jump to navigation

Cinta Mendatangkan Hal Yang Tak Disukai Rabu, 4 Juli, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

goldensun.jpg

“Barangsiapa yang mencintaimu,
nicaya ia
akan mencelamu”
~
Imam Ali as 1]

ORANG yang benar-benar tulus mencintai kita adalah orang yang penuh perhatian kepada kita. Orang seperti itu senatiasa berkeinginan agar kita menjadi semakin baik dan semakin sukses. Perhatian yang tulus seperti ini akan memunculkan kritik, saran atau pun koreksi dari sang pencinta. Dan sayangnya, kritik, saran dan koreksi sering disalah pahami oleh kita. Kita cenderung marah apabila kita dikritik, yang secara tidak langsung menunjukkan ketidakdewasaan pribadi kita sendiri.
Sesungguhnya, kritik, dan koreksi seperti itu menunjukkan perhatian yang sungguh-sungguh dari sang kekasih, tetapi sekali lagi, kita sering memaknai kritik sebagai bentuk kebencian. Imam Ali as berkata,
”Nasihatilah saudaramu dengan setulus-tulus nasihat, baik dengan sesuatu yang menyenangkan atau pun yang tidak2]. Ketika nasihat itu menyenangkan (hawa nafsu) kita maka kita pun menjadi senang, tetapi ketika nasihat itu berupa kritik yang tidak menyenangkan (hawa nafsu) kita cenderung berbalik memusuhi saudara kita sendiri.
Padahal sesungguhnya orang yang menasihati kita baik itu berupa kritik yang pedas – yang sering kita terjemahkan sebagi celaan – mau pun saran yang menyenangkan, hakikatnya merupakan bentuk cinta dan perhatian yang dalam. Karena seseorang yang tidak mencintai kita, ia pun tidak akan peduli dengan kita. Imam Ali as berkata,
”Orang yang sama sekali tidak mau memperhatikan kepentinganmu sama saja dengan seorang musuh” 3] Di lain tempat Imam Ali as mengatakan, ”Orang yang mengingatkanmu itu seperti orang yang memberimu kabar gembira” 4]
Alangkah baiknya rasa suka maupun rasa tidak suka atau pun rasa cinta dan benci, kita hubungkan dengan kecintaan dan kebencian Tuhan. Hal yang demikian ini untuk menyelaraskan hati dan jiwa kita kepada Tuhan dan agar di suatu saat nanti Tuhan akan mengangkat kita ke derajat iman yang lebih tinggi lagi sehingga tiada yang kita ingin lagi kecuali apa yang diinginkan Tuhan. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi kamu mencintai (menyukai) sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui” (QS
Al-Baqarah [2] ayat 216) Imam Ali al-Ridha as berkata, ”Cinta sering mendatangkan hal yang tidak (kita) sukai5]

Baik dan buruk tidak bisa diukur oleh rasa suka atau pun ketidak sukaan kita. Baik dan buruk itu perkara akal, bukan perkara rasa. Ketika kita mencintai atau menyukai sesuatu, alangkah baiknya jika sebelum melangkah lebih jauh, kita pertimbangkan dulu baik dan buruknya menurut akal, logika dan syari’at. Apabila kita mengabaikan pertimbangan-pertimbangan ini, besar kemungkinan kita akan terperosok ke dalam bentuk kecintaan pada yang tak layak. Hal ini tidak saja buruk, tetapi bisa mendatangkan bencana yang abadi.

MEREKA YANG MENCINTAI YUSUF AS
Diriwayatkan dari Imam Ali al-Ridha as bahwa penjaga penjara Nabi Yusuf as telah berkata kepada beliau as, ”Sesungguhnya aku tidak mencintaimu!”. Maka Nabi Yusuf as pun berkata kepadanya, ”Tidaklah yang selalu menimpa diriku melainkan karena cinta. Ketika bibiku (saudara perempuan dari ibu) mencintaiku ia pun mengambilku (dari ibuku). Ketika ayahku mencintaiku, saudara-saudaraku dengki kepadaku, ketika isteri al-Aziz mencintaiku, ia pun memenjaraiku!6]
Namun berkat kesabaran Yusuf as yang indah, penderitaan Yusuf as pun berakhir dengan kebahagiaan.

 

 

 

BERSABAR MENANGGUNG CINTA
Diceritakan bahwa ada seorang muazin (tukang azan) di masjid Imam Ali as yang sering berjumpa dengan hamba sahaya perempuan Imam as yang pekerjaannya membawa timba berisi air. Setiap keduanya bertemu, sang muazin selalu berkata pada hamba sahaya tersebut, ”Aku cinta padamu!”. Imam Ali mendapat laporan tentang hal ini sehingga Imam memanggil hamba sahayanya dan mengajarkan kepada sahayanya, ”Katakan (pada si muazin) : aku juga mencintaimu, tapi apa yang akan terjadi setelah ini?”. Maka hamba sahaya itu pun mengatakan apa yang diajarkan, katanya kepada sang muazin, ”Aku juga mencintaimu, lalu apa yang akan terjadi setelah ini?” Sang muazin senang mendengar jawaban sahaya itu dan berkata, ”Setelah ini, kita harus bersabar diri hingga Allah memutuskan hukum-Nya antara kita berdua!” Jawaban ini disampaikan kepada Imam Ali, lalu Imam pun menyuruh sahayanya memanggil si muazin, ”Cepat panggil dia!” Setelah sang muazin datang dan ditanya tentang kisah sebenarnya berkatalah Imam kepada sang muazin, ”Bawalah jariyah ini ke rumahmu sebagai sahayamu, sesungguhnya Allah telah memutuskan hukum-Nya tentang kamu berdua!” 7]

Cahaya yang bersinar dimata hakikatnya adalah cahaya hati,

cahaya yang menghidupkan hati adalah cahaya Tuhan,

yang suci dan terlepas dari cahaya intelek dan indera

~ Rumi 8]

 

Laa hawla wa laa quwwata illa billahi.

Catatan Kaki
1. Bihar al-Anwar 78 : 12
2
. Ustadz Muhammad Bagir, Mutiara Nahjul Balaghah, hal. 137, Penerbit Mizan
3
. Ibid, hal. 139
4
. Nahjul Balaghah, Sayings No. 59
5
. Bihar al-Anwar 78 : 357
6
. Tafsir Nur al-Tsaqalain 2 : 424
7
. Al-Qusyairi, Makna Tersembunyi Di Balik Nama Nama Allah, hal. 65-66.
8.
Mawlawi Rumi, Matsnawi I : 1125-7

Iklan

Komentar»

1. oRiDo - Rabu, 4 Juli, 2007

sebagai muslim, apapun yang kita lakukan harus dikembalikan hanya dan hanya kepada Allah swt..
yang terpenting bagi kita adalah berusaha pada sesuatu yang kita anggap terbaik .. selanjutnya tawakal atas apa yg telah Allah swt tentukan..

cerita2 yg indah seputar cinta dalam islam..
sebagai tambahan informasi ttg cinta.. silahkan klik links berikut:
http://orido.wordpress.com/2006/06/09/hotd-cinta-dan-benci-allah/
http://orido.wordpress.com/2007/02/12/hotd-kasih-sayang-islam/

semoga berguna..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: