jump to navigation

Jangan Lupakan Dia Rabu, 22 Oktober, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Zikir, Artikel, Bilik Renungan.
trackback


Allah SwT berfirman : “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasiq” (QS Al-Hasyr [59] ayat 19)

Imam Khomeini mengatakan, ”Jika karena melupakan ayat-ayat Allah dan batin tidak dapat melihat manifestasi Kebesaran, Keagungan dan Keindahan  Allah (pada alam  dunia  ini), mengakibatkan kebutaan  di  akhirat, maka mengingat  ayat-ayat Allah, mengingat asma Allah  dan  sifat-sifat-Nya serta mengingat Keindahan dan Kemuliaan-Nya tentu dapat  memperkuat penglihatan batiniyah dan dapat pula  menyingkirkan  hijab-hijab penghalang sebanding dengan  kuatnya dzikir dan nurnya16]

Imam Ali as berkata : “Barangsiapa  melupakan Allah, maka Allah menjadikannya  lupa kepada dirinya sendiri bahkan Allah membutakan mata hatinya” 17]

Janganlah Anda meninggalkan dzikir, karena  Anda  belum selalu ingat kepada Allah di saat berdzikir, sebab kelalaian­mu  terhadap Allah ketika tidak  berdzikir lebih berbahaya daripada kelalaianmu terhadap Allah ketika kamu  berdzikir. Semoga  Allah menaikkan  derajatmu daripada dzikir dengan kelalaian  kepada  dzikir  yang  disertai dengan  kesadaran (yaqzhah) terhadap  Allah, kemudian naik  pula dari  dzikir dengan kesadaran  kepada dzikir yang  disertai rasa  hadir (hudlur)  dan dari dzikir dengan rasa hadir kepada dzikir hingga  lupa  kepada segala sesuatu selain Allah. Dan  yang demikian itu bagi Allah tidaklah sukar. “ ujar Ibn Athaillah di dalam kitab al-Hikam-nya yang termasyhur. 18]

Rumi bersyair :

Perpisahan dengan Tuhan serupa sumur,

Berdzikir kepada-Nya adalah talinya.

(Diwan-I Syams 19325)

KEADAAN manusia yang lupa kepada Tuhannya seumpama seorang yang berada di dasar sumur, seperti Yusuf kecil yang di buang saudara-saudaranya. Jika manusia senantiasa berdzikir kepada Tuhannya maka seolah-olah dzikirnya menjadi tali yang menjulur ke dasar sumur demi menolongnya untuk naik ke bibir sumur.

AKIBAT MELALAIKAN DZIKIR

Dikisahkan bahwa Syaikh Najmuddin al-Ishfahani keluar mengiring jenazah seorang shalih di Makkah. Tatkala mereka telah menguburkannya dan mentalkinkannya, Syaikh Najmuddin tertawa . Padahal, tidak biasanya dia tertawa. Sebahagian sahabatnya bertanya tentang penyebab tertawanya, namun dia tidak menjawabnya. Setelah itu dia berkata, “Aku tidak tertawa, kecuali saat ada yang duduk dan mentalkinkannya, aku mendengar penghuni kubur ini berkata, ‘Apakah kalian tidak takjub ada ‘orang mati’ yang menalkin’kan orang hidup’. Dia menunjuk orang yang menalkinkan. Walaupun dia berasal dari golongan yang hidup dalam bentuknya, tetapi hakikatnya dia mati karena hatinya telah mati dengan melalaikan Allah. 19]

SEMUA malapetaka dan penderitaan yang ditimbulkan oleh hawa nafsu dan setan terkutuk disebabkan karena lupa akan Allah dan siksa-Nya. Lupa akan Allah semakin mempergelap hati dan memberi peluang kepada hawa nafsu dan syetan untuk menguasai manusia. Dan ini artinya memperbesar penderitaan hari demi hari. (Sebaliknya) Ingat (berdzikir) kepada Allah membersihkan dan mengkilapkan hati dan menjadikan hati sebagai tempat keindahan Yang Tercinta. Berdzikir (ingat) kepada Allah menyucikan jiwa dan membebaskan diri dari perbudakan. Cinta akan dunia – yang merupakan sumber segala kesalahan dan dosa – akan tersingkirkan dari hati. Semua kecemasan dan ketakutan digantikan oleh kepedulian menyucikan hati demi masuknya Penghuni. 20]

Ketahuilah bahwa bentuk luar akan berlalu

namun dunia realitas tetap abadi,

Berapa lama lagi engkau akan main-main

mencintai bentuk bejana

Tinggalkan bejana itu!

Pergilah, carilah sang air!

(Rumi, Matsnawi II : 1020-1)

Laa haula wa laa quwwata illa billah

Iklan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: