jump to navigation

Hidup Itu Seperti Sepotong Kue Jumat, 20 Juli, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bebas.
trackback

tulip470.jpg

Rima, gadis kecil berusia 6 tahun mengadu kepada neneknya bahwa semua urusan yang dihadapinya menjadi runyam – sekolah, problem keluarga, kesehatan dan sebagainya. Mulut kecilnya terus nyerocos “curhat” kepada neneknya.

Saat itu sang nenek sedang membuat kue. Sang nenek menawarkan kue kepada Rima. Tentu saja gadis cilik itu mengangguk gembira, “Mau, mau, nek!”

“Kalau begitu tolong kamu ambil margarine di kulkas!” Kata si nenek tersenyum

“Oke Nek!” Gadis kecil itu langsung meloncat ke belakang berlari kecil menuju kulkas.

“Oya, Rima, ambilkan juga telur 4 butir..” Sang nenek sedikit berteriak sambil mengambil tepung terigu, gula dan baking soda, dan lain-lain.

Rima sudah dihadapan neneknya. Matanya terus memperhatikan semua yang dilakukan neneknya. Wajah Rima mulai meringis merasa jijik ketika melihat semua bahan kue dicampur di dalam adonan dan diaduk neneknya.

“Ih jijik, nek!”

Neneknya tertawa.

“Ya. Semua ini terlihat menjijikkan, tapi jika semua ini ditempatkan sesuai dengan takarannya…hmmm….semua ini akan menjadi sesuatu yang lezaaat!,”
Kata sang nenek sambil memasukkan adonan kue ke dalam oven.

______________________
Betapa sering kita bertanya-tanya mengapa Tuhan membiarkan kita “masuk” ke dalam kesulitan.

Namun, ketika Dia meletakkan segala sesuatu sebagaimana titah-Nya,
akhirnya semuanya berjalan baik.

Kita hanya perlu berusaha dan bertawakkal kepada-Nya :

Bahwa semua kehendak-Nya mempunyai Hikmah yang Indah di balik yang terlihat dan yang kita rasakan.

Putri Nabi, Sayyidah Fathimah as senantiasa berdoa :

Yaa Hayyu Yaa Qayuumu, Birahmatika Astaghiitsu Wa Ashlih liy Sya-aniy Kullahu Wa Laa Takilniy Ilaa Nafsiy Tarfata Aynin …

“Wahai Yang Maha Hidup, Yang Mengurus Makhluk-Nya terus menerus, Dengan Rahmat-Mu Aku Memohon Pertolongan, dan Jangan Engkau Tinggalkan Aku Seorang Diri Walau Sekejap-pun.”

Iklan

Komentar»

1. anne - Senin, 18 Januari, 2010

Subhanallah Iyya bangets


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: