jump to navigation

Kenalkah Anda Dengan Husain? Senin, 21 Januari, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Ahlul Bayt, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

imam-husayn-image2.jpg

Quito R. Motinggo

Kenalkah Anda dengan Tom Cruise atau Brad Pitt? Kenalkah Anda dengan David Beckham atau Ronaldo? Atau kenalkah Anda dengan Will Smith atau Ahmad Dhani? Kemungkinan besar anda semua sudah mengenal nama-nama selebriti tersebut? Tapi kenalkah anda dengan Husain bin Ali bin Abi Thalib?

Mungkin di antara anda semua ada yang menjawab: ya, saya kenal Husain putra Ali bin Abi Thalib tersebut. Namun benarkah anda telah benar-benar mengenalnya seperti anda mengenal para artis atau selebriti tersebut di atas? Tahukah anda siapa nama mantan istri Ahmad Dhani? Pasti anda tahu. Tapi tahukan anda siapa nama istri Imam Husain, cucu Nabi Muhammad Saw ini? Saya sangat yakin banyak di antara anda yang tidak mengetahuinya.

Anda tidak bersalah! Mengapa? Karena anda lebih banyak memperoleh info-info tentang para selebriti ketimbang para pejuang Islam, para ulama dan para alim Islam. Anda tidak bersalah, karena buku-buku tentang mereka sangat sedikit sekali jumlahnya, kalau pun ada harganya pun sangat mahal! Jadi anda tidak bersalah.

Pada kesempatan ini, saya berusaha memberikan informasi yang juga tidak banyak kepada anda siapa sebenarnya Imam Husain bin Ali bin Abi Thalib yang syahid dibantai di Padang Karbala pada hari Jum’at, 10 Muharram 61 Hijriyyah, pada usia 58 tahun.

Imam Husain bin Ali adalah putra Ali bin Abi Thalib dan Fathimah az-Zahra, putri kesayangan Sang Nabi Saw. Jadi dia adalah cucu Nabi Muhammad Saw.

Di dalam hadis-hadis dan sejarah Islam, terdapat banyak sekali riwayat tentang Imam Husain. Di dalam riwayat-riwayat tersebut banyak dilukiskan betapa Rasulullah Saw sangat mencintai Hasan dan Husain putra Ali dan Fathimah ini.

Keduanya dilahirkan di Madinah. Kecintaan dan kasih sayang Rasulullah Saw yang sangat besar terlihat dari ucapan-ucapan maupun sikap Rasulullah Saw sendiri terhadap kedua cucunya ini.

Yang menarik, Rasulullah Saw sendiri tidak pernah memanggil keduanya dengan sebutan cucu, tapi beliau memanggil keduanya dengan sebutan : anakku!

Banyak sekali riwayat tentang ini, di antaranya adalah :

Salman al-Farisi ra berkata : Aku pernah mendengar Rasulullah saww bersabda:

“Hasan dan Husain adalah dua orang anakku. Barangsiapa mencintai mereka berdua berarti mencintaiku dan barangsiapa yang mencintaiku pasti Allah mencintainya dan barangsiapa yang dicintai Allah niscaya Allah masukkan ke dalam Surga. Dan barangsiapa yang membenci mereka berdua berarti membenciku dan barangsiapa yang membenciku pasti Allah pun membencinya, dan barangsiapa yang dibenci Allah niscaya Allah campakkan dia ke Neraka dengan wajahnya terlebih dulu!1]

Ketika Rasulullah diberitahu akan kelahiran cucunya yang kedua, beliau bersegera menuju ke rumah Imam Ali bin Abi Thalib as dan Sayyidah Fathimah.

Rasulullah berkata kepada Asma’ binti ‘Umais: “Hai Asma’, tolong bawa kemari anakku itu!”

Asma’ pun lalu membawa bayi yang terbungkus kain putih itu dan memberikannya kepada Rasulullah saww.

Rasul saww nampak begitu gembira. Beliau mendekap bayi mungil tersebut dan membacakannya adzan di telinga kanan bayi itu dan Iqamat di telinga kirinya. Kemudian Nabi menidurkan cucunya itu di kamarnya. Keluar dari kamar Nabi saww menangis tersedu-sedu.

Mendengar tangis Rasulullah saww itu Asma’ menjadi heran dan bertanya kepada beliau: “Demi ayah dan ibuku, siapa yang engkau tangisi ya Rasulullah?”

“Anakku itu,” Jawab Nabi

“Dia anak zaman,” kata Asma’

“Wahai Asma’, kelak dia akan dibunuh oleh kelompok pembangkang sesudahku yang syafatku tidak akan sampai kepada mereka,” kata Rasulullah menjelaskan.

Kemudian Rasulullah berkata perlahan:

“Wahai Asma’! Jangan kau beritahuhal ini kepada putriku Fathimah. Dia baru saja melahirkan.” 2]

Suatu hari diberitakan Hasan dan Husain hilang. Maka, ibu mereka, Sayyidah Fathimah datang kepada Nabi Saw. Rasulullah Saw terkejut dan tersentak mendengarnya, namun Jibirl as segera memberitahu beliau di mana keduanya berada. Allah Swt dan Jibril menentramkan keluarga yang sedang dilanda kekhawatiran. Ketika Nabi Saw mendatangi tempat di mana keduanya berada, keduanya sedang tertidur di atas sebuah tikar yang terbuat dari kulit bintang. Di dalam riwayat tersebut dikatakan bahwa Nabi Saw melihat seorang malaikat membentangkan sayapnya demi melindungi keduanya dari segala bahaya.

Nabi Saw mendatangi keduanya dan menciumi mereka dengan mesranya sehingga mereka berdua terbangun.

Nabi Saw menggendong keduanya dan membawanya menuju masjid di pusat kota Madinah. Suatu kerumunan massa, kaum Muslim mengikuti Nabi saw yang masih terus menggendong Hasan dan Husain dan berseru kepada khalayak ramai :

“Wahai kaum Muslim! Maukah kalian kuberitahu, siapakah orang yang mempunyai kakek dan nenek terbaik?”

“Ya Rasulullah…” jawab Kaum Muslim serentak, “Mereka adalah Hasan dan Husain!”

“Kakek mereka adalah Rasul utusan Allah, penutup para Nabi, dan nenek mereka adalah Khadijah binti Khuwailid, penghulu wanita di surga.” Nabi Saw juga menyampaikan bahwa keduanya memiliki paman dan bibi terbaik, dialah : Ja’far dan Ummu Hani, keduanya adalah putra Abu Thalib. Kemudian Rasulullah Saw bersabda: “Ya Tuhan, Engkau Maha Tahu, Hasan dan Husain kelak akan berada di surga, paman dan bibinya pun akan berada di surga, dan semua orang yang mencintainya akan masuk surga, dan mereka yang membenci keduanya akan masuk neraka!3]

Salman al-Farisi ra juga berkata : “Aku menemui Rasulullah saww dan kulihat Al-Husain sedang berada dipangkuan beliau. Nabi mencium pipinya dan mengecupi mulutnya, lalu Nabi bersabda:“Engkau seorang Imam, putra seorang Imam, dan saudara seorang Imam. Engkau seorang Hujjah, putra seorang hujjah dan saudara seorang hujjah dan ayah dari sembilan hujjah. Hujjah yang ke sembilan : Qaim mereka, yaitu al-Mahdi!4]

Rasulullah saww bersabda : “Ahlul Baitku yang paling aku cintai adalah Hasan dan Husain.” 5]

Rasulullah saww sering bersabda : “Husain dari aku dan aku darinya. Allah mencintai siapa yang mencintai anakku, Husain!” 6]

Tidak jarang Hasan dan Husain menaiki punggung Nabi saww, ketika bermain-main dengan Nabi saww, bahkan kadang-kadang Husain menaiki punggung Nabi saww ketika Nabi saww sedang sujud dalam shalatnya. Beliau membiarkannya dan tetap sujud sampai Husain turun dari punggungnya. Para sahabat yang menjadi makmum bertanya kepada Rasulullah, mengapa beliau melamakan sujudnya. Nabi saww bersabda: “Anakku sedang menaiki punggungku, maka aku tidak ingin membuatnya terjatuh.” 7]

Abu Hurairah pernah berkata bahwa dirinya pernah mendengar bahwa Rasulullah saww bersabda: “Barangsiapa mencintai keduanya – Hasan dan Husain – berarti dia mencintaiku dan barangsiapa yang membenci keduanya berarti sungguh ia telah membenciku.” 8]

Rasulullah saww memuliakan kedua anak itu – Hasan & Husain – dengan menerima bai’at mereka di waktu kecil bersama Abdullah bin Ja’far dan yang menarik Nabi Saw tidak membai’at anak kecil selain mereka.

Rasulullah saww bersabda : “Husain dari aku dan aku dari Husain. Allah mencintai siapa yang mencintai putraku, Husain.” (H.R. Tirmidzi)

Rasulullah saww bersabda : “Hasan dan Husain adalah kedua wangi-wangianku di dunia.” (H.R. Ahmad, Ibnu Adi, Ibnu Asakir dan Tirmidzi)

Rasulullah saww bersabda : “Barangsiapa yang ingin melihat kepada pemimpin pemuda ahli Surga, maka hendaklah ia melihat kepada Husain.” (H.R. Abu Ya’la)

Rasulullah saww bersabda : “Sesungguhnya Hasan mewarisi wibawa dan kedermawananku sedangkan Husain mewarisi keberanian dan kepemimpinanku.” (H.R. Ibnu Mandah, Thabrani, Abu Nu’aim dan Ibnu Asakir)

Rasulullah saww suatu ketika pernah memandangi Ali, Hasan, Husain dan Fathimah (saww), kemudian beliaupun bersabda: “Aku akan memerangi orang yang memerangi kalian dan akan berdamai dengan orang yang berdamai dengan kalian.”
(H.R. Ahmad dalam Musnadnya 2:442, Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir dan Haitsami dalam Majma’ az-Zawai’id 9:169)

Suatu hari Rasulullah Saw menggenggam tangan Hasan dan Husain, lalu Nabi saww bersabda: “Barangsiapa mencintaiku dan mencintai kedua anak ini serta mencintai kedua orang tuanya, maka ia akan bersamaku dan sederajat denganku di Surga”
(H.R. Tirmidzi dalam Sunannya & Ahmad dalam Musnadnya)

Rasulullah saww bersabda : “Aku, Fathimah, Hasan dan Husain pada Hari Qiyamat akan berada dalam kubah di bawah ‘Arasy”
(H.R. Thabrany dalam Al-Kabir, Suyuthi dalam Jam’ al-Jawami’ hadits ke:8519, Haitsami dalam Majma’ az-Zawaid 9:174)

Ya’la bin Murrah menuturkan bahwa ketika para sahabat dan Nabi saww sedang menuju tempat undangan makan, terlihatlah al-Husain sedang bermain di jalanan. Ya’la melanjutkan, Nabi lantas berjalan mendahului para sahabat, lalu ia membentangkan tangannya, tetapi al-Husain (kecil) malah berlari ke sana-kemari. Nabiu saww tertawa melihatnya, lalu Nabi merangkulnya dengan satu tangan di dagunya dan tangan lainnya di kepalanya, dan Nabi saww bersabda: “Husain adalah dariku dan aku darinya. Allah mencintai orang yang mencintai Husain” (H.R. Ibnu Majah dalam Sunannya)

Sedemikian banyak keutamaan-keutamaan Imam Husain as, sampai-sampai puluhan bahkan ratusan kitab disusun untuk membeberkan semua perihal tentang Imam Husain, dari akhlaq, perilaku, perjuangannya di dalam menegakkan Islam sampai kesyahidannya yang sangat tragis di Karbala.

Catatan Kaki :
[1] At-Thabarsi, I’lam al-Wara bi A’lam al-Huda hal. 219
[2] Ibid, hal. 217
[3] Al-Fayruzabadi, III, 187.
[4] Al-Qanduzi, Yanabi’ al-Mawaddah
[5] H.R. Tirmidzi hadits ke 3779 dalam Al-Manaqib bab: Manaqib Hasan dan Husain
[6] H.R. Tirmidzi hadits ke 3775, Ibnu Majah hadits ke 144
[7] H.R. An-Nasai 2:229-230 dalam Iftitah ash-Shalat, Ahmad dalam Al-Musnad 3:494, dan Al-Hakim dalam al-Mustadrak 3:166
[8] H.R. Ahmad dalam Musnadnya 2 : 531

Iklan

Komentar»

1. sukri - Rabu, 23 Januari, 2008

Mas, saya ada gambarnya Imam Husain AS dengan latar belakang universe bisa dikirim ke email ente nggak utk sharing dg teman2.

2. Quito Riantori - Kamis, 24 Januari, 2008

Baik, saya tunggu kirimannya di qitori@cosmo.com. terima kasih, Mas Sukri.
Salam

3. sukri - Kamis, 24 Januari, 2008

Sudah dikirim ke email sampeyan, fotonya Imam Husain AS & Sahalawat Nurulaini. Monggo dicheck.

4. Quito Riantori - Kamis, 24 Januari, 2008

Terima kasih banyak, Mas. Akan saya chek. Salam sejahtera selalu.

5. azaddy - Kamis, 24 Januari, 2008

mas saya minta photo imam husain yang lainnya, mudah-mudahan ada.

6. Quito Riantori - Kamis, 24 Januari, 2008

@ Azaddy
Coba nanti saya carikan ya, Mas…
Salam…

7. azaddy - Jumat, 25 Januari, 2008

mas saya mau tanya, anak saya bernama azaddy, setahu saya azaddy adalah bahasa iran (mungkin persia) yang artinya kemerdekaan, betul? kalua mas tau kalau mas tahu akar kata, atah hal ihwal mengenai kata itu tolong beri tahu dong! mudah-mudahan anda tidak keberatan ? terima kasih atas artikel-artikelnya.

8. Quito Riantori - Jumat, 25 Januari, 2008

@ Azaddy
Wah, maaf nih, saya gak ngerti bahasa Parsi (Persia), tapi saya coba tanya ke teman2 saya. Terima kasih juga atas kunjungan2nya. Salam.

9. dewa - Kamis, 9 Oktober, 2008

benar gag siyh imam mahdi itu keturunan langsung nabi Muhammad??
sy bingung, padahal keturunanlangsung’a ajah udah meninggal semua…. gmn bisa ada yang menyimpulkan imam mahdi itu, keturunan nabi Muhammad??
tolong penjelasan’a….
trims…

10. Quito Riantori - Jumat, 10 Oktober, 2008

Keturunan Nabi Muhammad Sawsudah meninggal dunia semua? Lho? Jika benar demikian benarlah apa yang dikatakan orang2 kafir Quraisy bahwa keturunan Nabi Muhammad sudah terputus!? Informasi darimana anda peroleh bahwa keturunan Nabi Saw sudah tidak ada lagi? Coba anda baca Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka di Surat al-Kautsar (Mudah2an belum dihapus). Baca artikel di blog ini tentang Apakah Keturunan Nabi Muhammad Terputus. Atau baca Tafsir Al-Quran lainnya tentang Surah al-Kautsar dan waspadalah atas tafsir-tafsir ala Wahabi-Salafy yang terang2an membenci Nabi Saw dan keturunannya.

11. arie kariana - Jumat, 10 Oktober, 2008

@dewa

muhammad al muntazhar (al mahdi) bin Hasan al askari bin ‘ali al hadi bin muhammad al jawad bin ‘ali ar ridha bin musa al kadzim bin ja’far ash shadiq bin muhammad al baqir bin ‘ali zainal abidin bin husain (yang dibantai di karbala oleh yazid cs) bin ‘ali bin abi thalib (suami dari sayyidah fathimah az zahra – anak perempuan rasulullah muhammad saaw).

terlepas dari disepekatinya muhammad al muntazhar (imam terakhir/al mahdi) sebagai imam mahdi yang dimaksud, seluruh atau paling tidak mayoritas sejarahwan muslim (sunni maupun syiah) dan non muslim mengakui garis keturunan seperti diatas, semoga ini dapat sedikit membantu menjawab pertanyaan anda, salam hangat dan salamun’alaykum

12. dewa - Jumat, 10 Oktober, 2008

terimaksih atas jawabannya. saya memang belum puas dengan jawabannya, paling tidak ini bisa sedikit membantu dan mencerahkan saya…

syukron..

13. Yushidarma - Senin, 13 Oktober, 2008

salamun alaykum Pak Quito

Mohon informasi tafsir dibawahnya yaa..
Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka di Surat al-Kautsar (Mudah2an belum dihapus).

syukron.

14. arie kariana - Senin, 13 Oktober, 2008

@dewa

alhamdulillah, Rasulullah muhammad saaw dan imam ‘ali bin abi thalib berkata, “seseorang tidak tidak akan pernah mendapatkan kebenaran sejati sampai ia dapat berfikir bahwa apa2 yang diyakininya selama ini mungkin saja salah”(saya ambil dari tulisan mas quito). artinya bagus bagi kita untuk bersikap kritis, dan mulai berusaha melangkah berdasarkan pengetahuan2 yang benar, tapi jangan lupa untuk membenarkan apapun yang kita anggap benar menurut kesatuan akal, logika, quran dan sunnah setelah didukung oleh pencarian kebenaran itu sendiri. inilah yang diinginkan oleh Allah dan rasul-Nya, yaitu menempatkan akal pada tempat yang semestinya jauh diatas ego pribadi. An nisa ayat 100 menyiratkan bahwa Allah mendahulukan melihat usaha kita mencapai kebenaran, apapun hasilnya, dan Allah akan menghakimi masing2 insan berdasarkan apa yang diyakininya, nah sekarang tugas kita-lah untuk menampilkan wajah sebenarnya dari Islam, agar orang2 tidak salah paham. bagi orang2 fasik tentu saja mereka akan menjauhi kebenaran walaupun mereka tahu itu benar, semoga kita termasuk orang2 yang mencari kebenaran dan mendapatkannya, bukan orang2 yang mencari kebenaran namun tidak mendapatkannya, terlebih orang2 yang mencari kesesatan dan mendapatkannya (nahjul balaghah), salamun’alaykum

15. dessy - Jumat, 11 Februari, 2011

salamun alaikum mas Quito.
setelah 2x baca sampai habis artikel diatas, koq tidak menemukan jawaban pertanyaan yg ditulis diatas :
Tapi tahukan anda siapa nama istri Imam Husain, cucu Nabi Muhammad Saw ini?

16. garamaniz - Sabtu, 4 Oktober, 2014

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: