jump to navigation

Beberapa Tips Yang Dapat Membantu Mengatasi Amarah Anda Senin, 9 Juli, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

marah.jpg

“If you are patient in one moment of anger,

you will escape a hundred days of sorrow.”

 

UBAHLAH CARA BERPIKIR ANDA
Orang-orang yang pemarah cenderung mengutuk, menyumpah atau bersumpah, berbicara dengan suara yang agak tinggi dengan aneka istilah yang mencerminkan pemikiran terdalam mereka. Ketika Anda marah, pikiran Anda bisa sangat berlebihan dan sangat dibuat-buat. Cobalah ganti pikiran-pikiran ini dengan pikiran yang lebih rasional. Sebagai contoh, daripada mengatakan kepada diri sendiri :
”Aduh” “Ih mengerikan!” “Wah..segalanya hancur!” lebih baik Anda katakan : ”Inilah frustrasi!” Kata-kata ini bisa menyadarkan kita bahwa kita sdang berada dalam keadaan kesal atas masalah yang kita hadapi, jadi masalah itu bukan pertanda “kiamat” atau “berakhirnya dunia”; bagaimanapun kemarahan masih bisa diperbaiki dengan mengganti pikiran-pikiran keputusasaan dengan pikiran yang lebih rasional!

HATI HATI MENGGUNAKAN KATA “TIDAK PERNAH” ATAU “SELALU”
Hati-hatilah menggunakan kata-kata seperti “tidak pernah” atau sebaliknya “selalu” ketika Anda berbicara tentang diri Anda sendiri atau orang lain. Seperti : “Brengsek! Mesin ini tidak pernah bisa bekerja!” atau Anda mengatakan kepada bawahan Anda : “Anda selalu saja melupakan sesuatu!”, semua ini tentu saja tidak akurat dan bisa menjadi sebuah pembenaran atas kemarahan Anda dan seolah-olah tidak ada jalan keluar untuk memecahkan masalah. Orang-orang pemarah cenderung mengasingkan diri dan menghina orang-orang yang mungkin saja sebenarnya ingin bekerja sama dengan Anda untuk pemecahan suatu masalah.

Mesti diingat bahwa logika dapat mengalahkan kemarahan, sebab kemarahan, bahkan ketika dapat dibenarkan, dapat dengan cepat menjadi tidak rasional. Maka gunakanlah logika yang kuat, oleh karena itu dinginkan kepala dan hati Anda. Ingatkan diri Anda bahwa dunia ini tidak diciptakan semata-mata untuk Anda sehingga semua penyebab kemarahan Anda semata-mata hanya ingin memancing Anda untuk marah. Gunakan logika Anda setiap kali Anda merasakan kemarahan, insya Allah hal ini akan membantu Anda mendapatkan suatu perspektif yang lebih seimbang.

PELAJARI BAGAIMANA MEMECAHKAN MASALAH

Kadang-Kadang, frustrasi dan kemarahan kita disebabkan oleh permasalahan yang sangat tak terelakkan dan sedemikian nyata di dalam kehidupan sehari-hari kita. Tidak semua kemarahan itu salah, bahkan sering juga ia merupakan suatu yang sehat dan respon yang alami atas berbagai kesulitan yang kita hadapi. Ada suatu kepercayaan atau budaya yang mengatakan bahwa setiap masalah pasti mempunyai solusi, dan pernyataan ini justru menambah kita frustrasi untuk mencari jalan keluar. Padahal adalah lebih baik berpikir bagaimana menyalin suatu masalah ketimbang mencoba menemukan suatu solusi yang nyatanya memang tidak ada. Bagaimana?

Buatlah suatu rencana, dan periksa kemajuan Anda sepanjang cara yang Anda pilih. Pecahkan suatu masalah tetapi bukan untuk menghukum diri Anda jika suatu jawaban tidak datang segera. Jika Anda dapat mendekatinya dengan suatu upaya tertentu dan niat terbaik Anda lalu menciptakan suatu upaya yang lebih serius untuk menghadapinya, maka kecil kemungkinan Anda akan kehilangan kesabaran dan terperangkap oleh cara berpikir yang salah sehingga Anda akan tetap tenang sekalipun masalah tidak dapat segera dipecahkan.

MENCOBA BERKOMUNIKASI LEBIH BAIK
Orang-orang yang pemarah cenderung berusaha melompat dan beraksi dengan kesimpulan-kesimpulan. Beberapa kesimpulan menjadi sedemikian liar. Maka yang pertama kali mesti dilakukan adalah : jika Anda dalam sebuah diskusi yang panas, cobalah untuk lebih tenang dan berpikir jauh atas respon-respon Anda. Jangan mengatakan “hal pertama” yang datang masuk ke dalam kepala Anda, tetapi cobalah tenangkan diri Anda dan berolah-pikirlah dengan hati-hati atas apa yang hendak Anda katakan. Dengarkan dengan seksama apa yang orang lain katakan dan berikan tenggat waktu sebelum Anda menjawab. Dengarkanlah kata hati Anda : apa yang mendasari sebuah kemarahan. Misalnya, Anda menyukai kebebasan dan ruang personal Anda sementara rekan Anda menginginkan kedekatan hubungan yang lebih, lalu dia secara terus terang mulai mengeluhkan aktivitas Anda, maka janganlah Anda membalas kata-kata seperti seorang sipir penjara atau seperti seekor elang yang berada di bahu Anda.

Adalah alami untuk bersikap defensif ketika Anda dikritik, tetapi tidaklah arif jika Anda langsung merespon balik. Lebih baik Anda mendengarkan dengan tenang apa yang mendasari kata-kata atau pesan seseorang yang boleh jadi merasa diabaikan atau kurang diperhatikan. Memang hal seperti ini membutuhkan kesabaran yang banyak dan membutuhkan cukup ruang untuk mengambil napas, akan tetapi jangan biarkan kemarahan Anda berada diluar kendali Anda. Dengan tetap mempertahankan sikap tenang Anda, insya Allah Anda dapat menguasai situasi dari keadaan yang bisa jadi malah menjadi sebuah bencana. (Na’udzubillah)

GUNAKANLAH HUMOR DALAM SITUASI YANG TEPAT
2 hal yang mesti diperhatikan dalam menggunakan humor.
Pertama, jangan sampai Anda menggunakannya untuk meremehkan (laugh off) masalah-masalah Anda. Lebih baik Anda gunakan humor untuk membantu diri Anda dalam menghadapinya secara konstruktif.
Kedua, jangan jadikan humor Anda menjadi humor yang sarkastik atau humor pelecehan, Ini justru menjadi sebuah bentuk ekspresi kemarahan yang tidak sehat.

Ini merupakan teknik-teknik biasa agar diri Anda tidak terlalu serius. Karena harus kita sadari bahwa kemarahan merupakan sebuah bentuk emosi yang serius, tetapi sering disertai berbagai ide yang jika diperhatikan dapat membuat Anda sendiri tertawa.

ANDA MESTI PUNYA “PERSONAL TIME”
Kadang-Kadang lingkungan yang mengelilingi kita menyebabkan kita jengkel. Permasalahan dan tanggung-jawab dapat membebani Anda dan membuat Anda merasa “terperangkap”. Membuat Anda marah kepada semua orang dan berbagai hal yang membentuk “perangkap”.

Beri kesempatan diri Anda untuk istirahat. Yakinkan bahwa Anda mempunyai beberapa “Waktu Pribadi” (Personal Time) yang dijadwalkan untuk beberapa jam sehari yang Anda tahu terutama sekali adalah waktu-waktu yang sering Anda merasa stres. Satu contoh adalah pekerjaan ibu rumah tangga yang memiliki suatu aturan yang ketat ketika dia pulang dari pekerjaan, untuk lima belas menit pertamanya adalah : “Tidak seorang pun boleh bicara pada ibu kecuali jika rumah kebakaran.” Setelah itu waktu tenang yang singkat, dia merasa lebih baik mempersiapkan untuk menangani permintaan dari anak-anaknya tanpa memarahi mereka.

TIPS TIPS LAINNYA UNTUK MELEPASKAN DIRI ANDA DARI KEMARAHAN YANG DISEBABKAN OLEH SITUASI
* Pemilihan Waktu: Jika Anda dan pasangan Anda cenderung untuk “melawan” ketika kamu mendiskusikan berbagai hal pada malam hari (yang padahal barangkali Anda lelah, atau diganggu atau mungkin itu merupakan kebiasaan) cobalah ubah waktu-waktu diskusi Anda yang biasanya Anda membincangkan hal-hal penting sehingga pembicaraan itu tidak mengarah pada adu argumentasi.

* Penghindaran: Jika kamar anak Anda berantakan sehingga membuat Anda sangat marah setiap kali Anda melalui kamarnya, maka cukuplah tutup pintunya. Jangan arahkan pandangan Anda pada sesuatu yang dapat membangkitkan amarah Anda. Anda tidak perlu mengatakan, ”Baiklah, anakku, bersihkan kamarmu, maka Ibu/Ayah tidak akan marah!”. Sebenarnya bukan itu inti masalahnya, karena intinya adalah jagalah diri Anda agar tetap tenang.

* Temukan Alternatif : Jika sehari-hari Anda pulang pergi dari rumah ke kantor Anda melalui lalu lintas yang membuat Anda berada dalam suatu keadaan gusar, marah dan frustrasi, maka hal ini memberi diri Anda suatu “proyek” — pembelajaran atau merencanakan suatu rute yang berbeda. Atau temukan alternatif lain, seperti menggunakan bus atau kereta api atau kendaraan umum lainnya atau alternatif “bike to work”?

APAKAH ANDA MEMBUTUHKAN KONSULTASI?
Jika Anda merasa bahwa kemarahan Anda benar-benar tak bisa dikendalikan dan mempunyai dampak pada kedua-duanya, yaitu : hubungan-hubungan Anda dan bagian-bagian penting dari hidup Anda, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk berkonsultasi bagaimana cara menanganinya lebih baik. Seorang psikolog atau ahli kesehatan mental yang profesional dan memiliki izin praktek mungkin bisa bekerja bersama dengan Anda di dalam mengembangkan lingkupan teknik untuk mengubah pola pikir dan prilaku Anda. Ketika Anda berbicara pada seorang psikolog terapis, katakanlah padanya bahwa Anda mempunyai masalah dengan ‘amarah’ yang ingin Anda benahi dan menanyakan tentang pendekatannya terhadap pengaturan ‘amarah’ (anger management). Yakinkan bahwa ini bukan sekadar sebuah kursus merancang tindakan untuk merasakan perasaan Anda serta (bagaimana) mengekspresikannya yang mungkin sesuai dengan masalah Anda. Lewat konsultasi, seorang psikolog mungkin akan mengatakan, seorang yang memiliki temperamen kemarahan yang tinggi dapat bergerak mendekati tingkat kemarahan tingkat menengah (middle range of anger) dalam waktu sekitar 8 – 10 minggu, bergantung pada kejadian-kejadian dan teknik-teknik yang digunakan.

Ingat, Anda tidak dapat menghilangkan atau memusnahkan amarah (Anda) – dan andai pun bisa, hal itu tidak baik. Dalam kejengkelan dari seluruh upaya-upaya Anda, beberapa hal selalu terjadi yang akan memunculkan kemarahan Anda dan kadang kemarahan bisa dibenarkan. Toh hidup kita ini selalu terisi dengan frustrasi, rasa sakit, kerugian, dan tindakan-tindakan orang lain yang tak dapat kita duga. Pengendalian respon kemarahan dapat menjaga Anda dari akibat-akibat yang bisa membuat Anda tidak bahagia di kemudian hari.

“Jika Anda bisa bersabar untuk sesaat saja
dari kemarahan Anda,
niscaya Anda akan terhindar
dari seratus hari penuh kesedihan”

(Pepatah Cina)

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

Dikutip dari buku Anger Management


Iklan

Komentar»

1. mecca - Rabu, 8 Agustus, 2007

knp ya stp saya ada masalah sllu emosi yng saya utamakan?????
saya pgn solusinya?

2. Andry - Minggu, 8 Maret, 2009

tips yang sangat berguna, semoga kita semua dapat merubah kemarahan kita menjadi kesabran yang hasilnya akan jauh lebih baik..

3. Maida - Jumat, 12 Juni, 2009

Amin…..

4. Ridwan - Kamis, 2 Juli, 2009

Saya adalah orang yg sangat pemarah dan tidak bisa mengontrol emosi setiap kali marah. Sebenarnya saya bukan orang seperti itu dan itu hanyalah sikap sesaat. Saya adalah orang yang ramah tetapi begitu diusik saya bisa marah dan ga akan bisa lepasin orang itu. kebanyakan saya marah dijalan ketika sedang mengendarai mobil dan banyak dari pengguna jalan tidak sabar apalagi motor. bukan hanya sekali saya marah dan memukul mereka padahal mobil saya tidak kena tetapi tetap saja saya sangat emosi karena mereka tidak sabar dan bahkan saya berpikir nyawa pengendara motor tidak ada harganya di bandingkan mobil saya (All New Honda Civic 2007 & Mazda 3 sedan CBU). begitu juga saat di tol jika sedang macet dijalan tol dan katakanlah kecepatan rata2 hanya 40 km/jam, kemudian orang dibelakang saya terus saja memberikan lampu tembak yg membuat saya emosi. mohon bantuan dan nasehatnya, saya sangat menghargai itu semua. saya tidak ingin emosian. terima kasih banyak.

5. Adi ermanto - Kamis, 1 Oktober, 2009

Amarah saya semakin muncul ketika hidup bersama kedua orang tua saya,,karena mereka menjadi inspirasi yang kuat bagi saya dalam pengaruhnya ke pemikiran saya. . .gimana ni amarah saya terpengaruh dari kedua orang tua saya. . .dimohonkan solusinya ya. . .

6. leonardo - Kamis, 15 Oktober, 2009

saya selalu menyelesaikan mslh dng emosi, pdhl saya tau bahwa itu salah, bagaimana sie cara mengatasi amarah supaya tdk meledak”. thanks….

7. tatahusain - Rabu, 19 Mei, 2010

Astaghfirullah hal adzim…ternyata saya seorang pemarah…makasih Pak Ito…pencerahanya..mdh2han bisa sedikit demi sedikit memperbaikinya…

8. dewi purnama sari - Jumat, 21 Mei, 2010

saya sebenarnya bukan tipikal org pemarah akan ttp klu bila saat sedang marah dng sahabat saya mereka mrasa trsinggung pdahal itu u kbaikan ya

9. Sekar - Rabu, 27 Oktober, 2010

Saya ingin bertanya: saat saya marah, saya lebih bersikap untuk diam saja, karena saya takut untuk mengungkapkannya kepada orang lain yang membuat say marah. Apakah ini baik untuk mengontrol emosi?
terima kasih.

10. Adelways Nayoan Hinta - Jumat, 3 Desember, 2010

saya pun orang yg sangat bisa terpancing dgn amarah, bahkn bisa di katakan emosi sya sering tdak terkontrol, saya sadri kekurangan ini,, tapi saya mengangap kesadaran ini slalu trlambat, saya orang slalu ceroboh, sering tdak memikirkan efek dr yg saya lakukan, sya benar2 ingn berubah, saya tdak bsa begini terus, tapi saya tdak mngeri ap yg harus sya lkukan, trkdang sya benci dgn pkerjaan sya, sya di bekali ilmu sbgai psikoloq tapi untuk mengontrol dri sya sendri, sya pun tdak bisa……………

11. cucan - Jumat, 23 September, 2011

amieeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen

12. lia - Jumat, 30 September, 2011

Gimana cara menmgatasi amarah saya, ketika saya bertanya dengan teman kantor saya tapi selalu saja dicuekin atau kesannya masa bodoh, semantara dengan teman yang lain, mereka selalu bertanya dan mereka direspon dengan baik…
terkadang saya selalu terpancing emosi saya dengan sikap dia yang yang selalu masa bodoh dengan saya, sementara kerjaanku berhubungan dengan kerjaannya… kata teman-teman yang lain kalau saya selalu dikerjain dengan dia, tapi saya selalu saja emosi.. bahkan saya sudah tak melihat kebaikan teman saya lagi.

Quito Riantori - Jumat, 30 September, 2011

Upayakan utk belajar latihan pernapasan yg sederhana…lalu biasakan setiap hari utk melakukannya paling tidak 15 menit setiap pagi sebelum mandi & 15 menit setiap sebelum tidur, yaitu tarik napas lalu tahan 10 detik dan lepaskan napas secara perlahan-lahan…begitu pun setiap Anda ingin marah…mudah2an bisa bermanfaat…

13. mustofa - Jumat, 23 Desember, 2011

semoga dgn membaca dri tip2 diatas semuaa terekam dlm hati sanubari sehngga jdi akhlakhul karimai

14. Karra Setyawardhany - Kamis, 19 Juli, 2012

Learn, then u will be…
Bismillah…

15. Karra Setyawardhany - Kamis, 19 Juli, 2012

Learn, then u will be…
Bismillah…

16. desy - Rabu, 12 September, 2012

iya ak pun bgtu stiap kli ad msalah pasti pembawaanxa marah;(

17. sumarni - Kamis, 17 Januari, 2013

susah mengendalikan amarah lau masalah banyak

18. lastriana - Minggu, 28 April, 2013

saya mudah marah kepada pacar saya,padahal terhadap orang lain tidak.bagaimana cara mengatasinya?

19. hasanudin - Sabtu, 14 September, 2013

Wah bagus banget,tapi kalo kita dalam situasi stres kadang lupa,sadar2 dalam pnyesalan….gmana caranya ya…..saya pengin bgt bisa bersabat…tapi pekerjaan saya tidak bisa mendukung untuk kedamaian psikologi saya….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: