jump to navigation

Pemahaman Integral Tentang Ibadah Senin, 1 September, 2008

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Opini.
trackback

“Katakanlah (Wahai Muhammad) shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah,Tuhan Semesta Alam” (Quran Surat al-An’am [6] ayat 162)

Masih banyak orang yang salah paham dalam memahami konsep ibadah di dalam Islam. Sebagian orang memahami ibadah sebatas penyelenggaraan ritual-ritual pemujaan seperti doa, puasa, shalat, atau zakat. Padahal sesungguhnya definisi ibadah di dalam ajaran Islam adalah suatu definisi yang menyeluruh yang meliputi seluruh aktivitas kehidupan manusia.

Ibadah di dalam Islam mencakup semua tindakan maupun perkataan seseorang demi memperoleh cinta dan ridha Tuhan. Ini, tentu saja, meliputi seluruh aktivitas manusia, baik individual maupun sosial, termasuk kontribusi seseorang untuk kesejahteraan manusia, baik yang muslim mau pun yang non muslim

Al-Qur’an yang suci mengatakan,“Katakanlah (Wahai Muhammad) shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah , Tuhan Semesta Alam” (QS 6 : 162)

Islam merupakan jalan hidup bagi manusia, yang mengajarkan kepada mereka suatu tata cara atau aturan bagaimana sang makhluk dapat berhubungan dengan Penciptanya. Aturan, tata cara atau ritual penyembahan ini, tidak bisa tidak mesti memiliki dampak yang nyata ke luar, yaitu hubungan lainnya antara sang makhluk dengan makhluk-makhluk-Nya yang lain.

Islam menginginkan suatu keadaan yang harmonis yang tidak terbatas pada hubungan sang makhluk dengan Tuhannya, namun juga hubungan antar sesama makhluk Tuhan lainnya.

Ibadah di dalam Islam tidaklah terbatas hanya pada saat-saat seseorang melaksanakan ritus-ritus penyembahan, karena ibadah Islam mencakup seluruh segi kehidupan dan meliputi semua aspek kehidupan selama kesemuanya ditujukan untuk mencari ridha Tuhan. Dengan perkataan lain, ibadah adalah prinsip dasar yang menjadi tumpuan semua norma dan aturan hidup. 38]

Dengan demikian, ibadah-ibadah ritual tidak menjadi sekedar rutinitas tanpa ruh. Kesadaran yang sebenarnya yang merupakan dampak dari ibadah-ibadah ritual, seperti shalat misalnya, mesti memiliki dampak sosial, sebagaimana Al-Qur’an mengatakan,”Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan) yang keji dan munkar” (QS 29 : 45)

Pada ayat lainnya bahkan Allah ‘Azza wa Jalla mendeskripsikan suatu kebaktian tidak sebatas ibadah-ibadah ritual saja. Allah SwT berfirman : “Bukanlah perkara kebajikan itu hanya menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat, tetapi kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari akhirat, para malaikat, seluruh Kitab, dan sekalian Nabi dan mendermakan hartanya yang dicintainya – kepada kaum kerabat, anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan orang yang terlantar dalam perjalanan, dan kepada orang-orang yang meminta, dan memerdekakan hamba-hamba sahaya dan mendirikan shalat serta mengeluarkan zakat dan orang-orang yang menyempurnakan janjinya apabila mereka berjanji dan orang-orang yang sabar dalam masa kesempitan, dan penderitaan dan juga dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (shadaquu) (imannya) dan mereka itulah juga orang-orang yang bertaqwa. ( QS 2:177)

Di dalam sebuah hadits, bahkan Rasulullah saww bersabda,”Iman itu ada tujuh puluh cabang. Yang paling tinggi adalah mengatakan: Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan yang paling rendah daripadanya adalah menyingkirkan duri dari jalan” 39]

Nabi saww juga bersabda,”Keutamaan orang yang berilmu atas orang yang rajin beribadah adalah sebagaimana keutamaan bulan atas seluruh bintang-bintang di malam bulan purnama” 40]

Hadits lainnya mengatakan: “Seorang yang berilmu yang memanfaatkan ilmunya lebih utama ketimbang ibadah tujuh puluh tahun seorang yang rajin beribadah (‘abid)” 41]

Segala bentuk kepedulian sosial seseorang terhadap orang lain bisa menjadi bagian dari ibadah ketika kesemuanya itu dilaksanakan demi mengharapkan ridha Allah.

Nabi saww di lain waktu bersabda,”Sesungguhnya setiap muslim itu wajib bersedekah setiap hari” Seseorang menyahut,“Siapa yang sanggup berbuat demikian?” Nabi saww menjawab,”Walaupun sekedar menyingkirkan duri dari jalanan, maka itu adalah sedekah. Mencegah (seseorang dari) perbuatan yang munkar, itupun sedekah. Menyebarkan salam juga sedekah” 42]

Suatu ketika, Imam as-Sajjad as pagi-pagi sekali keluar dari rumahnya, lalu seseorang (yang melihatnya) menyapa beliau,”Wahai putera Rasulullah, anda hendak pergi kemana?”, “Mau bersedekah untuk keluarga saya”, Jawab beliau. “Bersedekah?”, tanya orang tersebut kebingungan. Imam as menjawab,“Barangsiapa yang pergi untuk mencari (nafkah) yang halal maka berarti dia telah bersedekah” 43]

Kebaikan seorang anggota keluarga kepada keluarganya merupakan ibadah walau hanya ketika seseorang menaruh sepotong makanan ke dalam mulut pasangan hidupnya. Tidak hanya ini, bahkan tindakan yang kita nikmati pun dapat dikatakan sebagai ibadah. Diriwayatkan oleh Abu Dzar ra bahwa para sahabat pernah bertanya kepada Rasulullah saww tentang hubungan sebadan antara suami isteri. “Bukankah kita merasa­kan nikmatnya, ya Rasulullah. Mengapa kita masih mendapat pahala juga?” Beliau menjawab: “Bukankah bila kamu menya­lurkannya di jalan yang haram kamu berdosa?” sahabat menja­wab, “Ya” Rasul berkata lagi, “Begitu juga kamu akan diberi pahala jika menyalurkannya pada jalan yang halal!” 44]

Islam tidak menganggap hubungan seks sebagai sesuatu hal yang kotor dan tabu yang mesti dihindari. Nabi saww menjelaskan bahwa yang kotor adalah perbuatan dosa, seperti melakukan hubungan seks yang dilakukan diluar nikah.

Dengan begitu semua perbuatan (hubungan seks, misalnya) yang dijalankan sesuai dengan syari’at, merupakan perbuatan terpuji dan bahkan salah satu bentuk keshalihan.

Dari pembahasan sebelumnya, semuanya telah menjadi jelas, bahwa konsep ibadah di dalam Islam merupakan suatu konsep menyeluruh yang meliputi semua aktivitas positif, yang ditujukan untuk mendapatkan keridhaan dan cinta Tuhan.

Islam mengatur hidup manusia pada semua tingkatan: baik individu, atau pun kemasyarakatan, mencakup semua dalam ruang lingkup kehidupan : sosial, ekonomi, politik, pendidikan, budaya dan seni sekali pun.

Itulah mengapa Islam menyediakan bimbingan terinci bahkan yang paling kecil sekali pun. Hal ini sangat memberi harapan kepada siapa pun hingga seseorang bisa menyadari bahwa semua aktivitasnya bisa dipertimbangkan sebagai tindakan ibadah, sejauh semua tindakannya itu diniatkan untuk memperoleh ridha dan cinta-Nya.

Dengan demikian setiap orang merasa terbimbing mencari keridhaan Allah di dalam setiap tindakannya dan senantiasa mencoba untuk melakukan yang terbaik tanpa harus mengharapkan perhatian atasannya atau orang lain.

Ia dapat meyakini sepenuhnya bahwa Tuhan senantiasa hadir di mana pun ia berada, sehingga ia pun meyakini bahwa Tuhan menyaksikan semua perbuatannya.

Dengan pengertian ibadah seperti di atas, kita tidak melulu memahami makna ibadah sekaitan dengan ritual-ritual saja. Bahkan makna yang benar dari ritual-ritual ibadah adalah mengangkat manusia secara moral dan spiritual serta memungkinkannya untuk melanjutkan seluruh aktivitas sehari-harinya menurut bimbingan Tuhan.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

Iklan

Komentar»

1. ad - Senin, 1 September, 2008

begitu pula ketika kita membaca artikel di blog ini
tanpa kita sadari, kita mendapat secercah pengetahuan
tentang keluasan agama islam

2. an1k03a - Selasa, 2 September, 2008

Artikel di blog ini bagus-bagus dan berguna bagi para pembaca. Anda bisa lebih mempromosikan artikel Anda di infoGue.com dan jadikan artikel Anda Topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
http://www.infogue.com
http://agama.infogue.com/pemahaman_integral_tentang_ibadah

3. madi/aec/guntung/riau/indonesia - Sabtu, 23 Februari, 2013

ISLAM bergerak ibarat bumi mengalir ibarat air bertiup ibarat angin, kebaikan,kebaikan,rahmat,rahmat,ridho,ridho,ridho. SEGALA PUJI BAGIMU YA ILAHI RABBY.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: