jump to navigation

Mencintai Orang Miskin Dan Orang-orang Tertindas – Bag. 2 Senin, 3 September, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, All About Love, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

mencintai_org_miskin_2.jpg

MEREKA ADALAH ORANG ORANG YANG LEBIH MUDAH UNTUK BERKORBAN
Rasulullah saww pernah berwasiat kepada Imam Ali as, “Wahai Ali! Sesungguhnya Allah telah menganugerahimu kecintaan kepada orang-orang miskin dan kaum tertindas di bumi dan mewajibkanmu untuk menjadikan mereka sebagai sahabat dan mereka pun ridha kepadamu atas kepemimpinanmu.” 27]

Memang telah terbukti di dalam sejarah bahwa pengikut-pengikut setia Imam Ali as adalah orang-orang yang papa dan fakir. Mereka adalah pejuang-pejuang sejati, siap berkorban dan telah teruji kesabarannya. Lihatlah Abu Dzar al-Ghifari! Akhir hidup sahabat Nabi yang setia ini sangatlah tragis. Abu Dzarr ra diasingkan oleh khalifah Utsman bin Affan ke gurun pasir, Rabadzah, yang tandus hanya karena ia mengatakan kebenaran. Abu Dzarr, isterinya, Ummu Dzarr dan seorang putrinya tinggal di tengah-tengah gurun pasir dalam keadaan yang sangat miskin. Putrinya satu-satunya itu pun akhirnya meninggal di jalan Allah, dan tidak lama setelah itu Abu Dzarr pun meninggal dalam keadaan papa dan kelaparan. 28]

Inilah Abu Dzarr, yang Rasulullah saww bersabda tentangnya, ”Sesungguhnya Allah telah memerintahkan aku supaya mencintai empat orang.” Sahabat-sahabat bertanya, ”Siapakah mereka itu wahai Rasulullah? Rasulullah saww bersabda, ”Ali bin Abu Thalib, al-Miqdad bin al-Aswad, Abu Dzarr al-Ghifari dan Salman al-Farisi. 29]

Isa bin Hamzah berkata, ”Aku bertanya kepada Abu Abdullah as (Imam Ja’far al-Shadiq as),”(Tolong sampaikan kepadaku) hadis tentang 4 orang? Beliau berkata: Apakah itu? Aku berkata: “4 orang di mana syurga merindukan mereka.” Beliau a.s berkata: “Ya, mereka adalah Salman, Abu Dzarr, al-Miqdad dan Ammar.” 30]

Pandanglah dengan seksama siapa Salman al-Farisi!
Perhatikan pula oleh Anda siapa Miqdad al-Aswad!
Pasti tidak asing lagi bagi Anda siapa ‘Ammar bin Yassir!
Anda pun tentu tahu siapa Abu Ayyub al-Anshari!
Juga Huzhaifah al-Yamani sang penyimpan rahasia Nabi tentu Anda kenal!

Mereka semua itu adalah sahabat-sahabat dekat dan pengikut setia Imam Ali as yang kehidupan mereka sangatlah sederhana dan bahkan sedemikian papa. Sebenarnya masih banyak lagi sahabat-sahabat setia Imam Ali as, umumnya mereka adalah orang-orang yang papa, fakir dan miskin. 31]

DEKATILAH ALLAH DENGAN MENCINTAI ORANG ORANG MISKIN
Rasulullah saww bersabda, ”Nur hikmah itu adalah dengan berlapar diri, dan yang menjauhkan dari Allah adalah kenyang, dan yang mendekatkan kepada Allah adalah mencintai orang-orang miskin.” 32]

Jika kita ingin dekat dengan Allah, tidak cukup kita hanya melakukan shalat siang dan malam sementara melupakan nasib orang-orang yang memerlukan bantuan kita. Rasul Saww mengatakan bahwa yang dapat mendekatkan kita kepada Allah adalah mencintai orang-orang miskin.

Sebuah Hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Allah telah berfirman kepada Rasulullah : “Wahai Muhammad, apabila kamu telah selesai mengerjakan shalat maka ucapkanlah (do’a) : “Allahumma as-aluka fi’lal khairat, wataral munkaraati, wahhabbul masaakiini, wa idza aradta bi’ibaadaika fitnatan faqbidlnii ilaika ghaira maftuuniin – Ya Allah, saya mohon kepada-Mu perbuatan yang baik, dan meninggalkan kemungkaran, serta cinta kepada orang-orang miskin. Dan apabila Engkau berkehendak menjatuhkan fitnah (ujian) kepada hamba-hamba-Mu, maka tahanlah sehingga aku tidak termasuk orang-orang yang terkena fitnah” 33]

DIA HANYA MENERIMA SHALAT ORANG ORANG YANG …
DI DALAM
sebuah Hadits Qudsi, Allah SwT berfirman, ”Sesungguhnya Aku hanya menerima shalat dari orang yang rendah hati (tawadlu’) di hadapan keagungan-Ku, yang tidak membesarkan diri di hadapan makhluk-makhluk-Ku, yang memotong siangnya untuk berdzikir kepada-Ku, yang mengasihi orang miskin, orang yang terlantar di perjalanan, para janda, serta mengasihi orang yang tertimpa musibah. Orang seperti itu cahayanya laksana cahaya mentari. Aku melindunginya dengan kegagahan-Ku, dan menugaskan para malaikat-Ku untuk menjaganya. Di dalam gelap keberikan padanya cahaya, di dalam kejahilan Kuberikan padanya ilmu. Perumpamaan orang ini di antara makhluk-makhluk-Ku seumpama Firdaus di antara surga-surga lainnya” 34]

Diriwayatkan dari Ammar bin Yasir ra, dia berkata, ”Ketika aku sedang berjalan di kota Kufah aku melihat Amirul Mu’minin Ali as sedang duduk dan di sana berkerumun manusia mendengarkan beliau sedang menyifatkan manusia yang dapat menjadi kemasla­hatan baginya, maka akupun bertanya kepada beliau, “Wahai Amirul Mu’minin, apakah ada obat untuk dosa?”, beliau menja­wab, ”Ya, duduklah dulu kamu”, maka akupun berjongkok di atas lututku, sampai orang-orang pergi darinya, maka beliau ber­paling kepadaku dan berkata,“Ambillah obat yang akan kukatakan padamu.” maka aku berkata,“Katakanlah, Wahai Amirul Mu’minin!”, maka kata beliau, ”Hendaklah engkau menjadi pelindung bagi orang-orang yang fakir dan bertahanlah dengan kesabaran dan menyampaikan apa yang disembunyikan dan menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan jelek..” 35]

PADA HARI DIKUBURKANNYA IMAM ALI AS
Setibanya di tepi Kota Kufah, Imam Hasan, Imam Husein, Muhammad Hanafiyyah, Abdullah bin Ja’far (suami Zainab al-Kubra) sepulang dari menguburkan Imam Ali as, mereka tiba di sisi sebuah reruntuhan terlihat seorang lelaki tua yang sedang berdiri.

Lelaki tua itu tampak begitu gelisah dan ada duka di wajahnya. Lelaki tua itu ditanya, “Siapakah anda ? Mengapa anda tampak sedih dan berduka ?” Lelaki tua itu menjawab, “Aku ini menganggur dan tidak ada lagi yang menemaniku dalam hidup ini. Aku berada di kota ini sudah setahun. Setiap hari, seorang lelaki yang baik dan juga merupakan sahabat yang selalu mendatangiku dan menghibur hatiku yang kesepian ini, selain itu, ia juga membawakan untukku makanan, dialah satu-satunya orang yang menghiburku, tetapi kini sudah tiga hari ia tidak datang dan tidak menanyakan keadaanku.” Mereka berkata, “Adakah engkau mengetahui namanya ?”

Ia berkata, “Tidak !” Mereka bertanya lagi, “Adakah engkau tidak menanyakan namanya ?” Lelaki tua itu berkata, “Aku sudah tanyakan, tetapi ia berkata, ‘Aku adalah seorang hamba Allah dan aku membantumu hanya karena Allah.’ Ketika ia masuk ke daerah ini, aku merasakan pintu dan dinding menjadi wangi.” Mereka bertanya lagi, “Adakah engkau tidak memiliki satu pun tanda dari perangai dan ucapannya ?” Lelaki tua itu menjelaskannya, “Mulutnya tiada henti berzikir. Ketika ia bertasbih dan bertahlil, bumi dan waktu serta pintu dan dinding seirama dengannya.

Ketika ia duduk di sisiku, ia berkata : ‘Seorang asing duduk di sisi orang yang asing juga, dan seorang asing menjadi sahabat yang asing.’”

Imam Hasan as dan Imam Husain as serta Muhammad Hanafiah, dan anak-anak paman mereka, Abdullah bin Ja’far (suami Sayidah Zainab as) saling pandang dan menangis, seraya mengatakan : “Tanda-tanda ini adalah tanda Imam Ali bin Abi Thalib.” Lelaki miskin itu bertanya, “Apa yang terjadi sehingga tiga hari ini beliau tidak lagi mengunjungiku ?” Mereka mengatakan, “Seorang lelaki durjana (Abdurahman bin Muljam) telah memukul kepala Imam Ali bin Abi Thalib as dengan pedangnya sehingga beliau meninggal dunia dan baru saja kami pulang dari acara penguburan sahabat Anda itu.”

Demi mendengar bencana besar itu, lelaki miskin tersebut meratap dan menaburkan tanah ke atas kepala dan wajahnya, sambil mengatakan, “Siapa aku ini, sehingga Imam Ali bin Abi Thalib mengayomiku ? Mengapa beliau dibunuh ?” Ia tetap saja menangis, meskipun dihibur dengan berbagai cara. Ia memeluk Imam Hasan as dan

Imam Husain as dan berkata : “Demi kakek dan ayah kalian, bawalah aku kekuburnya.” Imam Hasan as menggandeng tangan kanannya dan Imam Husain as tangan kirinya, kemudian membawanya ke sisi makam Imam Ali bin Abi Thalib as.

Lelaki miskin itu menjatuhkan dirinya ke makam dan seraya menangis, ia berkata : “Ya Allah, aku tidak tahan bersabar berpisah dengan ayah yang sangat pengasih ini. Ya Allah, demi penghuni kubur ini, ambillah nyawaku.”

Doa lelaki tua itu dikabulkan kemudian ia pun meninggal dunia. Imam Hasan as dan Imam Husain as serta orang-orang yang menyertainya, semua menangis menyaksikan peristiwa memilukan ini dan memandikan jenazah lelaki miskin itu. Mereka mengkafaninya dan menyalatinya serta menguburkannya di sisi Imam Ali bin Abi Thalib as. 36]

Jika kita benar-benar mencintai seseorang, maka kita mesti mencintai semua orang, mencintai dunia ini (dalam pengertian positif), dan mencintai kehidupan.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Kehidupan tanpa Cinta tiada artinya,
cinta adalah air kehidupan,
reguklah ia dengan hati dan jiwa.
Ketahuilah, bahwa semuanya kecuali para pencinta,
adalah ikan tanpa air,
mati dan kering,
meski mereka para menteri

~ Rumi 37]

Catatan Kaki :
[27] Bihar al-Anwar 68 : 45.
[28] Ali Syari’ati, Abu Dzar, Suara Parau menentang penindasan, hal. 49–50
[29] Syekh al-Mufid, al-Ihtishash.
[30] Ibid.
[31] Allamah Syaikh Kasyful Ghitha’, Ashlusy Syi’ah wa ‘Ushuuluha, hal. 8,
[32] Mizan al-Hikmah 6 : 137.
[33] Hadits Riwayat Tirmidzi.
[34] Syekh al-Akbar Ibn ‘Arabi, Misykat al-Anwar, Khabar ke 30, Hadits ke 70.
[35] Mustadrak al-Wasail 2 : 356.
[36] Ali Shofi, Kisah Kisah Imam Ali, hal. 52-54, Penerbit Lentera.
[37] Rumi, Diwan i Syams 11909-10

Iklan

Komentar»

1. tommy pengamen - Minggu, 13 Juli, 2008

wah boss… bagus banget blog u..

ali bin abi tholib orangnya baik banget ya….

makasih banyak boss atas kisahnya ali bin abi tholib

2. tommy pengamen - Minggu, 13 Juli, 2008

makasih banyak boss…

ali bin abi tholib emang top abis…

iloveyou ali 🙂

salam metal \m/

3. tommy metal - Senin, 14 Juli, 2008

bagus banget artikelnya boss…

thank beratt \m/

4. Quito Riantori - Selasa, 15 Juli, 2008

@tommy metal
Yah..mudah2an kita bisa mencintai org2 miskin dan kaum tertindas..eh..jangan2 kita termasuk di dalamnya? he..he..he..3x
thanks juga Mas Tommy…
Salam..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: