jump to navigation

Collateral Damage : Apologia Para Penjagal Massa Jumat, 21 November, 2008

Posted by Quito Riantori in About Wahabism-Salafism, Artikel, Bilik Renungan.
trackback

baquba21

Mungkin istilah Collateral Damage pertama kali digunakan sebagai euphemisme (ungkapan pelembut) para politisi dan jenderal-jenderal Amerika Serikat di dalam Perang Vietnam 1], ketika AS membantai anak-anak dan wanita Vietnam.


Di dalam sebuah wawancara sebelum eksekusinya, Timothy McVeigh, seorang veteran tentara AS dalam Perang Teluk mengaku telah membunuh (membom) 19 anak-anak tak berdosa dan menganggap hal itu sebagai Collateral Damage. [2]

Para penjagal massa menggunakan istilah ini untuk membela diri atas kecaman dan Konvensi Geneva yang melarang tentara membunuh orang-orang sipil. Namun dengan enteng-nya para penjagal itu mengatakan bahwa korban-korban itu hanya side efect dari perang tanpa mempedulikan sejauh mana sebenarnya efek itu bisa dihindari.

Faktor kecerobohan dan frustrasi para tentara selalu menjadi alasan mereka untuk pembenaran atas pembantaian massal yang mereka lakukan.

Yang menarik, semua tindakan kotor para politisi dan para jenderal perang AS malah “diteladani” oleh para teroris seperti yang sering dilakukan kelompok Al-Qaeda di Irak dan baru-baru ini di distrik Baquba. Ketika masyarakat dunia mengecam jijik kekejaman mereka, para gembong Al-Qaeda justruk berdalih sama seperti para petinggi AS ketika mereka membantai anak-anak dan wanita-wanita Irak dan Afghanistan.

Al-Qaeda yang selalu mengatasnamakan Islam dalam tindakan-tindakan kejinya tanpa malu-malu mengatakan bahwa korban-korban sipil yang mereka bantai hanyalah efek samping dari perang. Ironis memang, karena mereka justru me’neladani’ para musuh Islam ketimbang mengikuti sunnah Rasulullah Saw yang jelas-jelas melarang keras membunuh anak-anak dan kaum wanita dalam keadaan apapun.

Lagi pula apa yang mereka lakukan bukan lagi EFEK SAMPING tetapi sudah merupakan kesengajaan. Target mereka jelas : orang-orang sipil bukan tentara. Ini jelas-jelas sebuah kesengajaan bukan lagi Collateral Damage!

Sama seperti yang dilakukan al-Qaeda di Irak, yang dilakukan Amrozi CS dengan Bom Bali I-nya bukanlah hal yang dibenarkan Islam, karena hampir semua korban kebiadaban mereka adalah orang-orang sipil dan kondisi yang ada saat itu pun bukan kondisi perang.*]

Dan mesti diingat bahwa tindakan-tindakan teror tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah Saw!

Coba anda baca hadis-hadis di bawah ini :

“Terjadi dalam sebuah peperangan, seorang wanita ditemukan tewas terbunuh. Rasulullah Saw mengecam pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.” 3]

Pada Shahih Muslim, Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang. Diriwayatkan dari Abdullah bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam suatu peperangan, Rasulullah (saw) segera mengutuk pembunuhan atas kaum wanita dan anak-anak. 4]

Bahkan Imam Malik, di dalam kitabnya yang masyhur, al-Muwatha’, juga memasukkan hadis ini, pada “Bagian : Pelarangan Membunuh Wanita dan Anak-anak dalam Ekspedisi Militer. Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Nafi dari Ibn Umar bahwa Rasulullah, sallahu alaihi wassallam, melihat mayat seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah gazwah, dan tidak menyutujui pembunuhan itu lantas melarang keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak. 5]

Masih banyak hadis-hadis yang dengan tegas mengutuk pembantaian terhadap warga sipil, terutama anak-anak dan kaum wanita.

Semoga saja tulisan ini menjadi penjelasan atas alasan-alasan ngawur para teroris, yang senang menggunakan nama Islam sebagai pembenaran tindakan keji mereka.

Laa hawla wa laa quwwata illa billah

___________

1. Anthony H. Cordesman (2003). The Iraq War: Strategy, Tactics, and Military Lessons. Praeger/Greenwood, 266. ISBN 0275982270. (Lihat Wikipedia)

2. Orwell Would Revel in ‘Collateral Damage’, Hussein Ibish, Los Angeles Times, Apr. 9, 2001.

3. Shahih Bukhari, Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 257. [Edisi Bhs Inggeris]

4. Shahih Muslim, Kitab 019, Nomor Hadis 4319. [Ed. Bhs Inggeris]

5. Maliks Muwatta, Kitab 021, Nomor Hadis 009. [Edisi Inggeris]

*] Saya tidak yakin kalau Bom Bali I adalah perbuatan Amrozi CS saja, pasti ada pelaku utama yang menggunakan Bom lain yang jauh lebih dahsyat dari Bom TNT. CIA? Maybe!

Iklan

Komentar»

1. danalingga - Minggu, 23 November, 2008

Ini yang namanya kebencian mengubah seseorang menjadi seperti yang dia benci.

2. Quito Riantori - Senin, 24 November, 2008

@danalingga
Seperti yang pernah diungkapkan Paolo Freire dalam buku2nya.

3. Discuss the role of language and reasoning in history | fourteentothesky - Sabtu, 4 Agustus, 2012

[…] Riantori, Quito (2008) “Collateral Damage: Apologia para penjagal masa”. https://qitori.wordpress.com/2008/11/21/collateral-damage-jaringan-al-qaeda-apologia-para-penjagal-ma… […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: