jump to navigation

Mutiara Kearifan Kamis, 28 Juni, 2007

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Mutiara Kearifan, Tasawwuf.
trackback

kearifansufi.jpg

HAL HAL YANG BIASA
Rasyid Sitarazad dikunjungi
oleh rombongan yang ingin menjadi muridnya.
Pikiran mereka dipenuhi dengan keajaiban-keajaiban
yang dapat diperbuat Rasyid Sitarazad
dan hati mereka sangat bergejolak
karena berada sedemikian dekat dengan sumber pengetahuan.

Rasyid Sitarazad berkata:
“Majulah salah seorang di antara kamu sebagai juru bicara,
dan terangkan kepadaku bagaimana perasaan-perasaan kalian semuanya”

Salah seorang di antara para pengunjung itu tampil ke depan dan berkata:
“Kami mendapatkan gairah karena berhadapan dengan engkau,
dan kami mendambakan pengetahuan serta dimuliakan oleh sunnah Rasul”
Rasyid berkata:
“Jadi, begitulah sebenarnya perasaan-perasaan kalian.
Karena kamu sekalian mencintai hal-hal yang menggairahkan
maka aku terpaksa memberimu hal-hal yang biasa.
Kamu sekalian harus belajar lewat kehidupan.
Dan kehidupan adalah hal yang paling biasa di antara segala sesuatu.
Kamu sekalian harus mengalami pengalaman-pengalaman
yang akan membuatmu paham akan kehidupan,
tetapi tidak akan membuatmu tertawan oleh kehidupan”
Salah seorang di antara mereka berseru :
“Orang yang engkau minta untuk mewakili kami berbicara untuk dirinya sendiri.
Tetapi mengapa kami semua harus diadili karena perbuatannya ini?!”
Rasyid Sitarazad menjawab :
“Mungkin ia menyangka bahwa ia berbicara untuk kamu semua.
Dan kamu mungkin pula menyangka bahwa ia berbicara untuk dirinya semata-mata.
Tetapi akulah yang memberi persetujuan bahwa ia berbicara untuk kamu sekalian.
Begitu segerakah kalian menyangsikan wewenangku?
Tingkah kalian ini menerangkan betapa kalian haus akan hal-hal yang merangsang,
dan bukankah dengan begitu berarti kalian sendiri
yang membenarkan kata-kata yang hendak kalian bantah?”
(Idries Shah, Thinkers of The East)

BUKAN MENUNJUKKAN KEAJAIBAN-KEAJAIBAN
Kebanyakan orang berpikir bahwa seorang Syeikh
mestinya menunjukkan keajaiban-keajaiban
dan menunjukkan pencerahan.
Padahal syarat seorang guru sejati,
betapa pun hanyalah bahwa ia harus memiliki
semua yang dibutuhkan sang murid.

(Syaikhul Akbar Ibnu ‘Arabi, Idries Shah : The Way of The Sufi)

HARUS MEMENUHI SYARAT
“Jika seseorang mencari Kebenaran,
ia harus memenuhi syarat untuk menerima Kebenaran
.”
(Mu’inuddin Chisyti, The Way of The Sufi)

HIKMAH YANG TAK BERGUNA
“Hikmah itu tidak berguna bagi orang yang berkarakter jahat(al-fasidah).”
(Imam Ali al-Hadi as, A’yan asy-Syi’ah 2:39)

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: