jump to navigation

Sang Arif Sempurna Kamis, 5 Juli, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
trackback

syahabadi.jpg

Pondasi Islam terpenting adalah
kecintaan pada Sayyidah Fathimah (as) dan membenci musuh-musuhnya . Barangsiapa yang mencintai Sayyidah Fathimah dan membenci musuh-musuhnya maka ia seorang Muslim Sejati.

~ Ayatullah Syahabadi

Hari ini, Kamis, 20 Jumadits Tsani 1428, adalah hari lahirnya salah seorang wanita yang paling dicintai Allah dan Rasul-Nya; salah seorang dari 4 wanita utama di Surga, Fathimah al-Zahra, putri tercinta Nabi Saw. Yang mana Rasulullah Saw menyebut beliau sebagai qurrata a’yun : yang dengan melihatnya seluruh kegundahan dan duka lara Rasul Saw menjadi pupus lenyap. Nah, pada hari ini saya ingin pembaca blog ini mengetahui riwayat singkat salah seorang pencinta sejati Fathimah al-Zahra, yaitu : Ayatullah Syahabadi, guru Imam Khomeini.
________________________________________

Penyucian jiwa dan perjuangan demi penyempurnaan jiwa merupakan sebuah konsep dasar Islam. Al-Quran yang suci di dalam gaya tutur yang unik menekankan bahwa penyucian jiwa sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai keselamatan dan kesuksesan abadi.
“Sesungguhnya beruntunglah orang yang menyucikan jiwanya. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotori jiwanya” (QS Al-Syams [91]: 9-10)
Jalan untuk mencapai kesuksesan ini merupakan sebuah perjuangan seumur hidup dan perjalanan penyucian jiwa ini hanya akan berakhir ketika sang salik menjumpai Yang Dicintainya.

“Hai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan menemui-Nya” (QS Al-Insyiqaaq [84] : 6)
Metodologi untuk dapat melalui perjalanan itu dengan sukses merupakan subjek Mistik Islam atau Irfan. Bagaimanapun, Irfan yang Islami adalah seperti pengetahuan Islam lainnya yang telah banyak disalahgunakan dan disalahtafsirkan dan karenanya banyak orang gagal membedakan yang asli dari yang palsu, dan cenderung langsung menolak keseluruhan subjek (Irfan). Kelemahan pendekatan ini serupa dengan penolakan hukum Islam (al-Fiqh) karena alasan yang telah disebutkan oleh beberapa ahli hukum (al-faqih) setelah menggunakan analogi dan kesimpulan di dalam deduksi mereka atau bersandar pada hadits-hadits yang tidak otentik. Dari perkembangan Islam hingga kini, banyak Muslim yang taat telah berjuang di Jalan Allah Yang Mahakuasa. Di antara mereka, ada pengikut-pengikut Imam Ahlul Bait yang setia, yang telah terpuaskan ‘minum’ dari sumber kenabian yang murni dari al-Kautsar, melalui tangan-tangan suci Ahlul Bait.
Apa yang membuat Mistik Syi’ah dibedakan seraya mengakui Thariqah dan Haqiqah yang merupakan kewajiban mutlak untuk tetap konsisten menegakkan Syari’at Islam, yaitu hukum Islam yang bergantung pada kemurniaan dan keotentikkan ajaran-ajaran Ahlul Bait as serta hidup dengan sikap moderat dan menjauhi kedua sisi ekstrim.
Salah seorang mistikus besar Syi’ah abad 20, almarhum Ayatullah al-‘Uzhma Mirza Syekh Muhammad Ali Syahabadi (qs), penasihat dan guru utama almarhum Imam Khomeini (qs) *], yang tak perlu diragukan lagi memiliki pengaruh serius pada kepribadian ruhani Imam Khomeini. Almarhum Ayatullah Syahabadi berasal dari kota Isfahan, Iran. Ia adalah seorang yang ahli di dalam bidang Fiqih Islam, Filsafat dan Irfan. Di dalam bidang Filsafat dan Irfan, beliau adalah murid almarhum Ayatullah Mirza Abul-Hasan Isfahani yang dikenal sebagai Jelweh dan salah seorang yang termasyhur dari empat orang yang paling ahli filsafat di dalam sejarah Filsafat Islam. Selain Fiqih, Filsafat dan Irfan, Ayatullah al-‘Uzhma Syahabadi juga mempelajari Matematika, Al-Jafr dan beliau juga menguasai bahasa Perancis.

IMAM KHOMEINI DAN AYATULLAH SYAHABADI
Semoga berkah dan rahmat Allah Yang Mahakuasa atas Imam Khomeini (qs) yang tak dapat dipungkiri adalah orang terpenting dari semua Sarjana Muslim di dalam Sejarah Islam. Revolusi Islam di Iran dan penegakkannya di bawah otoritas penuh para Ahli Hukum Islam (Faqih), benar-benar merupakan suatu anugerah Allah Yang Mahakuasa yang tidak diberikan pada sarjana lain sepanjang Sejarah Islam.
Di seluruh kehidupan Imam Khomeini (qs) yang diberkati, ada dua dekade paling penting, yang pertama adalah dekade studi Irfan-nya di bawah bimbingan Ayatullah Syahabadi (qs) yang dimulai dari 1928 dan dekade lainnya adalah hidup beliau dari Februari 1979, saat beliau mendirikan pemerintahan Islam di Iran. Para ahli menyatakan bahwa dekade pertama merupakan faktor penyebab bagi dekade yang kedua.
Ayatullah Syahabadi merupakan salah seorang guru utama Imam Khomeini di dalam bidang Irfan. 1]
Almarhum Imam Khomeini sangat banyak dipengaruhi oleh gurunya ini dan acapkali mengutip darinya di dalam buku-bukunya di mana beliau sering menyebut gurunya ini dengan sebutan “Sang Arif Sempurna, Syekh Syahabadi.” Imam Khomeini menyadari pengaruh besar didikan gurunya terhadap dirinya, beliau mengatakan pada salah satu khotbahnya, “Tentu saja, Syekh kami yang terhormat mempunyai hak kehidupan spiritual atas diri saya, yang lidah dan tanganku takkan cukup untuk memberikan penghargaan.” (Khutbah Imam tanggal 27 April 1984)
Putra Imam Khomeini, almarhum Sayyid Ahmad menceritakan, ”Aku bertanya pada ayahku ‘apa yang beliau pelajari dari Ayatullah Syahabadi?’ beliau menjawab, “Syarah Fusus 2], Mishbahul-Uns 3] dan Manazil as-Saa’irin 4]
Kutanya lagi, “Berapa banyak teman sekelas ayah?”
Imam Khomeini menjawab, “Paling banyak hanya tiga orang murid saja, jika tidak dan biasanya hanya aku seorang.”
Imam Khomeini belajar Irfan dari Ayatullah Syahabadi sekitar 6 tahun dan Imam Khomeini mengatakan, ”Andaikan Ayatullah Syahabadi akan mengajar selama 70 tahun pun, aku akan tetap menghadiri kelasnya, karena setiap hari ia mempunyai kearifan baru yang ditawarkannya (kepada kami).”

AYATULLAH SYAHABADI DAN KECINTAANNYA PADA AHLUL BAIT NABI AS
Ayatullah Nasrullah, salah seorang putra Ayatullah al-‘Uzhma Syahabadi mendapatkan penjelasan dari ayahnya,”Pondasi Islam terpenting adalah kecintaan pada Sayyidah Fathimah (as) dan membenci musuh-musuhnya . Barangsiapa yang mencintai Sayyidah Fathimah dan membenci musuh-musuhnya maka ia seorang Muslim Sejati!”

IBADAH AYATULLAH SYAHABADI
Ayatullah Syahabadi adalah seorang Imam Masjid Jami’ di sebuah Bazaar 5] di kota Teheran, Iran. Apabila beliau berdiri memimpin shalat, maka tampak terputus hubungannya dengan dunia ini dan ketika sampai di duduk antara dua sujud mulailah airmatanya mengalir bercucuran dari pipi hingga ke janggutnya.
Bagi Ayatullah Syahabadi, Doa Kumail teramat penting. Biasanya, beliau membaca Doa Kumail di masjid yang sama sekitar dua jam sebelum Shalat Fajar dengan beberapa orang yang sedemikian antusias mengikuti doa yang mengandung nilai-nilai spiritual yang tinggi ini.

BEBERAPA KOMENTAR TENTANG AYATULLAH SYAHABADI
Putra beliau, Ayatullah Nasrullah menceritakan tentang ayahnya, ”Ayah saya senantiasa mengingatkan kami untuk melakukan Shalawat Fathimah sebelum shalat Fajar. [Lafadz Shalawat Fathimah adalah : “Allahumma Shalli ‘ala Fathimah wa Abiha wa Ba’liha wa Baniha wa Sirril Musta’da’i fiha bi ‘Adadih ma ahatha bihi ‘ilmuka”]
Dan walaupun engkau belum siap secara spiritual untuk melakukan shalat malam, pastikan bahwa engkau bangun saat itu, walaupun hanya untuk secangkir teh!”
Ayatullah Nashrullah juga menceritakan, “Suatu hari beliau diundang untuk memberikan sebuah ceramah di salah satu masjid di Teheran. Untuk menghemat waktunya dan waktu orang lain, beliau berceramah dengan singkat, akan tetapi beliau menawarkan pada para pendengar, bahwa jika mereka benar-benar tertarik di dalam penyucian dan pembangunan jiwa, mereka bisa datang menemui beliau setelah ceramahnya.
Salah seorang pengusaha dari pendengar setia ceramah dan khotbahnya mendatangi beliau setelah usai ceramah dan ia meminta ‘resep’ untuk penyucian jiwa. Maka Ayatullah Syahabadi memberikan 3 nasihat :
1) Jagalah shalat dan lakukanlah tepat pada waktunya, terutama di dalam shalat berjama’ah jika itu memungkinkan.
2) Bersikap adillah di dalam transaksi-transaksi Anda dan jangan tamak.
3) Walaupun kewajiban Khumus itu umumnya dibayar tahunan, cobalah untuk membayarnya secara bulanan.
Saya (si pengusaha) pun lantas mengikuti instruksi-instruksi beliau tersebut selama dua bulan sampai suatu kejadian ketika saya sedang shalat bermakmum (persis) di belakang Sang Syeikh di salah satu masjid di Teheran dan selama shalat saya terheran-heran, karena saya perhatikan Sang Imam dalam beberapa saat lenyap dari pandangan saya. Seusai shalat, segera saja saya menceritakan pada beliau apa yang saya alami tentang beliau. Dengan sangat terkejut, beliau menjawab dengan rendah hati bahwa sebelum ia hadir di shalatnya, ia telah menyelesaikan beberapa masalah-masalah keluarga dan karenanya beliau tidak bisa secara penuh memusatkan perhatiannya pada shalatnya sepanjang waktu shalat. Kemudian baru kusadari bahwa aku telah mengalami pengalaman mistik untuk pertama kalinya. Imam menghilang dari posisinya setiap kali konsentrasinya hilang sepanjang shalatnya.”
Imam Khomeini (qs) mengatakan, ”Guru saya, almarhum Syahabadi menasihati saya agar sering-sering membaca Surah al-Hasyr (Surat al-Qur’an no : 59), terutama ayat ke 18 sampai akhir Surat”
Pada tanggal 3 Shafar tahun 1363 Hijriyah (1950 M),
Sang ‘Arif Sempurna, Ayatullah al-‘Uzhma Mirza Muhammad Ali Syahabadi wafat di usia 77 tahun menuju rumah abadinya di sisi Sang Kekasih dan jasadnya yang suci dimakamkan di pemakaman suci Hazrat Syah Abdul ‘Azim di Teheran. Beliau banyak meninggalkan karya-karya besar yang di antaranya : Al-Qur’an wa al-Itrah, Al-Insan wal Khatharat dan Miftah al-Sa’adah.

Catatan Kaki :
* Imam Khomeini juga dilahirkan pada hari ini, 20 Jumadits Tsani.
1. Guru Irfan penting Imam Khomeini lainnya adalah Ayatullah Mirza Jawad Maliki.
2. Syarah Fusus al-Hikam, sebuah kitab Teori Irfan terkenal kedua, yang merupakan penjelasan dan komentar Shadruddin al-Qunawi atas kitab Fusus al-Hikam Ibn al-‘Arabi.
3. Mishbah al-Uns, sebuah kitab yang ditulis oleh Ibn Fanari, kitab Teori Irfan paling termasyhur, sebuah penjelasan atas kitab Miftah al-Ghayb al-Qunawi.
4. Manazil al-Sairin, sebuah kitab yang ditulis oleh Khwajah Abdullah al-Anshari yang diberi penjelasan dan komentar yang paling terkenal oleh Faidh al-Kasyani, merupakan sebuah advanced textbook Praktek Irfan.
5. Bazaar, mungkin semacam pasar atau tempat perdagangan barang-barang keperluan masyarakat yang luas dan besar.

Sumber & Referensi :
1. Arif Kaamel by Research Department of the Cultural Institution of Shahid Shah-Abadi
2. Shah-Abadi Bozorg; the heaven of Irfan, by Mohammad Ali Mohammadi
[Diterjemahkan dan disempurnakan oleh Quito R. Motinggo dari artikel A Phase Of Shi’a Mistics yang ditulis oleh Mansour Leghaei]

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: