jump to navigation

Kearifan Sufi Rabu, 10 Desember, 2008

Posted by Quito Riantori in Tasawwuf.
trackback

damai

Kami kaum Sufi adalah pecinta keindahan. Walaupun kami telah menjauhi dunia, bukan berarti kami mesti kelihatan menderita. Tetapi, kami pun tidak ingin berdiri berkacak pinggang dan menarik perhatian yang tidak layak….Kami berperilaku sebagaimana orang lain dan berpakaian seperti orang lain. Kami hanya orang biasa, yang menjalani kehidupan biasa. Kami selalu patuh terhadap aturan negeri di mana kami hidup; tetapi dalam realitas sesungguhnya kami berada di luar hukum manusia, sebab kami hanya patuh kepada aturan Tuhan. Kami pasrah di manapun: kami benar-benar bebas!

~ Irina Tweedie

Sultan Mustafa III bertanya kepada seorang Syekh Sufi,

“Apakah kesenangan-kesenangan dunia ini?”

Syekh Sufi menjawab, “Makan, minum dan buang angin.”

Jawaban ini menjengkelkan Sultan, yang kemudian mengusir Syekh Sufi dari hadapannya. Syekh Sufi tersebut mengutuk Sultan, seraya mengatakan, “Sultan, Anda dapat makan dan minum, tidak lebih dari itu.”

Dan tiba-tiba hal itu benar-benar terjadi. Sultan makan dan minum, tetapi tidak bisa buang angin. Sultan menjadi sangat gelisah dan kekhawatirannya pun memuncak.

Meskipun para tabib berusaha menyembuhkannya, tak sesuatupun yang bisa meringankan kondisinya. Akhirnya, Sultan memerintahkan para pengawalnya untuk memanggil Sang Syekh dan memintanya agar membantu mengatasi penderitaannya.

Syekh Sufi itu berkata, “Apabila Anda bersedia menghadiahkan kerajaan Anda kepadaku, aku akan membuat Anda bisa kembali buang angin.”

Sultan yang sudah tak berdaya ini tak bisa berbuat apa-apa selain menyetujui permintaan Syekh Sufi. Akhirnya Sang Syekh meletakkan tangannya di atas perut Sultan dan menepuknya sekali. Sang Sultan pun buang angin dan menghela nafas lega.

“Anda lihat Baginda,” kata Syekh Sufi, “Aku telah membeli kerajaan Anda hanya seharga satu kali buang angin.”

~ Syaikh Muzaffer

Jagalah hati Anda dari kelalaian (heedlessness), lindungilah nafsu rendah Anda dari keinginan-keinginan (desires), jaga akal Anda dari kejahilan, niscaya Anda akan masuk ke dalam golongan orang-orang yang bertakwa. Wajib bagi setiap orang untuk mencari pengetahuan. Yaitu, pengetahuan tentang diri sendiri (knowledge of yourself).”

~ Imam Ja’far al-Shadiq as

_____________

Essential Sufism, by James Fadiman & Robert Frager, Harper San Francisco

Iklan

Komentar»

1. amuli - Selasa, 23 Desember, 2008

Salam. Mas Ito, kalo melihat referensinya, koleksi buku Mas sangat banyak. Bolehkah saya kopi sebagian seperti Essential Sufism tuk referensi tesis saya?

arif mulyadi, editor al-huda

Quito Riantori - Selasa, 30 Desember, 2008

@Amuli
Salam juga buat mas Arif Mulyadi. Mengenai buku Essential Sufism, terus terang saya tidak punya buku aslinya, saya hanya mengutip dari situs : http://www.onelittleangel.com/ . Thanks atas kunjungan Mas Arif. Salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: