jump to navigation

3 Catatan Kelam Bagian ke 2 Rabu, 13 Februari, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

yazid-2.jpg

Pada suatu ketika, Hasan al-Basri dikecam orang dengan mengatakan kepadanya: “Tampaknya Anda ridha terhadap penduduk Syam (yang dimaksud adalah Bani Umayyah).”

Maka Hasan al-Bashri pun berkata: “Aku ridha terhadap penduduk Syam? Semoga Allah memperburuk rupa mereka dan mengutuk mereka! Bukankah mereka itu yang telah menjarah kota suci Rasulullah Saw (Madinah), membantai penduduknya selama 3 hari dan membiarkan antek-antek dan begundal-begundal mereka menghamili wanita-wanitanya yang baik-baik yang patuh kepada agama, dan mereka melakukan kekejian-kekejian itu tanpa rasa berdosa, dan setelah itu mereka berangkat menuju kota Makkah —kota Allah yang suci— dan menghancurkan Ka’bah, membakar bangunannya dan tirai-tirainya. Terkutuklah mereka itu dan semoga balasan terburuk akan menimpa mereka pada Hari Kiamat.”

Adapun pelanggaran ke-3 yang telah dilakukan tentara Yazid adalah seperti yang disebutkan oleh Hasan Basri rahimahullah pada akhir ucapannya yang tersebut di atas.

Setelah pasukan tentara yang telah melakukan perbuatan-perbuatan terkutuk itu selesai menjarah kota Madinah, mereka pun menyerbu kota Makkah al-Mukarramah untuk memerangi Abdullah bin Zubair.

Pasukan itu melontari bangunan Ka’bah yang mulia dengan batu-batu, sehingga nienyebabkan salah satu dindingnya hancur. Dan meskipun ada riwayat-riwayat lainnya yang menyatakan bahwa mereka juga membakar Ka’bah dan menyebutkan pula sebab-sebab lainnya bagi pengobaran api itu, namun, paling tidak, peristiwa pelontaran Ka’bah dengan batu-batu merupakan peristiwa yang disepakati oleh semua ahli sejarah. *]

Peristiwa-peristiwa ini telah menunjukkan dengan jelas betapa para penguasa tersebut lebih mengutamakan kelangsungan dan kelanggengan kekuasaan mereka dan mempertahankan eksistensinya di atas segala-galanya. Untuk itu, mereka tidak segan-segan melanggar apa saja, mengorbankan hukum apa saja dan mencabik-cabik kehormatan yang bagaimana pun besar dan sucinya.

(Abul A’la al-Maududi, Khilafah dan Kerajaan, hlm. 231 – 238, Penerbit Mizan, Cet. VII, 1998)

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi raajiuun

Catatan Kaki :
*]
Thabari, jilid 4, halaman 383;
– Ibnu Atsir, jilid 3, halaman 316;
– al-Bidayah, jilid 8, halaman 225;
– Tandzib at-Tandzib, jilid 11, halaman 361.

Iklan

Komentar»

1. arie kariana - Rabu, 13 Februari, 2008

Imam Ja’far ash-shadiq as pernah berkata,”dipusat jahannam ada sebuah “peti” yang dinamakan peti jahannam”, selanjutnya beliau as melanjutkan bahwa peti itu dikhususkan untuk beberapa orang dari kalangan manusia semenjak turunnya nabi Adam as sampai hari kiamat. sudah ada 5 orang dari orang2 sebelum kenabian Muhammad saaw yang tercatat sebagai penghuni peti paling mengerikan di neraka tersebut, beberapa orang sisanya adalah umat nabi Muhammad saaw. demi melihat hitamnya sejarah setelah kewafatan Rasulullah saaw seperti dalam artikel diatas, kira2 siapa ya yang dimaksud Imam ja’far as? jangankan peti jahanam, seandainya secuil derita neraka paling ringan diturunkan ke bumi, maka dampak bom nuklir pun rasanya masih terasa “ringan”. tak ada manusia yang dapat merasa aman dari siksaNya, lalu bagaimana bisa orang secara sengaja berbuat kehancuran dimuka bumi dengan menyakiti sesama manusia… apalagi sampai menyakiti orang2 yang jelas merupakan kekasih2Nya, na’udzubillah min dzalik

2. RETORIKA-1000DS - Rabu, 13 Februari, 2008

Sebenarnya bukan untuk kelanggengan kekuasaan. tetapi lebih sebagai upaya memperbanyak keturunan dan di saat yang sama melakukan genosida.

Correct me if i was wrong 🙂

saia perhatikan ini lebih parah dari pada kelakuan penduduk Nazi terhadap keturunan semit/yahudi – mereka hanya melakukan pembantaian dan penyiksaan titik!

tetapi perbuatan mereka kurang lebih seperti perbuatan Slobodan Millosevic terhadap etins Bosnia dan penduduk muslim Kosovo dimana mereka membantai kaum pria tetapi membiarkan kaum wanita hidup-diperkosa agar hamil untuk kemudian melahirkan keturunan etnis serbia.

ini sama persis kok 👿

3. Quito Riantori - Kamis, 14 Februari, 2008

@ Arie Kariana
@ Retorika
Paling tidak kita mengetahui bahwa apa yang pernah dilakukan oleh sebagian para salaf itu telah menjadi sebuah catatan yang paling hitam, yang orang-orang ingkar sekalipun tak pernah melakukan hal serupa. Kekejian yang tak ada taranya di masa lalu maupun masa kini. Bukankah kita sepakat bahwa dibunuh adalah lebih baik ketimbang diperkosa? Mengerikan! ternyata ada kaum yang mengaku Muslim, shalat, hajji, berzikir dsbnya tapi tindakan2 mereka lebih keji dari perbuatan Iblis sekali pun. Mungkin Iblis dan para setan telah mengatakan : “Sesungguhnya saya berlepas diri daripada kamu, sesungguhnya saya dapat melihat apa yang kamu sekalian tidak dapat melihat; sesungguhnya saya takut kepada Allah”. Dan Allah sangat keras siksa-Nya. (QS Al-Anfal [8] ayat 48)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: