010

kmarahan adalah hal yg tak bsa dipisahkan dr manusia
kta hanya perlu berteman dngannya
agar kmarahn bsa jd manfaat

20. joned - Selasa, 20 April, 2010

kemarahan salah satu racun jiwa yang bahaya-oleh itu cuba kita jauhinye dari lubuk hati ini-

21. asep rahayu.SH - Minggu, 30 Mei, 2010

ya lumayan bagi pemula

22. suhendar - Kamis, 2 September, 2010

alhamdulilah sy terinspirasi dengan metode ini

23. asniar - Jumat, 24 September, 2010

betapa sulitx menahan … amarah….

24. epos - Selasa, 26 Oktober, 2010

ok…ok….ok….

25. aden - Kamis, 4 November, 2010

Thanks infonya.. 🙂

26. Ufairah - Minggu, 5 Desember, 2010

makasih infonya…
semoga penulis semakin bertambah ilmunya..
🙂

27. Ufairah - Minggu, 5 Desember, 2010

Makasih telah menulis artikel ini.
Semoga qita dapat mengendalikan kemarahan kita..
🙂

Quito Riantori - Senin, 6 Desember, 2010

amiin…

28. Ming - Selasa, 4 Januari, 2011

bagaimana sy tdk marah apabila sy sdh dihancurkan dkhianati dan dtinggalkan olh yg sangad sy cintai…. dy memberi dan mgores aib dhidup sy lantas pergi bgitu saja tanpa tanggung jawab dan penjelasan apalagi pmintaan maaf….pd awalny sy mencaci makinya agar dy mdapat karma buruk balasan ats pbuatan terkutuknya pd sy……
dan sumpah serapah keluar gitu saja….smp akhirny dg cepat sy mlupakan pbuatannya hny krn sy sadar SAYA JAUH LEBIH BAIK DARI DIA, HIDUP SY JAUH LEBIH SEMPURNA & BAHAGIA sebelum mgenalny dan walau sy hancur krn nya sy YAKIN dia ga akan prnh bisa melebihi kbahagiaan dan cinta kasih yg sy punya…..

niekta - Jumat, 18 Februari, 2011

sabar

29. mirayanti - Minggu, 6 Februari, 2011

semoga saia bisa lbh sabar lagi setelah membaca yg d atas :)tq

30. iema - Selasa, 8 Februari, 2011

nice!!info yg tlong kami siapkn assingement…:)

niekta - Jumat, 18 Februari, 2011

btul

31. niekta - Jumat, 18 Februari, 2011

tapi tetep za susah, cara yg manjur apa dong….????

32. ella - Selasa, 3 Mei, 2011

sy klo sama yg sdh dewasa bisa menghandle marah, tp sulit sekali klo sama anak2 sendiri…py dua balita yg usianya selisih 1.5thn

33. ella - Selasa, 3 Mei, 2011

gmn ya agar bs lbh sabar membersamai tumbuh kembang anak? minta solusiya pak? thx

34. ecka - Kamis, 16 Juni, 2011

bagus banget infonya, q akan mencoba untk tdk selalau marah..thanks

35. teguhsupraptou - Rabu, 6 Juli, 2011

Hr ini Aq lg Emosi,, Setelah Aq praktek yang “Mengambil napas dalam-dalam, dan menghembuskannya perlahan-lahan” ternyata berhasil sip ok trims makasih jg tuk mbah google yang selalu setia menemani aku dalam mencari pengetahuan

36. cantika - Kamis, 29 September, 2011

Aku susah banget nahan emosi..klo sdh emosi pasti g trkontrol lgi…ky apa ya spaya jdi orng yg g pemarahan

37. Toni Iskandar Dinata - Senin, 10 Oktober, 2011

memang emosi itu perlu di rendam sedalam-dalamnya ,,karna itu kita harus menjaga emosi kita,, disertai dengan berdoa dan shallat…ok

38. Tom Gembus Putra Wonogiri - Rabu, 11 Januari, 2012

semoga dengan tips ini aku bisa jaga hatiku

Nci,, - Senin, 16 Januari, 2012

Amin,,

39. Nci,, - Senin, 16 Januari, 2012

^_^
I hope we will be better than before

40. yanu - Jumat, 17 Februari, 2012

gmn caranya mengendalikan keegoisan pasangan.
Soalnya pasangan sya egois n g mw diajak memahami pasangnya.

Quito Riantori - Senin, 20 Februari, 2012

Mungkin pertama2, kita introspeksi diri kita dulu, apakah kita bebas dari sifat egois itu, jika iya, justru kita dulu yg membebaskan diri kita dari egoisme…

41. Yoga Swara - Kamis, 23 Februari, 2012

biasanya karena ego

42. ara zhombi - Rabu, 11 April, 2012

thank’s eya atz artikelnya , mdh2 han ni cmwa brmnfaat wt dri q

43. Indah ayu - Sabtu, 21 April, 2012

tanks ya untuk tipsnya aq jdi bsa ngndaliin emosi aq

44. Indah ayu - Sabtu, 21 April, 2012

tanks ya untuk tipsnya aq jdi bsa ngndaliin emosi aq

*%* @$ۤ
¥£$!! *%*

45. umar fadirubun - Kamis, 21 Juni, 2012

thanks banget ini masukan buat saya ,karna saya orangnya sangat emosional/temprament

46. Mas Diyf - Sabtu, 23 Juni, 2012

ALHAMDULILLAH smga kta bsa mengalahkan saytan yg ada di dlm darah kta, yang menjadikan emosi dan amarah kta tmbah memuncak

47. erry - Jumat, 6 Juli, 2012

siiiiiiiiiiiiiiiiiiippppppppppppp bgt………

48. SONY WAHYUDI AYANK'EELIS - Kamis, 20 September, 2012

sangat bermanfaat bagi saya…pasal aq sring x emosi dan brakir dngn penyesalan. .. bikin yg baru ya kawan..

49. merry - Jumat, 16 November, 2012

trima kash tas artikelx,insya Allah akn sy praktikan,moga berhasil amin

50. Agustinus H - Sabtu, 1 Juni, 2013

Marah sering kali terjadi saat tidak tercapai keinginan walaupun telah dijalankan. Semoga web nya membantu teman yg sedang emosi trims


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: