jump to navigation

Mengapa Mereka Meninggalkan Sunnah Nabi Saw & Ahlul Baitnya? Kamis, 1 November, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bilik Renungan, Opini.
trackback

ibadah-sunnah.jpg

Quito R. Motinggo

Ikutilah petunjuk Nabimu karena sesungguhnya
petunjuknya adalah sebaik-baik petunjuk
dan jalanilah sunnahnya (sunah Rasul saww),
karena ia sebaik-baik sunnah

(Imam Ali as, Nahjul Balaghah, Khotbah no. 110) 3]

APA ITU SUNNAH NABI?
Sunnah dalam bahasa ‘Arab bermakna : peri kehidupan, perilaku, jalan, cara atau metode. Sunnah juga berarti : tabiat atau watak.

Rasulullah saww membagi sunnah menjadi dua jenis sebagaimana sabdanya, ”Sunnah itu ada dua macam : (1) sunnah yang merupakan suatu kewajiban, yang jika diikuti niscaya beroleh petunjuk dan jika ditinggalkan niscaya tersesat. Dan (2) sunnah yang bukan kewajiban, yang bilamana dikerjakan niscaya mendapat pahala (keutamaan) dan jika ditinggalkan bukan merupakan suatu kesalahan.” 4]

Sebagian orang salah memahami makna sunnah Nabi, karena mencampur adukkan jenis sunnah pertama dengan yang kedua. Jenis sunnah pertama mengandung pengertian ‘jalan’ Islam itu sendiri, seperti ketika Rasulullah saww bersabda, ”Pernikahan adalah sunnah-ku, karena itu barangsiapa yang tiada menyukainya maka ia bukan termasuk umatku5]

Sedangkan jenis kedua merupakan definisi menurut fiqih. Salah satu contoh kekeliruan penempatan makna ini adalah ketika si fulan mengetahui bahwa menggunakan siwak (semacam sikat gigi) adalah sunnah, ia menempatkan kedudukkan sunnah di sini dalam pengertian yang pertama, sehingga ia menganggap penggunaan siwak adalah wajib.

Hal ini juga terjadi sebaliknya, yang akibatnya lebih fatal ketimbang contoh yang pertama. Pemahaman sunnah yang hanya dipahami definisi menurut fiqih saja adalah bentuk kekeliruan yang paling parah dan berdampak paling buruk.


Contoh seperti inilah yang menjadi salah satu sebab penyimpangan ajaran itu sendiri sebagaimana yang terjadi pada masa awal-awal sejarah Islam sendiri. Rasulullah saww telah memperingatkan bahaya kekeliruan seperti ini dan beliau bersabda, ”Apakah salah seorang daripada kamu menyangka seperti seorang yang duduk bersandar di atas katilnya yang terhias sambil berkata, Sesungguhnya Allah Yang Maha Tinggi tidaklah mengharamkan sesuatu melainkan apa-apa yang ada dalam al-Qur’an ini’. Ingatlah! Sesungguhnya aku telah memerintahkan dan aku telah memperingatkan dan aku telah melarang beberapa perkara, sesungguhnya semuanya itu seperti al-Qur’an atau lebih banyak6]

Diriwayatkan bahwa salah seorang khalifah Islam telah berkata, ”Kitab Allah cukup menyelesaikan segala masalah tanpa memerlukan Sunnah Nabi. Sang khalifah menambahi, ”Barangsiapa yang bertanya kepada kalian, maka katakanlah: Bainana wa bainakum kitabullah (Di antara kita dan di antara Anda sekalian ada Kitab Allah). Maka hukumlah menurut halal dan haramnya7]

Jika seseorang berpikir bahwa seluruh bentuk sunnah Nabi adalah pekerjaan yang boleh ditinggalkan maka tentu saja ia akan menganggap semua perkataan Nabi saww yang tidak termaktub di dalam al-Qur’an bukanlah hal yang penting atau wajib untuk diikuti.

Bisa jadi pemikiran dangkal seperti inilah yang mengakibatkan sebagian orang mengabaikan sunnah Nabi atau hadits-hadits beliau, atau bahkan memusnahkan seluruh hadits-hadits Nabi yang dicatat dan disimpan oleh sebagian sahabat di masa-masa awal sejarah Islam sepeninggal Nabi saww.

Rasulullah saww bersabda, ”Hampir-hampir salah seorang dari kalian (para sahabat) berkata: ‘Inilah Kitab Allah, apa-apa yang ada di dalamnya yang halal, kami menghalalkannya dan apa-apa yang ada di dalamnya yang haram, kami mengharamkannya’, “Ingatlah! Barangsiapa yang sampai kepadanya satu hadits dariku, lalu ia mendustakannya, maka sungguh ia telah mendustakan Allah dan Rasul-Nya dan orang yang menyampaikannya.” 8]

BAHAYA MENINGGALKAN SUNNAH RASULULLAH SAWW

Rasulullah saww bersabda, ”Enam macam orang yang aku mengutuk mereka dan Allah juga mengutuk mereka, padahal setiap nabi itu diperkenankan permohonannya yaitu: orang yang menambahi Kitab Allah, orang yang mendustakan ketentuan Allah, orang yangg mengalah kepada pemerintah yang sombong kejam, lalu dengan itu ia memuliakan orang yang direndahkan Allah dan merendahkan orang yang dimuliakan Allah, orang yang menghalalkan larangan Allah, orang yang menghalalkan (darah) daripada keturunanku (‘itrahku) yang Allah haramkan, dan orang yang meninggalkan sunnahku.” 9]

Rasulullah saww bersabda, ”Sesungguhnya ummatku akan masuk surga, kecuali orang yang enggan”, kemudian para sahabat bertanya : “Wahai Rasulullah, siapakah mereka yang enggan?”, Beliau bersabda : “Barangsiapa yang mentaatiku ia pasti masuk surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sungguh ia telah enggan.” 10]

BERPEGANG TEGUH DENGAN SUNNAH RASUL
Rasulullah saww bersabda, ”Barangsiapa berpegang teguh dengan sunnahku di masa rusaknya ummatku, maka ia memperoleh pahala seratus orang syahid11]

Rasulullah saww juga bersabda, ”Orang yang berpegang teguh dengan sunnahku di masa ummatku berselisih adalah seperti orang yang menggenggam bara api!12]

DUA JENIS SUNNAH

Di lain riwayat Rasulullah saww bersabda,”Sunnah itu ada dua macam : dari Nabi saww atau dari imam yang adil” 13]

Sebagian orang hanya mengambil sunnah dari Rasulullah saww dan mengabaikan sunnah dari imam yang adil. Sikap dan tindakan yang keliru seperti ini, umumya karena pemahaman agama yang dangkal serta kurangnya penelitian yang serius dan mendalam. Padahal, jika kita bersungguh-sungguh di dalam mempelajari agama ini, niscaya kita akan banyak menemui hadits-hadits serupa atau senada dengan hadits di atas.

Saya tidak akan membahas masalah ini lebih jauh, akan tetapi saya akan ajukan salah satu hadits shahih yang bisa Anda renungkan atau perdalam lebih jauh. Rasulullah saww bersabda, ”Aku tinggalkan pada kamu Dua Perkara yang Berat (al-Tsaqalayn) : Kitab Allah dan itrah-ku [keturunan], Ahlul-Bayt-ku. Selama kamu berpegang teguh pada keduanya, kamu tidak akan tersesat sepeninggalku; maka jangan kamu mendahului mereka karena kamu akan binasa, dan janganlah tertinggal dibelakang mereka karena kamu juga akan binasa; jangan ajari mereka, karena mereka lebih berpengetahuan dari kamu. 14]

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Catatan Kaki :
3]
Terjemahan M. Hasyim Assagaf, Khutbah no. 109
4]
Bihar al-anwar 77 : 161, Mizan al-Hikmah hadits no. 8937
5]
Bihar al-Anwar 103 : 222
6]
HR. Abu Dawud, hadits ini shahih menurut as-Suyuthy dan hasan menurut al-Baghawy.
7]
Al-Dhahabi, Tadhkirah al-Huffaz, I : 3
8]
HR. Ibnu Abdil Bar dari Jabir bin Abdillah ra; hadits shahih.
9]
HR. Tirmidzi dan al—Hakim, hadits ini diriwayatkan juga oleh Ibnu Hibban dan ath-Thabary dan oleh Imam al-Hakim dinyatakan : shahih isnadnya.
10]
HR. Bukhari
11]
HR. ath-Thabrany dan al-Baihaqy: hasan.
12]
HR. al-Hakim dari Ibnu Mas’ud ra.
13]
Kanz al-‘Ummal 1 : 180
14]
Hadits ini diriwayatkan di dalam Shahih al-Tirmidhi, Shahih Muslim, al-Hakim dalam Mustadrak al-Sahihayn-nya, Ahmad di dalam Musnad-nya, al-Nasa’i di dalam al-Khasais-nya, Ibn Sa’d di dalam Thabaqat-nya, al-Tabrani, al-Suyuti, Ibn Hajar, Ibn al-Athir, dan banyak lagi.

Iklan

Komentar»

1. benbego - Jumat, 2 November, 2007

apakah sama kategori dua sunnah tersebut dengan yang disebut sebagai sunnah muakkad dengan ghairu muakkad? maaf tanya, lagi lupa nih! 😀

2. Quito Riantori - Jumat, 2 November, 2007

Sepengetahuan saya, sunnah muakkad & sunnah ghairu muakkad termasuk dalam kategori sunnah yang kedua, yaitu sunnah dalam pengertian fiqih. Thx & Salam.

3. Mustaqeem - Senin, 23 Juni, 2008

apakah peranan / tugas seorang ahlul bait (Itrah) yakni keturunan Rasulullah setelah kewafatan baginda. Bagaimana mengenali ahlul Bait bagi dan bagaimana untuk mencari mereka..

4. Quito Riantori - Senin, 23 Juni, 2008

@Musataqeem
Di dalam banyak hadis shahih, yang dikatakan Ahlul-Bayt Rasul atau Itrahnya adalah : Ali bin Abi Thalib, Fathimah, Hasan dan Husayn. Dalam hadis-hadis lainnya ditambah 9 generasi lagi dari keturunan Husayn as.
Jadi, Itrah Rasul Saw hanya terbatas 12 orang saja. Adapun Tugas mereka tentu saja sebagai pengganti Rasul Saw dalam melanjutkan misi dan tugas-tugas agama.
Anda bisa membaca penjelasan lebih lengkap di blogroll pada blog ini. Terima kaih dan salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: