jump to navigation

Bersedekahlah… Senin, 15 September, 2008

Posted by Quito Riantori in Artikel, Bilik Renungan, Khazanah Hikmah Ahlul-Bayt.
trackback

Di dalam banyak riwayat disebutkan bahwa pada bulan Ramadhan Rasulullah Saw menjadi lebih dermawan ketimbang pada bulan-bulan selainnya. Beliau sering bersedekah dan melakukan ibadah sosial lainnya. Lalu apakah keutamaan sedekah itu?

1. Imam Ali as berkata, ”Sedekah itu pelindung dari siksa Neraka” (Wasail asy-Syi’ah 6:258)

2. Rasulullah saww bersabda, ”Sedekah itu dapat menolak bala’ dan ia adalah obat yang paling mujarab” (Bihar al-Anwar 96:132)

3. Rasulullah saww bersabda, ”Sesungguhnya Allah, yang tiada Tuhan selain Dia! Sungguh sedekah itu dapat menolak penyakit, bencana, kebakaran, tenggelam, keruntuhan, dan penyakit gila (Bihar al-Anwar 62:269)

4. Rasulullah saww bersabda, ”Sedekah itu dapat menolak 70 macam bala’, yang paling buruk adalah lepra dan kusta” (Kanz al-‘Ummal, hadits ke: 15982)

5. Rasulullah saww bersabda, “Sedekah itu menutup 70 pintu kejahatan.” (Bihar al-Anwar 96:132)

6. Rasulullah saww bersabda, “Sedekah itu menolak 100 kejelekan.” (Bihar al-Anwar 96:124)

TURUNKANLAH RIZQIMU DENGAN BERSEDEKAH

1. Imam Ali as berkata, “Turunkanlah rizqi (mu) dengan bersedekah” (Al-Bihar 78 : 68)

2. Imam Ali as berkata, “Jika kamu dalam keadaan yang sangat miskin maka berdaganglah dengan Allah, yaitu dengan bersedekah” (Al-Bihar : 96 : 133)

3. Rasulullah saww bersabda, “Banyak-banyaklah engkau bersedekah niscaya Allah akan memberikanmu rizqi” (Al-Bihar 77 : 176)

4. Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu akan menambah bagi pelakunya banyak (rizqi), karena itu bersedekahlah kamu agar Allah menyayangimu!” (Al-Bihar 96 : 122)

5. Imam ash-Shadiq as berkata, “Sedekah itu dapat melunaskan hutang dan menggantinya dengan keberkahan” (Al-Bihar 96 : 134)

KATEGORI SEDEKAH

1. Rasulullah saww bersabda, “Sesungguhnya setiap muslim itu wajib bersedekah setiap hari”

Seseorang menyahut : “Siapa yang sanggup berbuat demikian ?”

Nabi saww menjawab, “Walaupun sekedar menyingkirkan duri dari jalanan, maka itu adalah sedekah. Mencegah perbuatan yang munkar, itupun sedekah. Menyebarkan salam juga sedekah” (Al-Bihar 75 : 50)

2. Rasulullah saww bersabda,”Setiap perbuatan yang ma’ruf (yang baik) itu sedekah” (Al-Bihar 96 : 119)

3. Rasulullah saww bersabda,”Bersedekahlah kepada saudaramu dengan ilmu

yang menunjukkannya (ke jalan yang benar)” (Al-Bihar 75 : 105)

4. Rasulullah saww bersabda,“Kata-kata yang baik itu sedekah dan setiap langkah yang diayunkan menuju shalat juga sedekah!” (Al-Bihar 83 : 369)

5. Imam as-Sajjad as pagi-pagi sekali keluar dari rumahnya, maka seseorang bertanya kepada beliau, “Wahai putera Rasulullah, anda hendak pergi kemana?”, “Mau bersedekah untuk keluarga saya”, jawab beliau.

“Bersedekah ?”, tanya orang tersebut kebingungan.

Imam as menjawab, “Barangsiapa yang pergi untuk mencari (nafkah) yang halal maka dia juga telah bersedekah” (Furu’ al-Kafi 4 : 12 hadits ke 12)

MENINGGALKAN HAL – HAL YANG BURUK ADALAH SEDEKAH

1. Rasulullah saww bersabda, “Tahanlah lidahmu (dari perkataan yang tidak baik), karena itu adalah sedekah atas dirimu (sendiri) (Al-Bihar 71 :298)

2. Rasulullah saww bersabda, “Meninggalkan perbuatan jahat itu adalah sedekah!” (Al-Bihar 77 : 160)

Iklan

Komentar»

1. mamamusab - Senin, 15 September, 2008

salam ramadhan, salam perdamaian..alhamdulillah penulisan yang sangat 2 menyentuh nurani..mg matahati kita nampak semuanya walaupun mungkin mata kasar kita tak mampu melihatnya..apapun syabas dan syukran artikle ini telah menajamkan nurani saya..

2. Quito Riantori - Selasa, 16 September, 2008

@mamamusab
Salam sejahtera serta berkah selalu dari-Nya untuk anda…

3. edislatem - Minggu, 21 September, 2008

mas, ito saya mau copy artikelnya ya mas, semoga menjadi berkah yah….

4. Quito Riantori - Senin, 22 September, 2008

@edislatem
Ok. no problemo, Mas Edi. Thanks dah mampir. Salam ya buat seluruh keluarga.

5. sutan - Kamis, 23 Oktober, 2008

salam…

Imam Ja’far AS dalam dialognya dng Sofyan Tsauri menekankan untuk bersedekah terlebih dahulu kepada istri, anak, dan keluarga. baru ke orang lain. Bersedekah dengan tetap menghitung kecukupan bagi diri kita dan keluarga.

Tetapi, kalau saya perhatikan, praktik kampanye seorang ustadz muda yang ingin menjadi guru sedekah tidak sejalan dengan apa yang ditekankan Imam Ja’far. Ia menekankah u/ bersedekah dengan harta kita yang tersisa/yg paling bernilai/yg paling kita cintai dan cenderung tidak perlu menghitung apa yang tersisa u/ kita, karena toh Allah SWT akan melipatgandakan balasan atas sedekah tsb. Akhirnya orang jadi tergerak bersedekah dengan hitung2an: sedekah 1, diganjar oleh Allah SWT 10x.

Mohon pencerahan.
Syukron Katsiiran.

6. Quito Riantori - Senin, 27 Oktober, 2008

@Sutan
Anda benar. Kita mesti mendahulukan kerabat terdekat, karyawan (orang tanggungan kita), baru orang2 jauh. Tentang “Ustad2” itu, semoga Allah menyadarkan mereka, karena apa yang mereka dakwahkan hanyalah utk kepentingan pribadi mereka. Dakwah Sedekah menjadi profesi, dakwah sedekah menjadi ajang cari makan, bahkan cari kekayaan. Sekali lagi semoga Allah memberi hidayah atas mereka. Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan pengusaha yang sesumbar telah berzakat tahun kemarin sebesar 100 juta, tapi saya melihat karyawannya digaji dengan gaji yang teramat minim. Saya jadi berpikir bahwa banyak sekali pemikiran Islam yang disalah tafsirkan secara keliru oleh banyak orang. Terima kasih atas komentarnya dan Salam.
Ito

7. sri aryani - Selasa, 27 Januari, 2009

ass.sy senang bgt bc artikel ini.sy copy y mas..trims.wass

8. BERSEDEKAHLAH « - Jumat, 20 Mei, 2011

[…] : https://qitori.wordpress.com/2008/09/15/bersedekahlah%E2%80%A6/ Categories: Uncategorized SukaBe the first to like this post. Komentar (0) Lacak Balik (0) […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: