jump to navigation

Jangan Berpaling dari Zikir Rabu, 3 Desember, 2008

Posted by Quito Riantori in All About Zikir, Bilik Renungan, Tasawwuf.
trackback

terataiAl Quran Yang Mulia, ”Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari berzikir kepada Kami serta dia mengikuti hawa nafsunya dan keadaannya itu telah melampaui batas” (QS Al-Kahfi [18] ayat 28)

Rasulullah Saww bersabda, “Siapa yang duduk di suatu tempat, lalu di situ ia tak berzikir kepada Allah, maka kelak ia akan mendapat kerugian dan penyesalan21].

Dalam riwayat lain disebutkan, “Tidaklah suatu kaum duduk di suatu majelis yang mereka tidak berzikir kepada Allah dan tidak tidak mengirimkan salawat atas Nabi, melainkan mereka akan mendapatkan penyesalan. Jika Allah berkehendak, Allah siksa mereka. Jika tidak, Allah ampuni mereka22]

Rasullah saww juga pernah bersabda, “Tidaklah suatu kaum bangkit dari satu majelis yang tidak ada zikir di dalamnya kecuali mereka berdiri di atas busuknya bangkai keledai sementara mereka akan mendapat penyesalan.”23]

Dalam sebuah riwayat, Mu’adz ibn Jabal mendengar Rasullah Saww bersabda, “Tidaklah penduduk surga menyesal kecuali atas berlalunya waktu yang tidak diisi dengan zikir kepada Allah

Diceritakan bahwa setiap nyawa yang keluar dari alam dunia (meninggal dunia) ini berada dalam keadaan haus kecuali mereka yang semasa hidupnya senantiasa berzikir kepada Allah.

Al-Qur’an Yang Mulia : “Barangsiapa yang berpaling dari berzikir (mengingat) Ku maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada Hari Qiyamat dalam keadaan buta.” (QS Thaha [20] : 124)

Tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan Allah jua…

Iklan

Komentar»

1. abdullah bin ali - Kamis, 4 Desember, 2008

Ini adalah satu tajuk yang baik untuk berjalan dalam daerah keredhaan Allah. Namun untuk mengisi setiap maana yang tersirat dalam hadis-hadis Rasulullah s.a.w. yang dikemukakan memerlukan penghijrahan yang tinggi.

Penghayatan dan ketulusan dalam kehambaan. Mujahadah melintasi kemuncak Everest. Melintangi kehendak diri yang tercela. Mengharungi api kesombongan yang terlintas dalam benak pemikiran. Bercakap dalam bahasa yang tiada lagi terbunyi. Halus dan penuh seni. Inilah dinamakan seniman dan bintang yang sebenar.

Dalam kesempatan ini, renunglah dalam-dalam dan mudah-mudahan menjadi pelampung untuk digapai ketika berlaku karam dilauntan.

2. Rumi - Kamis, 12 Februari, 2009

Hiduuup dzikir….:)

3. hinakelana414 - Sabtu, 16 Mei, 2009

Zikirlah setiap detik selama hayat masih dikandung badan…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: