jump to navigation

Ahmadinejad Versus Reporter CBS Selasa, 2 Oktober, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
trackback

man2.JPG

Ketika diwawancara dalam program CBS “60 Minutes” yang dipandu reporter ‘super-objektif’, Scott Pelley, yang terus mengungkapkan opini negatifnya mengenai rencana kunjungan Presiden Iran itu ke “Ground Zero”, Ahmadinejad akhirnya balik bertanya, apakah sang reporter mewakili suara 300 juta orang Amerika Serikat.

Sejak dari kalimat pembuka, CBS telah mempertontonkan jurnalisme biasnya dengan menyatakan, “Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, tahu bagaimana membuat marah dunia Barat, dan dia melakukan kembali hal itu minggu lalu ketika meminta untuk mengunjungi “Ground Zero” (lokasi serangan 9/11)…Pria ini yang mempertanyakan kebenaran Holocaust tampaknya akan kembali menuntut penghapusan Israel.” Wawancara selanjutnya memperlihatkan betapa prasangka telah mematikan objektivitas dalam dunia jurnalistik di media massa Amerika Serikat. Berikut kutipan hasil wawancara CBS dengan Ahmadinejad dalam Program “60 Minutes” yang berlangsung di Tehran.

Reporter CBS (CBS): Tuan, apa yang sedang anda pikirkan? WTC adalah tempat yang paling sensitif di dalam hati orang Amerika, dan anda harus tahu bahwa berkunjung ke sana akan menghina banyak orang, banyak orang Amerika.

Mahmoud Ahmandi Nejad (MAN): Mengapa hal itu menjadi sesuatu yang menghina?

CBS : Well, anda adalah kepala pemerintahan sebuah negara Islam yang pemerintah Amerika Serikat katakan sebagai pengekspor terorisme ke seluruh dunia.

MAN : Saya tidak akan mengatakan bahwa apa yang dikatakan pemerintah Amerika merupakan prasyarat di sini. Telah terjadi sesuatu di sana (Ground Zero) yang menyebabkan terjadinya banyak peristiwa lain. Banyak orang tidak berdosa dibunuh di sana. Sebagian dari mereka pastinya adalah warga negara Amerika. Kami pastinya sangat menentang setiap aksi teroris dan setiap aksi pembunuhan. Dan kami juga sangat menentang setiap upaya untuk menyebarkan perpecahan di antara bangsa-bangsa. Biasanya anda datang ke lokasi tersebut untuk memberikan penghormatan. Dan mungkin juga untuk mengungkapkan pandangan anda mengenai sebab-sebab dasar mengapa insiden seperti itu (9/11) bisa terjadi. Menurut saya, ketika saya melakukan hal itu, saya akan memberikan penghormatan kepada bangsa Amerika.

CBS : Tetapi orang Amerika percaya bahwa negeri anda adalah sebuah bangsa teroris, yang mengekspor terorisme di dunia ini. Anda harus tahu bahwa mengunjungi WTC akan membuat marah banyak orang Amerika.

MAN : Well, saya terkejut. Bagaimana anda bisa berbicara mewakili keseluruhan rakyat Amerika? Anda mewakili sebuah media dan anda seorang reporter. Bangsa Amerika terdiri dari 300 juta orang. Terdapat banyak perbedaan pandangan yang ada di sana.

CBS : Terdapat fakta yang sudah tetap sekarang bahwa bom-bom Iran dan teknologi Iran-lah yang membunuh orang-orang Amerika di Irak. Di tangan anda, ada darah orang Amerika. Kenapa?

MAN : Ini adalah apa yang pejabat Amerika katakan. Sekali lagi, para pejabat Amerika di mana pun di dunia ini, ketika mereka menghadapi problem yang gagal mereka pecahkan, alih-alih menerima kegagalan itu, mereka lebih suka melempar kesalahan kepada orang lain. Saya sangat menyesalkan keputusan-keputusan salah yang diambil pemerintah Amerika sehingga rakyat Irak terbunuh dan juga tentara Amerika. Hal itu sangat disayangkan.

CBS : Militer Amerika telah menyita misil-misil Iran di Irak. Elemen-elemen utama dari bom-bom jalanan yang membunuh banyak orang datang dari Iran. Tidak ada keraguan lagi mengenai hal itu. Pengingkaran tidak lagi dapat dipercaya, tuan.

MAN : Baik sekali. Apakah anda seorang politikus Amerika? Apakah saya harus memandang anda sebagai politikus atau reporter Amerika? Ini adalah apa yang para pejabat Amerika klaim. Meskipun mereka menuduh kami ribuan kali, kebenarannya tidak akan pernah berubah.

CBS : Apakah anda sedang mengatakan bahwa hal ini bukanlah kebijakan pemerintah anda untuk mengirim senjata masuk ke Irak? Tuan, maafkan saya, anda tersenyum padahal ini adalah persoalan serius bagi AS.

MAN : Ini juga hal serius bagi kami. Saya berani katakan ini serius bagi semua orang. Tampak agak lucu bagi saya bahwa ada sebagian orang yang menutup mata dari kebenaran dan malah menuding orang lain. Perilaku seperti ini tidak akan membantu. Dan, alasan mengapa saya tersenyum, sekali lagi, adalah karena gambarannya begitu jelas tetapi pemerintah Amerika menolak untuk melihatnya. Kami tidak membutuhkan tindakan itu (mengirim senjata ke Irak). Kami sangat menentang perang dan ketidakamanan.

CBS : Apakah itu berarti “tidak”, tuan.

MAN : Ini adalah situasi yang sudah sangat jelas. Ketidakamanan di Irak berpengaruh negatif terhadap kepentingan-kepentingan kami.

CBS : Demi kejelasan, karena terdapat banyak kekhawatiran di dunia ini mengenai pertanyaan berikut ini, maka tolong beri saya jawaban yang langsung. Apakah anda bertujuan membangun bom nuklir?

MAN : Mengapa anda berpikir bahwa teknologi nuklir hanya terbatas untuk membuat bom? Apakah anda hanya dapat membuat bom dengan itu (teknologi nuklir)?

CBS : Saya mengapresiasi perbedaan, tuan. Tetapi pertanyaannya hanya terbatas pada bom.

MAN : Anda harus juga mengapresiasi bahwa kami tidak membutuhkan bom nuklir. Kami tidak membutuhkan hal itu. Mengapa harus ada kebutuhan kepada bom nuklir?

CBS : Bolehkah saya simpulkan itu sebagai “tidak”, tuan.

MAN : Itu adalah “tidak” yang tegas. Saya akan lebih tegas lagi sekarang. Dalam hubungan politik kontemporer, bom nuklir tidak ada gunanya. Jika ia berguna, maka pastinya ia akan mencegah kejatuhan Uni Soviet. Jika ia berguna, maka ia pastinya akan menyelesaikan problem Amerika di Irak. Era bom nuklir sudah berlalu.

CBS : Saat ini, dua negara mungkin sedang melangkah ke arah peperangan. Bagaimana anda meyakinkan Presiden Bush, bagaimana anda meyakinkan bangsa-bangsa lain di Barat?

MAN : Dua negara sedang melangkah ke arah peperangan?

CBS : Iran dan Amerika Serikat, negara-negara Barat.

MAN : Adalah salah untuk berpikir bahwa Iran dan AS tengah melangkah ke arah perang. Mengapa anda berkata demikian? Mengapa kita harus berperang? Tidak akan ada perang yang terjadi. Sekali lagi, ini perang urat saraf bahwa kalian memiliki pandangan yang berbeda, dan kalian dapat menggunakan logika untuk menyelesaikan perbedaan-perbedaan kalian.

CBS : Apa yang anda kagumi dari Presiden Bush? Apakah ada sesuatu (yang anda bisa kagumi), satu sifat?

MAN : Sebagai warga Amerika, anda beri tahu saya apa sifat yang anda kagumi dari dirinya?

CBS : Well, Mr. Bush, tidak diragukan lagi, adalah pribadi yang amat religius.

MAN : Agama apa, tolong beri tahu saya! Apakah agama itu mengatakan kepada anda untuk menduduki negara lain dan membunuh rakyatnya. Tolong beri tahu saya apakah Kristianitas mengatakan kepada para pengikutnya untuk melakukan hal itu?

CBS : Saya simpulkan anda tidak dapat memikirkan sesuatu pun yang anda sukai dari Presiden Bush.

MAN : Saya tidak familiar dengan kehidupan pribadi orang itu. Mungkin dalam kehidupan pribadinya, dia sangat baik dan berpikiran kuat.

CBS : Saya pernah bertanya kepada Presiden Bush, apa yang akan dia katakan jika duduk berhadapan dengan anda. Dan dia mengatakan bahwa anda telah membuat pilihan yang mengerikan bagi rakyat anda. Anda telah mengisolasi bangsa anda. Anda telah mengambil kebanggaan bangsa dan kehormatan rakyatnya serta menjadikan negeri anda pariah dunia. Semua itu adalah kata-kata Presiden Bush kepada anda. Apa jawaban anda?

MAN : Presiden Bush bebas berpikir apa pun yang ia sukai dan mengatakan apa pun yang ia inginkan. Saya tidak merasa bahwa Presiden Bush telah mengatakan semua itu. Menurut saya, semua itu hanyalah impresi anda mengenai apa yang mungkin Presiden Bush katakan.

CBS : Saya sedang mengutip Presiden Bush secara langsung.

MAN : Jika demikian, maka terdapat perbedaan besar di antara kita.

CBS : Presiden Bush telah bersumpah bahwa dia tidak akan membiarkan anda memiliki senjata nuklir dan akan menggunakan kekuatan militer jika perlu.

MAN : Saya rasa Tuan Bush, jika dia ingin partainya memenangi pemilu mendatang, maka ada cara yang lebih murah menuju ke sana. Saya akan sangat senang memberinya beberapa pandangan sehingga rakyat akan memilih untuknya (partainya). Dia harus menghormati rakyat Amerika. Mereka tidak boleh menyadap percakapan telepon rakyat mereka. Mereka tidak boleh membunuh anak-anak bangsa Amerika. Mereka tidak boleh menyia-nyiakan para pembayar pajak dan memberikannya kepada perusahaan-perusahaan senjata. Mereka juga harus menolong rakyat mereka, korban-korban Katrina, misalnya. Rakyat akan memilih untuknya jika mereka melakukan hal-hal tersebut. Saya sangat tulus dengan apa yang saya katakan. Saya seorang Muslim. Saya tidak berbohong.

CBS : Tapi, ketika saya meminta anda untuk menjawab secara langsung, apakah anda akan bersumpah bahwa anda tidak akan menguji senjata nuklir, anda menari-nari di seputar pertanyaan itu. Anda tidak pernah mengatakan “ya”. Anda tidak pernah mengatakan “tidak”.

MAN : Terima kasih atas hal itu. Anda seperti seorang investigator CIA. Dan anda adalah…

CBS : Saya hanya seorang reporter. Saya hanya seorang reporter Amerika biasa.

MAN : Ini bukan Teluk Guantanamo. Ini bukan penjara di Baghdad. Ini bukan penjara-penjara rahasia di Eropa. Ini bukan Abu Ghuraib. Ini Iran.[irm/rawstory, cbsnews]

Iklan

Komentar»

1. dwi Yanto - Rabu, 3 Oktober, 2007

Jelas-jelas IAEA http://www.iaea.org/ menyatakan bahwa program nuklir IRAN bukan untu BOM kenapa Amerika dan sekutunya masih ngotot untuk invasi ke IRAN, bukti di mau mengulangi kesuksesan menghancurlan IRAQ.
baca juga, http://duwex.wordpress.com/2007/09/28/pidato-presidean-ahmadinejad-di-universitas-columbi/

2. Quito Riantori - Rabu, 3 Oktober, 2007

Terima kasih input infonya. Salam kenal!

3. ivan - Jumat, 5 Oktober, 2007

masyarakat amerika yg disebut2 sbagai masyrakat maju dan modern,,tetapi msh banyak dari mereka yang hanya bisa menyalahkan negara-nagara islam tanpa bukti yang kuat….menerima satu berita tanpa kritis,,bukanlah ciri dari masyarakat modern n maju…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: