jump to navigation

Sufisme dan Dunia Modern Rabu, 22 Agustus, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
trackback

sufisme-dunia-modern.jpg

Kita hidup pada masa ketika sains dan teknologi telah membawa umat manusia tidak hanya maju dalam bidang material, tetapi juga kepada sinisme yang tajam atas agama dan aspek-aspek spiritual dari kehidupan.

 

Pada sisi lain, kesuksesan metode sains telah menetapkan batasan-batasan yang dipertimbangkan untuk menjadi bidang studi yang berguna dan praktis. Kita telah diajarkan (dicekoki) untuk percaya bahwa hanya yang bersifat materi, fisik dan lahiriah saja yang bisa diterima, dan hanya pikiran rasional yang dapat menganalisa dan layak disebut sebagai KEBENARAN.

 

Namun pada sisi lainnya, kita sangat mudah menjadi dikecewakan oleh berbagai agama yang mengklaim bahwa mereka telah mengakses kebenaran dan kebaikan yang absolut, sementara klaim-klaim ini jarang diaktualisasikan lewat pengalaman dan akhlak yang luhur.

 

Dan sudah sifat alami manusia, mereka tetap bertanya-tanya tentang misteri terdalam kehidupan yang terus muncul pada masing-masing individu, dan akan selalu ada beberapa individu yang sedemikian haus untuk menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting yang tidak akan dengan mudah dipuaskan dengan konsep-konsep filosofis rasionalistis, apalagi dengan teks-teks literal agama.

 

Sufisme atau tasawwuf mengajarkan kita untuk melihat di balik selubung kegelapan yang telah menutupi sistem-sistem kepercayaan kita. Seseorang yang dengan tulus mengikuti program-program latihan sufi kemungkinan setelah beberapa lama melalui berbagai ujian/kesulitan akan menemukan/mendekati suatu keadaan di mana dia dapat “melihat sesuatu sebagaimana adanya”, ketika dia telah dengan istiqamah “mengabdi/melayani/beribadah kepada Tuhan seolah-olah dia telah melihat-Nya”, dan dia benar-benar menyadari bahwa dia berada “di dunia, sekaligus bukan dunia.” 1]

 

Masih banyak orang di dunia modern ini melihat latihan-latihan spiritual seperti berzikir, uzlah dan praktik-praktik sufi seperti itu sebagi sesuatu yang asing dan aneh dipandang dari budaya mereka atau bahkan sudah dianggap “basi” – padahal kita tahu bahwa semua itu telah dipraktekkan oleh Sufi Besar kita, Muhammad Saw! Memang perlu diakui bahwa tidaklah mudah menemui guru sejati 2] yang dapat membimbing/membantu kita untuk menemukan jalan keluar dari selubung gelap yang masih menyelubungi pikiran dan dunia kita.

 

Memang salah satu tujuan Jalan Sufi ini adalah membuat suatu metoda pengujian/tes agar mereka yang hidup dalam keseharian di dunia modern ini dapat mencapai pencerahan.

Laa hawala wa laa quwwata illa billah.

Catatan Kaki :
[1] Mulla Sadra dan Muthahhari menekankan bahwa dunia kita saat ini tidak terpisah dengan dunia kita yang akan datang (akhirat).
[2] Bahkan seorang Musa as pun memerlukan seorang guru (yaitu Khidir as) untuk mengenal melihat dunia dibalik selubung gelapnya.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: