jump to navigation

Cinta Duniawi Dan Cinta Spiritual Senin, 31 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
5 comments

spiritual-light.jpg

Quito R. Motinggo

Cinta Ilahi adalah ruh tanpa tubuh,
cinta duniawi adalah tubuh tanpa ruh,
cinta spiritual adalah tubuh dan ruh sekaligus.
(Ibn ‘Arabi, Futuhat al-Makkiyyah 2 : 347)

Muhyiddin Ibn ‘Arabi, “(Manusia) adalah zat yang mensintesakan realitas duniawi dan Citra Ilahi. Dia dihubungkan dengan sisi Yang Maha Suci, yang dari-Nya dia diwujudkan ketika Dia berfirman, “Jadilah” maka dia pun jadi, dan dia dihubungkan dengan ruh melalui ruhnya ; dan dia dihubungkan dengan dunia jasmani dan unsur-unsur melalui dunia alam, melalui esensi dasarnya. 104] (lebih…)

Iklan

Khazanah Hikmah Ahlul Bayt Nabi Jumat, 28 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt.
3 comments

khazanah-hikmah2.jpg

1. Imam Ali bin Abi Thalib as berkata :

“Imhadh akhâka al-nashîhata, hasanatan kânat am qabîhatan.”

Nasihatilah saudaramu dengan setulus-tulus nasihat, baik dengan sesuatu yang menyenangkan ataupun yang tidak (menyenangkan).” (lebih…)

Ibadah, Ateisme Dan Syirik Jumat, 28 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel.
6 comments

ibadah-ateisme.jpg

Janganlah kamu adakan tuhan yang lain disamping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan.” (QS Al-Isra’ ayat 22)

 Diriwayatkan dari Abi Abdillah (Imam Ja’far) as tentang firman Allah ‘Azza wa Jalla ,”hanifan musliman”, beliau as menjelaskan, “Keikhlasan yang benar-benar murni, yang tiada sesuatu pun di dalamnya terkandung penghambaan (ibadah) kepada berhala.” (al-Kafi 2 : 15) (lebih…)

Jalan Pencapaian Bagian ke-2 Rabu, 26 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Kearifan Universal, Tasawwuf.
add a comment

jalan-pencapaian2.jpg

Satrio P. Motinggo

Fortunate indeed, is the man who takes exactly the right measure of himself, and holds a just balance between what he can acquire and what he can use. [Anonymous]

Sebuah aforisma yang tidak diketahui darimana asalnya menyebutkan bahwa,”Sungguh beruntung orang yang menimbang dirinya dengan benar, dan menyeimbangkan antara apa yang dapat ia peroleh dan apa yang dapat ia manfaatkan.” (lebih…)

Benci Tanpa Alasan Yang Benar Dan Berprasangka Buruk Rabu, 26 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Anger Management, Artikel.
add a comment

benci1.jpg

…dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil” (Al-Qur’an, Surah Al-Maaidah [5] ayat 8)

Lawana Blackwell mengatakan, “The hatred you’re carrying is a live coal in your heart – far more damaging to yourself than to them.”

“Kebencian yang Anda bawa, seumpama sebuah batu bara yang ada dalam hati Anda – yang jauh lebih merusak diri Anda sendiri ketimbang mereka (yang Anda benci) (lebih…)

Palestina, Al Gore, dan Pembunuhan Massal Senin, 17 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Al-Quds, Artikel, Bebas, Bilik Renungan.
43 comments

cry-palestina_o.jpg

Dody Salman

Salah satu ketidakadilan di abad 21 ini adalah perayaan berdirinya Negara Israel selama 50 tahun. Karya besar Zionis ini bagi bangsa Palestina adalah sebuah malapetaka (Al-Nakba).

Perayaan Israel ini mengingkari kenyataan bahwa Palestina dirampok oleh Yahudi Eropa dengan aktor utamanya adalah kekuatan Eropa, khususnya Inggris, Perancis dan belakangan Amerika Serikat menciptakan wilayah barat di jantung Islam. Semuanya dimungkinkan dengan mengusir penduduk asli, bangsa Palestina dari tanah leluhurnya lewat terror dan pembunuhan massal. (lebih…)

Cinta Kepada Allah Dan Cinta Kepada Dunia, Mungkinkah Dipadukan? Senin, 17 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan.
1 comment so far

cinta-alalh-dunia.jpg

Rasulullah saww, “Cinta kepada dunia dan cinta kepada Allah tidak dapat menyatu di dalam hati selamanya.” (Tanbih al-Khawatir hal. 362) (lebih…)

Ali Khamenei: Jangan Sia-siakan Shalatmu! Jumat, 14 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in Breaking News.
6 comments

khamenei-full-1-font.jpg

Shalat dan doa merupakan komunikasi paling intim antara manusia dengan Tuhan, antara makhluk dengan sang Pencipta. Shalat melimpahkan kelezatan dan ketenangan bagi hati yang lelah, resah dan gelisah, sekaligus merupakan hakikat penyucian batin dan pancaran bagi jiwa manusia.

Ia sebuah komitmen, motivasi untuk bertindak, pengerahan diri, dan permakluman untuk berserah diri – dengan cara yang paling tulus, jauh dari tipu daya dan angan-, untuk mengingkari segala macam kejahatan dan kebobrokan dan pada saat bersamaan untuk menegaskan segala kebaikan dan keindahan. Ia merupakan sebuah program untuk menemukan jati diri.

Buku yang judul bhs Inggerisnya : The Profoundities of Shalat ini berbeda dengan buku-buku tentang shalat yang selama ini beredar, karena ia berisi penjelasan filosofi yang easy namun mengandung pemikiran yang mencerahkan, dan membuka wawasan kita tentang how and why kita mesti melakukan shalat.

Harga buku : Rp 31.000, –

Ukuran buku : 13 x 19 cm

Penerbit : Pustaka IIMaN

Dapatkan buku bermutu ini di toko-toko buku kesayangan Anda.

Cinta Kepada Allah dan Cinta Kepada Manusia; Mungkinkah Dipadukan? Kamis, 13 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Bilik Renungan, Tasawwuf.
39 comments

cinta-allah-cinta-manusia.jpg

Quito R. Motinggo


Nabi Muhammad Saww bersabda : “Barangsiapa yang tiada mengasihi manusia maka Allah-pun tiada mengasihinya! (Kanz al-‘Ummal, hadits ke : 5972)

Di Dalam ajaran Islam, Mengasihi Sesama Manusia adalah bagian terpenting dari ajaran Nabi Muhammad saww dan Ahlul Baitnya. Mencintai umat manusia adalah realisasi dari ajaran al-Qur’an, yang mana pengutusan Nabi Muhammad Saww merupakan rahmat dan wujud kasih sayang Allah SwT atas Alam Semesta ,“Tiadalah Kami mengutusmu (Wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat (Ku) atas Alam Semesta” (QS Al-Anbiya’ [21] ayat 107) (lebih…)

Wahabi-Salafy: Aliran Garis Keras dan Puritanisme Rabu, 12 Desember, 2007

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel.
16 comments

scorpion.jpg

Sikap tidak mendukung pluralisme dalam kehidupan beragama cenderung melahirkan teroris baru. Demikian ungkap Intelektual Muslim, Jalaluddin Rahmat, saat membahas buku berjudul “Dua Wajah Islam: Moderatisme Vs Fundamentalisme”, karya Stephen Sulaiman Schwartz terbitan The Wahid Institute. Buku itu memotret salah satu aliran Islam di Arab Saudi, Wahabi (Kompas, 3/11). (lebih…)