jump to navigation

Puisi Terakhir Motinggo Busye Rabu, 26 September, 2007

Posted by Quito Riantori in Puisi & Syair.
trackback

puisi-terakhir-motinggo.JPG

 

 

 

 

 

 

 

 

Merasuk Malam

Saatnya tiba untuk berbisik perlahan

pada Tuhan

aku sudah siap tapi ingin

tahu

bilakah saat diriku

Kau ambil

Agar kurasakan nikmat maut

menjemput

dalam terang tanpa berkabut

dan inilah kata ketika

aku merasuk dalam malam

 

sulit tidur adalah kebiasaan setelah tua

tapi sungguh tak ada takutku pada

maut

hari-hari ini tiba untuk berbisik

perlahan

membujuk Engkau untuk

memberitahuku

soal yang penting itu

aku ingin mengalaminya sendiri

dan menikmati mati

sehingga menjadi indah

tanpa cadar

dan ketika itu tiada pemberontakan

kecuali suka

sama suka

 

Motinggo Busye 1999

 

Catatan :

Puisi baru saya ketahui setelah ayah saya meninggal dunia

pada 18 Juni 1999.

Iklan

Komentar»

1. arie k - Selasa, 19 Februari, 2008

selain menunjukkan ketinggian kelasnya dalam khazanah kesusateraan, puisi ini benar2 indah, telanjang namun tidak “kosong”, seakan2 anak panah kesatuan qalbu dan akal yang dilepaskan oleh busur keimanan belandaskan ilmu serta pengalaman, dan semuanya bersatu dalam ruh yang dalam puisi ini menyatakan keikhlasannya untuk memenuhi panggilan tanpa pilihan dari sang kekasih, sumber segala misteri yang sesaat lagi kan terpecahkan…

semoga ruh beliau ridha kepadaNya, sebagaimana Dia mengikuti sangkaan si hamba tentangNya…

2. Quito Riantori - Rabu, 20 Februari, 2008

terima kasih kang Arie…
Salam.

3. one - Selasa, 20 Mei, 2008

meski terlambat.
tp yakinlah. itu lbh baik dr pd tdk sm sekali.
ayahmu pun tau seberapa besar anaknya tlah membuatnya bangga.

jangan pernah sesali apa yang terjadi.
tp syukuri.
krn yg terjadi adalah yg terbaik bg hidupmu.

4. Quito Riantori - Rabu, 21 Mei, 2008

@One
Terima kasih…
Salam…

5. ita nduttttttt - Senin, 9 Juni, 2008

dua tahun yang lalu aku pernah baca buku yang judulnya “SANU,INFINITAS KEMBAR ” karangan beliau..tapi 10 lembar terakhir hilang (saya baca nya di perpustakaan kota Padangsidimpuan,Sumatera Utara )

sampai sekarang saya selalu penasaran akhir dari buku itu…

mohon bantuan nya…

6. Quito Riantori - Selasa, 10 Juni, 2008

@ita nduttttt
Mudah2an kalo saya ada rezeki saya akan copy-kan dan saya kirim ke anda. Btw, kirimkan alamat anda ke qitori@cosmo.com.
Terima kasih n salam

7. demoffy - Minggu, 7 Desember, 2008

berLaLu dan menjauh terbawa waktu….

8. Bobby Prabawa - Minggu, 1 Maret, 2009

Saya juga menggagumi puisi ini. Saya menemukan puisi ini di buku ….tentang dzikir. Luar biasa menurut saya.

9. enyd guevara - Minggu, 29 Maret, 2009

assalamu’alaikum……..

pusisi yang sangat bagus……! saya sebenarnya tidaklah begitu kenal dg beliau (dalam arti sebagai penulis, penyair ataupun pribadi), tapi saya menikmati karya beliau, khususnya novel “Hari Ini Tidak Ada Cinta”. sayang sekali novel saya itu hilang entah kemana, sy coba buka di web ternyata tidak bisa. saya harap bisa mendapatkannya dari anda setelah yah….sekitar 10 thn novel itu hilang, waktu saya masih SMU, berarti (mungkin) hampir bersamaan pula dengan wafatnya beliau.
ini alamat e-mail saya : che_dwivara@yahoo.co.id.
maaf kalau saya merepotkan.

salam kenal dr saya,
wassalam,

dwi hartejo

Quito Riantori - Jumat, 14 Agustus, 2009

@dwi hartejo
wa’alaykum salam…
Maaf saya terlambat balas. Kalo gak salah, ibu saya punya buku tsb, tapi saya belum punya waktu utk itu. Maaf ya…
Salam kenal juga dari saya

wassalam,

10. Bambang Hendiswara - Senin, 17 Agustus, 2009

Semoga ALLAH selalu merahmati beliau…..

Quito Riantori - Selasa, 18 Agustus, 2009

@Bambang
Amin…terima kasih, Bambang atas doanya…

11. dinda - Senin, 12 April, 2010

Saya suka sekali dengan karya beliau,,

12. Endrawan Natawiria - Selasa, 27 April, 2010

Tidak banyak orang yang berujar jujur kepada maut, sungguh indah kedalaman makna yang disampaikan almarhum karena maut dan hidup adalah haq. Semoga Rabb selalu menerangkan alam kuburnya, memuliakan kehidupannya, mengampuni segala dosanya. Karyanya akan selalu dikenang dalam dunia kesusasteraan negri ini

13. Syaiful Adam - Jumat, 5 November, 2010

Saya terjebak, dengan potongan dan penggalan kisah Tujuh manusia harimau yang banyak bisa di download hanya saja saya kehilangan seri 2 dan 3 tanpa tahu judulnya hingga selesai membaca sampai ke 8, Kisah itu benar2 menarik hingga saya berniat mencari Seri 2 dan 3 lalu 9 hingga seterusnya,..
Saya mengharapkan agar rekan-rekan mau membantu mengenai Daftar Lengkap judul dari seri 7 manusia harimau, agar saya tidak tersesat dalam perburuan mencari buku tersebut, atau malah ada rekan2 yang mengetahui dimana saya dapat membeli buku tersebut.

Terima kasih

Saya mengharapkan agar rekan2 mereply imel ke syaiful.adam@yahoo.co.id atau ke syaiful.adams@gmail.com

14. SURYO DOMAS - Senin, 20 Desember, 2010

TERIMA KASIH ATAS SEMUANYA, TERUTAMA SEKALI “SANU INFINITA KEMBAR”, KARYA EMAS ITULAH YANG MEMBUAT HATI SAYA TERTARIK UNTUK MENGKAJINYA SEBAGAI SKRIPSI SAYA WAKTU ITU, “KAJIAN SEMIOTIK NOVEL SANU INFINITA KEMBAR KARYA MOTINGGO BUSYE”.

15. A Chaniago - Jumat, 31 Desember, 2010

saya sedang tergila-gila pada 7 manusia harimau.. mohon bantuan dimana saya bisa mendapatkannya.

salam

Quito Riantori - Selasa, 4 Januari, 2011

sedang direncanakan Penerbit Mizan untuk diterbitkan insya Allah…

16. ridha - Sabtu, 26 Februari, 2011

Salam.
Bang, aku izin copas ya….

Quito Riantori - Senin, 28 Februari, 2011

disila…

17. Merasuk Malam; Puisi Terakhir Motinggo Busye « Maula - Sabtu, 26 Februari, 2011

[…] Sumber […]

18. Lilik Mudrikah - Sabtu, 19 April, 2014

saya mengagumu beliau saat saya mengenal karya sastra tepatnya waktu duduk di SMP…novel yang sangat saya sukai adalah PEREMPUAN IMPIAN…novel itu berbeda dg novel beliau sebelumnya….novel yang penuh dg tuntunan tapi tidak menggurui…perlu dibaca para wanita pada masa kini biar muslimah Indonesia tidak pada pinter keblinger….tapi sayang novel tersebut saat ini susah dicari ti toko buku…padahal saya pingin mengoleksinya.

19. Syaiful Pandu - Kamis, 19 Juni, 2014

Nyentuh!

20. Neneng - Selasa, 11 November, 2014

saya salah satu penggagum karya 2 beliau, namun bentuk hard copy bukunya sdh jarang atau langka ditoko2 besar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: