jump to navigation

WHO: SBY Minta Buku Menkes “Saatnya Dunia Berubah” Ditarik Jumat, 22 Februari, 2008

Posted by Quito Riantori in Artikel, Breaking News.
trackback

sitifadilah3.jpg

 

By plinplan

Jakarta – Media Barat ramai membicarakan buku Menkes Siti Fadilah Supari yang berjudul “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung” yang membongkar konspirasi Barat tentang sampel virus flu burung. Informasi yang berkembang, buku itu diminta ditarik dari pasar oleh Presiden SBY.

Informasi ini disampaikan seorang pejabat WHO untuk keamanan kesehatan, David Heymann, sebagaimana dilansir media Australia, The Age, Kamis (21/2/2008).

Heyman menyatakan, dia telah mendiskusikan buku itu dengan Siti Fadilah. “Dia (Siti Fadilah) menyatakan pada saya (Presiden SBY) telah memintanya menarik buku itu dari pasar,” ujar Heyman.

Buku Bu Menkes itu setebal 182 halaman dan diluncurkan pada Rabu 6 Februari 2008.

Belum ada pihak yang bisa dikonfirmasi tentang perintah SBY tersebut. Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng dan Menkes Siti Fadilah Supari tidak mengangkat ponselnya.

Hayman sendiri menyatakan, dia bingung atas tuduhan Bu Siti bahwa sampel virus flu burung digunakan untuk senjata biologi. “Saya tidak mengerti mengapa mereka akan membuat virus ini sebagai senjata biologi. (Virus) Itu tidak menular dari manusia ke manusia,” ujarnya.
(nrl/umi)

Sumber : http://plinplan.com/

Melawan Lewat Virus Flu Burung

Iqbal Fadil – detikfinance, Jakarta 

Saat ketidakadilan dan penindasan terus dirasakan, cuma ada dua pilihan: Hancur bersama ketidakadilan dan penindasan, atau bangkit melawan! Semangat itu sepertinya menjadi benang merah yang ingin disampaikan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari melalui bukunya “Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung.”

Buku yang disusun berdasarkan catatan harian ini berisikan bagaimana perjuangannya dalam menghadapi ketidakadilan yang diterima Indonesia selama menghadapi virus flu burung (H5N1).

Dalam buku setebal 182 halaman itu, Siti membeberkan, sebagai negara dengan kasus kematian terbesar akibat virus flu burung, kita justru kesulitan mengakses hasil penelitian dari sampel virus H5N1 strain Indonesia. Padahal Indonesia membutuhkan hasil penelitian WHO untuk mencegah terjadinya wabah yang lebih besar.

Sangat di luar dugaan banyak orang, ternyata WHO CC (colaborating center) di luar sepengetahuan Indonesia memberikan sampel virus flu burung strain Indonesia pada beberapa perusahaan di negara maju,” tulis dokter spesialis jantung itu dalam kata pengantarnya.

Dia menambahkan, oleh perusahaan-perusahaan tersebut, sampel virus dikembangkan menjadi vaksin dan kemudian dijual secara komersial dengan harga yang sangat mahal kepada negara-negara miskin dan berkembang.

Bagi Siti, persoalan flu burung bukan lagi menjadi sekadar masalah kesehatan. Ada kebobrokan yang sangat akut dan konspirasi negara-negara maju terhadap negara miskin dalam sistem pengorganisasian kesehatan dunia di bawah WHO yang sangat eksploitatif.

Dan itu telah berlangsung selama 50 tahun. “Semuanya dikuasai oleh kehendak yang tidak manusiawi dan didasari ketamakan penumpukan kapital dan nafsu untuk menguasai dunia,” cetus Siti.

Di cakrawala tiba-tiba saya sadar bahwa kasus flu burung adalah cermin bagi berbagai persoalan dunia yang membawa kesengsaraan umat manusia sekaligus menunjukkan jalan keluarnya. Sudah saatnya dunia berubah!” tegas Siti.

(bal/nrl)

Sumber : http://www.detiknews.com/

<!–[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

 

 

Komentar»

1. Quito Riantori - Jumat, 22 Februari, 2008

Buku yang wajib dibeli dan dibaca! Jalan terus Bu Siti Fadilah!

Anda juga bisa membaca info penting ini di :
1. http://fariedwijdan.multiply.com/journal/item/49/Virus_Flu_Burung_Konspirasi_Busuk_AS_dan_WHO
2. http://www.dinkes-sulsel.go.id/view.php?id=401&jenis=Berita
3. http://www.ppk-depkes.org/index.php?option=com_content&task=view&id=516&Itemid=102

Dasar budak AS & Zionis Israel! Makin terbukti dan makin nyata!

“Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS Al-Baqarah [2] ayat 168)

2. atrix - Jumat, 22 Februari, 2008

Hayo terus Bu Menteri, strain virus dan sejenisnya memang selalu jadi inceran bisnis ilmuwan AS (termasuk WHO). Mencari keuntungan diatas penderitaan orang lain, itulah AS. Ini terjadi dalam banyak hal.

3. dobelden - Jumat, 22 Februari, 2008

nunggu ebooknya ahh…😀

4. aRuL - Jumat, 22 Februari, 2008

wah koq bisa yah….
tapi di media tersebar kalo ada salah menerjemahkan gitu

5. norie - Sabtu, 23 Februari, 2008

kebanyakan dari kita [people in Indonesia] tidak mempunyai banyak akses informasi selengkap yang dimiliki Barat (Eropa dan Amerika), jadi bisa saja ada konspirasi. tekonologi yang maju sekarang mungkin saja bisa membuat virus flu unggas itu menular dari manusia ke manusia. kita ga tau kan? apa sih yang ga mungkin di jaman sekarang.

6. sibermedik - Sabtu, 23 Februari, 2008

salut ma menkes..amerika emang dr dulu paranoid,jd slalu nyiptain sjata2 dgn dalih keamanan..wah jgn sampai nasib negri ini kayak iraq..dtduh pnya snjata masal..kalaupun ada y paling santet he5x.

7. ESTImasi - Sabtu, 23 Februari, 2008

Selamat terus maju ibu menkes saya siap bahu membahu bersama ibu untuk menegakan kebenaran.

8. satya sembiring - Sabtu, 23 Februari, 2008

menarik sekali sangat menarik
saya tertarik dari sisi politik dan ketamakan untuk mendapatkan keuntungan, secara sekilas pendapat ibu Siti fadilah itu benar. sangat menakutkan sekali jika hal itu benar adanya. luas bisa mengerikan

9. Boedy More - Senin, 25 Februari, 2008

Sebagai seorang guru, saya ikut prihatin dg tindakan WHO CC yang telah lancang mengirim sampel ke Amerika. mestinya WHO mengirimkan ahlinya ke Indonesia dan sharing pengetahuan bukan sharing virus. Itu namanya mendidik. Bukan malah membodohi. saya salut dg Bu Mentri… orang seperti ibu di Indonesia dapat dihitung jari.

10. aprel - Selasa, 26 Februari, 2008

salut buat ibu!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
yang dah berani ngebongkar masalah ini……..
saya pengen kaum hawa di Indonesia seperti ibu…
ayo,,,,kita tegakkan kebenaran yang hakiki!!!!!!!!!!!!!!!
dan Amerika mang fuck country….ApreL love ibu!!!!!!!!!!!

11. andre - Jumat, 21 Maret, 2008

Bagi saya Menkes kita ini luar biasa. Mutiara didalam lumpur kekuasaan para komprador pemilik modal dan imperialis . Diantara kongkalikong pengusaha penguasa yang bau busuknya tercium di lumpur lapindo dan lumpur (tailing) perusahaan-perusahaan tambang.

Penerus cita-cita besar Soekarno ini bila tetap konsisten, gigih, pantang menyerah akan jadi suluh negeri terpuruk ini.

DR. Dr Siti Fadilah Supari for President?!!

12. roni adi - Kamis, 22 Oktober, 2009

akhirnya terkonfirmasi sudah pertanyaan kenapa bu nila diganti dengan bu endang rahayu sedyaningsih sebagai menkes.

13. Wahyunansyah - Kamis, 22 Oktober, 2009

sayang ya… orang sekaliber SFS disingkirkan oleh SBY dan menerima orderan barat dalam menetapkan menteri kesehatan

14. Lamunadi - Kamis, 22 Oktober, 2009

Terlepas dari apa faham yg dimilii oleh Taliban. Sebelum invasi AS ke Afganistan, AS telah melakukan peperangan meteorologis, yaitu menaburkan bahan kimia tertentu di atas atmosfir Afganistan sehingga negeri itu mengalami musim kering yg berkepanjangan dan mengakibatkan bencana kelaparan. Taliban yg waktu itu masih berkuasa meminta bantuan FAO untuk menanggulangi bencana tsb. Namun respons dari PBB adalah mereka mengucurkan bantuan untuk perawatan benda2 kuno Afgan. Itulah yg memicu Taliban melakukan penghancuran patung Bhuda Merah yg raksasa itu.

15. Lamunadi - Kamis, 22 Oktober, 2009

Terlepas dari apa faham yg dimilii oleh Taliban. Sebelum invasi AS ke Afganistan, AS telah melakukan peperangan meteorologis, yaitu menaburkan bahan kimia tertentu di atas atmosfir Afganistan sehingga negeri itu mengalami musim kering yg berkepanjangan dan mengakibatkan bencana kelaparan. Taliban yg waktu itu masih berkuasa meminta bantuan FAO untuk menanggulangi bencana tsb. Namun respons dari PBB adalah mereka mengucurkan bantuan untuk perawatan benda2 kuno Afgan. Itulah yg memicu Taliban melakukan penghancuran patung Bhuda Merah yg raksasa itu.
Dari sini juga dapat kita lihat bagaimana kejinya AS, menciptakan kekeringan dan berakibat bencana kelaparan. Terkutuklah mereka!!!

Salam.😎

16. Noor Amin Syaifuddin Zuhri - Selasa, 31 Agustus, 2010

Siapa yang harus saya percaya untuk persoalan tersebut?. Karena kondite Barat untuk soal-soal konspirasi, tamak keduniawian, menciptakan kesengsaraan bagi pihak untuk kemudian diambil keuntungan dari penciptaan kesengsaraan tersebut, dst…sudah terkenal, maka begitu Bu Menkes membuat statement tsb dengan bukti2 meyakinkan…ya otomatis lebih percaya pada Bu Menkes. Ya Allah…tega nian mereka pada negara2 spt Indonesia…

17. clovis adelard - Minggu, 9 Desember, 2012

Mari semua yg sudah tahu satukan tekat utk membongkar kebusukan Amerika, ingat tpi jgn bunuh dri dgn bom, itu dosa besar, Allahuakbar!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: