jump to navigation

Apa Yang Diwariskan Dari Cinta Kepada Allah? Rabu, 12 Maret, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Love, Artikel, Bilik Renungan, Opini, Tasawwuf.
trackback

Rasulullah saww juga bersabda, “Sesungguhnya dinar dan dirham telah mencelakakan orang-orang sebelum kamu dan keduanya juga akan menghancurkan kalian!” 158]

BENCILAH DUNIA, NISCAYA ALLAH MENCINTAI KALIAN
Ditanyakan kepada Nabi Isa as : “Ajarkanlah kepada kami suatu amalan yang menjadikan Allah mencintai kami” Nabi Isa as berkata : “Bencilah oleh kalian akan dunia, maka Allah akan mencintai kalian!” (Bihar al-Anwar 14 : 328)

Masalah ini sudah kita bahas pada postingan saya sebelumnya, namun saya ingin menekankan sekali lagi bahwa kita mesti waspada terhadap godaan dan daya tariknya yang luar biasa. Sebut saja, harta kekayaan, misalnya, berapa banyak manusia yang jatuh ke lembah kehinaan karena mencintai harta secara berlebihan. Al Qur’an yang mulia mengatakan, Dan kalian mencintai harta dengan kecintaan yang teramat sangat! (QS 89 : 20)

Imam Ali as berkata, “Harta itu unsur (element) dari syahwat (keinginan)155]

Ibnu ‘Arabi qs juga berkata, “Harta (mal) tidak dikatakan harta (mal) melainkan karena hawa nafsu manusia cenderung (yamil) kepadanya” 156] Harta dijadikan alat bagi Iblis untuk menggoda manusia, sebagaimana firman Allah SwT kepada Iblis,” “Bersekutulah kalian dengan mereka dalam kekayaan (harta) dan anak-anak!”
(QS Al Isra [17] : 64)

Sementara, Harta dan anak adalah perhiasan kehidupan dunia”(QS 18 : 46 )

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa Nabi Isa as telah menasihati murid-muridnya, Janganlah kalian melihat harta kekayan Ahli dunia karena sesungguhnya gerlap kemilau harta mereka itu dapat melenyapkan cahya iman kalian!157]

Rasulullah saww juga bersabda, “Sesungguhnya dinar dan dirham telah mencelakakan orang-orang sebelum kamu dan keduanya juga akan menghancurkan kalian!” 158]

Satu dinar adalah sebuah koin besar yang terbuat dari emas: nama dinar untuk uang kertas yang seharga dengan koin itu masih digunakan di Timur Tengah. Asal kata tersebut adalah “rumah api” (dar al-nar), karena cinta uang merupakan sumber kesulitan yang semakin hari semakin bertambah. Kecuali jika selalu diingatkan, hanya sedikit manusia yang mau menepati janjinya. 159]

Imam Ali ar-Ridha as berkata,“Tidaklah seseorang itu menumpuk harta melainkan akan tumbuh dalam dirinya lima hal : 1. Kekikiran yang sangat, 2. Angan-angan yang panjang. 3. Ditaklukkan oleh sifat rakus (tamak), 4. Suka memutuskan shilaturrahim. 5. Lebih mengutamakan dunia daripada akhirat!” 160]

Rasulullah saww bersabda, “Tidaklah seorang hamba semakin dekat kepada Penguasa (Sulthan) melainkan semakin jauh ia dari Allah Ta’ala dan pabila semakin banyak hartanya semakin bertambah pula hisabnya (di akhirat) dan semakin banyak juga kesusahannya dan semakin banyak juga setan-setannya!161]

Di dalam kitab Makarim al-Akhlaq diriwayatkan bahwa Rasulullah saww berwasiat kepada Abu Dzarr ra, “Wahai Abu Dzarr! Akan ada sekelompok manusia dari umatku yang dilahirkan dalam kemewahan, hidup dalam kenikmatan, tujuan hidup mereka hanya pada aneka macam makanan dan minuman dan memuji-muji dengan lidah. Mereka itulah sejelek-jelek umatku162]

Tidak selamanya harta selalu tercela. Sebagaimana unsur-unsur duniawi lainnya (wanita, anak-anak dan kedudukkan), jika ia (dunia) hanya dijadikan alat dan kendaraan untuk memperoleh ridha-Nya, maka ia justru menjadi sesuatu yang baik dan terpuji.

Imam ash-Shadiq as berkata, “Kekayaan yang mencegahmu dari kelaliman adalah lebih baik daripada kefaqiran yang menyeretmu kepada dosa163]

Namun demikian, tidaklah mudah mengontrol harta, karena sifat-sifat harta yang dapat mempengaruhi jiwa manusia. Hanya orang-orang yang memiliki sifat dermawan dan murah hati saja yang bisa mengendalikan harta. Tanpa jiwa yang dermawan dan murah hati, harta justru mengendalikan mereka. Itulah sebabnya Imam Ali as berkata, “Aku pemimpin orang-orang yang beriman dan harta itu pemimpin orang-orang yang durhaka!164]

Orang-orang yang durhaka justru dikendalikan oleh harta mereka. Tidaklah heran jika Nabi Isa as mewasiati para muridnya untuk membenci dunia, karena daya goda dunia sangatlah membahayakan manusia pada umumnya.

Imam al-Shadiq as memperlakukan dunia seumpama bangkai. Beliau as mengatakan, “Tidaklah kedudukkan dunia dalam pandanganku kecuali sebagaimana kedudukkan bangkai, aku memakannya hanya jika dalam keadaan terpaksa!165]

Mungkin juga kebencian yang diperintahkan oleh Isa as bertujuan agar murid-murid beliau terjauhkan dari kecintaan kepadanya, karena seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, Rasul saww bersabda, “Cinta dunia itu akar dari segala maksiat dan awal dari segala dosa.” 166], bahkan dalam Kitab Kanz al-‘Ummal diriwayatkan Rasululullah saww bersabda, “Sebesar-besarnya dosa besar adalah cinta dunia!167]

CINTA ALLAH MENDATANGKAN KEBENCIAN SEKELOMPOK MANUSIA
Imam al-Baqir as berkata, “Ketahuilah, semoga Allah mengasihimu, bahwa sesungguhnya kita tidak akan dapat memperoleh kecintaan dari Allah melainkan kita pun akan memperoleh kebencian dari sebagian besar manusia. Kita juga tidak akan memperoleh perlindungan-Nya melainkan kita akan memperoleh permusuhan dari sebagian besar manusia. Hal yang demikian sudah menjadi suatu kemestian dan bukan suatu hal yang aneh bagi kaum yang memiliki ilmu (pengetahuan)” 168]

Sudah menjadi sunatullah (hukum alam), jika Anda dicintai Allah, maka pasti ada sekelompok manusia yang membenci Anda. Bahkan sebagian besar manusia akan membenci Anda. Lihatlah Muhammad, sang Insan Kamil yang penuh kasih sayang kepada manusia. Yang keberadaannya bahkan merupakan pengejewantahan rahmat dan kasih sayang Tuhan. Tetapi apa yang terjadi, dan apa yang Anda lihat? Sebagian besar manusia membenci dan mencelanya. Bahkan sekelompok besar manusia mencoba untuk membunuh beliau saww.

Ingatkah Anda dengan unta Nabi Shalih? Apa yang didapat dari unta beliau? Kemudaratan atau manfa’at? Unta beliau banyak memberikan berbagai manfaat kepada umat Nabi Shalih, yaitu kaum Tsamud, di antaranya adalah susu yang berlimpah-limpah dan tak habis-habis yang bisa diperah darinya. Namun balasan yang diberikan oleh kaum Tsamud adalah justru membunuh unta tersebut.

Apa yang telah diberikan Rasulullah Saw kepada umatnya? Tapi apa balasan yang diberikan umatnya kepada beliau? Harta Sayyidah Fathimah, putri tercinta Sang Nabi dirampas. Cucunya, Husain dibantai di padang Karbala. Keturunan Sayyidah Fathimah as diburu, dibunuh dan dibantai dari masa pemerintahan Bani Umayyah sampai akhir pemerintahan Bani Abbasiyyah (lebih dari 390 tahun).

Imam Ali as kepada kaum muslimin pada masanya? Imam Ali as menjalankan pemerintahannya secara adil. Beliau mencintai kaum muslimin bahkan beliau hidup sedemikian zuhud demi kecintaannya kepada Tuhan dan manusia. Tetapi sebagaimana unta Nabi Shalih, beliau pun dibunuh oleh seorang durjana.

Jika Anda tengok Imam Husain as, cucu sang Nabi, tidak ada lagi orang yang lebih Allah cintai ketimbang beliau. Tetapi ketika cucu sang Nabi ini keluar membawa panji amar ma’ruf nahi munkar, hanya 70-an orang yang bersedia membela beliau.

Allah SwT berfirman, “Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya,…..dan mereka tidak takut terhadap celaan orang yang suka mencela!” (QS Al-Maidah [5] : 54).

Sudah menjadi kemestian, jika ada sebagian orang yang akan membenci dan mencela orang-orang yang dicintai Allah.

Contoh terakhir adalah Imam Khomeini qs. Lihatlah kemuliaan beliau, pandanglah keberanian beliau dan perhatikan pula kebesaran jiwa dan kezuhudan beliau terhadap dunia. Namun Anda juga telah menyaksikan betapa tidak sedikitnya orang-orang yang membenci beliau.

Jika kita hanya mengekor pada kebanyakan manusia, “niscaya mereka akan menyesatkanmu” (QS 6 : 116),
karena, “kebanyakan manusia tidaklah beriman” (QS 11 : 17),
karena “kebanyakan manusia tidaklah bersyukur” (QS 12 : 38),
itu pun “karena kebanyakan manusia tidak berilmu” (QS 34 : 28) ,
itu pun “karena kebanyakan mereka tiada menggunakan akal mereka” (QS 5 : 103), bahkan “kebanyakan dari mereka tiada beriman” (QS 2 : 100).

Karena itu, jangan sekali pun juga kita menjadikan kwantitas sebagai tolok ukur kebenaran. Suara terbanyak itu bukan suara kebenaran. Lihatlah di sekeliling kita, orang-orang pintar jauh lebih sedikit ketimbang orang-orang bodoh. Orang-orang yang shalih pun jauh lebih sedikit ketimbang orang-orang durhaka. Apakah kita masih mau berpaling dari kenyataan ini?

Imam al-Shadiq as berkata, “Telah kucari cinta Allah ‘Azza wa Jalla maka kumendapatkannya di dalam kebencian terhadap orang-orang yang suka berbuat maksiat.” 169]

Pokok masalah ini sudah kita bahas pada Bab sebelumnya, bahwa salah satu prinsip cinta dan benci bertolak dari kesamaan, kemiripan dan keselarasan. Bahwa hanya orang-orang yang baik saja yang bisa mencintai dengan sungguh-sungguh orang-orang yang baik, karena mereka memiliki kesamaan dan keselarasn jiwa.

Dan hanya orang-orang yang buruk saja yang membenci orang-orang baik, itupun karena mereka tidak selaras, sehingga tidak mungkin tercipta hubungan yang harmonis. Jika seorang yang berjiwa lurus masuk ke dalam kelompok para koruptor, ia tidak akan bisa tinggal betah berada di lingkungan itu.

Begitu pun sebaliknya, seorang yang berjiwa kotor sulit menyesuaikan diri dengan orag-orang yang shalih, ia akan merasa risih, bosan bahkan sampai muncul kebencian dalam hati mereka.

Diriwayatkan, pada suatu ketika api neraka padam sepersekian detik, dan sekelompok penghuni neraka bertanya-tanya (karena pasti mereka merasakan kesejukan walau hanya sekejap) apa yang terjadi. Dijawablah (oleh malaikat) bahwa Nabi Muhammad saww baru saja lewat. Mengetahui bahwa kesejukan yang mereka rasakan itu disebabkan oleh Nabi, mereka malah tidak senang. Mereka justru meminta supaya pintu neraka ditutup, karena mereka lebih senang disiksa ketimbang melihat Nabi Muhammad saww, meskipun keberadaan Nabi Muhammad saww dapat meringankan siksa mereka. 170]

Pada tataran terendah, jiwa manusia yang sedemikian rusaknya telah menjadikan kebencian pada kebenaran, bagian dari diri mereka sendiri. (Na’udzu billahi min dzalik)

PARA PENCINTA TUHAN TIDAK TERGIUR OLEH KEMILAU DUNIA
Imam al-Shadiq as berkata, “Jika seorang mu’min telah disingkapkan kemegahan-kemegahan dunia maka ia akan merasakan manisnya kecintaan kepada Allah. Sebaliknya para pencinta dunia senantiasa dalam keadaan kacau pikirannya. Sesungguhnya kaum yang telah merasakan manisnya kecintaan kepada Allah tidak disibukkan oleh selain-Nya171]

Jika kita masih tergiur ketika melihat mobil-mobil mewah atau ketika melihat rumah-rumah yang serba wah, maka cobalah kita melihat ke dalam hati kita, dan tengoklah kembali ibadah-ibadah kita, apakah kita telah merasakan manisnya iman? Allah SwT berfirman, “Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang yang ingkar, dan mereka memandang rendah orang-orang beriman” (QS 2 : 212)

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan mereka lalai dari ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan” (QS 10 : 7-8)

Bahkan di sebagian ayat-ayat Qur’an, orang-orang yang ingkar tidak dideskripsikan dengan ketidak berimanan mereka kepada Tuhan, tetapi dengan : “lebih menyukai kehidupan dunia dari kehidupan akhirat” (QS 16 : 106-107, QS 14 : 2-3)

Tuhanku, aku hamba-Mu yang lemah,
yang berdosa dan budakmu yang kembali (bertaubat)
maka janganlah Engkau jadikan aku
termasuk orang yang Kau palingkan wajah-Mu darinya
yang kelalaiannya telah menghijabnya dari ampunan-Mu

(Munajat Sya’baniyyah, Mafatih al-Jinan)

Laa hawla wa laa quwwata illa billah.

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: