jump to navigation

Demi Allah! Engkau Tidak Mencintaiku! Rabu, 31 Oktober, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, All About Love, Artikel.
trackback

demi-allah.jpg

Quito Riantori Motinggo

Imam Ja’far al-Shadiq as berkata :
“Seorang laki-laki berkata kpd Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib as
: “Demi Allah! Sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu!”
(Laki-laki ini mengatakannya tiga kali kepada Imam)
Namun Imam Ali as justru berkata kepadanya :
“Demi Allah! Engkau tidak mencintaiku!”
Mendengar hal ini marahlah laki-laki ini :
“Engkau mengatakan demikian, demi Allah!
Seolah-olah engkau mengetahui apa yang ada di dalam hatiku!?
Imam Ali as menjawab :
“Allah telah menciptakan ruh-ruh (arwah) sebelum badan-badan (ini) seribu tahun dan tidak kulihat ruhmu di sana!”

(Bihar al-Anwar 61 : 132)

GAYA TARIK DAN GAYA TOLAK
Sesungguhnya Gaya Tarik dan Gaya Tolak dimiliki oleh semua wujud yang ada di alam semesta, dari atom yang paling kecil sampai manusia dan planet serta bintang-bintang di seluruh galaksi yang tiada berbatas ini.

Pada manusia gaya tarik dan gaya tolak juga terjadi, sehingga ada kawan dan ada musuh. Saling ketertarikkan antara dua insan sehingga mereka ingin bersahabat atau mengenal lebih dekat lagi tidak lain karena adanya kesamaan umum. Keakraban dua orang adalah petunjuk kemiripan dan kesamaan umumantara keduanya.

MAWLAWI RUMI, Di dalam bukunya yang terkenal Matsnawi jilid 2, ada kisah menarik yang menggambarkan hal ini. Seorang arif melihat seekor burung gagak yang telah menjalin persahabatan dengan seekor bangau. Keduanya hinggap dan terbang bersama!

Dua burung dari spesis berbeda: burung gagak tidak mempunyai kesamaan dengan burung bangau, dalam rupa maupun warna. Orang arif itu takjub bahwa mereka dapat hidup bersama! Dia mendekati dan menyidik, dan menemukan bahwa keduanya hanya berkaki satu.

Si Arif berkata: “Aku melihat persahabatan
antara seekor gagak dan bangau.”
Tercengang aku, lalu menyidiknya
untuk mencari kesamaanya.
Aku merangkak mendekati, dan …
kulihat, keduanya pincang, berkaki satu.

Ketunggalan kaki ini membawa persahabatan dua hewan yang berlainan spesis. Manusiapun tidak akan berkawan dan bersahabat tanpa alasan, sebagaimana mereka tidak akan bermusuhan tanpa sebab. 77]

Diriwayatkan dari Ashbagh Nabati, ia berkata, ”Suatu hari kami bersama Amirul Mu’minin Ali bin Abi Thalib as, lalu datang seorang lelaki memberi salam kepada beliau dan berkata,“Wahai Amirul Mu’mini! Sesungguhnya, demi Allah! aku benar-benar mencintaimu karena Allah, baik secara terang-terangan maupun secara sembunyi-sembunyi dan aku tunduk kepada kepemimpinanmu (wilayat) baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan”.

Saat itu Imam Ali as memakai pakaian usang. Setelah mendengar perkataan lelaki tersebut Imam menundukkan kepalanya Imam seraya mencocok-cocokkan tanah dengan tongkatnya sambil berpikir.

Akhirnya Imam mengangkat kepalanya menatap si laki-laki lalu berkata : “Sesungguhnya Rasulullah saww telah menyampaikan seribu ilmu kepadaku, dari masing-masing ilmu ada seribu bab. Sesungguhnya ruh-ruh orang-orang beriman sudah berjumpa (sebelumnya) dan saling menyesuaikan diri serta saling mengenal. Maka ruh-ruh yang saling mengenal itu akan saling menyayangi. Sebaliknya ruh-ruh yang tidak saling kenal akan saling berselisih. Karena itu, dengan hak Allah, engkau telah berdusta! Aku tidak mengenal wajahmu di antara wajah-wajah (orang beriman) dan aku juga tidak mendapati namamu di antara nama-nama mereka (orang-orang beriman di zaman azali itu!).

Kemudian masuk lagi seorang laki-laki lainnya lalu berkata,”Wahai Amirul Mu’minin! Sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu karena Allah, dan aku mencintaimu baik secara sembunyi-sembunyi maupun secara terang-terangan”.

Kembali Imam mencocok-cocokkan tanah dengan tongkat sambil berpikir, lalu beliau mengangkat kepalanya dan berkata kepada lelaki tersebut : “Engkau telah berkata benar! Pergilah dan kenakanlah jubah kefakiran! Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saww bersabda : “Wahai Ali putera Abi Thalib! Kefakiran lebih cepat datangnya kepada orang-orang yang mencintai kita (Ahlul Bait) daripada meluncurnya air bah ke dasar lembah!78]

EMPAT JENIS MANUSIA
Dari hukum gaya tarik dan gaya tolak yang fitriyah ini manusia terbagi menjadi empat macam.

1. Pribadi Yang Tidak Menarik Dan Tidak Pula Menolak.
Orang yang tidak ada yang menyenanginya, tidak ada pula yang memusuhinya. Mereka tidak menggugah cinta, simpati atau rasa kasih, maupun permusuhan, dengki,benci, atau rasa jijik, dari orang lain. Mereka berada di tengah-tengah manusia, tanpa acuh, bagai sebongkah batu di antara mereka.

Makhluk seperti itu tidak berarti apa-apa, tidak menciptakan pengaruh, tidak memiliki sesuatu yang positif, dalam pengertian baik atau buruk. Ia tidak memulai suatu gelombang persetujuan atau pertentangan.

Orang-orang begitu merupakan sekelompok makhluk tidak berharga, kosong, dan hampa, karena manusia perlu mencintai dan dicintai; dapat juga kita katakan bahwa manusia ingin membenci dan dibenci.

2. Pribadi yang hanya menarik, tidak menolak.
Mereka mufakat dengan setiap orang, mereka membuat seluruh kalangan manusia menjadi pengagumnya.Sepanjang hidup, semua orang menyukai mereka, dan tidak ada yang menolak. Bila mereka meninggal, kaum Muslimin akan memandikan mereka dengan air Zamzam di Makkah lalu menguburkannya, sedang kaum Hindu memperabukannya.

Sering dibayangkan bahwa karakter istimewa, basa-basi dalam pergaulan, atau dalam bahasa sekarang, supel, tidak lain dari ini saja; menjadikan semua orang sebagai teman. Bagaimanapun, hal itu tidak baik bagi orang yang ber-Tuhan, yang mengikuti suatu jalan, yang mempunyai pola pikir dan ideal tertentu, tanpa menimbang keuntungan bagi dirinya sendiri. Orang demikian, mau tidak mau, hanya memiliki satu wajah.

Tingkah lakunya tegas dan mantap, kecuali, tentu saja, ia munafik, bermuka dua. Karena tidak semua orang berfikir sama, berselera sama, atau berkecenderungan yang sama; di kalangan manusia ada yang adil, ada yang zalim, ada yang baik, ada yang jahat. Masyarakat mempunyai para warga yang adil dan ada yang zalim, yang jujur dan yang curang.

Seorang insan yang secara sungguh-sungguh mengejar satu tujuan, yang akan berbenturan dengan kepentingan mereka. Satu-satunya orang yang dapat menarik persahabatan dengan seluruh kalangan masyarakat dan berbagai macam idealisme adalah orang yang berpura-pura dan berdusta, yang mengatakan dan memperlihatkan kepada setiap orang apa saja yang disukai orang itu.

Tetapi, jika orang itu jujur dan berprinsip, otomatis sekelompok orang akan menjadi temannya dan yang lain; seterunya. Kelompok mana saja yang seiring dengannya akan tertarik kepihaknya, dan kelompok yang mengikuti jalan lain akan menyisihkan dan bercekcok dengannya.

Sebagian orang Kristen, yang menonjolkan diri dan agama mereka sebagai duta-duta perdamaian, percaya bahwa manusia sempurna tidak memiliki apa-apa kecuali cinta. Jadi mereka tidak memiliki lain dari gaya tarik. Sebagian kaum Hindu, kurang lebih, percaya pada hal yang sama.

Satu hal yang paling tegas dalam falsafah Hindu dan Kristen adalah cinta. Mereka mengatakan bahwa seseorang harus memberi kasih sayang pada segala sesuatu dan berusaha agar cinta itu terwujud, dan jika sudah mencintaisemua orang, apakah yang dapat menghalangi setiap orang mencintai kita- yang jahat pun akan mencintai kita, karena mereka telah melihat kita.

Tetapi, tuan-tuan ini seharusnya mengerti bahwa tidak cukup sekedar menjadi manusia cinta, manusia harus berakidah pula, Cinta harus selaras dengan realitas dan, jika selaras dengan realitas, cinta akan mempunyai jalan yang diikutinya; dan mengikuti suatu jalan berarti, suka atau tidak, menciptakan musuh. Sesungguhnya, gaya tolaklah yang merangsang suatu kelompok untuk berjuang dan menyisihkan kelompok lain.

Islam juga agama cinta. Quran mengemukakan Nabi sebagai rahmat bagi alam semesta : “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam” (QS 21 : 107)

Ini bermakna bahwa engkau, Nabi, haruslah menjadi rahmat bahkan bagi musuh yang sangat berbahaya: engkau harus mencintai mereka.

Akan tetapi cinta dianjurkan Quran tidak bermakna bahwa kita harus memperlakukan tiap orang sesuai dengan apa yang disukainya dan menyenangkannya, bahwa kita harus bertingkah demikian rupa sehingga ia senang dan tertarik ke pihak kita.

Cinta tidak berarti bahwa kita harus membiarkan segalanya untuk mengikuti segala kecenderungan mereka; ini bukan cinta, melainkan munafik dan bermuka dua.

Cinta itu sesuatu yang harmoni dengan realitas, yang menyebabkan orang mencapai kebaikan, dan terkadang hal-hal yang menghantar kita ke kebaikan itu justru mengambil bentuk yang tidak menarik cinta dan kasih orang lain.

Betapa banyak individu yang tadinya dicintai seseorang semacam itu dan yang, ketika mereka dapati bahwa cinta ini tidak sejalan dengan kecenderungan-kecenderungannya, menjadi musuh sebagai ganti menghargainya.

Di samping itu, cinta yang rasional dan akliah adalah cinta dimana terdapat kebaikan dan kepentingan seluruh manusia, bukan hanya untuk satu orang atau satu kelompok tertentu.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk kebaikan bagi individu-individu dan memperlihatkan cinta kepada mereka, yang justru akan membawa kemunduran bagi masyarakat keseluruhan dan malah mungkin menjadi musuh masyarakat.

Kita dapat menemukan banyak reformator besar dalam sejarah yang bekerja keras untuk mengubah situasi masyarakat dan mengurangi penderitaannya, tetapi hasilnya, bukannya mereka diakui, malah sebaliknya, dimusuhi dan dikutuk masyarakat itu. Jadi, cinta tidak selamanya menarik; sesungguhnya kadang-kadang tampil sebagai sesuatu tolakan besar, yang menyebabkan seluruh masyarakat menentang satu orang.

‘Abdur-Rahman ibn Muljam adalah salah satu dari musuh musuh Imam ‘Ali as yang paling sengit, dan Imam ‘Ali as tahu betul bahwa orang ini adalah lawan yang paling berbahaya, kadang malah, orang lain pun mengingatkan beliau bahwa ia adalah musuh berbahaya dan beliau harus menyingkirkannya.

Tetapi, sebagai jawaban, Imam ‘Ali bertanya, “Haruskah aku menghukum sebelum terjadi kejahatan ? Jika ia pembunuhku, aku tak dapat membunuh orang yang (akan) membunuh diriku: “Orang inilah yang akan membunuhku, bukan aku yang membunuh dia”

Sehubungan dengan orang inilah Imam ‘Ali as berkata: “Aku ingin ia hidup, tetapi ia ingin membunuh aku.” (yakni, “Aku telah memberikan cintaku kepadanya, padahal ia musuhku dan mempunyai rencana-rencana jahat terhadapku”

Kedua, cinta bukanlah satu-satunya obat mujarab bagi umat manusia. Kekerasanpun perlu bagi seluruh dan temperamen tertentu; juga konflik, penolakan, pengusiran, diperlukan. Islam Agama tarikan dan cinta dan agama tolakan dan retribusi (niqmah).

3. Orang yang hanya menolak, tidak menarik.
Mereka menciptakan musuh tetapi tidak menciptakan teman. Inipun orang-orang berkekurangan, dan hal itu menunjukkan bahwa mereka kekurangan sifat-sifat positif manusia. Karena, jika mereka mempunyai kualitas manusiawi, otomatis mereka akan mempunyai kelompok, meskipun hanya sangat sedikit yang menjadi pendukung dan terikat dengan mereka. Karena, selalu mesti ada orang baik di kalangan manusia, walau sedikit.Tetapi, mustahil semua orang jahat, sebagaimana mustahil semua baik.

Secara alamiah, keburukan pada seseorang yang memusuhi setiap orang, terdapat dalam dirinya sendiri, karena kalau tidak demikian, bagaimana mungkin ada kebaikan dalam jiwa manusia, sedangkan orang ini tidak memiliki sahabat sama sekali. Tidak ada sisi positif pada individu seperti itu.

4. Orang yang menarik dan menolak.
Mereka adalah orang-orang yang berjalan pada suatu, jalan yang bertindak pada jalan keyakinan dan prinsif-prinsifnya; mereka menarik kelompok-kelompok manusia ke pihak mereka; mereka menempati hati manusia sebagai orang yang dicintai dan dikehendaki. Tetapi mereka juga menolak kelompok tertentu. Mereka menciptakan sahabat maupun musuh; mereka merangsang persetujuan maupun perselisihan.

Orang-orang demikian ada beberapa jenis, karena kadang daya tarik maupun daya tolak mereka kuat, kadang keduanya lemah, dan kadang ada perbedaan di antara keduanya. Ada sebagian yang berkepribadian sedemikian rupa sehingga daya tarik dan daya tolaknya kuat kedua-duanya, dan ini setalian dengan seberapa kuat tingkat positif dan negatif dalam jiwanya.

Tentu saja kekuatanpun mempunyai tingkatan, hingga ke titik di mana teman yang sudah tertarik akan memberikan seluruh jiwa raga demi pendirian itu; dan musuh pun akan bersikap keras kepala hingga ke tingkat mempersembahkan nyawa demi tujuan mereka pula.

Dan ini bisa begitu intens sehingga berabad-abad setelah kematian pribadi itu, gaya tarik dan gaya tolaknya tetap efektif dalam pikiran orang, dan membawa pengaruh yang luas. Tiga dimensi tarikan dan tolakan ini termasuk karakter utama auliya’, sebagaimana tiga dimensi dakwah ke jalan Allah adalah khas bagi para nabi.

Akan tetapi, tidak cukup dengan hanya mempunyai gaya tarik dan gaya tolak, atau bahkan atraksi dan repulsi yang kuat sekalipun, agar berakhir seseorang sebaliknya, sebabnya adalah karakter itu sendiri, sedang karakter tak mungkin merupakan bukti kebaikan.

Seluruh tokoh dunia, bahkan para tokoh kriminal seperti Jengis Khan, Hajjaj, Muawi’yah, George W. Bush dan Ehud Olmert adalah orang-orang yang memiliki kedua gaya itu untuk menarik dan menolak.

Kalau bukan karena poin-poin positif dalam jiwa seseorang, mustahil ia dapat membuat ribuan tentara tunduk kepadanya dan menyerahkan kemauan mereka sendiri; apabila seseorang tidak mempunyai kekuatan kepemimpinan, tidak akan dapat ia mengumpulkan orang di sekelilingnya sampai pada tingkat itu.

Jadi, tiap orang menarik orang yang semacamnya, dan mengusir orang yang berbeda dengannya. Orang yang adil dan mulia menarik ke pihaknya orang berkebajikan yang berjuang untuk kebenaran, dan menyingkirkan orang-orang pengumbar nafsu, mata duitan dan munafik. Seorang penjahat menarik para kriminal, dan menolak orang-orang baik.

Dan, seperti telah kami tunjukkan, ada perbedaan lain dalam kuatnya gaya tarik. Sebagaimana dalam teori gravitasi Newton, gaya tarik menarik membesar sebanding dengan massa suatu benda dan berbanding balik dengan jarak, demikian juga manusia, ada variasi dalam gaya tarik yang berasal dari individu yang mempunyai gaya tarik itu. 79]

QAMBAR, SYAHID DEMI SANG KEKASIH
Qambar juga adalah salah seorang di antara para pemberani yang memperoleh kedudukan yang tinggi lewat pengaruh kekuatan ruhaniah dari Muhammad saww dan Imam Ali as.

Dia tidak takut menyatakan kebenaran dan mengikuti jalan yang lurus. Walaupun dari sudut pandang orang-orang duniawi ini dia nampak tidak lebih dari seorang budak, secara rohani dia memperoleh kedudukan yang begitu tinggi sehingga dia menjadi kepercayaan Imam Ali.

Kata-kata yang penuh kekuatan dan tajam yang diucapkan orang berkemauan keras ini terhadap Hajjaj bin Yusuf, penjahat haus darah, sangat terkenal.

Suatu kali Hajjaj berkata : “Qambar! Apa kewajiban-kewajibanmu ketika engkau melayani Ali ?”
Qambar : “Aku biasa membawakan air wudlu baginya”.
Hajjaj : “Setelah selesai wudlu, apa yang biasa dia ucapkan ?”
Qambar : “Dia biasa membacakan ayat Qur’an ini :

“Ketika mereka melupakan peringatan Kami, Kami buka bagi mereka pintu-pintu dari segala sesuatu yang mereka inginkan ; tetapi saat mereka kegirangan dengan apa yang telah mereka dapatkan, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa. Maka orang-orang yang zalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam”. (QS 6 : 44-45)

Hajjaj : “Aku rasa dia kenakan ayat ini kepada kami”.
“Ya”, kata Qambar dengan berani.
Hajjaj : “Jika aku hendak membunuhmu, apa yang akan engkau lakukan ?”
Qambar : “Aku akan beruntung dan engkau akan rugi”.
Hajjaj : “Akuilah bahwa engkau tidak mengakui Ali sebagai pemimpinmu”.
Qambar : “Jika aku meninggalkan jalannya, dapatkah engkau tunjukkan jalan yang lebih baik padaku ?”
Hajjaj tidak menjawab pertanyaan ini, dan berkata : “Bagaimanapun juga aku akan membawa engkau kepada kematian. Sekarang katakan padaku dengan cara apa engkau ingin dibunuh”.
Qambar : “Aku serahkan pilihan itu padamu”.
Hajjaj : “Mengapa ?”
Qambar : “Cara engkau akan membunuhku sama dengan cara aku akan membunuhmu di akhirat. Ali, majikanku mengatakan padaku bahwa aku akan dipenggal secara tidak adil”.
Begitulah, Hajjaj memerintahkan agar Qambar dipenggal. 80]

Jika yang dia cari makanan nafs,
dia adalah orang yang tertipu
Jika yang dia cari makanan ruh,
dia adalah pemimpin
Jika dia melayani jasad dia adalah keledai,
Jika dia masuk ke dalam lautan ruh,
dia akan menemukan mutiara.

(Rumi, Matsnawi II 2672-87)

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Catatan Kaki :
[77] Murtadha Muthahhari, Ali bin Abi Thalib Di Hadapan Kawan dan Lawan, hal. 20.
[78] Bihar al-Anwar 61 : 134.
[79] Murtadha Muthahhari, Ali bin Abi Thalib Di Hadapan Kawan dan Lawan, hal. 22 – 30.
[80] Murtadha Muthahhari, Master and Mastership.

Iklan

Komentar»

1. Yaya - Kamis, 1 November, 2007

Rasulullah Saw bersabda: “Manusia yg plg baik ialah yg plg baik akhlaknya. Manusia yg plg baik ialah manusia yg berhati tulus dan berlidah lurus; yakni hati yg takwa, bersih, tdk menyimpan dosa, tdk lalim, dan tdk dengki.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: