jump to navigation

Apakah Umar bin Khaththab Musyrik? Senin, 25 Februari, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Opini.
trackback

wahaby21.gif

Karena Tidak Membongkar Bangunan
Kuburan Para Nabi Di Al-Quds Palestina?

“Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi’ar Allah.” (QS al-Baqarah: 158)

Seperti sudah banyak diketahui orang bahwa kaum Wahaby-Salafy ini adalah orang-orang yang berpikiran picik dan jika berpengetahuan pun, itu hanya seputar kitab-kitab produk Kerajaan Saudi Arabia alias karya-karya rohaniawan Wahaby saja, sebut saja misalnya kitab-kitab Ibn Wahhab, Ibn Taymiyyah, Ibn Qayyim, Bin Baz dsb.

Sehingga dapat dengan mudah kita pahami jika seruan-seruan mereka macam itu adalah seruan-seruan hasil dari kedunguan atas pemahaman agama yang sakit.

Di antara seruan dungu kaum Wahaby- Salafy adalah bahwa membangun atau memperindah kuburan adalah perbuatan syirik. Benarkah seruan mereka ini?

Khatib al-Baghdadi dalam kitab Tarikh al-Baghdadi 1 halaman 154 yang pengisahannya disandarkan kepada seorang syeikh penduduk Palestina, dimana ia menyatakan: “Kulihat terdapat bangunan yang terang di bawah tembok Kostantin. Lantas kutanyakan perihal bangunan tersebut. Mereka menjawab: “Ini adalah makam Abu Ayyub al-Anshari seorang sahabat Rasulullah”. Kudatang mendekati makam tersebut. Kulihat makam beliau terletak di dalam bangunan tersebut dimana terdapat lampu yang tergantung dengan rantai dari arah atas atap” (Tarikh al-Baghdadi, Jil. 1, hlm. 154)

Dari keterangan Khatib al-Baghdadi tersebut kita bisa memahami bahwa pada saat itu, kuburan sahabat Abu Ayyub al-Anshari berada di dalam sebuah bangunan dan bahkan al-Khatib menyebutkan bahwa di dalamnya ada penerangan lampu.

Dari keterangan ini saja kita dapat meyimpulkan bahwa masyarakat Muslim saat itu biasa melakukan penghormatan atas para sahabat Nabi yang mulia dengan cara membangun kuburan dan memperindah kuburan mereka sebagai tanda penghormatan. Ingat! Sebagai tanda penghormatan, bukan sebagai anggapan bahwa para sahabata Nabi itu adalah Tuhan selain Allah!

Ingat! Ini masalah persepsi! Dan persepsi itu berada di dalam benak kita!

Saya pikir, para sahabat dan para tabi’in yang hidup sebelum lahirnya Ibn Taymiyyah dan Ibn Wahhab tidaklah sebodoh itu sehingga melakukan perbuatan seperti membangun kuburan para sahabat di dalam sebuah bangunan dengan maksud memuja-muja para sahabat Nabi yang telah wafat.

Dan jika benar perbuatan seperti itu adalah syirik tentu sudah pasti Khathib al-Baghdadi sudah memberi komentar yang sama dengan syekh-syekh Wahaby, namun tak satu pun komentar syirik tercantum di dalam kitabnya.

Apakah kaum Wahaby berani mengatakan pemahaman ‘aqidah Khathib al-Baghdadi ini minim sehingga dia tak tahu apa-apa tentang syirik? Jika itu yang ada dalam benak mereka maka hatta kura-kura yang sedang asyik berenang pun akan tertawa terbahak-bahak!

Mengapa Allah Swt memerintahkan para malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam as? *]

Apakah itu berarti Allah Swt menyuruh para malaikat menyembah sang Nabi?

Wah naif sekali pikiran seperti itu!

Sangat jelas dan tak ada keraguan sedikit pun bahwa perintah sujud di dalam ayat tersebut adalah sebuah bentuk penghormatan bukan penyembahan!

Ibnu Jauzi dalam kitab al-Muntadham menyatakan: “Salah satu kejadian tahun 386 Hijriyah adalah para penghuni kota Basrah mengaku bahwa mereka telah berhasil menemukan kuburan tua yang ternyata kuburan Zubair bin Awam. Setelah itu berbagai peralatan penerangan dan penghias diletakkan (dalam pemakaman) dan lantas ditunjuk seseorang yang bertugas sebagai penjaga. Dan tanah yang berada di sekitarnya pun diwakafkan”. (Al-Muntadham, Jil. 14, hlm. 383)

Apakah penghormatan seperti ini juga dianggap syirik?

Peninggalan-peninggalan Islam merupakan tanda keotentikan agama, sehingga menjaga peninggalan para Nabi as, khususnya peninggalan Nabi Muhammad saw dan keluarganya, serta rumah yang beliau tinggali dan masjid dimana mereka mendirikan sholat terdapat faedah yang besar.

Bila semua tempat tersebut tetap terjaga, maka keotentikan Islam tidak akan menimbulkan keragu-raguan bagi umat sesudahnya, karena rumah dimana ia dilahirkan jelas, Gua Hira tempat Beliau saw menerima wahyu juga ada, dan tempat Makam Nabi Muhammad saw masih terjaga hingga saat ini. Hal ini sangat berbeda dengan agama Nasrani yang bahkan tidak mengetahui pasti rumah Nabi Isa as.

Namun Wahabi-Salfy Saudi ini telah merubuhkan begitu banyak bangunan bangunan bersejarah sebagai bukti Sirah Nabawiyah, sebagai bukti perjalanan Nabi Muhammad saw dan para sahabat Nabi dalam mendakwahkan Islam.

Bahkan hingga hari ini kita bisa menyaksikan kuburan Nabi Ibrahim as dan istrinya di Quds, semua makam itu mempunyai tanda dan bangunan. Mengapa Khalifah Islam ke-2 Umar bin Khatab ketika menaklukkan al-Quds di Palestina tidak memerintahkan tentara muslim untuk menghancurkan Makam para Nabi?

Apakah khalifah Umar bin Khaththab menjadi musyrik karena dia
yang tidak menghancurkan makam-makam yang ada kubah didalamnya ? Apakah Muhammad bin Abdul Wahab dan Raja Su’ud dari Saudi lebih baik dan lebih pintar dari Khalifah Umar bin Khattab?

Maka pada tahun 1344 H ( 1940 M ) ketika keluarga Su’ud berhasil menguasai kota Makkah dan Madinah maka mulailah mereka menghancurkan Kubah-kubah dikuburan para Sahabat di Baqi, peninggalan keluarga Rasul dan para Sahabatnya.

Raja Su’ud mengirimkan Hakim Agung Najd, Sulaiman bin Bulaihad untuk menekan Ulama Madinah.

Jika mereka menolak maka mereka akan dituduh kafir, syirik dan jika tidak bertaubat maka harus dibunuh.

Tanggal 8 Syawal 1344 H , kaum Wahabi mulai menghancurkan peninggalan Rasulullah saw dan makam para sahabat, Makam Istri Rasulullah Khadijah dan para Ahlul Bayt as juga dihancurkan. Hal ini menimbulkan kemarahan dikalangan baik muslim Sunni dan Syiah diseluruh dunia.

Diantara masalah yang paling peka bagi kaum Wahabi adalah membangun Makam Para Nabi as, para wali dan orang-orang shalih.

Ulama yang pertama kali membahas masalah ini adalah Ibnu Taymiyah dan Ibnu Qayyim muridnya. Keduanya berfatwa membangun kubur adalah haram dan dengan demikian orang harus menghancurkannya.

Ibnu Qayyim dalam bukunya Zaadul Ma’ad Fi Huda Khiri Ibad mengatakan, “Menghancurkan bangunan diatas makam adalah hukumnya wajib dan tidak boleh membiarkannya, meski satu hari setelah mampu melakukannya.”.

Sungguh mengherankan pendapat ulama seperti ini, juga pendapat Ulama Wahabi lainnya. Bagaimana mungkin membangun kubur hukumnya haram dan menghancurkan bangunan diatas kubur hukumnya wajib, padahal kita semua mengetahui bahwa kaum Muslimin memakamkan Rasulullah saw dikamar istrinya Aisyah dan itu berarti makam Nabi Saw berada didalam rumah Nabi saw. Bahkan kemudian Abu Bakar yang juga merupakan sahabat Nabi saw dan ayah dari Aisyah pun dimakamkan dirumah tersebut, dan kemudian Umar bin Kahththab pun dimakamkan juga disamping Nabi saw dan Abu Bakar.

Bukankah semua ini dilakukan di zaman para Sahabat Senior, Bagaimana kaum Wahabi menjelaskan tentang hal ini? Apakah para sahabat Abu Bakar, Umar dan Ali serta sahabat yang lainnya membongkar rumah Siti Aisyah karena makam Nabi saw berada di dalam rumahnya?

Bukannya mengambil pelajaran berharga dari hal ini, kaum Wahabi justru saat ini berniat untuk menghancurkan makam Rasulullah saw, dan para sahabat yang berada didalam Masjid Nabawi.

Inilah bukti-bukti lain betapa dungu dan bodohnya kaum Wahaby-Salafy itu!

Catatan :

* QS al-Baqarah ayat 34.

Iklan

Komentar»

1. eldien - Rabu, 27 Februari, 2008

menarik juga…saya jadi pengen tau selengkapnya. Tapi bukankah ada dalilnya, tentang membangun kubur itu diharamkan?!. Saya ada sedikit pemikiran… memang membangun makam bukan syirik, tapi dikhawatirkan bisa memicu perbuatan syirik. Kita lihat saja contohnya di Indonesia, makam wali sering dikunjungi orang, kalo hanya mendoakan seh sah-sah aja. Tapi kenyataannya tidak sedikit yang meminta berkat dan “wasilah” terhadap orang yang sudah meninggal. Bahkan tidak jarang disekitar makamnya dijadikan tempat maksiat (karena syaiton emang selalu terus berusaha menjauhkan manusia dari trek akidah). Sehingga yang tadi disebutkan sebagai bukti sejarah menjadi kehilangan makna dan esensi. Mungkin itulah yang ditakutkan. Karena seiring berjalannya waktu, faktor penyimpangan akan semakin bertambah besar dan jauh. Proses pengkultusanlah yang membahayakan, kita tahu bahwa nabi Isa a.s. lama2 dianggap tuhan atau anak Tuhan.

2. doddy - Rabu, 27 Februari, 2008

kenapa ya kalau kita sholat ga ada yang menduga kalau kita menyembah tanah?padahal 17 kali sujud. entah beralaskan sajadah atau lantai masjid.kenapa?karena kita tahu itu adalah bagian dari sholat. lah, kenapa orang datang ke kuburan bisa disebut memicu kemusrikan? apakah anda punya alat yang tau hati orang?samp[ai kapan pun kita nggak pernah tau hati orang…

3. Quito Riantori - Kamis, 28 Februari, 2008

@ eldien
Coba anda pelajari lebih dalam lagi ttg ziarah kubur, tawassul, tabarruk dsb.
Anda bisa klik di salafyindonesia atau abu salafy pada blog roll di blog ini.
Sebaiknya kalo belum mengetahui permasalahan dengan jelas, lebih baik kita diam, jangan asal mangap kayak Wahaby-Salafy yang telah banyak menimbulkan fitnah di antara kaum Muslim. Terima kasih.

4. wawan - Jumat, 29 Februari, 2008

jika semakin hari, orang semakin cerdas, maka tidak akan
kubur perlu dihancurkan.

namun , kualitas iman manusia bukan bertambah baik, namun
sebaliknya. generasi yg terbaik adalah para sahabat Nabi saw,
lalu sesudahnya, dan sesudahnya, dan seterusnya.

sudah sepantasnyalah, dihindarkan timbulnya kemudhorotan yg
lebih besar.

omong2 soal blog abu salafy, ada artikel sunah vs bidah yg belum
selesai diskusinya pak Qito, mungkin bisa nambahin pencerahan?

5. Quito Riantori - Sabtu, 1 Maret, 2008

@ Wawan
Saya kasihan sama anda, karena kelihatan sekali anda merasa cerdas, padahal maaf ya, anda harus banyak bercermin. Selama anda masih pake sekte Wahabi, itu menunjukkan anda masih jauh dari penggunaan kepala anda. Mengenai blog Abu Salafy, wah anda keliru…saya melihat Abu Salafy itu sangat santun, dia sebenarnya sudah memberikan penjelasan yang cukup hebat, tapi sekali lagi, karena kemampuan nalar anda sangat minim jadi anda terlihat ngeyel terus. Saya juga melihat komentar2 anda dan teman2 Wahabiyyun anda tidak punya moral apalagi kesantunan. Saya benar2 kasihan pada anda dan teman2 anda. Insya Allah Senin saya akan post-kan sebuah artikel tentang kebodohan Syekh2 anda tentang pemahaman hadis. Insya Allah. Tentang sunnah dan bid’ah, tolong anda baca tulisan saya di blog ini (lihat kategori All About Wahabisme) mudah2an Tuhan juga kasihan kepada anda sehingga anda segera mendapat pencerahan ya…Salam.

6. Nadjib Aby Yasser - Selasa, 27 Mei, 2008

Salam,
Saya jadi tertarik membaca komentar kawan-kawan mengenai soal yang sesungguhnya tak habis diperdebatkan. Dari ketika saya mulai mengenal Islam saya yakini dan saya jalankan dengan tertatih, soal ini terus tidak habis diperdebatkan. Kenapa ya hal ini sampai tak habis diperdebatkan dari generasi ke generasi. Saya bisa memahami seh, jika akhirnya tidak berakhir perdebatan yang terus menerus lantaran adanya keinginan memaksakan kehendak agar orang yang pemahamannya berbeda tentang satu hukum. Saya hanya akan mengingatkan kepada generasi penerus Wahabi, jangan terlalu berani mengatakan bahwa yang lain karena beda dengan anda terus anda katakan Musyrik. Juga mereka generasi yang bukan wahabi jangan menanggapi dengan emosi, sampaikanlah argumen anda dengan santun. Ingat tak ada satu pun di antara kita yang mempunyai otoritas untuk mengkafirkan satu sama lain, apalagi sesama muslim. Dan kita bukan pemegang kunci pintu sorga.
Saya sarankan, bagaimana jika seandainya kita bersama-sama berfikir dan berbuat untuk saudara-saudara kita yang masih terbelenggu kemiskinan, dan kebodohan? Soal pemahaman yang beda tentang satu hukum atau aturan alangkah baiknya kita perdebatkan dalam kerangka keilmuan.
Sekali lagi jangan gampang mengatakan sesat, kafir, dan kata-kata buruk lainnya terhadap siapapun, sekalipun terhadap orang yang atheis………salam.

7. Abu Abdallah Muhammad - Sabtu, 6 September, 2008

Semenjak anna membaca dan mendengar cerita kisah beliau anna slalu ingin menjadi beliau yg mempunyai sifat dan wataknya adil,tegas,keras dan berwibawa.
Dialah imam yg paling khusyu dan tdk jarang menangis bila beliau mengingatkan kembali masa2 kejahiliyaanya.
Walupun sifat dan wataknya keras tp beliau mudah bergetar hatinya apabila dibacakan ayat2 suci Al-Qur’an.
Ya Allah…..Kabulkanlah apa yg hamba inginkan.

8. mifdhal - Jumat, 29 Mei, 2009

Assalamualaikum Warahmatullhi Wabarakatuh,
tertarik sekali dengan tulisan ini..
Saudaraku Quito Riantori, anda sudah banyak membuka wawasan saya sebagai orang awam tentang “golongan” Wahabi-Salafi…
menurut saya yang awam, mereka emang tidak bodoh-bodoh banget seperti tulisan anda “Inilah bukti-bukti lain betapa dungu dan bodohnya kaum Wahaby-Salafy itu!”, mungkin mereka masih belum tercerahkan seperti ajaran yang di ajarkan rasulullah SAW..mari kita doakan mereka agar sedikit terbuka..karena setau saya sampai nanti di akhirat nanti rukun Islam itu ada 5 perkara dan Rukun Iman itu ada 6 perkara..
semoga ALLAH SWT dengan hidayahnya masih memberi dan menjaga hidayah yang diberikannya…
mari ummat muhammad SAW kita bersatu, musuh yang nyata bagi kita semakin dekat…

9. Umar ibnu Khattab dimata saya « Journey in an Adventure - Jumat, 29 Mei, 2009

[…] tidak sengaja [sebenarnya direferensikan oleh teman] saya melirik blog mas Ratori di https://qitori.wordpress.com/2008/02/25/apakah-umar-bin-khaththab-musyrik/ %5Bmas linknya di tarus disini yah] dan membaca sampai akhir, terpercik kembali, betapa berjiwa […]

10. benay212 - Minggu, 12 Juli, 2009

heheheh…untuk saudaraku se aqidah
salam kenal

benay 212

TTD

PEMBASMI WAHABI

11. Hanny - Senin, 11 Januari, 2010

Tul tu gara2 wahabi kita kehilangan banyak peninggalan bersejarah,krn liat mkam nabi sja sdh membwt hti tergetar rindu nabi muhammad ingin sgra brtmu.ibdah jd smgat.aplg klw bs liat bkas2 rmhx dlm keadaan terawat tidak hncur

12. aryasutowijoyo - Rabu, 20 Juli, 2011

HANCURKAN ARAB SAUDI BIANG KEKACAUAN TIMUR TENGAH

13. Ibnu Yusa - Selasa, 19 Maret, 2013

Yang namanya ”bodoh tetap saja bodoh” itulah salafi wahabi… menghawatirkan orang sesat.. tapi dengan membunuh orang- merusak dan menghancurkan ayat-ayat nyata… berapa banyak ulama yang telah dibunuh wahabi gara-gara ini… tapi betapa manfaatnya sejarah, peninggalan dan makam Nabi-Nabi yg masih tersisa…. krn itu dalil yang tak terbantahkan tentang kebenaran Ayat quran.. itulah sejarah…lucu juga zaman modern begini masih tertarik dengan da’wah cara bodoh seperti itu… berangkat cuma dari hawatir… kemudian memusuhi orang islam sendiri… naif benar Salafi… ajaran islam yang dicontohkan dg Akhlaq Rasulullah yang sempurna … hancur gara-gara hawatir..jangan-jangan Yahudi sudah masuk disitu yaa…

14. Bin Yunus - Senin, 6 Mei, 2013

Semoga kita dijauhkan dari ajaran2 Wahabi dan kebiadabban Salafi… Insya ALLAH para penganut ajaran2 Wahabi dijauhkan dari kemurkaan ALLAH s.w.t…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: