jump to navigation

Khazanah Hikmah Ahlul Bayt Nabi Saw Agustus 2008 Jumat, 29 Agustus, 2008

Posted by Quito Riantori in Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt.
trackback

1. Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya dimengerti segala kebaikan hanyalah dengan akal, dan tiada agama bagi siapa yang tiada berakal.” (Tuhaf al-‘Uqul hal. 44)

2. Nabi Saw bersabda, “Tiada sesuatu yang Allah curahkan untuk hamba-hamba- Nya yang lebih utama dari akal. Maka tidurnya orang yang berakal lebih utama dari sahurnya orang yang jahil dan berbukanya orang yang berakal lebih utama dari puasa (sunat) nya orang jahil…” (Al-Bihar 1 : 91)

3. Nabi Saw bersabda, “Sesungguhnya seorang hamba yang melakukan shalat tidaklah ditulis daripadanya enam atau sepuluh (raka’at)nya, melainkan yang ditulis bagi seorang hamba dari shalatnya hanyalah seberapa besar pemahaman (‘aqal) daripadanya.” (al-Bihar 84 : 249)

4. Rasulullah Saw berwasiat kepada sahabat Ibnu Mas’ud ra, “Wahai Ibnu Mas’ud! Barangsiapa (kaum Muslim) yang mempelajari ilmu karena menginginkan dunia, niscaya tumbuh dalam dirinya kecintaan kepada dunia dan perhiasannya, dan pastilah Allah murka kepadanya, kelak ia akan ditempatkan di neraka yang paling dasar bersama orang-orang Yahudi dan Nasrani yang melanggar kitab Allah Ta’ala. Firman-Nya: “Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu.” (QS 2 : 89) (Makarim al-Akhlak , h. 528, Bab wasiat Nabi kepada Ibnu Mas’ud)

5. Suatu ketika Rasulullah Saw keluar (dari rumahnya menuju masjid) maka di dalam masjid terdapat dua majelis: yang pertama, majelis ilmu (majelis untuk menuntut ilmu) dan yang kedua, majelis tempat manusia menyeru dan berdo’a kepada Allah. Maka bersabda Rasul, “Keduanya adalah majelis kebaikan. Adapun mereka yang berdo’a kepada Allah dan yang lainnya mereka yang menuntut ilmu dan memberikan pemahaman kepada orang yang jahil. Majelis yang pertama itulah yang lebih utama, karena demi pengajaranlah aku diutus.” Kemudian Rasul duduk bersama mereka.” (Munyah Murid hal. 13)

6. Rasulullah Saww bersabda, “Bersedekahlah kamu kepada saudaramu dengan ilmu yang memberikan petunjuk kepadanya.” (‘Udah al-Da’i hal. 63)

7. Rasulullah Saww bersabda, “Wahai Ali, ada tiga tanda iman sejati :

– Berinfak padahal harta yang dimilikinya sedikit,

– Menyadarkan manusia melalui dirinya sendiri,

– Berderma dengan ilmu yaitu dengan mengajarkannya.” (al-Khishal 1: 125)

Selamat Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

~ Ito

Iklan

Komentar»

1. iwan - Jumat, 29 Agustus, 2008

Saya membaca tulisan Anda, dan tertarik dengan hadis pada poin 4 . . . . Rasulullah Saw berwasiat kepada sahabat Ibnu Mas’ud ra, “Wahai Ibnu Mas’ud! Barangsiapa (kaum Muslim) yang mempelajari ilmu karena menginginkan dunia, niscaya tumbuh dalam dirinya kecintaan kepada dunia dan perhiasannya, dan pastilah Allah murka kepadanya, kelak ia akan ditempatkan di neraka yang paling dasar bersama orang-orang Yahudi dan Nasrani yang melanggar kitab Allah Ta’ala. Firman-Nya: “Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat Allah atas orang-orang yang ingkar itu.” (QS 2 : 89) (Makarim al-Akhlak , h. 528, Bab wasiat Nabi kepada Ibnu Mas’ud).
Yang menjadi pertanyaan saya adalah frasa “yang melanggar” (bergarisbawah) kitab Allah. Adakah orang2 Kristen dan Yahudi yang TIDAK melanggar Kitab Allah. Jika pandangan Islam, memang menganggap MUNGKIN SAJA bahwa orang2 Kristen dan Yahudi TIDAK melanggar Kitab Allah, apakah berarti mereka bisa tetap dianggap beriman (“berislam) tanpa harus “pindah agama ke Islam?” Apakah ini yang disebut dengan “ahlul kitab?” MOHON penjelasan. Terima kasih.
Wassalam

2. Quito Riantori - Jumat, 29 Agustus, 2008

@iwan
1. Baca sabda Rasul Saw tersebut lebih cermat dan tuntaskan, dan yang terpenting lagi lepaskan prasangka terlebih dahulu.
2. Jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan tanpa menyelesaikan kalimat Rasul Saw di atas.
3. Renungkan kaitan kalimat2 tersebut secara utuh. Misal : Apa yang dilanggar oleh orang2 Yahudi dan Nasrani sehingga Allah Swt melaknat mereka?
4. Coba pelajari hal-hal ini dari buku2 semacam karya Mushadiq Marhaban.
5. Untuk lebih jelasnya baca artikel tentang Ahlul Kitab yang ada di blog ini yang ditulis Cecep Romli.
Terima kasih & Salam

3. iwan - Jumat, 29 Agustus, 2008

Terima kasih.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: