jump to navigation

In The Valley of Elah – Mengungkap Kebobrokan Moral Tentara AS di Irak Rabu, 5 Maret, 2008

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bebas, Bilik Renungan, Iran Vs Thaghut, Opini.
trackback

david-vs-goliath5.jpg

Elah adalah sebuah lembah tempat David dan Goliath melakukan duel yang kemudian menjadi salah satu tonggak sejarah di dalam Sejarah Bani Israel. Al-Quran pun mengabadikan pertempuran tak seimbang tersebut di dalam Surah al-Baqarah ayat 249 :

Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Pada masa itu, kaum Bani Israel adalah orang-orang yang terzalimi dan jumlah mereka sedikit, sementara pihak musuh, Philistine (bukan Palestina) jauh lebih banyak dan disertai dengan persenjataan yang juga jauh lebih lengkap.

Saat ini, posisi seperti ini terulang kembali, namun Hamaslah yang berada pada posisi terzalimi. Mereka hanya didukung oleh sedikit negara termasuk Republik Islam Iran dan Suriah. Sementara itu, musuh Hamas adalah pemerintah Zionis Israel yang didukung oleh hampir seluruh negara Barat (AS, Uni-Eropa) dan sekutu-sekutunya.

Senjata yang digunakan oleh pemerintah Israel saat ini pun jauh lebih canggih dengan yang dimiliki Hamas, tetapi Hamas tetap tegar dan terus melakukan perlawanan. Dan perlawanan yang tidak seimbang ini mengingatkan pihak Israel pada duel bersejarah David (Nabi Daud) melawan Goliath. Jadi, saat ini posisi Israel sama dengan posisi Goliath pada masa lalu.

Keadaan ini pulalah yang dialami para tentara AS di Iraq. Mereka pun pasti masih mengingat legenda sejarah yang juga tercatat di Bible ini. Mereka frustrasi dan stres menghadapi perlawanan sengit rakyat Iraq, karena mereka tidak menduga kalau kedatangan mereka ternyata ditolak, padahal AS telah berhasil menjatuhkan Saddam dan pemerintahannya yang kejam. Dan mereka juga tidak menduga bahwa perlawanan rakyat Irak ini ternyata tidak bisa mereka padamkan, bahkan para pengamat politik AS sendiri menganggap AS sudah menjadi pecundang di Irak. Dan kerugian yang sudah ditanggung AS sudah mencapai : 3 trilyun Dolar AS

inthevalleyelah2.jpg

Di dalam film In The Valley of Elah, yang terinspirasi dari kisah nyata, (dibintangi aktor kawakan Tommy Lee Jones dan Charlize Theron) mengungkap perbuatan-perbuatan keji para tentara AS di Iraq. Sekali lagi yang ingin saya tekankan bahwa film ini dibuat terinspirasi oleh kisah nyata. Anda tentu masih ingat kekejaman tentara AS di penjara Abu Ghraib?

Nah, pada salah satu scene di film ini ada bagian mengerikan bagaimana tentara-tentara AS yang masih muda itu menangkap seorang laki-laki warga Iraq yang tidak bersalah dan menyiksanya dengan memutilasi bagian demi bagian tubuh “sang hajji” hidup-hidup tanpa sedikit pun rasa belas-kasihan. Yang lebih menjijikkan adalah mereka melakukan hal tersebut sambil tertawa-tawa.

Dan pada bagian lainnya, tentara AS dengan sengaja menabrak seorang anak kecil warga Iraq dengan sedemikian sadis. Dan ini suatu hal yang biasa dan lumrah mereka lakukan.

Ketika mereka, tentara AS menembak atau menabrak seorang anak kecil, dengan tenang mereka hanya mengatakan : “It’s a dog!

Di antara sekian banyak kebobrokan tentara AS yang diungkap film ini adalah mereka sudah terbiasa menggunakan narkoba, bahkan setelah mereka kembali ke AS.

Apakah pemerintah George Bush — yang konon katanya selain anti-Teroris juga anti-narkoba — mengetahui hal ini? Tentu saja mereka tahu!

Anda harus nonton film ini — paling tidak nonton DVDnya — karena ini bukan film biasa, ini film yang diangkat berdasarkan kisah nyata.

Komentar»

1. arie kariana - Kamis, 6 Maret, 2008

wah thanks mas, saya akan cari dvd-nya deh… kalau perlu kita adakan aja acara nonton bersama, kita ajak orang2, mau sunni, syiah, nasrani, atau yahudi untuk nonton film kayak begini, supaya orang Indonesia tahu siapa musuh kita yang sebenarnya…

2. Quito Riantori - Senin, 10 Maret, 2008

Your welcome! Salam…

3. Muhammad Ihsan - Kamis, 13 Maret, 2008

Oleh sebab itu Islam harus bersatu,agar mereka (kaum durjana) tidak semena-mena.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: